Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (V)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Wahai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh. Boleh jadi Tuhan kamu akan menyingkirkan dari kamu keburukan kamu dan memasukkan kamu dalam Taman yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, pada hari yang Allah tak merendahkan derajat Nabi dan orang-orang beriman dengannya. Cahaya mereka akan memancar di hadapan mereka di kanan mereka; mereka berkata: Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya kami, dan berilah kami perlindungan, sesungguhnya Engkau Maha-kuasa atas segala sesuatu” (66:8)

Hur sebagai nikmat Sorga

Kesimpulan yang diperoleh dari Hadits dikuatkan oleh Qur’an Suci. Gambaran tentang hur yang diberikan oleh Qur’an Suci melukiskan bahwa hur itu seorang perempuan yang baik sifatnya, suci kelakuannya, indah rupanya, muda usianya, tak jelalatan matanya, cinta kepada suaminya. Andaikan hur itu salah satu bentuk nikmat Sorga, dan bukan perempuan dari dunia ini, namun nikmat itu diperuntukkan bagi laki-laki maupun perempuan. Baca lebih lanjut

Iklan

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (IV)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Sesungguhnya Kami mengutus utusan Kami dengan tanda-bukti, dan bersama mereka Kami turunkan Kitab dan Mizan (neraca) agar manusia berlaku adil” (57:25).

Neraca atau timbangan

Sehubungan dengan perbuatan baik atau buruk, Qur’an menguraikan pula tentang neraca atau timbangan. Kata mizan atau neraca, seringkali disalah artikan. Kata wazn hanyalah berarti pengetahuan tentang ukuran suatu barang (R). Memang benar bahwa timbangan barang-barang wadag itu diukur dengan sepasang daun timbangan atau perkakas lain, tetapi untuk menimbang perbuatan orang tak memerlukan daun timbangan. Imam Raghib menguraikan seterang-terangnya, tatkala beliau berkata, apabila wazn atau mizan itu dihubungkan dengan perbuatan manusia, maka yang dimaksud ialah “berlaku adil dalam membuat perhitungan dengan manusia”. Baca lebih lanjut

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (III)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Dan mereka berkata: Setelah kami menjadi tulang dan busuk, apakah kami akan dibangkitkan menjadi ciptaan baru? Katakan: Jadilah batu atau besi, atau makhluk lain yang menurut angan-angan kamu terlalu sukar (untuk menerima hidup). Tetapi mereka akan berkata: Siapakah yang akan menghidupkan kami kembali? Katakan: Dia Yang menciptakan kamu pertama kali” (17:49-51).

 

Hari Kebangkitan tak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern

Pengertian hidup sesudah mati begitu asing bagi kebanyakan orang, hingga Qur’an Suci berulangkali harus menjawab pertanyaan: Bagaimana itu akan terjadi? Dan jawabannya diberikan dalam segala keadaan, bahwa Tuhan Pencipta sekalian makhluk, Yang menciptakan alam semesta yang luas ini dari tidak ada, pasti mendatangkan ciptaan baru. Baca lebih lanjut

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (I)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Tahukah kamu benih hidup yang kecil? Kamukah yang menciptakan itu, atau Kami yang menciptakan? Kami menentukan mati di antara kamu, dan tak seorang pun dapat menghalang-halangi Kami; agar Kami mengubah keadaan kamu dan menumbuhkan kamu menjadi sesuatu yang kamu tak tahu” (56:58-61)

Akhirat

Beriman kepada hidup sesudah mati adalah ajaran pokok agama Islam yang terakhir. Perkataan yang biasa digunakan oleh Qur’an Suci untuk menyatakan hidup sesudah mati ialah al-Akhirat. Kata akhir adalah lawan dari kata awwal, artinya, permulaan. Jadi kata akhir berarti kesudahan atau kemudian atau terakhir. Selain kata al-akhirat, digunakan pula kata yaumul-akhir artinya hari akhir (2:8, 62). Kadang-kadang digunakan pula kata darul-akhirah artinya tempat tinggal terakhir (28:77; 29:64; 33:29); dan hanya sekali digunakan perkataan nasy’atul-akhirah, artinya hidup yang akan datang, Baca lebih lanjut

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (II)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Ia bertanya: Kapankah Hari Kiamat itu? Pada hari tatkala penglihatan kabur, dan bulan menjadi gelap, dan matahari serta bulan digabungkan. Pada hari itu orang akan berkata: Di manakah tempat berlari? Tak mungkin! Tak ada tempat untuk berlindung. Pada hari itu kepada Tuhan dikau sajalah tempat menetap … Pada hari itu muka (sebagian orang) berseri-seri memandang Tuhan mereka. Dan pada hari itu muka (sebagian orang) suram karena mereka tahu bahwa bencana besar akan ditimpakan kepada mereka” (75:6-25).

 

Nama-nama Hari Kiamat

Hari Kiamat disebut berbagai nama, dan di antaranya yang paling banyak ialah yaumul-kiyamah, artinya, Hari Kebangkitan, ini tercantum tujuhpuluh kali dalam Qur’an Suci. Nama berikutnya ialah as-sa’ah artinya, waktu, dan ini tercantum empatpuluh kali. Sesudah itu menyusul yaumul-akhir, artinya Hari Akhir, dan ini tercantum duapuluh kali, sedangkan nama yang tercantum lebih dari seratus kali ialah al-akhirah artinya Akhirat atau Hari Kemudian. Nama penting berikutnya ialah yaumiddin artinya, Hari Pembalasan. Yaumul-fasli atau Hari Keputusan tercantum enam kali, dan yaumul-hisab atau Hari Perhitungan tercantum lima kali. Adapun nama-nama lain Baca lebih lanjut

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (VI)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

Ada yang bertanya apakah hanya dengan masuk Islam saja seseorang bisa masuk syurga atau dengan kata lain apakah seorang non muslim seperti apapun baiknya tidak akan bisa masuk syurga dan akan menjadi penghuni neraka selamanya?, dan bagaimana benarkah keyakinan bahwa siksa neraka itu abadi, disini dalam penjelasannya dengan mengutip ayat Qur’an Suci dan Hadist Nabi Maulana Muhammad Ali menjelaskan dengan gamblang masalah tersebut.

Neraka hanyalah menggambarkan siksaan perbuatan jahat. Tetapi Neraka bukan semata-mata sebagai tempat siksaan bagi perbuatan jahat yang telah dilakukan, melainkan dimaksud pula untuk penyembuhan. Dengan kata lain, Neraka bukan semata-mata dimaksud untuk menyiksa orang, melainkan dimaksud untuk penyucian, sehingga manusia dapat terlepas dari akibat kejahatan yang ia lakukan dengan tangan mereka sendiri, sehingga ia mampu membuat kemajuan rohani. Qur’an Suci menerangkan undang-undang tentang siksaan, sekalipun menimpa manusia di dunia. Baca lebih lanjut

Nubuat Nabi Musa AS: Nabi Besar Yang Dijanjikan

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

“Orang-orang yang mengikuti Nabi Utusan yang Ummi, yang mereka dapati tertulis dalam Torat dan Injil. Ia menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka berbuat jahat, dan menghalalkan kepada mereka barang-barang yang baik, dan mengharamkan kepada mereka barang-barang yang kotor, dan menyingkirkan dari mereka beban mereka dan belenggu yang ada pada mereka. Maka dari orang-orang yang beriman kepadanya dan menghormatinya dan membantunya, dan mengikuti sinar terang yang diturunkan bersama dia mereka adalah orang yang  beruntung”. (Al-A’raaf 7:157).

Riwayat Nabi Musa AS.

Nabi Musa AS, dilahirkan kira-kira tahun 1250 sebelum Masehi di Mesir ketika bangsa Israel diperbudak pada zaman Firaun (Ramses III). Pada waktu itu berlaku undang-undang bahwa setiap anak laki-laki yang dilahirkan dari bangsa Israel harus dibunuh; tetapi Musa diselamatkan Ilahi dari bahaya maut itu, bahkan beliau dibesarkan di istana Firaun sendiri yang penuh kejayaan dan kemegahan (20:39-40). Baca lebih lanjut