Posted on Kamis, 2 Oktober 2008 by redaksistudiislam
Terkait diterbitkannya SKB tiga menteri, Menteri Agama menjelaskan, SKB tidak berlaku bagi Ahmadiyah Lahore dengan organisasinya di Indonesia bernama GAI. “Karena itu, Ahmadiyah Yogyakarta tenang-tenang saja karena Lahore,” katanya.
Menag mengatakan, dalam perkembangannya, Ahmadiyah terpecah menjadi dua, yaitu Ahmadiyah Qodian yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan Ahmadiyah Lahore yang tetap mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan hanya mengakui Mirza Ghulan Ahmad sebagai pembaharu.
KESRA–12 JUNI: Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, dari dua aliran Ahmadiyah yaitu Ahmadiyah Qodian dan Ahmadiyah Lahore, aliran Ahmadiyah Lahore tidak terkena aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Medagri dan Jaksa Agung tentang Ahmadiyah pada 9 Juni 2008.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | 2 Komentar »
Posted on Rabu, 1 Oktober 2008 by redaksistudiislam
Alhamdulillah, telah dibuat webblog baru dengan tujuan untuk memudahkan pembaca mendownload buku-buku kami secara gratis, disertai sedikit penjelasan isi buku tersebut, silahkan klik:
Buku Islam Gratis
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | Leave a Comment »
Posted on Minggu, 17 Mei 2009 by redaksistudiislam
Kerinduan kaum muslimin akan seorang pemimpin sejati dewasa ini begitu mendalam. Seorang Pemimpin yang diharapkan dapat melindungi umat dari penindasan, ketidakadilan dll, yang pada intinya seorang pemimpin yang penuh dengan tanggung jawab kepada umat maupun kepada tuhannya, sebagaimana sosok pemimpin yang agung yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para Sahabat sepeninggal beliau, yang begitu terpatri lekat dalam memori kaum muslimin. Pun kini ketika kondisi umat terpuruk impian-impian itu kembali muncul sehingga timbul wacana Khilafah dan Daullah Islamiyah. Sebuah impian baru yang meski agak mustahil dihadapan hegemoni Negara dan Bangsa yang dewasa ini terasa jauh dari hati rakyat dan kaum muslimin. Maulana Muhammad Ali Menyajikan secara indah bagaimana sebuah negara dan pemimpin seharusnya dalam mengabdi kepada umatnya, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh sang Teladan sempurna Muhammad SAW. 15 abad yang lampau.
Dikutip dari Buku Islamologi, Maulana Muhammad Ali MA LLB,
Semua konsep negara1 modern mempunyai persamaan, yaitu keuntungan materi semata, hingga pandangan dunia beradab terhadap Tuhan dan agama disingkirkan ke sudut yang dilupakan; dan nilai hidup yang luhur amat sangat diabaikan, termasuk di negara-negara yang masih menyatakan setia kepada Yesus Kristus dan Agama Kristen. Negara-negara modern mungkin tidak sama pengakuannya terhadap kekuasaan Tuhan, tapi cukup aneh, mereka bersatu dalam menyembah dua Dewa baru yang diciptakan oleh budaya Barat yang menggantikan Tuhan Yang Esa yang mereka anggap sudah kolot dan ketinggalan zaman. Bangsa dan Negara itulah dua berhala yang disembah manusia beradab, dan mereka menjatuhkan diri sujud di hadapannya. Dan berbarengan dengan berhala tua – mungkin yang tertua – Dewa Mammon, yakni dewa kekayaan, timbullah Trinitas baru sebagai pengganti Trinitas Gerejani. Memperoleh keuntungan ekonomi yang berlimpah atau memperoleh kekayaan yang sebanyak-banyaknya merupakan satu-satunya pertimbangan manusia beradab; ia sanggup berkorban segala-galanya demi yang satu ini dengan mengatasnamakan Negara dan cinta bangsa. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Leave a Comment »
Posted on Minggu, 15 Februari 2009 by redaksistudiislam
Dalam suatu majalah ada tertulis
Mirza Ghulam Ahmad, muncul di akhir 1800-awal 1900an. ‘Diangkat’ menjadi nabi oleh Inggris dengan agama Ahmadiyah (ndompleng Islam tapinya) di akhir hayatnya mati sakit di kamar mandi (beberapa sumber menyatakan di wc) dengan kondisi menyedihkan
Jawaban:
Isi tulisan itu adalah rangkaian yang wajar dari fitnah-fitnah yang beredar lalu dirangkai menjadi satu. Namun yang tidak wajar adalah kebenaran isinya bila ditinjau dari kenyataan fakta sejarah.
1. Bagaimana kondisi wafatnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?,
Pada tanggal 25 maret 1908 jam 10 malam tiba-tiba dia merasa sakit, terserang diarrhoea, dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya jam 10 pagi tanggal 26 Maret 1908, sakitnya pun seperti yang tercantum dalam sertifikat yang dikeluarkan oleh Civil Surgeon of Lahore, bukan karena wabah penyakit menular atau apapun, dan karena sertifikat inilah Jenazah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad diizinkan oleh otoritas, dibawa dengan kereta api untuk dimakamkan di Qadiyan (sumber: http://www.muslim.org/books/f-ahm-mv/ch7.htm )
2. Benarkah dia antek-antek Inggris?
Hingga kini tuduhan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah antek Inggris belum bisa dibuktikan. Tidak ada arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad merupakan kaki tangan pihak Inggris dan yang ada justru sebaliknya, karena pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi maka pihak Inggris senantiasa menaruh curiga terhadap Jemaatnya yakni dengan cara:
-
menaruh intel 2xnya di Qadian dan berpura-pura menjadi salah seorang Jemaatnya
-
Surat-suratnya senantiasa di sensor terlebih dahulu
-
Lagipula bagaimana mungkin Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjadi antek-antek Inggris bila dia mengatakan bahwa Inggris merupakan Dajjal yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Suci Muhammad dan kepada umat Islam hendaknya melawan dengan sekuat tenaga? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: Islamologi | Leave a Comment »
Posted on Rabu, 4 Februari 2009 by erwan
Oleh: Prof. Ir. Faturakhman Ahmadi Djojosugito, M.Sc
(Ketua Umum PB Gerakan Ahmadiyah Indonesia)
Untuk menulis topik seperti di atas, kami banyak menemui kesulitan karena tidak adanya data kuantitatif yang dapat disajikan secara sempurna. Pembahasan ini lebih bersifat kualitatif, dan berangkat dari data yang secara cepat diperoleh penulis melalui kontak pribadi dan internet.Isi tulisan ini dapat dibagi atas: (1) Cabang Gerakan Ahmadiyah Lahore di dunia, (2) Peran Ahmadiyah Lahore dalam Penyiaran Islam di dunia, (3) Publikasi dan Penerjemahan yang dilakukan oleh Jemaah Ahmadiyah Lahore di USA, (4) Zaman Khwaja-Kamal-ud-Din, (5) Laporan Presiden Persatuan Organisasi Muslim Ahmadiyah Lahore (ULAMON) kepada Hazrat Amir, (6) Jumlah Anggota Ahmadiyah Qadian, (7) Prediksi Potensi Ahmadiyah Lahore secara Internasional.
Cabang Gerakan Ahmadiyah Lahore di Dunia
Berdasarkan data yang dapat dikumpulkan, maka seluruh dunia terdapat cabang-cabang sebagai berikut: Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tagged: Studi Islam | 32 Komentar »
Posted on Minggu, 11 Januari 2009 by redaksistudiislam
Sebelumnya tadi saya katakan bahwa Khataman Nabiyyin merupakan ayat Muhkam Qur’an Suci yang tegas menyebutkan bahwa Nabi Suci merupakan Nabi Terakhir (Nabi Penutup) dan tidak perlu ditafsirkan lagi seperti:
- Nabi Yang terakhir dalam artian Nabi yang membawa syari’at sementara nabi2x yang tidak membawa syari’at masih bisa datang setelah Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti pendapatnya Qadiyani)
- Nabi Yang terakhir dalam artian pengangkatannya, seperti Nabi Isa, Nabi Khaidir, Nabi Idris dan Nabi Ilyas masih bisa datang setelah Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti Pendapat Umat Muslim umumnya)
Dua pendapat yang berbeda namun pada hakikatnya sama yakni sama2x meyakini ada nabi setelah Nabi Suci Muhammad
Berikut ada komentar dari mas Wasim
kalo udah ada nabi baru, apapun itu istilahnya… tetep aja sudah mengingkari syahadat dan aqidah Islam. yg jelas, kalo sudah spt itu ya namanya sesat. ngerti ora??? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | 1 Komentar »
Posted on Rabu, 24 Desember 2008 by redaksistudiislam
Was Jesus Born on the 25th of December?:
by Arfaque Malik
The Light (December 24, 1982; pages 7 and 8 & 48 and 49
The twenty-fifth day of December, being the Christmas day is celebrated by millions all over the world as the birthday of Jesus Christ. Was he born on the twenty-fifth December? No one knows exactly when Jesus was born.1
Exact Date of Christ’s Birth:
“It is impossible to determine the exact date for the birth of Christ, either from the evidence of the Gospels or from any sound tradition.”2 Did the disciples, who knew Jesus personally, celebrate his birthday (i.e., Christmas)3 on the 25th December? “Christmas was not among the earliest festivals of the Church. The first evidence of the feast is from Egypt.”4 The early Church had no fixed date for Christmas; Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | 3 Komentar »
Posted on Sabtu, 13 Desember 2008 by redaksistudiislam
AHMADIYAH KEBANGKITAN ISLAM KEMBALI
“Dia ialah Yang mengutus Utusan-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Ia memenangkan itu di atas semua agama. Dan Allah sudah cukup sebagai saksi” (Q.S. 48:28)
Tiga Lukisan
Mengomentari ayat kemenangan Islam atas semua agama di atas Ibnu Jarir menulis: “Agama yang benar yang Dia turunkan kepada Utusan-Nya itu akan mendapat kemenangan dari segala agama dan kemenangan ini akan terjadi (kembali) dengan turunnya Isa bin Maryam” (Tafsir Ath-Thabari jilid 28, hlm. 54). Bagaimana cara memenangkannya? Ayat berikutnya memberikan tiga lukisan, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | 4 Komentar »
Posted on Kamis, 13 Nopember 2008 by redaksistudiislam
We concluded that “all people who believe in Syahadat – that Allah is the one God and that Muhammad is God’s messenger who brings us the principles of Islam — must be recognized as the brothers of Islam and must be protected.”
By Imam Ghazali Said*
Just over an hour after the Inter-religious Forum appointed me to be a spokesperson for the Ahmadiyah on April 24; my mobile phone started ringing and it hasn’t stopped since. The reason: people were asking me why I was defending the sect. Let me tell you the reasons:
The Ahmadiyah – either the Lahore group, which is popularly known the Indonesian Ahmadiyah Movement (GAI), or the Qodiyan group, otherwise known as the Indonesian Ahmadiyah Community (JAI) – have had significant interactions with Indonesian nationalist figures, both Muslim and secular, from 1920 until the 1980s. During this period, GAI and JAI members took part in the struggle for Indonesian independence and participated in the strengthening of national education.
Sayid Syah M Muballig, the head of Indonesian restoration committee and compiler of the Urdu language program for Radio Republic Indonesia in 1950, Erfan Dahlan, the son of Muhammadiyah founder KH Ahmad Dahlan, and many other figure in GAI and JAI took part in the struggle for independence and joined resistance groups, including the BKR, TKR, KOWANI and KNIL.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | Leave a Comment »
Posted on Minggu, 2 Nopember 2008 by redaksistudiislam
MEMATAHKAN SALIB
(KASRUSH-SHALIB)
“Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya hampir turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil, maka ia akan memecahkan salib (yaksirush-shalib)… .. .. ” (H.r. Bukhari)
Nabi Isa a.s. Telah Wafat
Hadits nuzul atau turunnya Nabi Isa ibnu Maryam kontroversial. Imam Syaukani menilai mutawatir ma’nawiyah, tetapi Mahmud Syalthut menilai Ahad. Batu uji Hadits profetik tersebut adalah Qur’an Suci dan bukti sejarah. Qur’an Suci sebagai Kitab nubuat yang nubuatnya tergenapi pada suatu waktu secara implisit menerangkan hal itu dalam Surat Az-Zuhkruf (43) ayat 57-61, maka dari itu sabda Nabi tentang nuzul Nabi Isa ibnu Maryam shahih adanya. Untuk memperoleh pengertian yang benar, terlebih dahulu harus memahami tentang mati-hidupnya Almasih Isa bin Maryam a.s.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | Leave a Comment »
Posted on Minggu, 2 Nopember 2008 by redaksistudiislam
INTEGRASI RELIGI
“Demi Dzat.yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya hampir turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil, maka ia akan memecahkan shalib (yaksirush shalib) ….. “ (H.r.Bukhari)
Mengapa Salib Dipecah?
Kata salib (berasal dari bahasa Arab shalb adalah cara membunuh yang sudah terkenal) menurut KBBI artinya: 1. dua batang kayu yang bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi; 2. tanda silang; menyalib menghukum mati pada kayu salib (tangan dan kaki orang yang dihukum direntangkan dengan dipakukan pada kayu salib). Jadi kalau hanya direntangkan dengan dipakukan pada kayu salib tidak sampai mati lalu diturunkan namanya bukan menyalib Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: At Tajdid fil Islam | Tagged: At Tajdid fil Islam | 4 Komentar »
Posted on Rabu, 8 Oktober 2008 by redaksistudiislam
KAIDAH TAFSIR AL QURAN
“Dia ialah yang menurunkan Kitab kepada engkau; sebagian ayat-ayatnya bersifat menentukan (mukhamat) – inilah landasan Kitab – dan yang lain bersifat ibarat (mutasyabihat). Adapun orang yang hatinya busuk, mereka mengikuti bagian yang bersifat ibarat, karena ingin menyesatkan dan ingin memberi tafsir (sendiri). Dan tak ada yang tahu tafsirnya selain Allah, dan orang yang kuat sekali ilmunya, mereka berkata: kami beriman kepadanya, semua ini adalah dari Tuhan kami. Dan tak ada yang mau berfikir, selain orang yang mempunyai akal. ” (Q.S. 3:7).
Petunjuk Tak Langsung
Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (Rakernas MUI) di Jakarta tgl 6 November 2007 memutuskan Sepuluh Kriteria Sesat. Seseorang atau segolongan orang dinyatakan sesat atau menyimpang dari jalan yang benar jika a.l. “melakukan penafsiran AlQur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir”. Sayang kaidah-kaidah tafsir yang valid tak disebutkan, maka kriteria tersebut justru membuat umat semakin bingung. Padahal masalahnya amat signifikan dan urgen dalam memahami suatu ayat. Oleh karena itulah Pembaharuan Islam menurunkan artikel “Kaidah Tafsir Al-Qur’an” yang valid. Validitasnya dapat diuji. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tagged: Islamologi | 2 Komentar »