Akui Muhammad Nabi Terakhir, Ahmadiyah Berubah

JAKARTA - Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasarudin Syamsudin menilai telah terjadi perubahan besar dari ajaran Ahmadiyah Qadiyan dengan mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir dan Mirza Ghulam Ahmad sebagai guru, mursyid, atau pembawa berita gembira.

“Kami bersyukur Alhamdulillah telah terjadi perubahan besar di dalam ajaran Ahmadiyah Qadiyah, ini adalah sebuah langkah besar,” kata Nasarudin kepada okezone di Jakarta, Selasa (15/1/2008).

Mantan Purek III UIN Syarif Hidayatullah ini mengatakan, ada 2 aliran Ahmadiyah yaitu Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) adalah pengikut Ahmadiyah Lahore dan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang merupakan pengikut Ahmadiyah Qadiyan.

Lahore tidak masalah, mereka hanya menjadikan Mirza Ghulam sebagai pembaharu. Tapi Ahmadiyah Qadiyan yang selama ini susah dan selalu menyebut Mirza Ghulam sebagai nabi,” jelasnya. Selanjutnya

Awasi Ahmadiyah

Sementara itu, Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), meminta dibedakan dengan JAI. Sebab, GAI adalah Ahmadiyah Lahore, sedangkan JAI adalah Ahmadiyah Qadian. Ahmadiyah Lahore, menurut Ketua II PB GAI, tidak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, melainkan hanya sebagai mujaddid atau pembaharu. Ahmadiyah Qadiyan lah, kata dia, yang menyebut Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. 

JAKARTA — Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) masih memberi kesempatan Ahmadiyah untuk membuktikan ajarannya tak sesat. Itu terungkap dalam rapat di gedung Kejaksaan Agung (Kejakgung), Selasa (15/1). ”Bakorpakem memberikan kesempatan kepada Ahmadiyah untuk melaksanakan 12 butir penjelasan ajaran mereka,” ujar Ketua Bakorpakem, Whisnu Subroto, saat membacakan lima butir hasil rapat Bakorpakem. Dua belas butir penjelasan dibacakan Amir Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Abdul Basit, dalam rapat maupun konferensi pers usai rapat (lihat Penjelasan PB JAI). Selanjutnya

Penjelasan PB JAI

Tentang Pokok-pokok Keyakinan dan Kemasyarakatan Warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW yaitu, Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.

2. Sejak semula kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).

3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita gembira dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

4. Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota Jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.

5. Kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa:
a. Tidak ada wahyu syariat setelah Alquranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW;
b. Alquran dan sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.

6. Buku Tadzkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada tahun 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).

7. Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.

Selanjutnya

Jangan Hanya Lips Service

Bila JAI telah menyatakan Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan Alquran sebagai kitab suci, berarti sudah tidak ada masalah. Kita harus bimbing mereka. Tapi, jangan hanya sebagai lips service. Pernyataan itu harus diyakini dan diamalkan dalam kehidupan peribadatan mereka. Jika ternyata nantinya mereka kembali pada ajaran mereka, maka pemerintah harus tegas dengan membubarkan mereka.
Goodwill Zubair
Sekjen Muhammadiyah

Asalkan mereka mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, dan Alquran sebagai kitab suci, maka sudah selesai urusan. Selanjutnya, umat Islam hanya tinggal membina mereka.
Said Aqiel Siradj
Ketua PBNU

Mereka bisa saja menyatakan tak ada lagi nabi yang membawa syariat. Namun, sebenarnya mereka masih percaya bahwa ada nabi lain yang tak membawa syariat. Interpretable. Rumusannya tidak mengunci. Apalagi, dalam 12 butir penjelasan, tidak ada klausul yang menyatakan ‘Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi dan rasul’.
KH Ma’ruf Amin
Ketua MUI

Hasil Rapat Bakorpakem

1. Bakorpakem telah membaca dan memahami isi 12 butir penjelasan PB JAI yang disampaikan dan ditandatangani oleh PB JAI atas nama Haji Abdul Basyit serta diketahui dan ditandatangani oleh instansi pemerintah dan para tokoh agama Islam pada 14 Januari 2008.

2. Bakorpakem telah membahas isi 12 butir penjelasan PB JAI dan menilai perlu memberikan kesempatan kepada JAI untuk melaksanakan isi 12 butir penjelasan tersebut dengan segala konsekuensinya secara konsisten dan bertanggung jawab.

3. Bakorpakem akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan atas pelaksanaan isi 12 butir penjelasan PB JAI dimaksud di seluruh wilayah Indonesia.

4. Apabila terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan isi 12 butir penjelasan PB JAI maka Bakorpakem akan mempertimbangkan penyelesaian lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Bakorpakem mengimbau semua pihak untuk dapat memahami maksud dan tujuan iktikad baik PB JAI sebagai bagian dari membangun kerukunan umat beragama dengan mengedepankan kebersamaan serta menghindari tindakan-tindakan anarkis dan destruktif.  ( )

Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=319956&kat_id=3

HIJRAH PENGGENAPAN TIGA NUBUAT YESAYA

Oleh: Simon Ali Yasir

“Jika kamu tak menolong dia, Allah sungguh-sungguh telah menolong dia tatkala orang-orang kafir mengusir dia - dia adalah orang yang kedua dari (orang) dua; tatkala dua dua orang itu berada dalam goa, tatkala dia berkata kepada kawannya: Jangan merasa sedih, sesungguhnya Allah menyertai kita. Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan memperkuat dia dengan bala tentara yang kamu tak melihatnya, dan membuat rendah kalimah kaum kafir. Dan kalimah Allah adalah yang amat luhur” (9:40)

Yang dimaksud “dia” dalam ayat suci 9:40 di atas adalah Nabi Muhammad saw. yang melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah dalam tahun 622 Masehi. Ayat suci yang menguraikan hijrah Nabi tersebut setidak-tidaknya ada tiga peristiwa profetik sebagai pemenuhan nubuat Yesaya a.s. seorang Nabi Israel yang hidup sekitar tahun 700 sebelum tarikh Masehi. tiga peristiwa profetik itu ialah: (1) Pertolongan Ilahi terhadap Nabi Muhammad saw. (2) Tentang innallaha ma’ana dan (3) Kebinasaan kaum Quraisy. Uraian sekedarnya sebagai berikut: Selanjutnya

Enam Tingkatan Perkembangan Rohani dan Jasmani

 Oleh: Hazrat Mirza Ghulam Ahmad

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad compares each spiritual stage with its physical counterpart as is given in the beginning of chapter 23 of the Holy Quran:

Six Spiritual Stages. Stage 1, Successful are the believers, who are humble in their prayers. Stage 2, And who shun what is vain. Stage 3, And who give their zakah (Charity) or act for the sake of purity. Stage 4, And who restrain their sexual passions, except in the presence of their mates, or those whom their right hands possess, for such surely are not blame able. But whoever seeks to go beyond that, are transgressors. Stage 5, And those who are keepers of their trusts and covenants. Stage 6, And Those who keep a guard on their prayer

Six Physical Stages. Stage 1, And certainly We create man of an extract of clay. Then We make him a small life germ in a firm resting place. Stage 2, Then We make the life germ a clot. Stage 3, Then We make the clot of a lump of flesh. Stage 4, Then We make (in) the lump of flesh bones. Stage 5, Then We clothe the bones with flesh. Stage 6, Then We cause it to grow into another creation. So blessed be Allah, the Best of all creators

 Kali ini kami akan membahas enam tingkatan perkembangan rohani. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala di dalam Qur’an Syarif (Al-Mu’minun 23 :1-9) sebagai berikut: Selanjutnya

Riwayat Nabi Isa a.s.

Oleh:Simon Ali Yasir 

“The Greatest story ever told” is a familiar phrase claimed in the Christian world to describe of the life of Jesus. With either intentional or unintentional ignorance towards Biblical, historical, and archeological evidence, they have made a theory about his life as one full of supernatural events and ended in Jesus’ bodily ascension to heaven after the crucifixion. The theory of Jesus’ being ascended to heaven bodily to return again to the earth in the last age has also influenced the Muslim world so strongly that many of them are still waiting for his return. In this age of commonsense, many also think that this theory is too good to be to true - if not absurd - and cannot satisfy their rational minds. Evidently, careful historical, archeological, Biblical, and Qur’anic studies give different ideas about the theory.

In this writing, the writer tries to highlight some events related to the life of Jesus Chronologically from the events before his birth to the end of his life in Kashmir based on Qur’anic and Biblical evidence to add to the trends of accepting the human story of the great man.

What importance would it bring to reveal the true life story of Jesus? It would be probably help to break the great wall that stands in the way blocking the light of truth to reach humanity. For the Christian world, accepting the story of human Jesus would probably become “the real greatest story ever told”

Kelahiran Maryam

Hanna adalah seorang bangsawan yang tulus, istri seorang alim keluarga Imran, namanya Yoakhim. Sudah lama ia berumah tangga, namun belum juga dikaruniai anak. Pada suatu hari, suaminya diejek oleh tetangganya tentang kemandulannya. Karena ejekan tersebut, suaminya pergi ke Bait Allah untuk sembahyang mohon anak. Demikian pula Hanna, sembahyang di rumah dengan permohonan yang sama. Doa mereka dikabulkan oleh Tuhan secara luar biasa. Hanna mengandung. Mereka sangat bersyukur ke hadirat Ilahi atas karuniaNya. Sebagai tanda syukurnya, Hanna na­dzar bahwa anak yang masih dalam kandungan akan dipersembahkan sebagai pelayan Bait Allah (3:35). Beliau melahirkan seorang anak perempuan yang dinamakan Maryam, dan mohon agar Maryam dan keturunannya dilindungi Ilahi dari godaan setan yang terkutuk (3:36). selanjutnya

Korban Dalam Islam Dan Agama Lain

Oleh:Erwan 

Dan bagi tiap-tiap umat Kami tetapkan ibadah (korban) atas apa yang Kami rezekikan kepada mereka berupa binatang ternak, agar mereka ingat akan nama Allah. Maka Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Maha-esa, maka dari itu berserah dirilah kepada-Nya. Dan berilah kabar baik kepada orang yang rendah hati (22:34) 

Ibadah Korban adalah suatu ibadah yang sangat universal, seluruh agama di muka bumi mengenal dan merayakan ibadah ini. Dalam agama Hindu binatang yang biasa dikorbankan adalah kambing, domba dan sapi terkadang kuda juga dijadikan sebagai hewan korban. Korban itu terutama dimaksudkan sebagai cara menyenangkan hati para dewa untuk memperoleh keberuntungan dari mereka seperti yang di tulis oleh Professor Hiriyana “adalah perubahan yang terjadi pada jiwa pemberian korban kepada para dewa pada kurun waktu tertentu. Upacara itu lebih cenderung untuk memaksa atau mendesak dewa-dewa agama agar memberikan apa yang diinginkan oleh orang yang memberikan korban. Perubahan yang terjadi pada jiwa pengorbanan ini dicatat oleh banyak kalangan cendekiawan masa kini sebagai tahap masuknya bagian-bagian magis dalam Agama Weda dan diambil sebagai tandingan perpindahan kekuatan dari dewa-dewa kepada para pendeta” (. Hiriyanna, The Essentials of Indian Philosophy (London: George Allen and Unwin Ltd, 1948), h. 17). –selanjutnya>

NABI ISA A.S TELAH WAFAT

Penterjemah:Erwan 

[Perbedaan pertama antara kaum Ahmadi dengan kaum muslimin pada umumnya adalah sehubungan dengan kematian Nabi Isa a.s . Rata-rata kaum muslimin percaya bahwa Nabi Isa a.s. masih hidup di langit dengan badan jasmannya, namun para anggota Ahmadiyyah dan juga para Ulama intelektual yang menelaah percaya bahwa - seperti para nabi lainnya - Nabi Isa a.s. telah wafat. Qur'an Suci jelas sekali membuktikan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat seperti manusia lainnya dan tidak hidup lagi di manapun. Jelas sekali dinyatakan bahwa Nabi Isa a.s. hanyalah memiliki sifat-sifat kemanusiaan, dan tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, beliau hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Karena itu sejak lahir hingga wafat, dia tunduk pada keterbatasan fisik dan biologi yang telah ditentukan Tuhan untuk manusia.]

Bukti dari Quran Suci

BUKTI PERTAMA: Semua manusia hidup dan mati di bumi ini. Selanjutnya

Jawaban Atas Fitnah Atas HMGA

Oleh:Erwan 

Dalam Majalah Sabili ada tertulis

Mirza Ghulam Ahmad, muncul di akhir 1800-awal 1900an. ‘Diangkat’ menjadi nabi oleh Inggris dengan agama Ahmadiyah (ndompleng Islam tapinya) di akhir hayatnya mati sakit di kamar mandi (beberapa sumber menyatakan di wc) dengan kondisi menyedihkan

Jawaban:

Isi tulisan itu adalah rangkaian yang wajar dari fitnah-fitnah yang beredar lalu dirangkai menjadi satu. Namun yang tidak wajar adalah kebenaran isi itu bila ditinjau dari kenyataannya.

1. Bagaimana kondisi wafatnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?,

Pada tanggal 25 maret 1908 jam 10 malam tiba-tiba dia merasa sakit, terserang diarrhoea, dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya jam 10 pagi tanggal 26 Maret 1908, sakitnya pun seperti yang sertifikat yang dikeluarkan oleh Civil Surgeon of Lahore, bukan karena wabah penyakit menular atau apapun, dan karena sertifikat inilah Jenazah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad diizinkan oleh otoritas, untuk dibawa dan dimakamkan di Qadiyan (sumber: http://www.muslim.org/books/f-ahm-mv/ch7.htm )

2. Benarkah dia antek-antek Inggris?

Hingga kini tuduhan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad belum bisa dibuktikan. Tidak ada arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad merupakan kaki tangan pihak Inggris yang ada justru sebaliknya, karena pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi pihak Inggris senantiasa menaruh curiga terhadap Jemaatnya yakni dengan cara: selanjutnya