Mengenal mubaligh MIRZA WALI AHMAD BAIGH

Oleh : H. Rachmatullah

I. PENDAHULUAN

Mirza Wali Ahmad Baig adalah seorang mubaligh dari Pakistan yang datang di Indonesia dengan tujuan syiar Islam. Islam yang dikenalkan adalah Islam yang bersikap menjunjung tinggi agama melebihi dunia, Islam yang menegakkan Kedaulatan Allah diatas segala-galanya. Islam yang dikenalkan adalah mengenai kedatangan seorang mujaddid abad XIV, yang bergelar Masih dan mengaku dirinya adalah Mahdi

Sesungguhnya, rencana tujuan perjalanan dakwah Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad adalah ke China, Baca lebih lanjut

Bila Turun Nanti, Apakah Isa Almasih tetap seorang Nabi?

Oleh: Erwan Hamdani

Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam” (Al-Hadist; Riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari radiyallahu’anhu)

Perbedaan utama antara kaum Muslim Ahmadi dengan Muslim pada umumnya  adalah terletak pada penafsiran hadits-hadits mengenai nuzulul masih atau turunnya Nabi Isa di akhir zaman,Yakni apakah Nabi  Isa yang akan turun itu Nabi Isa Almasih dari Israel yang hidup 2000 tahun lalu atau seorang pengikut Nabi Muhammad yang mempunyai kesamaan dengan Nabi Isa, lalu perbedaan antara Ahmadiyah Lahore dengan Ahmadiyah Qadiyan adalah pada  status Nabi Isa di Akhir Zaman itu, apakah tetap Nabi atau Bukan Nabi, dalam hal status kenabian, baik Kaum Muslimin umum maupun Ahmadiyah Qadiyan (Qadiyani)  mempunyai keyakinan yang sama yakni, Nabi Isa di Akhir Zaman itu tetap seorang Nabi.

sebagai ilustrasi berikut ini adalah tanya jawab yang terjadi pada forum pertemuan Baca lebih lanjut

HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH MUJADDID

( SEBAGAI PENJELASAN TAMBAHAN GUNA MELENGKAPI PENJELASAN MENTERI AGAMA )

Oleh : H. Rachmatullah

Seperti dimaklumi bahwa Harian Kompas tanggal 25 April 2006 telah memuat pernyataan bahwa Menteri Agama bisa menerima pemahaman Ahmadiyah apabila Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai Mujaddid. Untuk melengkapi penjelasan Menteri Agama, berikut ini adalah sedikit tulisan untuk kelengkapan dari penjelasan Bapak M Maftuh Basyuni, Menteri Agama Republik Indonesia.

I. Sejarah singkat Ahmadiyah

Mula-mula HM Ghulam Ahmad belajar Islam, kemudian tahun 1885 beliau mengumumkan bahwa beliau adalah Mujaddid, atau pembaharu Islam. Baca lebih lanjut

Siapakah yang disalib menurut Qs. (An Nisa) 4:157-158

Oleh : Redaksi Studi Islam

Sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan dari ikhwan Muhammad Dzulkarnaen dalam kunjungannya ke webblog kami, menyatakan sbb: “besok bisa2 Alquran An Nisa (157) ayatnya dirubah ya ” bahwa nabi Isa tidak dibunuh tapi disalib dan tidak mati” Kalau berani ! ; Demikian pula pandangan Sdr Aiem Sungkar dalam sebuah diskusi di FB yang menyatakan bahwa yang disalib oleh kaum Yahudi bukanlah Nabi Isa AS, tetapi seseorang yang diserupakan dengan beliau. Sedangkan nabi Isa AS. langsung diangkat oleh Allah ke langit dengan badan jasmaninya.

Tanggapan kami:

Dalam memahami Ayat Suci  Surat 4: 157-158 tersebut sebagaimana kami kutip dari Quran Suci Terjemah dan Tafsir Oleh Maulana Muhammad Ali adalah sbb:

Ayat 157:  “Wa qoulihim inna Qotalnal masiikha ‘isa ibnu maryama rasulullah, WAMA QOTALUUHU, WAMA SHOLABUUHU WALAKIN SYUBBIHALAHUM” artinya, “Dan karena ucapan mereka (Kaum Yahudi), Sesungguhnya kami telah membunuh Isa bin Maryam, Utusan Allah. Mereka (kaum Yahudi) tak membunuh Dia (Isa Ibnu maryam), dan tak menyebabkan dia (Isa Ibnu Maryam) mati pada kayu palang, melainkan ditampakkan kepada mereka (kaum Yahudi) seperi demikian adanya (seolah-olah benar-benar telah mati). Baca lebih lanjut

Statuten van de vereeniging “De Ahmadijah Beweging”

Assalamu’alaikum…..afwan saya seorang hamba Allah yang ingin bertanya soal akademis :
1. Seperti dlm situs organisasi islam lain yang selalu ada AD/Art nya kox situs ini tidak ada..Mohon dilampirkan klo bisa yang asli saat gerakan ini pertama kali didirikan..berarti dr pemerintah Hindia belanda.

Waa’alaikum salam wr wb, Sebagai jawaban atas permintaan sdr Yuli yang telah berkenan mengunjungi situs blog ini atas pertanyaannya maka berikut ini kami sajikan permintaan tersebut Baca lebih lanjut

ISTILAH BURUZ NABI, ZILI NABI, dan NABI TANPA SYARIAT ADALAH BUKAN NABI

Oleh: Prof. Ir. Faturakhman Ahmadi Djojosugito, M.Sc
Ketua Umum Pedoman Besar  Gerakan Ahmadiyah Indonesia (PB GAI)

Orang sering menyalahpahami istilah buruz nabi, zili nabi dan nabi tanpa syariat sebagai nabi yang sebenarnya.

Pemahaman seperti itu tidak benar. Jika orang konsisten memegang teguh pernyataan Mirza Ghulam Ahmad yang muhkamat (pernyataan nomor 1 dan 2), sama sekali sudah tidak ada peluang lagi untuk mengartikan kata nabi yang diterapkan kepada Mirza Ghulam Ahmad sebagai arti nabi yang sebenarnya, tetapi hanya nabi dalam arti kiasan atau hanya dikiaskan sebagai nabi (pernyataan nomor 3, 4, dan 5), sekalipun demikian, Mirza Ghulam Ahmad juga menjelaskan secara eksplisit bahwa buruz nabi, zili nabi, dan nabi tanpa syariat itu bukan nabi. Baca lebih lanjut

KEYAKINAN MIRZA GHULAM AHMAD TIDAK BERUBAH dan PERNYATAAN PENTING MIRZA GHULAM AHMAD TENTANG BERAKHIRNYA KENABIAN

Oleh: Prof. Ir. Faturakhman Ahmadi Djojosugito, M.Sc
Ketua Umum Pedoman Besar  Gerakan Ahmadiyah Indonesia (PB GAI)

Ada pihak yang berpendapat bahwa Mirza Ghulam Ahmad merubah keyakinannya, yaitu semula hanya mengklaim dirinya sebagai mujadid kemudian berubah menjadi nabi. Hal itu, menurut mereka dapat dilihat antara lain dan terutama dalam buku beliau berjudul Ayk Ghalati Ka Izala (A Misunderstanding Removed), terbit tahun 1901.
Baca lebih lanjut