Nubuat Nabi Ibrahim AS: Pemimpin Bagi Umat Manusia

Serial Mengenal Nabi Suci Muhammad SAW, melalui Nubuat

Oleh : KH. S Ali Yasir

“Tuhan kami, dan bangkitkanlah di kalangan mereka seorang Utusan dari antara mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Kebijaksanaan dan menyucikan mereka, Sesungguhnya Engkau itu Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana “ (Al-Baqarah 2:129).

Riwayat Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim AS. Dilahirkan kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, dikota Ur, Khaldea, di daerah Babilonia, (Iraq sekarang). Yang memerintah Babilonia pada saat itu adalah Raja Hammurabi (Namrud). Masyarakat menyembah banyak dewa, dan diantaranya yang terbesar adalah Marduk. Ibrahim adalah seorang yang monotheis, karena mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, sejak kecil beliau terpelihara dari dosa syirk dan terkenal sebagai anak yang cerdas. Setelah diangkat menjadi nabi beliau menyeru kepada kaumnya supaya tak menyembah berhala dan bintang-bintang dilangit (6:75-84).  Dengan sabar dan penuh kebijaksanaan beliau mengajak kaumnya  supaya mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan langit dan bumi (21:55). Beliau amat benci kepada penyembahan berhala dan bintang-bintang dilangit karena perbuatan itu merendahkan derajat umat manusia. Ajaran beliau melawan penyembahan berhala itu diuraikan dalam surat-surat 6:75; 19:42-48; 21:52-65; 26:69-84; dan dalam surat 6:76-84; 37:88-89. Beliau menghancurkan patung-patung sesembahan kaumnya secara sembunyi-sembunyi (37:9196) setelah dengan tegas beliau nyatakan kepada kaumnya :

“Dan demi Allah! Aku pasti merencanakan perlawanan terhadap berhala-berhala kamu setelah kamu pergi meninggalkan (aku). Maka ia hancurkan berhala itu kecuali pembesarnya; boleh jadi mereka kembali kepadanya” (Al-Ambiyaa, 21:57-58).

Keberanian Ibrahim menegakkan tauhid dan memberantas kemusyrikan itu mendapat perlawanan keras dari kaumnya.  Mereka berusaha membunuhnya (29:24). Oleh karena itu beliau hijrah dari Babilonia bersama isterinya Sarah, menuju ke arah barat laut menuju Haran, kemudian ke arah barat daya menuju Kanaan. Di tanah Kanaan (Palestina) inilah Ibrahim hidup dengan tenang dan bahagia bersama keluarganya dan berbakti kepada Allah SWT.

Nabi Ibrahim AS, adalah seorang Nabi besar yang dihormati oleh tiga agama besar di dunia yaitu: Yahudi, Kristen dan Islam. Beliau di beri gelar Patriarch atau Abul Ambiyaa, artinya Leluhur para Nabi, karena anak cucu beliau banyak yang diangkat menjadi nabi-nabi Utusan Allah SWT, baik keturunan Ismail AS, maupun Ishak AS. Ismail AS, adalah nenek moyang bangsa Arab yang sejarahnya diuraikan Ilahi dalam firman-Nya sbb:

“Tuhan Kami, aku telah menempatkan sebagian keturunan dilembah yang tidak menghasilkan buah-buahan, didekat Rumah Engkau yang Suci, …” (Ibrahim 14:37)

Dalam Hadist Bukhari 60:69 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim AS, membawa Ismail (bersama Siti Hajar, Ibunya) ke tanah Arab dan menempatkan mereka didekat Ka’bah yang pada waktu itu dalam keadaan rusak. Kemudian Nabi Ibrahim AS. Kembali ke Kanaan dan meninggalkan Ismail dan Ibunya dipadang pasir yang pada waktu itu belum berupa kota. Siti Hajar bertanya kepada Ibrahim:  “Apakah Engkau melakukan ini atas perintah Allah” Nabi Ibrahim menjawab : “Ya”. Lalu Siti Hajar berkata sebagai berikut: “Allah pasti tidak akan membiarkan kami binasa”. Pada waktu Siti Hajar tidak memiliki persediaan air lagi, beliau berlari  kian kemari antara bukit Shafa dan Marwa untuk melihat kalau-kalau ada kafilah yang berlalu disitu. Pada saat itulah beliau melihat Malaikat menunjukkan kepada beliau sebuah tempat yang ada airnya. Tempat itulah yang hingga sekarang dikenal dengan nama Zamzam. Berkat air Zamzam tempat itu menjadi ramai. Jadi cerita Bibel tentang dibuangnya Siti Hajar dan Ismail dipadang Bir Syeba (Kejadian 21:8-21) itu sama sekali tidak benar, karena Nabi Ibrahim AS, menempatkan Siti Hajar dan Ismail di tanah arab (dalam Bibel disebut padang belantara Paran) itu atas perintah Ilahi.

Setelah Ismail menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim AS, mendapat perintah Ilahi agar mengorbankan putera tunggalnya, Ismail. Pengorbanan Nabi Ibrahim ini diuraikan dalam Surat As-Shaffaat 37:101-110. Setelah Nabi Ibrahim AS, lulus ujian yang berat untuk mengorbankan anak tunggalnnya tersebut, beliau mendapat kabar baik dari Ilahi tentang lahirnya seorang putera dari isterinya, Siti Sarah (37:112). Putera Nabi Ibrahim AS yang kedua ini diberi nama Ishak. Keterangan Bibel bahwa anak tunggal yang dikorbankan adalah Ishak itu tidak benar, karena:

  1. Ishak tidak bisa disebut anak tunggal, sebab beliau dilahirkan setelah Ismail menginjak usia remaja. Sebutan anak tunggal hanya bisa diterapkan kepada Ismail sebelum Ishak dilahirkan.
  2. Untuk menghormati pengorbanan Nabi Ibrahim AS, Allah memerintahkan agar anak cucu beliau mengorbankan seekor binatang ternak pada waktu-waktu tertentu. Tradisi berkorban itu hanya biasa dilakukan oleh anak cucu Nabi Ibrahim AS, melalui Ismail, bukan melalui Ishak.
  3. Berkorban dihubungkan dengan ibadah Haji ke Mekkah. Mekkah terletak ditanah Arab tempat tinggal anak cucu Nabi Ibrahim AS melalui keturunan Nabi Ismail AS.

 

Nubuat Nabi Ibrahim AS.

Nubuat Nabi Ibrahim AS, tentang kedatangan Nabi Suci Muhammd SAW dinyatakan Ilahi dalam firmanNya sebagai berikut:

“Dan tatkala Tuhan menguji Ibrahim dengan beberapa perintah yang ia penuhi, Ia berfirman: Sesungguhnya Aku akan membuat engkau menjadi pemimpin bagi manusia, (Ibrahim) berkata Dan pula dari keturunanku? Ia berfirman: Janjiku tak mencakup orang-orang lalim” (Al-Baqarah 2:124).

Ayat tersebut mengandung dua pokok masalah yaitu:

Pertama: menerangkan bahwa Nabi Ibrahim AS, dijadikan pemimpin rumah bagi manusia, karena beliau dapat memenuhi dengan sempurna segala perintah Ilahi.

Kedua: menerangkan bahwa pemimpin ruhani tetap dikaruniakan kepada anak cucu Nabi Ibrahim AS, sebagaimana ditegaskan Ilahi ditempat lain:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim, dan Kami berikan kepada keturunan mereka kenabian dan Kitab” (Al-Hadid 57:26)

Jadi Allah berjanji kepada Nabi Ibrahim AS, bahwa anak cucu beliau akan diberkati dengan kepemimpinan yang berupa kenabian, baik anak cucu beliau yang melalui keturunan  Nabi Ismail AS, maupun Nabi Ishak AS. Janji Allah itu diuraikan juga didalam Bibel sbb:

“Inilah perjanjianKu dengan engkau; engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat beranak cucu sangat banyak, engkau akan kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari  padamu akan berasal raja-raja” (Kejadian 17:4-6).

Janji Ilahi kepada Nabi Ibrahim tersebut dikuatkan lagi melalui janji Ilahi kepada Nabi Ismail AS, putera sulung Nabi Ibrahim AS, melalui Siti Hajar, dan janji Ilahi kepada Nabi Ishak As, putera Ibrahim yang dilahirkan melalui Siti Sarah. Janji Ilahi kepada Nabi Ismail AS, diuraikan dalam Quran Suci surat Al-Baqarah 2:125-129, dan juga dalam Bibel yang berbunyi sebagai berikut:

“Tentang Ismail, aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan kuberkati; Kubuat beranak cucu sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku membuatnya bangsa yang besar” (Kejadian 17:20).

Adapun janji Ilahi kepada Nabi Ishak AS, dinyatakan dalam Quran Suci Surat Al-Ankabut 29:27; Al-Maidah 5:20; dan lain-lain; dan juga dalam Bibel yang berbunyi sebagai berikut:

“Aku akan memberkatinya; dan dari padanya juga aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa akan lahir daripadanya” (Kejadian 17:15-16).

Jadi, baik Ismail maupun Ishak, kedua-duanya diberi  janji bahwa daripadanya akan diturunkan raja-raja dan bangsa-bangsa yang besar. Dari keturunan Ismail terpencarlah bangsa Arab, dan dari Ishak  terpencarlah bangsa Israel. Jika demikian, bangsa Arab dengan bangsa Israel itu bersaudara. Dari bangsa Israel, Allah banyak membangkitkan raja-raja dan nabi-nabi besar, seperti: Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan sebagainya. Demikian pula dikalangan bangsa Arab, Seorang Nabi besar yang akan memimpin bangsa Arab dan juga bangsa-bangsa lain di muka bumi telah dimohon oleh Nabi Ibrahim AS, sehabis beliau memperbaiki Ka’bah, Sebagai berikut :

“Tuhan kami, dan bangkitkanlah di kalangan mereka seorang Utusan dari antara mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Kebijaksanaan dan menyucikan mereka, Sesungguhnya Engkau itu Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana “ (Al-Baqarah 2:129).

Utusan yang dimohon oleh Nabi Ibrahim AS, itu telah dipenuhi oleh Ilahi dengan diutusnya Nabi Suci Muhammad SAW, sebagaimana diterangkan dalam Quran Suci sebagai berikut:

“Dan Ialah yang membangkitkan di kalangan bangsa ummi (buta huruf) seorang Utusan di antara mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, dan menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Kebijaksanaan, walaupun mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang terang”. (Al-Jumuah 62:2).

Nabi Suci Muhammad SAW, sendiri juga telah menyatakan: “Aku adalah doa ayahku, Ibrahim!” pengakuan beliau itu amat tepat karena:

  1. Tugas yang harus beliau laksanakan adalah sama seperti yang dimohon oleh Nabi Ibrahim AS, yaitu, a. Membacakan ayat-ayat Tuhan, b. Menyucikan umat dari dosa, c. Mengajarkan Kitab, dan d. Mengajarkan Kebijaksanaan kepada umat manusia.
  2. Beliau adalah keturunan Nabi Ibrahim AS, silsilah beliau adalah sbb: Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin Abdi Manaf, bin Qushayi, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka’ab, bin Lu’ai, bin Ghalib, bin Fihir, bin Malik, bin Nadlar, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudlar, bin Nizar, bin Ma’ad, bin Adnan, dan Adnan adalah keturunan Kedar, Putera kedua Ismail, putera Ibrahim AS.

silsilah_Rasulullah

 

Dikutip dari : Buku Mengenal Nabi Muhammad SAW. melalui Nubuat, Pendidikan Agama Islam sub Bidang Tarikh Islam, Jilid I. Oleh KH. S. Ali Yasir; Penerbit PP Yayasan PIRI, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: