Kliping tentang Ahmadiyah

Kompas, Kamis 18 Agustus 2005 Sekretaris Kabinet: ajaran Ahmadiyah terdiri dari dua aliran. “Yang satu aliran Lahore dan satunya Qadiyan. Nah, aliran Qadiyan inilah yang dilarang sebagaimana disampaikan Presiden 

Tempo 26 februari 2006 Menteri Agama: Sebelum Mirza Ghulam Ahmad wafat, tidak ada persoalan 

Kompas, selasa 25 april 2006 Menteri Agama: Saya bisa menerima jika dianggap sebagai Mujaddid (pembaharu)

Klik gambar atau tulisan untuk memperbesar

23 Tanggapan

  1. Sekarang diin thogut menguasai dunia dan diin Allah sedang terpuruk…
    Apa yang telah dilakukan Ahmadiyah selama kurang lebih hampir se abad ini?
    Apakah Ahmadiyah dengan nabinya Mirza Ghulam Ahmad berhasil menegakkan diin Allah diatas diin bangsa2?
    Butuh berapa lama Ahmadiyah menegakkan diin Allah?Apakah sama cara dan waktunya seperti ketika nabi Muhammad menegakkan diin Allah?

  2. Tidak ada dakwahan kenabian dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad beserta gerakannya Ahmadiyah merupakan pelayan dan pembela Islam. Tugas utama dari Imam Ghulam Ahmad adalah menghidupkan Allah Yang Maha Hidup didalam kalbu setiap umat manusia serta memenangkan perkara Islam diatas semua Millah yang ada. Cara yang dilakukan oleh Imam Ghulam Ahmad untuk menyiarkan Islam adalah dengan pena, yakni untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu orang-orang yang membenci Islam serta menyiarkan keindahan Islam lewat literatur-literatur, brosur-brosur, ceramah, kunjung-mengunjungi dsb

  3. Menurut lahore :
    1. Bagaimana pandangan kalian jika sholat di masjid umum? Atau jika kalian bermakmum di belakang non ahmadi?
    2. Bagaimana hukum candah dalam GAI?
    Kalau Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai mujjadid, bagaimana dengan pernyataan beliau ini :

    “Sesungguhnya Allah subchanaHu wa ta’ala telah menamakan nabi kepadaku dengan wahyu-Nya, demikian juga aku telah dinamakan (nabi) sebelum itu melalui sabda rasul kita Al-Mushthofa (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (Al-Istifta’, halaman 18).

    وَبِالْحَقِّ اُرْسِلْتُ فَمَالَكُمْ تَعْرِفُوْنَ

    “Dan dengan benar aku telah diutus (sebagai rasul), maka apa yang
    menyebabkan kamu tidak mengerti.” (Al-Istifta’, halaman 46)

    لَقَدْ اُرْسِلْتُ مِنْ رَبِّ الْعِبَادِ

    “Sungguh aku telah diutus (sebagai rasul) dari Tuhannya para hamba.” (Tuhfatu Baghdad, halaman 11)

  4. 1. Bagaimana pandangan kalian jika sholat di masjid umum? Atau jika kalian bermakmum di belakang non ahmadi?

    Bisa dilihat pada Gerakan Ahmadiyah Indonesia
    PEGANGAN TEGUH GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA point no 8
    8. Menyebut kafir kepada orang Islam adalah perbuatan yang amat keji. Oleh sebab itu, tak akan bersalat makmum di belakang siapa saja yang menyebut kafir kepada orang Islam; hal ini untuk menunjukkan betapa tidak sukanya terhadap perbuatan semacam itu; sikap demikian dilakukan terhadap siapa saja, baik ia itu orang Ahmadi ataupun bukan. Sebaliknya, mau bersalat makmum di belakang siapa saja yang tidak mengafirkan orang Islam.

    2. Bagaimana hukum candah dalam GAI?

    Dalam pergerakan Organisasi Syiar Islam dimanapun sumber dana sangatlah diperlukan. Begitupula dengan GAI, namun istilah dalam GAI bukanlah Candah tetapi Infaq. Tujuan utama pengumpulan dana ini bukan untuk kekayaan sang ketua umumnya namun murni untuk perjuangan Islam

    Pernyataan HMGA tentang rasul ini dijelaskan dalam tempat lain:
    “It is true that, in the revelation which God has sent upon this servant, the words nabi, rasul and mursal [a variant of rasul] occur about myself quite frequently. However, they do not bear their real sense. … according to the real meaning of nubuwwat [prophethood], after the Holy Prophet Muhammad no new or former prophet can come. The Holy Quran forbids the appearance of any such prophets. But in a metaphorical sense God can call any recipient of revelation as nabi or mursal. … I say it repeatedly that these words rasul and mursal and nabi undoubtedly occur about me in my revelation from God, but they do not bear their real meanings. … This is the knowledge that God has given me. Let him understand who will. This very thing has been disclosed to me that the doors of real prophethood are fully closed after the Last of the Prophets, the Holy Prophet Muhammad. According to the real meaning, no new prophet or ancient prophet can now come.” (Siraj Munir, p. 3)

    Kita melihat bahwa para Muhaddats dan Mujaddid adalah nabi dan rasul dalam artian etimologi (tata bahasa) atau dalam artian menurut pustaka Sufi. Nabi adalah orang yang mendapatkan An-Naba’ dari Allah, sedangkan rasul adalah orang yang diutus. Namun sama sekali bukan dalam artian terminologi Islam (dalam artian yang sebenarnya) sebab : According to the real meaning, no new prophet or ancient prophet can now come

  5. kalo udah ada nabi baru, apapun itu istilahnya… tetep aja sudah mengingkari syahadat dan aqidah Islam. yg jelas, kalo sudah spt itu ya namanya sesat. ngerti ora???

    • bener kang…
      nabi terakhir dah di jelaskan dalam Al-Qur’an
      QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”.

  6. Assalamu’alaikum wr wb. ikhwan Wasim Al Kabumaeny Yth, kami sangat setuju dengan pendapat Ikhwan Wasim bahwasanya Rasulullah SAW sebagai khatamun nabiyin, sudah seharusnya dipahami sebagai suatu ayat yang muhkam, yang mengakhiri adanya kenabian dan terbukanya pintu kenabian, karena dengan sempurnanya Syariat Islam SUDAH TIDAK DIPERLUKAN SEORANG NABI PUN BAIK NABI LAMA MAUPUN NABI BARU. untuk memahami hal ini perlu kiranya ikhwan membaca artikel kami mengenai khatamun nabiyin disini. Terimakasih, Wassalamu’alaikum wr wb.

  7. ass….jika memang benar gerakan ini resmi sejak zaman pemerintahan hindia belanda seharusnya dlm website ini terdapat paparan Qanun asasinya ( ad /ART), BIOGRAFI TOKOH2 PENDIRINYA YG DR INDONESIA, disertai lampiran izin dr pemerintahan hindia belanda……..sukron

    • Wa’alaikum salam wr wb, ikhwan Yuli Yth, mengenai sejarah GAI dapat dibaca disni , Yang berkaitan dengan dokumen-dokumen dapat di lihat di kantor PB GAI, Jl. Kemuning No 14, Baciro Yogyakarta. Salah satu tokoh GAI adalah Bpk, Cokroaminoto dan Bpk Agus Salim, tulisan beliau tentang Ahmadiyah dapat dibaca disini. Terimakasih.

  8. ALLAHHUAKBAR ALLAH MAHA BESAR , DAN MUHAMMAD SAW. ADALAH UTUSAN ALLAH .

    ass…

    kita ssungguh nya sudah tau bahwa segala apa yg terjadi di bumi , dari awal hingga hancur nya , bahkan berakhirnya segala apapun .

    **** AL-QUR’AN sudah MENJELASKAN ****

    islam tak perlu ribut, . . islam adalah agama yg pasti, NYATA. ……..
    ingat wahai saudara ku , ingat wahai muslim , …!!!! jangan biarkan islam hancur oleh umat nya karna perselisihan . kalo memang ISLAM ‘, KENAPA HARUS AD PERSELISIHAN…??? bukan nya sudah trcantum. sudah di jelas kan semua sangat jelas dan tidak di ragukan lagi . AL-QUR’AN . semua sudah di jelaskan .

  9. sebenarnya tujuan manusia utama itu apa ci…kok semua jadi repot gini……apa ci sebenarnya yang di nilai oleh TUHAN YANG MAHA ESA??….TUHAN tidak membeda2kan aliran , samua sama dan BENAR tergantung yang menjalani….lihatlah banyak sungai tapi tujuanya hanya satu (samudra), bersihkanlah rohanimu agar kau bisa mengerti dan berpandangan luas

    • Sdr reza Yth; Terimakasih atas kunjungannya, berkenaan dengan komentar sdr dapat kami tanggapi sbb:
      Memang benar sekali Tuhan tidak memaksa kita untuk mengikuti agama ini atau agama itu, bahkan didalam Islam pun ditekankan “la ikra ha fiddin” tak ada paksaan dalam beragama; juga ada ayat lain “faman sa’a fal yu”min, faman sa’a fal yakfur” barang siapa suka ia boleh beriman dan barang siapa suka ia boleh ingkar. Oleh karena Allah SWT telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih apa saja didunia ini, maka menjadi konsekuensi pula bagi manusia untuk mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan hidupnya tersebut. Jadi dengan demikian “agama” hanyalah alat penjelas bagi Allah SWT bahwa undang2 yang Ia buat adalah universal dan berlaku bagi apa saja dan siapa saja, maka yakinlah kamu telah memilih hal2 yang terbaik dalam hidup kamu dan yakinlah pilihan2 kamu tersebut dapat kamu pertangungjawabkanlah dengan sebaik-baiknya; barangkali demikian secara sederhana penjelasan kami. semoga berkenan, terimakasih.

    • wamaa kholaqtul jinna wal insana illa liya’buduun…
      allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-NYA…

  10. Seperti banyak sungai yang mengalir dengan satu tujuan muara!,itu benar…!!!,dan air yang mengalir itu,mengalir disungainya masing-masing,dan itu damai…!!!!!!…!!!,yang sekarang terjadi adalah air yang seharusnya mengalir di jalurnya sendiri , dia mengambil jalur sungai orang lain ,ini yang jadi masalah…! mending kalau sama-sama jernih..!,ini malah membuat keruh jalur sungai yang lain,itulah yang dilakukan oleh ahmadyah!!!!!!,oleh sebab itu karena membuat keruh maka harus di bersihkan!!!!!,apakah ISLAM mempermasalahkan nasrani?hindu?budha?kepercayaan?kong hu tsu?,kita hidup berdampingan bung! karena mereka punya jalur sungainya sendiri..!! ahmadyah???????????…..??
    makanya sebelum anda menyuruh membersihkan rohani kepada orang lain,bersihkan dulu rohani sendiri!!!!!!!!!!,dan supaya anda bisa mengerti dan berpandangan luas….,belajar dan pelajari tentang ISLAM! maka anda akan mengetahui persoalannya.biar komentarnya akurat. WASSS.

    • Waalaikum salam wrwb, Ikhwan Agus Yth, terimakasih atas kunjungan dan komentarnya. Selanjutnya berkaitan dengan pernyataan sdr dapat kami sampaikan hal-hal sbb
      1. “Sesungguhnya Kami menurunkan Peringatan (Al-Quran) dan sesungguhnya Kami adalah penjaganya” (Qs 15:9)
      2. “Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat tiap-tiap abad seseorang yang akan memperbarui agamanya” (AD 36:1)
      Berdasarkan ayat Qur’an dan Hadist tersebut kami meyakini bahwa Islam yang dahulu diajarkan Rasulullah dengan berjalannya waktu akan mengalami kerusakan atau perubahan-perubahan karena keadaan situasi dan kondisi yang berubah dan ijtihad para ulama pada zamannya, akan tetapi karena kasih sayang Allah maka Islam tetap terjaga dari kerusakan sebagaimana agama-agama lainnya yang sudah sangat jauh menyimpang dari ajaran sang nabinya. cara Allah menjaga Al-Quran (pemahaman2 yang sesuai dengan zamannya) adalah dengan mengutus para mujadid (para pembaharu) sebagaimana kita ketahui sejak abad pertama Hijriah ada Imam Umar bin Abdul Aziz, dan abad2 berikutnya ada Syeikh Abdul Qodir Jaelani, Imam Gozali, Imam Hanafi, Imam Syafii dll hingga abad ke 14 H yang mendakwahkan sebagai mujadid adalah Imam Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Meskipun ada orang2 yang menentang beliau, tajdid yang beliau lakukan sudah cukup banyak yang berhasil hingga kini, meskipun tidak secara terang2an banyak ulama yang menyerap pemahaman2 beliau akan tetapi banyak ulama yang enggan mengakui hal tersebut sebagai hasil ijtihad beliau. Untuk itu menurut kami jikalau hingga saat ini masih ada orang yang tidak setuju dengan pemikiran2 Ahmadiyah (khususnya Ahmadiyah Lahore) barangkali cuma masalah waktu saja. Jadi sama sekali keliru jika dikatakan Ahmadiyah memperkeruh Islam karena tujuan Gerakan Ahmadiyah adalah justeru memurnikan kembali ajaran Islam, mengembalikan Islam yang sederhana dan mudah dipahami serta mengangkat kembali cahaya Islam dan meniupkan ruh baru didalam kalbu kaum Muslimin sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan kami yakin persoalan sebagaimana yang sdr Agus kemukakan hanyalah disebabkan karena kurangnya informasi yang sampai dan jikalaupun ada informasi yang didengar dari orang lain informasi tersebut justru bertolak belakang dan bertentangan dengan hal-hal yang sebenarnya. Demikian sedikit tanggapan kami semoga bermanfaat, terimakasih. Wassalam wrwb

  11. Assalammualaikum wr wb,

    Ijinkan saya bertanya ya akhi.. Apa Mazhab akhi yang akhi anggap paling haq dari 4 mazhab yang ada..?
    kemudian, siapa guru/pembimbing akhi / antum sekalian? dari mana asal usulnya? jelaskan sanad dan silsilahnya, jika MGA dianggap sbg guru atau mujaddid, alaqoh/tarikat mana yg dikuatkannya? (dari Mazhab yg mana pula?) Supaya lebih afdhol, semuanya harus terbuka…agar agama Alloh yang suci ini tetap terjaga..!

    Hanya ikut menafsirkan sbg tulabul ilmi, nuzul Nabi Isa ibn Maryam yg kali kedua ke bumi adalah salah satu dari 10 tanda besar yaumul akhir, dan kejadiannya didahului oleh munculnya al-masih Dajjal dan Al-Mahdi. Isa AS lah yang menghancurkan salib dan yg membunuh dajjal di Al Aqsa. Isa AS akan wafat di bumi dan disholatkan. demikian disadur dr hadist.

    mohon maaf sekali, ciri2 turunnya nabi Isa kali kedua ke bumi, sama sekali tidak cocok dengan lahirnya MGA. pertama, beliau dilahirkan scr fisik (padahal Isa juga nuzul scr fisik, sama seperti diangkatnya). kedua, kehadiran MGA bukan bersama-sama Ulama memerangi dajjal, justru MGA menantang para Ulama di masanya, malah semakin menimbulkan perpecahan hingga skrg. ketiga, mangkatnya MGA karena sakit (diare berhari-hari), bukan scr wajar spt yg dinubuatkan kpd nabi Isa AS.

    Jadi mohon maaf ya akhi, taklid itu memang perlu, tapi jgnlah buta, dalil aqli dan naqli terutama kpd Quran dan ahlul bait harus diutamakan…!

    wassalam alaikum wr wb

    • Waalaikum salam wr wb ya akhi, Syukron telah mampir dilapak kami, Semoga Allah melimpahi akhi dan keluarga dengan rahmat dan karunia NYA yang tiada putus putusnya, amin. Jika akhi bertanya mengenai mazhab, Al-Hamdulillah kami diberi kebebasan untuk memilih mazhab mana yang lebih mantap dihati dan sesuai dengan kondisi kita masing-masing, jadi tidak ada keharusan mengikuti satu mazhab saja dari yang empat itu apakah akan mengikuti Imam Hanafi, Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hambali selama kita mengikuti salah satu dari yang empat itu tidak menjadi masalah, dan kami menganggap ke empat-empatnya memiliki dasar-dasar yang jelas dan telah sesuai dengan manhaj Ahlul Sunah Wal Jamaah. Sebagaiamana tulisan Imam Mirza Ghulam Ahmad sbb:

      “Betapapun besarnya ulama yang menentang kita menciptakan kebencian terhadap kita di kalangan umat dan mengumumkan kita sebagai kafir serta sesat dari iman, dan berusaha agar kaum Muslim percaya bahwa saya, bersama-sama dengan seluruh yang mengikuti saya, telah menyimpang dari keimanan Islam dan dasar-dasar kepercayaan, semua ini direkayasa oleh para Maulawi yang cemburu. Tak seorangpun bahkan yang mempunyai sebiji ketaqwaan kepada Tuhan di hatinya bisa berani melakukan hal semacam itu. Kami berpegang teguh kepada Kitabullah; kepadanya setiap orang diminta untuk memegang teguh. Kami beriman bahwa tak suatupun yang layak disembah kecuali Allah dan bahwa pemimpin kami Hazrat Muhammad Mustafa s.a.w. adalah Rasul-Nya dan akhir dari para nabi; serta kami beriman kepada malaikat, bangkitnya orang-orang mati, Hari Kebangkitan, surga dan neraka, serta segenap kebenaran. Kami beriman bahwa apapun Allah Yang Maha-tinggi telah firmankan dalam Qur’an Suci, dan apapun yang Nabi kita s.a.w. nyatakan, semuanya adalah benar seperti yang kami nyatakan di atas. Kami beriman bahwa siapapun yang mengurangi atau menambah-nambahi Syariat Islam bahkan sebesar satu atom saja, atau mengabaikan apa yang diwajibkan dan menghalalkan apa yang diharamkan, berarti tanpa iman, dan telah menyimpang dari Islam. Saya nasihatkan kepada para pengikut saya bahwa mereka harus beriman kepada Kalimah suci dari lubuk hati mereka, yakni, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, bahkan hingga kematian menjemput mereka, bahwa mereka beriman kepada seluruh nabi-nabi serta semua Kitab wahyu Ilahi, yang otentitasnya telah ditegakkan dari Qur’an Suci, dan bahwa mereka menerima sebagai kewajiban untuk berpuasa, salat, membayar zakat, dan haji serta segala yang telah ditetapkan sebagai kewajiban oleh Allah Yang Maha-tinggi dan Rasul-Nya, dan mereka menerima sebagai yang diharamkan segala yang telah diharamkan dan karenanya mengikuti Islam dalam arti yang sebenar-benarnya.
      “Untuk menyimpulkannya, adalah wajib untuk beriman kepada segala perkara dimana telah ada kesepakatan dalam keimanan dan amalan mereka yang salih dari masa lalu Islam (para salafus salih), dan yang dianggap Islam oleh kesepakatan dari Ahli Sunnah. Saya menyeru demi langit dan bumi untuk menyaksikan bahwa ini adalah keimanan saya, dan siapapun yang menisbahkan saya sesuatu yang berlawanan dengan agama ini, dia, telah meninggalkan ketaqwaan dan ketulusan, telah melakukan fitnah terhadap saya; dan pada Hari Pembalasan saya akan menuntutnya ketika dia membuka dadaku dan melihat bahwa disamping pengakuan saya di atas saya sesungguhnya melawan dalam hati atas pernyataan saya ini. Ingatlah, sesungguhnya laknat Allah bagi para pendusta dan perekayasa”. (Ayyam as-Sulh, hal. 86-87).

      Sedangkan yang berkaitan dengan nuzulul ‘isa dapat akhi baca pada artikel2 lainnya yang barangkali kita berbeda pendapat dan itu wajar-wajar saja toh kita semua dapat berbeda dalam menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat tersebut, karena kadang perbedaan2 tsb dipengaruhi oleh subyektifitas kita. Demikian tanggapan kami semoga berkenan, terimakasih Wassalam wr wb.

  12. assallamualaikum wr.wb,
    ana ingin bertanya, :

    1. jika sama dengan yang lain , mengapa anda terlihat seperti menutup diri, dengan membangun mesjid kalangan anda sendiri, seperti memiliki penganut sendiri, apa riitual yang anda lakukan berbeda?..

    2. anda bilang MGA adalah manusia yang terpilih untuk memperbaharui agama, dalam hal apa? bukankah segala sesuatu aturan tentang dunia dan akhirat telah jelas dalam Al’Quran dan hadist, dan bahwasanya Al’ Quran dan hadist merupakan tuntunan sampai akhir zaman, lalu apa yang diperbaharui?, jika seiring berjalannya waktu katanya banyak perubahan / kerusakan pada ajaran nabi Muhammad SAW, kenapa kita tidak kembalikan saja semua urusan itu kepada Al’Quran dan Hadist,?
    itu saja Wasssalamualaikum….

    • Wa’alaikum salam wrwb, Ikhwan yunus Yth,
      Terimakasih sudah berkunjung diwebblog kami, berkaitan dengan pertanyaan sdr dapat kami tanggapi sbb:
      1. Pertanyaan Ikhwan tidak berlaku bagi kami, barangkali yang ikhwan maksud adalah Jemaat Ahmadiyah indonesia (JAI) atau Ahmadiyah Qadiyan, karena memang mereka melakukan yang demikian maka timbul persoalan dengan kaum muslimin yang lain dan bagi kami di Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) tidak ada maslaah dengan kaum muslimin yang lain, karena masjid kami juga terbuka utk jemaah yang lain utnuk mengisi kutbah jum’at, atau melakukan kegiatan apa saja selama ini tidak terjadi persoalan.
      2. Benar sekali ikhwan Yunus memang segala sesuatu telah ada didalam Al-Quran, tetapi perintah Al-Quran itu kan tidak serta merta bisa dilaksanakan sebelum ada aturan yang menyertainya, misalnya perintah shalat maka kita harus perpedoman pada hukum2 shalat yang tidak tercantum Al-Quran, nah diakhir zaman ini yang hilang bukan perintah shalat dan hukum shalatnya tetapi yang hilang adalah ruh shalatnya, maka Allah mengutus Imam Zaman Mirza Ghulam Ahmad untuk mengembalikan ruh shalat dari dada kaum muslimin yang telah terbang ke bintang tsuraya, maka para pengikut Imam Zaman dengan janji dalam baitnya, Insya Allah akan senantiasa enjoy melaksanakan shalatnya baik dalam ibadah wajib maupun sunah dan juga aplikasi dalam kehidupan kita sehari2. Demikian sedikit tanggapan kami, semoga bermanfaat. Wassalam wr wb,

  13. saya tertaruk sama ahmadiyah, tapi entry point nya sebenarnya apa dari ahmadiyah, sehingga saya (atau anda) harus menjadi seorang ahmadiyah.

    • Assalamu’alaikum wr wb, Ikhwan dadan yth,
      Terimakasih telah berkenan mampir diwebblog ini, berkaitan dengan apa itu ahmadiyah dan bagaimana itu ahmadiyah sebenarnya cukup sederhana, dengan bahasa yg sederhana dapat dikatakan perkumpulan ini didirikan oleh dan untuk orang-orang yang hendak meneladani Rasulullah Muhammad SAW dengan spirit perjuangan dengan sifat-sifat Jamali beliau yaitu keindahan akhlak dan budi, kedamaian, toleransi, dan sikap ilmiah yang menekankan pada argumentasi agama yang berlandaskan Qur’ani. Sebagaimana nama nabi kita yang diberikan oleh Ibunda beliau Siti Aminah ketika masih kecil yakni Ahmad yang artinya orang yang banyak memuji (hamd) sehingga berharap perkumpulan orang-orang ini terdiri dari orang2 yang banyak memuji kepada Allah SWT, sehingga menjadi orang2 yang terpuji dihadapan Allah SWT.
      Lalu bagaimana secara nyata perjuangan Anggota Gerakan ini dalam melayani dan membela Islam, pertama karena seorang prajurit itu dituntut memiliki jatidiri yang kuat maka para anggota Gerakan Ahmadiyah harus berjanji dihadapan Allah SWT (bai’at) sebagaimana janji yang ada dan bisa dilihat dibagian lain web ini, agar memiliki kekuatan ruhiah dan tidak tergoda terhadap godaan2 lain yang akan merusak cita2 perjuangan dalam membela dan menyiarkan Islam. Kedua setelah melakukan bai’at maka dia harus berusaha dengan sungguh2 untuk menetapi bai’atnya seraya mengikuti tugas-tugas yang diberikan oleh organisasi, tugas2 itu meliputi tugas2 pengelolaan organisasi, mengadakan tabligh, kajian2 keagamaan, diskusi2 dengan pengikut agama2 lain, penerbitan buku2, pengelolaan tempat2 ibadah, sekolah2, kampus2, serta berusaha sekuat-kuatnya menjadikan dirinya pribadi yang patut diteladani oleh keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat. Dengan demikian Insya Allah seorang pengikut Gerakan Ahmadiyah dalam menjalani hidup ini memiliki tujuan hidup yang jelas dan memahami tugas2 nya dalam melayani agamanya yang secara singkat dikatakan menjunjung agama melebihi dunia, Insya Allah.
      Musuh Islam pada zaman akhir ini bukanlah suatu bangsa tertentu, juga bukan dari orang lain, musuh Islam ada dalam diri umat Islam sendiri yaitu kebodohan, kemiskinan, kemalasan; materialisme, egoisme, sehingga cara2 mengatasinya hanya dengan reformasi diri sebenar-benarnya dengan Al-Quran dan As-Sunnah, sebagaimana Rasulullah muhammad SAW, dalam kurun waktu 23 tahun dengan Al-Quran mampu mengubah masyarakat yang ummi dan biadab menjadi masyarakat yang beradab serta mencintai ilmu pengetahuan sehingga menjadi contoh sebagai khoiru ummah, maka saat ini pun kita harus memperbaiki diri pribadi kita, mewarnai akhlak kita dengan akhlak Qur’ani dan berjuang sekeras-kerasnya bagi diri kita sendiri maupun masyarakat agar terhindar dari penyakit2 dunia tersebut. Insya Allah janji Allah akan kemenangan Islam diakhir zaman akan tercapai melalui pengorbanan dan perjuangan kita semua, Allahuma amin. Demikian sedikit tanggapan kami semoga berkenan,
      wassalam wr wb.

  14. Assalamualaikum wr wb,
    Terus terang saya tertarik untuk mempelajari apa itu sebenarnya Ahmadiyah setelah teman saya yang kebetulan condong pada salah satu organisasi keagamaan di Indonesia, dan ber suami kan dengan salah satu jamaah Ahmadiyah.
    Saya berupaya mempelajarinya dari beberapa informasi secara online, mengingat terbatasnya info cetak atau buku-buku tentang Ahmadiyah secara ilmu pengetahuan di toko-toko buku, kecuali buku-buku yang berisi informasi berat sebelah atau sepihak saja.
    Secara garis besar, saya hampir tidak melihat ada perbedaan secara signifikan dalam syariatnya, kalaupun ada tidak lebih sama seperti perbedaan pada beberapa mahzab.
    Hanya saja memang pada waktu akan melaksanakan sholat jumat disalah satu masjid yang kebetulan didirikan dan dipunyai oleh jamaah Ahmadiyah (di Wagenaar-Belanda) dulu, saya sempat ditanyai bahwa ini adalah masjid Ahmadiyah, apakah anda tahu dan tidak masalah? yang sebenarnya pertanyaan tersebut memang sempat mengherankan saya.

    Namun tentu saja hal-hal tersebut diatas tidak serta merta menjadi jawaban atas rasa ingin tahu saya.

    Hal kedua, adalah dengan adanya beberapa kitab yang dipunyai oleh jamaah ini (salah satunya kitab Tadzkirah) yang mana dipakai sebagai rujukan baik MUI ataupun organisasi Islam di Indonesia untuk men “judge” bahwa Ahmadiyah dinyatakan terlarang (ref: https://catatanchan.wordpress.com/2011/12/10/mengapa-ahmadiyah-dianggap-sesat/)

    Setahu saya Ahmadiyah terbagi menjadi dua paham, namun setahu saya pula bahwa pernyataan terlarang tersebut ditujukan untuk kedua paham tersebut.

    Mohon pencerahan, dan semoga bisa menjadikan kekayaan ilmu bagi saya pribadi.

    Wassalamualaikum
    Yok

    • Assalamualaikum wrwb.
      Sdr Yok Yth,
      Terimakasih telah bersedia mengunjungi webblog kami, kami mohon maaf baru bisa membalas komentas sdr. Berkaitan dengan persoalan paham Ahmadiyah yang dikatan ada dua memang demikan yang terjadi yang pokok perbedaan tersebut dapat dilihat pada bagian lain dalam webblog ini. sedangkan yang berkaitan dengan pelarangan paham Ahmadiyah, kita sebagai manusia beriman tentu hanya meyakini kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan paham keagamaan yang disampaikan oleh para ulama bisa jadi sebagai penambah ilmu dan wawasan kita, maka pada posisi ini kami di Gerakan Ahmadiyah Indonesia tidak pernah mengklaim diri kami yang paling benar dan kelompok yang lain adalah salah. Sikap kita adalah mari bersama-sama balajar mencari kebenaran yang sejati yang bisa memberikan pencerahan dan memajukan ilmu pengetahuan kita, membawa kita kepada keimanan yang semakin mendekati paripurna seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. sedangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berulangkali Menteri Agama menjelaskan yang kurang pas dalam memahami perbedaan khilafiah mengenai kenabian adalah kelompok Jemaat Qadiani sedangkan pemahaman Gerakan Ahmadiyah Lahore tidak masalah. Demikian penjelasan kami dan bisa dipelajari dalam berbagai artikel yang menjelaskan pemahaman tersebut dalam webblog ini.
      Demikian semoga bermanfaat.
      Wassalam wrwb
      Salam RSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: