Pancasila dan HUT Proklamasi ke 65

Oleh: Bapak Nanang Rahmatullah Iskandar

Dan apabila kita bandingkan dengan bangsa-bangsa lain, biasanya dasar falsafah mereka adalah sekitar : Liberty, Fraternity. Egalitee, atau Justice, Democracy, Liberty dlsb-nya. Indonesia justru telah mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai Sila ke-1 dasar negara, atau dengan perkataan lain Dia-lah yang kita akui, yang telah menciptakan Liberty, Democracy, Justice dan lain sebagainya.

Beruntung bahwa Indonesia mempunyai Pancasila yang merupakan dasar falsafah negara yang sangat dikagumi oleh bangsa-bangsa lain. Pancasila menjadi dasar falsafah tidaklah terjadi secara kebetulan. Hal ini terjadi berkat kodrat dan iradat Ilahi Rabbi. Mengapa demikian ? Karena terbukti bahwa ternyata ada keselarasan antara Pancasila dengan Ummul kitab, Al Fatihah. Penjelasannya adalah sebagai berikut

Ummul-kitab atau Al Fatihah, Menurut Rasulullah saw pengertiannya dibagi menjadi dua bagian, yakni antara Tuhan sendiri dan hamba-hamba-Nya. Antara keduanya berhubungan erat, kata berjawab, gayung bersambut. Allah memperkenalkan diri sbb:

– Alhamdulillah ———— Uluhiyat
– Rabbil ‘alamim ———— Rububiyat
– Ar-Rahmani ———— Rahmaniyat
– Ar-Rahimi ———— Rahimiyat
– Maliki yaumidin ———— Malikiyat
Kemudian manusia menjawab datang bersembah sujud sebagai berikut :

– Iyyaka na’budu ———- Ibadat
– Waiyyaka nasta’in ———- Isti’anat
– Ihdinash-shirathal mustaqim ———- Hidayat
– Shirathalladzina ‘an amta alaihim —– In’amat
– Ghairil-maghdubi alaihim wala dhalin – Salahiyat

Dan keselarasan Ummul-kitab dengan Pancasila adalah sebagai berikut :

– Uluhiyat — Ibadat — Sila ke-1 –Ketuhanan Yang Maha Esa

– Rububiyat — Isti’anat — Sila ke-2 — Kemanusiaan yang adil dan beradab

– Rahmaniyat– Hidayat — Sila ke-3 — Persatuan Indonesia – Rahimiyat — In’amat — Sila ke-4 — Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijak-sanaan dlm permusyaratan/perwakilan

– Malikiyat — Salahiyat — Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dan apabila kita bandingkan dengan bangsa-bangsa lain, biasanya dasar falsafah mereka adalah sekitar : Liberty, Fraternity. Egalitee, atau Justice, Democracy, Liberty dlsb-nya. Indonesia justru telah mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai Sila ke-1 dasar negara, atau dengan perkataan lain Dia-lah yang kita akui, yang telah menciptakan Liberty, Democracy, Justice dan lain sebagainya. Bandingkan, bahwa ada pula negara lain yang mempunyai simbol matahari, sedangkan matahari adalah ciptaan Tuhan. Ketuhanan Yang Maha Esa, atau dipahami berarti Tuhan, Allah SWT adalah pencipta semesta alam, pencipta matahari, pencipta jagad raya. Penduduk Indonesia yang mayoritasnya muslim tentunya sangat memahami bahwa kita semua adalah hamba Allah dan menyembah hanya kepada Allah, sedangkan bangsa lain mungkin hanya mengagungkan saja dari salah satu Sifat Allah.

Apabila Indonesia belum sejajar dengan negara-negara lain, siapapun pasti sangat heran, apa sebabnya bangsa Indonesia yang mempunyai dasar negara yang terindah didunia, namun dalam pencapaian rasa aman dan kesejahteraan nampaknya tertinggal dengan bangsa lain ? Gerangan ada apakah ini ?

Kemungkinan besar, sadar atau tidak sadar, kita telah meremehkan, atau bahkan melecehkan Pancasila sehingga kita tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.

Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah

Iman,…………..…..Ketuhanan Yang Maha Esa
Jujur,……………..…Kemanusiaan yang adil dan beradab
Benar,……………….Persatuan Indonesia
Adil,………………….Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sabar,……….………Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sebagai implementasi Pancasila, mari kita bangkit, bangun dan kerja keras, kerja cerdas guna mempersiapkan generasi yang akan datang, dimulai dari sekarang, dengan niyat suci, membersihkan diri sendiri, tanpa pamrih, dengan sabar dan tujuan adalah hanya untuk ridha Allah semata-mata

Bila pimpinan dan segenap warganegara melaksanakan Pancasila dengan pemahaman yang sungguh-sungguh dan dilaksanakan dengan tepat, insya Allah tidak ada bangsa manapun juga yang akan melecehkan Indonesia

Berikut adalah catatan sedikit mengenai arti yang tergambar dalam angka 17-8-1945 yang sangat dalam artinya bagi umat Islam,

1. Angka 17, melambangkan jumlah bacaan wajib/al Fatihah yang harus dibaca dalam salat 5 waktu adalah sebanyak 17 kali.

2. Angka 8, satu-satunya simbol angka yang menggambarkan garis yang tak pernah putus, atau simbol kelanggengan; atau keabadian kelanggengan kita sebagai bangsa Indonesia

3. Selain itu angka 8 juga menggambarkan 8 kata yang diawali dengan alif, terdiri dari kata-kata : 1. Iqro, 2. Iman, 3. Islam, 4. Ihsan, 5. Ijtihad, 6. Istiqomah, 7. Istikharoh, dan 8. Ikhlas, yang apabila dijabarkan sangat luas dan dalam artinya

4. 19, setiap awal akan melakukan pekerjaan selalu mengucapkan bismillahirahmanirr ahim, yang jumlah hurufnya adalah 19

5. 45; adalah angka yang menggambarkan bahwa kewajiban salat pada orang Islam, yang akan menuntun seseorang menjadi orang yang dekat kepada Allah, atau mampu mengangkat derajat manusia bila dilaksanakan dengan khusyuk terdiri atas doa al Fatihah pada salat wajib ( 17 rkt ); dan juga 17 pada salat sunnah yang terdiri atas; 2 rkt sbl subuh, 2 rkt shalat dhuha, 2 rkt sbl dzuhur, 2 rkt setelah dzuhur, 2 rkt sbl azar, 2 rkt stl magrib, 2 rkt sbl isya dan diakhiri dengan 3 witir ( total 17 rkt ); dan kemudian ditambah salat malam, yang biasa disebut salat tahajud, yakni 4 rkt, 4 rkt dan 3 rkt salat witir ( 11 rkt ).
Bila ingin budi pekerti agar lebih cepat untuk menjadi bertambah indah, doa al Fatihah diucapkan dengan khusyuk dalam salat sebanyak 45 kali ( 17 + 17+ 11 )

6. Selain itu dalam Surat 17: 8 di Quran Suci tertulis kalimat sbb.

“Boleh jadi Tuhan kamu akan memberi rahmat kepada kamu. Dan jika kamu kembali berbuat kerusakan. Kami akan kembali pula menjatuhkan siksaan. Dan Kami membuat Neraca sebagai penjara bagi kaum kafir”

Dengan diberikan izin merdeka oleh Tuhan, atau dengan perkataan lain kita diberi rahmat oleh Yang Maha Kuasa, sesungguhnya berarti bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan kemerdekaan. Mau tidak mau kita harus bertanggungjawab pada kelangsungan rahmat dan berkah ini agar dilanjutkan kepada generasi generasi berikutnya. Telah diperingatkan bahwa kita tidak boleh berbuat kerusakan seperti yang sebelumnya telah dilakukan oleh para penjajah

7. Dan juga pada Surat 19: 45 di Quran Suci tertulis sbb

“Wahai ayahku, sesungguhnya aku kuatir kalau-kalau siksaan dari Tuhan Yang Maha Pemurah akan menimpa engkau, sehingga engkau menjadi kawan setan”

Ini adalah dialog antara nabi Ibrahim dan ayahnya yang terekam dalam Quran Suci, yang bila dimaknai secara kontekstual, bahwa hal ini adalah kekhawatiran seorang rakyat kepada pemimpinnya agar jangan sampai para pemimpin dinegeri ini berkawan dengan setan.

Nampaknya kita sebagai wong cilik juga berkewajiban untuk mendoakan agar para pemimpin tidak lengah dan tidak khilaf. Karena lengah maupun khilaf bisa berakibat masuknya bisikan setan dan hal ini akan berakibat fatal

Berkenaan dengan peringatan HUT ke 65 RI adalah pada bulan Ramadhan, yang berarti sama dengan pada waktu pelaksanaan Proklamasi 17 – 8 – 1945, kemungkinan adalah berarti, diharapkan pada tahun ini adalah awal bangkitnya kembali semangat perjuangan dalam memperjuangkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Semoga para pemegang amanah dapat menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

Dapat dikatakan bahwa pada bulan Ramadhan, di hari Jumat tgl 17-8-1945 adalah awal dari bebasnya keterpurukan Dunia Timur. Gelora api kemerdekaan dari Indonesia ini telah merambat dan menyebar ke India, Pakistan dan keseluruh Asia dan Afrika. Hampir semua negara di Asia dan Afrika mendapatkan inspirasi kemerdekaannya dari negeri kita tercinta, Indonesia. Indonesia telah menjadi lokomotif kemerdekaan, dan semoga nilai-nilai semangat perjuangan ini mampu menginspirasi kita dalam perjuangan di bidang-bidang lainnya yang masih menunggu untuk di tata dan digarap dengan sebaik-baiknya

Semoga, akan makin banyak yang akan menjadi pioneer, pejuang pembangunan dengan bermodalkan ilmu, iman dan taqwa ……dan kita tentu sangat mengharapkan banyaknya putera-puteri Indonesia yang tampil untuk kerja keras, sungguh-sungguh bekerja dengan cerdas dalam memajukan bangsa Indonesia ini agar sejajar dengan negara-negara maju yang lain, sekaligus memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara…

DIRGAHAYU INDONESIA, dalam usia, 65 tahun,……., dan sekaligus menunjukkan hikmah bahwa pada HUT RI ke 65 ini, seakan-akan mengingatkan kita bahwa Rukun Iman adalah 6, Rukun Islam adalah 5…, dan meskipun Pancasila penuh dengan nuansa-nuansa Islami, hendaklah diingat bahwa negara kita bukan negara Islam, akan tetapi negara Pancasila……..DIRGAHAYU INDONESIA…….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: