Nubuat Nabi Musa AS: Nabi Besar Yang Dijanjikan

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

“Orang-orang yang mengikuti Nabi Utusan yang Ummi, yang mereka dapati tertulis dalam Torat dan Injil. Ia menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka berbuat jahat, dan menghalalkan kepada mereka barang-barang yang baik, dan mengharamkan kepada mereka barang-barang yang kotor, dan menyingkirkan dari mereka beban mereka dan belenggu yang ada pada mereka. Maka dari orang-orang yang beriman kepadanya dan menghormatinya dan membantunya, dan mengikuti sinar terang yang diturunkan bersama dia mereka adalah orang yang  beruntung”. (Al-A’raaf 7:157).

Riwayat Nabi Musa AS.

Nabi Musa AS, dilahirkan kira-kira tahun 1250 sebelum Masehi di Mesir ketika bangsa Israel diperbudak pada zaman Firaun (Ramses III). Pada waktu itu berlaku undang-undang bahwa setiap anak laki-laki yang dilahirkan dari bangsa Israel harus dibunuh; tetapi Musa diselamatkan Ilahi dari bahaya maut itu, bahkan beliau dibesarkan di istana Firaun sendiri yang penuh kejayaan dan kemegahan (20:39-40). Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (78) AN-NABA’ (PEMBERITAHUAN) Bagian II

  Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Hidup sesudah mati akan berdasar hasil dari amal perbuatan kita didalam hidup ini. Inilah sebabnya mengapa setiap orang akan menghadapi konsekwensi dari kelakuannya dengan mata-kepalanya sendiri. Betapa pun, manusia telah melakukan banyak kesalahan dan tersembunyi dari mata manusia, karena kebodohan atau kejahatan, dia terus-menerus melakukan perbuatannya itu, sehingga ketika berhadapan dengan pertanggung-jawabannya, begitu besar rasa malu dan penyesalannya sehingga ia ingin agar dia bisa berubah menjadi debu daripada mengalami kehinaan dan rasa malu yang diderita sebagai konsekwensinya. Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (78) AN-NABA’ (PEMBERITAHUAN) Bagian I

 Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini adalah wahyu Makiyah permulaan yang menekankan segi bahwa manusia itu diciptakan untuk beramal di dunia ini dan bahwa balasan atas amal perbuatannya, apakah berupa kenikmatan atau siksaan, merupakan hasil dari perbuatan yang tak terhindarkan baginya.

Kini, akibat dari setiap dosa atau pelanggaran, merajalelanya materialisme atau kemalasan, berasal dari kenyataan bahwa manusia itu tidak memiliki keyakinan di hatinya jika perbuatannya akan berbuah di kelak kemudian hari. Sebaliknya, bila dia sepenuhnya yakin bahwa seluruh kata-kata dan amal perbuatannya, serta gerak-geriknya dalam setiap keadaan akan meninggalkan suatu kesan permanen dan akibat yang berkepanjangan, maka pasti dia akan sangat berhati-hati atas segala apa yang dikatakan dan diperbuatnya.  Baca lebih lanjut

Nubuat Nabi Ibrahim AS: Pemimpin Bagi Umat Manusia

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

“Tuhan kami, dan bangkitkanlah di kalangan mereka seorang Utusan dari antara mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Kebijaksanaan dan menyucikan mereka, Sesungguhnya Engkau itu Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana “ (Al-Baqarah 2:129).

Riwayat Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim AS. Dilahirkan kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, dikota Ur, Khaldea, di daerah Babilonia, (Iraq sekarang). Yang memerintah Babilonia pada saat itu adalah Raja Hammurabi (Namrud). Masyarakat menyembah banyak dewa, dan diantaranya yang terbesar adalah Marduk. Ibrahim adalah seorang yang monotheis, karena mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, sejak kecil beliau terpelihara dari dosa syirk dan terkenal sebagai anak yang cerdas. Setelah diangkat menjadi nabi beliau menyeru kepada kaumnya supaya tak menyembah berhala dan bintang-bintang dilangit (6:75-84).  Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT(87) AL-A’LA (Yang Maha-Luhur)

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Mekkah. Didalam surat At-Tariq (Yang datang pada waktu malam), kita diberitahu bahwa kehidupan kita di masa depan tergantung kepada catatan amal perbuatan kita. Surat ini memberi alasan mengapa hal itu dikemukakan, yakni, tujuan paling utama dari kehadiran manusia di dunia ini adalah berbuat amal saleh, dan karenanya lafal tersebut adalah bumbu yang diperlukan dalam pengagungan asma  Tuhan Yang Maha Tinggi, maka kita senantiasa diperintahkan mengucapkan: “Sabbihisma Rabbikal A’la” (Maha Sucikanlah nama Tuhan dikau, Yang Maha-luhur). Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (85) AL-BURUJ (BINTANG BINTANG)

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diwahyukan di Mekkah ketika Nabi Suci Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya mengalami segala penganiayaan oleh kaum kafir mekkah. Mereka menyulut api penindasan dan secara diam-diam menciptakan segala macam rencana jahat untuk menghabisi Rasulullah dan Para Sahabat sebagaimana dirujuk secara tidak langsung dalam surat terdahulu, Al-Inshiqaq (Terbelah), dimana dinyatakan bahwa Allah sepenuhnya menyadari konspirasi yang disembunyikan dalam hati dan mereka diperingatkan atas konsekwensi hukuman yang akan mendatangi mereka. Didalam surat ini, nubuatan mengenai peristiwa tersebut secara rinci digambarkan dengan argumen yang kokoh dan pasti yang disertai bukti-bukti penunjang sedemikian rupa sehingga hal itu bisa menyajikan argumentasi yang abadi bagi segala zaman sebagai suatu pedoman yang utama dan sebagai contoh dari pekerjaan Tuhan yang tak pernah berubah.

Baca lebih lanjut

Ceramah Bpk. KH. S. Ali Yasir

Baca lebih lanjut