Menag: Ahmadiyah Qadiyan yang Sesat

Suryadharma Ali (Menag RI KIB II Th. 2009 s.d. 2014)

Jakarta (Pinmas)–Ahmadiyah terbagi menjadi menjadi dua aliran, Qadiyan dan Lahore. Namun Menteri Agama, Suryadharma Ali (SDA) hanya menyatakan Ahmadiyah Qadiyan yang sesat. “Yang sesat adalah Ahmadiyah Qadiyan. Karena ajarannya bertentangan dengan Islam,” ujar SDA saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR dan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/2/2011) malam. Menurut SDA, ajaran Ahmadiyah Qadiyan yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi telah menyimpang dari ajaran Islam. SDA pun menyampaikan pendapatnya untuk mengatasi permasalahan ini. “Kemarin saya secara pribadi mengusulkan, untuk masalah Ahmadiyah ini ada empat solusi. 1 Mereka dibuatkan sekte baru, dilarang, dimasukan kembali ke ajaran Islam atau kita biarkan saja,” terangnya. Namun SDA sendiri lebih condong agar para pengikut Ahmadiyah Qodiyan tersebut kembali masuk ke Islam. Menurut politisi PPP ini, para pengikut Ahmadiyah Qodiyan mendapatkan pemahaman yang salah seputar Mirza Ghulam Ahmad. “Mereka memiliki semangat keislaman yang baik, tapi salah menerima pemahaman. Ini bisa kita luruskan dengan memberikan pemahaman yang benar. Dan dengan metode dialog, kita bisa membawa mereka ke Islam yang benar,” imbuhnya.(dtc) http://kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7223

6 Tanggapan

  1. Anda betul. Mungkin. Di dunia ini tak ada kebenaran mutlak. Kecuali hukum fisika. Itu juga tidak mutlak penuh. Bagi kami orang Cina/Tionghoa, kami orang hanya lebih suka yang klasik yaitu yang ikut Muhammadiyah atau NU. Kami tidak suka yang jenggot2 seperti orang2 PKS, atau orang2 Muslim ektrim lainnya, seperti aliran Maliki, Hambali dan lainnya yang baru “diimpor” ke Indonesia bbelum lama, dan cenderung ekstrim, ada yang pakai jengot, norak.
    Ahmadiyah sebetulnya baik dan orang-orangnya tidak ekstrim. Tapi karena baik dan bisa banyak pengikut, maka difitnah dan dijegal bahkan mereka dibunuh. Padahal, negeri ini bukan negara Islam, tapi sekuler berdasarkan Ketuhanan YME seperti pada Pancasila, dasar negara, ini sangat penting. Artinya, orang boleh beragama apasaja memilih aliran apasaja selama tidak melanggar hukum nasional.

    Dan ini soal pentin. Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel.
    Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, padahal, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar.

    • Ibu Seina Yth, sebelumnya kami ucapkan terimakasih telah berkenan berkunjung diwebblog kami; berkaitan dengan komentar ibu, kami tidak memiliki sikap apapun terhadap masalah politik, atau juga masalah kelompok2 keagamaan yang ada di Indonesia, bagi kami sesama Muslim barangkali memiliki pandangan yang berbeda dalam cara mancapai tujuan, meskipun tujuannya adalah sama, sehingga perbedaan2 itu tidak seharusnya menjadi persoalan karena jelas pesan dalam Al-Quran memang manusia diciptakan berbeda-beda dengan harapan masing2 dapat berfastabiql khoirat, yakni berlomba2 dalam kebajikan. jadi jelas dalam Islam yang dinilai adalah ketakwaanya bukan pada simbol2 identitas islamnya, atau juga kelompok2nya karena sejatinya manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya diakherat kelak sendiri2 dan tidak ada yang dapat mewakilinya. Semoga persoalan2 yang menimpa pada bangsa ini segera berakhir, dan Allah mengaruniakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga bangsa ini. amin, terimakasih.

  2. Menurut pendapat saya, sebaiknya dalam statement resmi jangan menggunakan kata sesat. Kalau sesat itu juga di artikan kafir, mungkin Menag juga dapat dianggap memperkeruh suasana saling “sesat-menyesatkan”. Masyarakat awam tak sadar, bisa terjebak dalam masalah masalah ini.
    Mungkin istilahnya adalah keliru, atau salah.
    Istilah sesat, atau kafir dapat berkembang jadi liar dan banyak menimbulkan salah paham….

  3. Menurut saya sesat tidak yang pasti pendapat saudara2 kita dari JAI itu terlampau ekstrim sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan dalam penafsiran yang normal.

  4. Assalamualaikum
    Apa kabar saudaraku redaksi studi Islam. Kira-kira kapan GAI dan JAI bisa bertemu membincang pemahaman kenabian? kita akan membedah buku-buku karya Masih Mauud? salam kenal dari saya Sajid Ahmad Sutikno mubaligh muslim JAI untuk Wonosobo

    • Waalaikum salam wr wb.
      Ikhwan sajid ahmad yth, sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas ajakan ikhwan utk melakukan diskusi, namun perlu kami sampaikan untuk diskusi telah kami buka pada forum musyawarah dan ikhwan bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: