Ahmadiyah Lahore tidak Terkena Aturan SKB

Terkait diterbitkannya SKB tiga menteri, Menteri Agama menjelaskan, SKB tidak berlaku bagi Ahmadiyah Lahore dengan organisasinya di Indonesia bernama GAI. “Karena itu, Ahmadiyah Yogyakarta tenang-tenang saja karena Lahore,” katanya.

Menag mengatakan, dalam perkembangannya, Ahmadiyah terpecah menjadi dua, yaitu Ahmadiyah Qodian yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan Ahmadiyah Lahore yang tetap mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan hanya mengakui Mirza Ghulan Ahmad sebagai pembaharu.

KESRA–12 JUNI: Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, dari dua aliran Ahmadiyah yaitu Ahmadiyah Qodian dan Ahmadiyah Lahore, aliran Ahmadiyah Lahore tidak terkena aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Medagri dan Jaksa Agung tentang Ahmadiyah pada 9 Juni 2008.

Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam Raker dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis, menjelaskan, Ahmadiyah lahir di Kota Qodian (India) pada 23 Maret 1889. Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad.

Pada raker yang juga dihadiri Mendagri Mardiyanto dan Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menag mengatakan, dalam perkembangannya, Ahmadiyah terpecah menjadi dua, yaitu Ahmadiyah Qodian yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan Ahmadiyah Lahore yang tetap mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan hanya mengakui Mirza Ghulan Ahmad sebagai pembaharu.

Kedua aliran dalam Ahmadiyah mulai masuk ke Indonesia 1925. Pengikut Ahmadiyah Lahore membentuk Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) dan pengikut Ahmadiyah Qodian membentuk Jemaah Ahmadiah Indonesia (JAI).

Meski menjalankan misi keagamaan, tetapi JAI didaftar sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) bernomor 75/D.I/VI/2003 tanggal 5 Juni 2003. Sebelumnya, pemerintah melalui Departemen Kehakiman telah menetapkan badan hukum untuk JAI sebagai organisasi dengan Nomor JA/5/23/13 tanggal 13 Maret 1953 serta dalam lembaran Negara Nomor 26 tanggal 31 Maret 1953.

Dari dua aliran Ahmadiyah itu, menurut Menteri Agama, Ahmadiyah Qodian yang membentuk JAI yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Keberadaan JAI memicu penolakan dan terjadinya tindak kekerasan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kaitan kontroversi itu, MUI pada 1990 mengeluarkan fatwa yang melarang JAI karena menyesatkan. Di negara lain pun, seperti di Malaysia, Pakistan dan Brunei Darusallam Ahmadiyah Qodian mendapat penolakan.

Terkait diterbitkannya SKB tiga menteri, Menteri Agama menjelaskan, SKB tidak berlaku bagi Ahmadiyah Lahore dengan organisasinya di Indonesia bernama GAI. “Karena itu, Ahmadiyah Yogyakarta tenang-tenang saja karena Lahore,” katanya.

Menag menjelaskan, kalau saja Ahmadiyah Qodian melepas pengakuan bahwa Mirza Ghulan Ahmad adalah nabi setelah Nabi Muhammad, persoalan sudah selesai.

Namun Menag mengakui, SKB itu sulit diterapkan untuk pelarangan keyakinan. SKB hanya efektif untuk melarang atau mengatur perilaku orang per orang. “Kita tidak mengurusi keyakinan tetapi mengurusi perbuatan orang per orang,” katanya.

Menag menjelaskan, keyakinan orang bisa berbeda-beda dan hal itu sulit dilarang. Yang terkena tindakan pidana sebagai penoda agama adalah orang yang mengajak orang lain untuk mengikuti keyakinan yang menyimpang.

“Perbuatan ‘menyebarkan’ yang kita larang. Kalau keyakinannya tidak bisa kita larang,” katanya.

Menag kembali mengingatkan agar orang yang beragama di luar Islam (non muslim) tidak ikut mengurusi persoalan Ahmadiyah karena tidak mengetahui persoalan.

Sebelumnya, saat menjelaskan isi SKB, Menag mengatakan, SKB tersebut memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus JAI sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran, penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW. (an/hr)

Sumber: http://www.menkokesra.go.id/content/view/8244/39/

12 Tanggapan

  1. Alhamdullilah…

  2. lakum dinikum waliyadin.
    setuju dengan Menag.

  3. Mengapa mengakui Mirza sebagai pembaharu? padahal para ulama telah menjelaskan kesesatannya.

    • Assalamu’alaikum ikhwan Husein Saladin, terimakasih atas kunjungannya;
      Mengenai pertanyaan ikhwan mengapa kami mengakui HMGA sebagai pembaharu, alasan yang dapat kami kemukakan dapat ikhwan baca pada bagian lain artikel ini, bisa pada hal-hal yang berkaitan dengan tugas HMGA, Gerakan Ahmadiyah, dll.
      Sedangkan yang berkaitan dengan kesimpulan para ulama kami menghargai pendapat para ulama tersebut akan tetapi ulama tokh juga manusia biasa yang bisa saja khilaf dalam berpendapat, oleh karena itu sebagai umat yang diberi kebebasan untuk berfikir bahkan dijamin oleh Allah SWT, lebih baik kita pelajari terlebih dahulu hal-hal yang dikemukakan HMGA jangan sampai hanya karena pendapat seseorang atau sebagia ulama lalu kita sudah berkesimpulan final bahwa sesuatu itu kebenaran yang mutlak. Semoga kita diberikan hidayah oleh Allah SWT, agar terbimbing pada jalan yang benar. Amin.
      Wassalam wr wb.

  4. Assalamu’alaikum
    anehnya…
    mungkin saya adalah seorang muslim yang sangat jauh dari kesempurnaan akhlak…tetapi saya meyakini dalam hati kalau TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ADALH UTUSAN ALLAH…nabi akhir jaman…yang saya tau banyak hal dalam islam yg melarang berbagai macam hal yg membuat madhorot/madharat itu juga kalau ditelisik memang untuk kebaikan manusia kita sendiri…
    namun yg saya temukan disini saya menemukan aliran ahmadiyah malah menghalalkannya ditambah banyak hal yang bertentangan dan pembaharuan yang sangat radikal dari syari’at islam…apa itu yang disebut pembaharu ya??atau penyesatan??atau apalah…
    saya tidak mau berburuk sangka tapi yang pasti “LAKUM DINUKUM WALIYADIN”
    Allah maha tahu…atas apa yag kita lakukan…tinggal kita bercermin atas apa yang kita ambil apa baik atau buruk?

    • Wa’alaikum salam wr wb, Sdr Blogwalker Yth, terimakasih atas kunjungannya di webblog kami. Sdr Blogwalker yang kami hormati, kami sebagai pengikut Rasulullah Muhammad SAW tentu merasa sedih dan juga prihatin atas segala persoalan yang menimpa umat ini. sebagai bentuk kerisauan dan keprihatinan tersebut maka secara pribadi kami melakukan pencarian akan otensitas ajaran Rasulullah Muhammad SAW, maka ajaran2 beliau ternyata kami dapati dalam tajdid yang dilakukan oleh para Imam Zaman, yang kami yakini pada abad ke 14H adalah Imam Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Barangkali akan lebih baik dan lebih jelas jika kita menelaah buku2 beliau daripada sekedar berargumentasi dari referensi yang salah, semoga dengan memahami esensi ajaran Rasulullah Muhammad SAW 14 abad yang lampau, Islam pada masa kini benar2 dapat menjadi agama peradaban bagi seluruh umat manusia sebagaimana firman Allah SWT bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan agama yang diperuntukkan sebagai rahmat bagi umat manusia di akhir zaman, amin. Semoga harapan kita dapat bersatu dalam pencarian akan kebenaran Islam yang sesungguhnya. Wassalam wr wb.

  5. Sangat manusiawi jika diantara kita dalam menafsirkan al quran dan hadist terjadi banyak perbedaan, yang penting hidup berdampingan dan damai sajalah

  6. Sebelumnya maaf,
    Saya Immanuel-Papua. Sebenarnya saya beragama katolik tetapi saya mempunyai hati nurani yang sama sebagai umat manusia yang mempunyai hak hidup dan sistem nilai sebagai manusia. Saya turut prihatin atas kondisi negara kita dewasa ini. Karena, kalau pun saya jujur dari hati nurani kebanyakan umat beragama nyatanya kebebasan umat beragama memeluk agama itu adalah hak individu dan tidak perlu dilarang kecuali agama tertentu merusak hak-hak umat beragama lain. Negara pun jelas menjamin dan melindungi hak-hak dasar itu, dan sejatinya kehadiran Ahmadiyah adalah bukan kebetulan melainkan pastinya ada latar belakang sejarah. Negara hadir pastinya ada latar belakang sejarahnya. Kesemuanya hadir tidak secara kebetulan. Oleh karena itu diharapkan agar Pemerintah negara ini mengatur secara arif dan bijaksana dalam menghadapim masalah ini. Apalagi pimpinan negara ini adalah orang tuanya masyarakat. Baiknya kalau negara ini tidak terlihat kaku di mata masyarakat dalam menyikapi persoalan hak-hak mereka agar masalah serupa tidak terjadi dan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang memihak pada hak-hak umat manusia atau nilai manusia. Oleh karena itu kita tidak perlu ekstrim dalam menyikapi persoalan ini. Trima kasih!

  7. Assalamu’alaikum Saya cman mau tanya: 1.apakah bnr d dlm dri ghulam terkumpul 2roh? 2.btulkah ghulam meniadakan kewajiban jihad (dlam hal ini melawan inggris)? 3.btulkah meskipun dia muslim tpi tdk mengakui ghulam maka dia kafir? 4.btulkah dalam kitab haqiqatun nubuwat ghulam lebih utama dari sebagian ulul azmi? 5.btulkah muhammad ali mengingkari mukjizat para nabi seprti dlam : QS maryam:29 Dia menegaskan nabi isa a.s tlah brumur 30 thn. Dan beralasan pemuda dianggap masih bayi di hadapan para syekh yang tlah tua? 6.benarkah dalam haqiqatul wahyi ghulam mendakwahkan dirinya nabi? Dan yang terakhir mau kah kalian meninggal seperti ghulam? Mohon di jawab.

    • Wa’alaikum salam wr wb, Sdr jefri Yth, secara ringkas dapat kami tanggapi sbb:
      1. Tidak betul, yang betul adalah dalam keadaan fanna fir-rasul beliau mengatakan bahwa dirinya adalah Isa bin Maryam, Musa As, Muhammad SAW, Krisna, dll, dan harap diingat ini adalah dalam konteks kesufian, sebagaimana para sufia yang lain menyatakan hal yang sama, artinya seseroang karena meneladani orang2 tersebut begitu rupa sehingga dirinya seolah2 adalah orang yang diteladani tersebut.
      2. Tidak betul, justeru yang ditekankan adalah pemahaman jihad yang lebih luas tidak sekedar berperang semata, karena sesuai Hadist Rasulullah Jihad Akbar adalah mengendalikan hawa nafsu, jika yang dimaksud adalah Inggris karena pada saat itu kaum muslim di India dalah minoritas dan berkat peraturan yang ditetapkan inggris sehingga tertib sipil dapat tercapai maka adalah wajar beliau mengucapkan terimakasih, dan tidak hanya Imam Mirza Ghulam Ahmad saja yang menyatakan demikian tetapi para ulama muslim di India juga menyatakan yang sama misalnya Alama Muhammad Iqbal, Sayid Hasan Khan dll.
      3. Tidak betul, yang menyatakan begitu adalah Mirza Basirudin Mahmud Ahmad, Khalifah Qadiyani ke 2.
      4. Tidak betul yang betul sepeti dalam point 1.
      5. Tidak betul, yang dimaksud adalah sewajarnya saja manusia diangkat sebagai nabi dalam syariat Islam minimal berumur 40 tahun demikian pula nabi Isa ditanyai oleh para pemuka Yahudi tentu juga setelah diangkat menjadi nabi bukan pada saat masih bayi merah lalu diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT.
      6. Tidak ada pendakwahan dalam kenabian, masalah meninggal setiap orang pasti meninggal dan tidak ada masalah dengan meninggalnya Imam Mirza Ghulam Ahmad krn beliau meninggal secara wajar saja, kalau ada cerita meninggal yang aneh2 tolong dicek kebenarannya jangan2 itu hanya firnah, utk referensi bisa dibaca disini. terimakasih. wassalam wr wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: