Tafsir SURAT (91) AS-SYAM (MATAHARI)

 Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Mekkah. Didalam surat sebelumnya, Al Balad (Kota), disebutkan mengenai risalah  yang harus di syiarkan dan ikhtiar yang diminta bagi sang pembawa risalah untuk menyiarkannya. Surat ini membicarakan mengenai manusia agung sang pembawa risalah itu, yang merupakan  sosok jiwa sempurna dan beliau merupakan manifestasi gabungan dari  kesempurnaan akhlak serta kebaikan yang seharusnya menjadi cita-cita bagi setiap insan untuk meneladaninya.

Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (90) AL-BALAD : KOTA

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

 Surat ini termasuk golongan Surat Makkiyah. Didalam surat sebelumnya, yakni Al-Fajr (Waktu Fajar), kabar baik diberikan kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah, yang pada akhirnya akan mencapai keberhasilan. Dalam surat ini, Al-Balad atau Kota, kita diingatkan bahwa tanpa usaha yang tekun, seseorang tak akan dapat mencapai tujuan besarnya. Inilah sebabnya mengapa perintah yang diberikan kepada Nabi Suci Muhammad s.a.w. yakni agar beliau berusaha sekeras-kerasnya dan tak kenal menyerah meskipun beliau telah dijanjikan kemenangan yang pasti akan tiba, karena beliau diberi tanggung-jawab yang besar untuk menyiarkan risalah yang berisi kebebasan dan persamaan yang amat penting bagi kehidupan umat manusia.

Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (78) AN-NABA’ (PEMBERITAHUAN) Bagian II

  Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Hidup sesudah mati akan berdasar hasil dari amal perbuatan kita didalam hidup ini. Inilah sebabnya mengapa setiap orang akan menghadapi konsekwensi dari kelakuannya dengan mata-kepalanya sendiri. Betapa pun, manusia telah melakukan banyak kesalahan dan tersembunyi dari mata manusia, karena kebodohan atau kejahatan, dia terus-menerus melakukan perbuatannya itu, sehingga ketika berhadapan dengan pertanggung-jawabannya, begitu besar rasa malu dan penyesalannya sehingga ia ingin agar dia bisa berubah menjadi debu daripada mengalami kehinaan dan rasa malu yang diderita sebagai konsekwensinya. Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (78) AN-NABA’ (PEMBERITAHUAN) Bagian I

 Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini adalah wahyu Makiyah permulaan yang menekankan segi bahwa manusia itu diciptakan untuk beramal di dunia ini dan bahwa balasan atas amal perbuatannya, apakah berupa kenikmatan atau siksaan, merupakan hasil dari perbuatan yang tak terhindarkan baginya.

Kini, akibat dari setiap dosa atau pelanggaran, merajalelanya materialisme atau kemalasan, berasal dari kenyataan bahwa manusia itu tidak memiliki keyakinan di hatinya jika perbuatannya akan berbuah di kelak kemudian hari. Sebaliknya, bila dia sepenuhnya yakin bahwa seluruh kata-kata dan amal perbuatannya, serta gerak-geriknya dalam setiap keadaan akan meninggalkan suatu kesan permanen dan akibat yang berkepanjangan, maka pasti dia akan sangat berhati-hati atas segala apa yang dikatakan dan diperbuatnya.  Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT(87) AL-A’LA (Yang Maha-Luhur)

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Mekkah. Didalam surat At-Tariq (Yang datang pada waktu malam), kita diberitahu bahwa kehidupan kita di masa depan tergantung kepada catatan amal perbuatan kita. Surat ini memberi alasan mengapa hal itu dikemukakan, yakni, tujuan paling utama dari kehadiran manusia di dunia ini adalah berbuat amal saleh, dan karenanya lafal tersebut adalah bumbu yang diperlukan dalam pengagungan asma  Tuhan Yang Maha Tinggi, maka kita senantiasa diperintahkan mengucapkan: “Sabbihisma Rabbikal A’la” (Maha Sucikanlah nama Tuhan dikau, Yang Maha-luhur). Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT(86) AT-THARIQ (Yang Datang Pada Waktu Malam)

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di kota suci Mekkah, dan didalam surat ini tekanan utama diletakkan pada kenyataan bahwa amal itu tak pernah musnah. Dalam surat ini selanjutnya kita juga mengenal bahwa Allah telah menyediakan aturan yang diperlukan demi persiapan hidup masa depan manusia dan untuk mengungkap kebenaran inilah maka Nabi Suci s.a.w. diturunkan ke dunia ini. Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (85) AL-BURUJ (BINTANG BINTANG)

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diwahyukan di Mekkah ketika Nabi Suci Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya mengalami segala penganiayaan oleh kaum kafir mekkah. Mereka menyulut api penindasan dan secara diam-diam menciptakan segala macam rencana jahat untuk menghabisi Rasulullah dan Para Sahabat sebagaimana dirujuk secara tidak langsung dalam surat terdahulu, Al-Inshiqaq (Terbelah), dimana dinyatakan bahwa Allah sepenuhnya menyadari konspirasi yang disembunyikan dalam hati dan mereka diperingatkan atas konsekwensi hukuman yang akan mendatangi mereka. Didalam surat ini, nubuatan mengenai peristiwa tersebut secara rinci digambarkan dengan argumen yang kokoh dan pasti yang disertai bukti-bukti penunjang sedemikian rupa sehingga hal itu bisa menyajikan argumentasi yang abadi bagi segala zaman sebagai suatu pedoman yang utama dan sebagai contoh dari pekerjaan Tuhan yang tak pernah berubah.

Baca lebih lanjut