Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (II)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

“Ia bertanya: Kapankah Hari Kiamat itu? Pada hari tatkala penglihatan kabur, dan bulan menjadi gelap, dan matahari serta bulan digabungkan. Pada hari itu orang akan berkata: Di manakah tempat berlari? Tak mungkin! Tak ada tempat untuk berlindung. Pada hari itu kepada Tuhan dikau sajalah tempat menetap … Pada hari itu muka (sebagian orang) berseri-seri memandang Tuhan mereka. Dan pada hari itu muka (sebagian orang) suram karena mereka tahu bahwa bencana besar akan ditimpakan kepada mereka” (75:6-25).

 

Nama-nama Hari Kiamat

Hari Kiamat disebut berbagai nama, dan di antaranya yang paling banyak ialah yaumul-kiyamah, artinya, Hari Kebangkitan, ini tercantum tujuhpuluh kali dalam Qur’an Suci. Nama berikutnya ialah as-sa’ah artinya, waktu, dan ini tercantum empatpuluh kali. Sesudah itu menyusul yaumul-akhir, artinya Hari Akhir, dan ini tercantum duapuluh kali, sedangkan nama yang tercantum lebih dari seratus kali ialah al-akhirah artinya Akhirat atau Hari Kemudian. Nama penting berikutnya ialah yaumiddin artinya, Hari Pembalasan. Yaumul-fasli atau Hari Keputusan tercantum enam kali, dan yaumul-hisab atau Hari Perhitungan tercantum lima kali. Adapun nama-nama lain Baca lebih lanjut

Iklan

Serial Islamologi – BAB VI – Akherat (VI)

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB.

Ada yang bertanya apakah hanya dengan masuk Islam saja seseorang bisa masuk syurga atau dengan kata lain apakah seorang non muslim seperti apapun baiknya tidak akan bisa masuk syurga dan akan menjadi penghuni neraka selamanya?, dan bagaimana benarkah keyakinan bahwa siksa neraka itu abadi, disini dalam penjelasannya dengan mengutip ayat Qur’an Suci dan Hadist Nabi Maulana Muhammad Ali menjelaskan dengan gamblang masalah tersebut.

Neraka hanyalah menggambarkan siksaan perbuatan jahat. Tetapi Neraka bukan semata-mata sebagai tempat siksaan bagi perbuatan jahat yang telah dilakukan, melainkan dimaksud pula untuk penyembuhan. Dengan kata lain, Neraka bukan semata-mata dimaksud untuk menyiksa orang, melainkan dimaksud untuk penyucian, sehingga manusia dapat terlepas dari akibat kejahatan yang ia lakukan dengan tangan mereka sendiri, sehingga ia mampu membuat kemajuan rohani. Qur’an Suci menerangkan undang-undang tentang siksaan, sekalipun menimpa manusia di dunia. Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (92) AL-LAIL (WAKTU MALAM)

Oleh : DR. Basharat Ahmad

Surat ini termasuk wahyu Makiyah. Surat terakhir sebelumnya, As-Syams(Matahari), bersangkut-paut dengan keluhuran moral dan spiritual yang bisa dicapai oleh jiwa manusia. Sebagai tambahan, surat ini memberikan gambaran yang jelas tentang kehancuran yang menimpa mereka yang melawan seorang manusia jiwa sempurna.

Surat ini menyatakan kepada kita bahwa untuk mencapai kualitas kesempurnaan seperti yang terinci dalam surat 91, As-Syam (Matahari), ada dua persyaratan penting: yakni menegakkan suatu hubungan yang kuat dengan Allah, dan mengembangkan kualitas ketulusan serta semangat pengorbanan: Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (91) AS-SYAM (MATAHARI)

 Oleh  : DR. Basharat Ahmad

Surat ini diturunkan di Mekkah. Didalam surat sebelumnya, Al Balad (Kota), disebutkan mengenai risalah  yang harus di syiarkan dan ikhtiar yang diminta bagi sang pembawa risalah untuk menyiarkannya. Surat ini membicarakan mengenai manusia agung sang pembawa risalah itu, yang merupakan  sosok jiwa sempurna dan beliau merupakan manifestasi gabungan dari  kesempurnaan akhlak serta kebaikan yang seharusnya menjadi cita-cita bagi setiap insan untuk meneladaninya.

Baca lebih lanjut

Nubuat Nabi Daud AS: Batu Penjuru Dunia

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

 “Dan umumkanlah ibadah haji kepada manusia, mereka akan datang kepada engkau dengan jalan kaki, dan dengan naik setiap unta yang kurus, yang datang dari tiap-tiap jalan yang jauh. Agar mereka menyaksikan berbagai keuntungan (yang diberikan) kepada mereka, dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan atas apa yang Allah rezekikan kepada mereka berupa binatang ternak”. (Al Hajj 22:27-28).

Riwayat Nabi Daud AS.

Selama 40 tahun bani Israel dipimpin oleh Nabi Musa AS, meninggalkan Mesir dan mengembara di padang belantara Sinai. Pada masa itu sebagian besar orang dewasa Bani Isreal telah meninggal dunia sebelum memasuki Negeri yang Dijanjikan, Tanah Kanaan (2:243). Setelah Nabi Musa AS, wafat maka bani Israel dipimpin oleh Yosua, dan dibawah kepemimpinan Yosua inilah Bani Israel bisa memasuki Negeri yang Dijanjikan (5:23) dengan menyeberangi Sungai Yordan hingga akhirnya mereka bisa menduduki tanah yang dijanjikan dengan menaklukkan suku-suku asli tanah Kanaan.  Tanah yang telah mereka kuasai lalu dibagi-bagi kepada duabelas suku Bani Isreal, dan sebelum Yosua wafat maka beliau berpesan kepada bangsanya agar selalu berbakti kepada Allah. (Yosua 24:14-15). Baca lebih lanjut

Tafsir SURAT (90) AL-BALAD : KOTA

Oleh  : DR. Basharat Ahmad

 Surat ini termasuk golongan Surat Makkiyah. Didalam surat sebelumnya, yakni Al-Fajr (Waktu Fajar), kabar baik diberikan kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah, yang pada akhirnya akan mencapai keberhasilan. Dalam surat ini, Al-Balad atau Kota, kita diingatkan bahwa tanpa usaha yang tekun, seseorang tak akan dapat mencapai tujuan besarnya. Inilah sebabnya mengapa perintah yang diberikan kepada Nabi Suci Muhammad s.a.w. yakni agar beliau berusaha sekeras-kerasnya dan tak kenal menyerah meskipun beliau telah dijanjikan kemenangan yang pasti akan tiba, karena beliau diberi tanggung-jawab yang besar untuk menyiarkan risalah yang berisi kebebasan dan persamaan yang amat penting bagi kehidupan umat manusia.

Baca lebih lanjut

Nubuat Nabi Musa AS: Nabi Besar Yang Dijanjikan

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

“Orang-orang yang mengikuti Nabi Utusan yang Ummi, yang mereka dapati tertulis dalam Torat dan Injil. Ia menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka berbuat jahat, dan menghalalkan kepada mereka barang-barang yang baik, dan mengharamkan kepada mereka barang-barang yang kotor, dan menyingkirkan dari mereka beban mereka dan belenggu yang ada pada mereka. Maka dari orang-orang yang beriman kepadanya dan menghormatinya dan membantunya, dan mengikuti sinar terang yang diturunkan bersama dia mereka adalah orang yang  beruntung”. (Al-A’raaf 7:157).

Riwayat Nabi Musa AS.

Nabi Musa AS, dilahirkan kira-kira tahun 1250 sebelum Masehi di Mesir ketika bangsa Israel diperbudak pada zaman Firaun (Ramses III). Pada waktu itu berlaku undang-undang bahwa setiap anak laki-laki yang dilahirkan dari bangsa Israel harus dibunuh; tetapi Musa diselamatkan Ilahi dari bahaya maut itu, bahkan beliau dibesarkan di istana Firaun sendiri yang penuh kejayaan dan kemegahan (20:39-40). Baca lebih lanjut