TAFSIR SURAT (95) : AT-TIN (POHON ARA)

Oleh : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Kota Suci Mekkah. Dalam surat sebelumnya, Al-Inshirah (Kelapangan Dada), Allah Ta’ala telah menjanjikan kepada Nabi Suci Muhammad s.a.w. bahwa reputasi beliau akan ditinggikan. Didalam surat ini, Allah menyatakan bahwa manusia adalah sebaik-baik ciptaan, dan secara alami, dia memiliki bakat serta kemampuan tertinggi, dan untuk memperoleh hasil yang sebaik-baiknya, dia harus menggunakan kemampuan dan sikapnya secara terukur. Jika kita memerlukan bukti, kita harus menengok kepada orang-orang yang memelihara potensi alamiah mereka sesuai dengan perintah Allah dan yang menjaga fitrahnya yang sejati pada prinsip moderat dan mencermati bagaimana ketinggian posisi yang bisa diraih dalam hidupnya. Ini adalah mereka yang Allah anugerahkan rahmat-Nya yang melangkah disepanjang jalan yang lurus yakni jalan para Nabi dan waliyullah. Baca lebih lanjut

Iklan

TAFSIR SURAT (94) : AL INSYIRAH (KELAPANGAN DADA)

Oleh : DR. Basharat Ahmad

Setelah memberi nikmat kelapangan, maka Allah pun memberi janji bahwa setelah kesukaran pasti datang kemudahan. Di ayat berikutnya memberi tahu caranya agar kemudahan itu dapat terus berlangsung, yakni dengan kerja keras dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan

Surat ini adalah adalah wahyu Mekkah permulaan. Ini merupakan suatu catatan tambahan terhadap surat sebelumnya, Ad-Dluha (Terangnya waktu siang), karena di sini tema yang sama dilanjutkan. Jadi ini menyoroti janji Ilahi bahwa sepanjang masa depan kehidupan Nabi Suci s.a.w., maka dakwahnya pasti akan lebih unggul dari sebelumnya, dan bahwa agamanya pasti akan menjadi pelopor, serta nama beliau pun akan dimuliakan. Sebagai pertanda atas peristiwa di masa depan, maka beliau diminta untuk menimbang kehidupan masa lalunya, dan bercermin atas besarnya nikmat Allah yang secara mukjizat telah dikaruniakan kepadanya. Baca lebih lanjut

TAFSIR SURAT (93) AL – DLUHA: TERANGNYA WAKTU SIANG

Oleh : DR. Basharat Ahmad

Surat ini adalah salah satu dari wahyu awal dan diturunkan di Mekkah. Di sini kita diberi tahu bahwa karena Nabi Suci Muhammad s.a.w. itu par excellence yakni  gabungan sempurna dari seluruh amal salih, Allah Yang Maha-tinggi menjanjikan kedekatan dan kebahagiaan baginya, dimana gelombang rahmat-Nya akan senantiasa mengalir dengan melimpah ruah sepanjang masa. Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (92) AL-LAIL (WAKTU MALAM)

Oleh : DR. Basharat Ahmad

Surat ini termasuk wahyu Makiyah. Surat terakhir sebelumnya, As-Syams(Matahari), bersangkut-paut dengan keluhuran moral dan spiritual yang bisa dicapai oleh jiwa manusia. Sebagai tambahan, surat ini memberikan gambaran yang jelas tentang kehancuran yang menimpa mereka yang melawan seorang manusia jiwa sempurna.

Surat ini menyatakan kepada kita bahwa untuk mencapai kualitas kesempurnaan seperti yang terinci dalam surat 91, As-Syam (Matahari), ada dua persyaratan penting: yakni menegakkan suatu hubungan yang kuat dengan Allah, dan mengembangkan kualitas ketulusan serta semangat pengorbanan: Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (91) AS-SYAM (MATAHARI)

 Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Mekkah. Didalam surat sebelumnya, Al Balad (Kota), disebutkan mengenai risalah  yang harus di syiarkan dan ikhtiar yang diminta bagi sang pembawa risalah untuk menyiarkannya. Surat ini membicarakan mengenai manusia agung sang pembawa risalah itu, yang merupakan  sosok jiwa sempurna dan beliau merupakan manifestasi gabungan dari  kesempurnaan akhlak serta kebaikan yang seharusnya menjadi cita-cita bagi setiap insan untuk meneladaninya.

Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (90) AL-BALAD : KOTA

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

 Surat ini termasuk golongan Surat Makkiyah. Didalam surat sebelumnya, yakni Al-Fajr (Waktu Fajar), kabar baik diberikan kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah, yang pada akhirnya akan mencapai keberhasilan. Dalam surat ini, Al-Balad atau Kota, kita diingatkan bahwa tanpa usaha yang tekun, seseorang tak akan dapat mencapai tujuan besarnya. Inilah sebabnya mengapa perintah yang diberikan kepada Nabi Suci Muhammad s.a.w. yakni agar beliau berusaha sekeras-kerasnya dan tak kenal menyerah meskipun beliau telah dijanjikan kemenangan yang pasti akan tiba, karena beliau diberi tanggung-jawab yang besar untuk menyiarkan risalah yang berisi kebebasan dan persamaan yang amat penting bagi kehidupan umat manusia.

Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (78) AN-NABA’ (PEMBERITAHUAN) Bagian II

  Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Hidup sesudah mati akan berdasar hasil dari amal perbuatan kita didalam hidup ini. Inilah sebabnya mengapa setiap orang akan menghadapi konsekwensi dari kelakuannya dengan mata-kepalanya sendiri. Betapa pun, manusia telah melakukan banyak kesalahan dan tersembunyi dari mata manusia, karena kebodohan atau kejahatan, dia terus-menerus melakukan perbuatannya itu, sehingga ketika berhadapan dengan pertanggung-jawabannya, begitu besar rasa malu dan penyesalannya sehingga ia ingin agar dia bisa berubah menjadi debu daripada mengalami kehinaan dan rasa malu yang diderita sebagai konsekwensinya. Baca lebih lanjut