Test Iman

Oleh : H. Rachmatullah

Assalammu alaikum wr wb; Mengunjungi di Website ini, yang isinya sangat menarik dan bertujuan untuk menambah wawasan, izinkanlah saya menyumbangkan sebuah tulisan yang saya beri judul TEST IMAN. Seperti sdr redaksi dan juga sdr Dedi dll, sayapun juga mempunyai keinginan agar umat Islam dapat kokoh dan kuat kembali, untuk dapat mempelopori kerinduan masyarakat yang menginginkan kerukunan, kesejahteraan dan kemakmuran dan dalam suasana yang indah, damai……, damai di bumi, damai di hati

SEDIKIT MENGENAI TEST IMAN

Dalam menjalani kehidupan ini, seseorang dalam melakukan kegiatannya memerlukan dasar keyakinan agar apa yang akan dilakukannya bermanfaat atau tidak. Manusia diberi petunjuk Allah SWT yakni Kitab Suci Al Quran. Didalamnya ada ayat yang tertulis agar selalu mohon petunjuk untuk meniti kehidupan pada jalan yang benar. Sesungguhnya kebenaran itu hanya milik Allah. Test Iman sebagai judul tulisan ini adalah menguraikan sangat sedikit mengenai iman, dan juga apa yang dimaksud dengan test iman.

Seperti dimaklumi bahwa harta yang paling berharga dari seseorang adalah iman. Seseorang yang kehilangan iman dapat diibaratkan sebagai seseorang yang tak punya roh dalam tubuhnya, dan dalam hidup dan kehidupannya, dapat menyebabkan orang menjadi nista, dan tercampak dari kehidupan bermasyarakat.

Apakah yang disebut iman ? Jawaban singkat adalah bahwa, iman adalah keyakinan hati Seperti dimaklumi bahwa setiap orang tentu mempunyai keyakinan dan sesungguhnya keyakinan itu di dasarkan atas tiga hal sbb.

1. Keyakinan berdasarkan logika, atau pikiran

2. Keyakinan berdasarkan panca indera

3. Keyakinan berdasarkan hati, ini yang disebut iman

Demikianlah bahwa oleh karena iman itu adalah keyakinan hati, maka yang mengetahui seseorang beriman atau tidak adalah dirinya sendiri, dan mengetahui bahwa iman yang ada pada dirinya itu baik atau tidak, tentunya berdasarkan amal perbuatannya.

Dari hasil perbuatan seseorang, orang-orang disekitarnya dapat merasakan, atau menduga apakah seseorang tersebut beriman baik, atau tidak. Namun, hendaklah dimaklumi bahwa setiap insan manusia tidak dapat mengetahui, apakah si Fulan, atau si Dadap atau si Waru beriman atau tidak. Iman, atau isi hati seseorang tidak ada yang mengetahui, kecuali dirinya dan Allah, Tuhan Pencipta Semesta Alam.

Iman yang baik akan menghasilkan perbuatan baik, sedang iman buruk akan menghasilkan perbuatan buruk pula. Kemudian perlu juga diketahui ada juga orang yang tak beriman. Siapakah dia ? Jelas bahwa yang tidak beriman adalah orang yang belum mengetahui bahwa dalam hati didirinya sendiri ada iman.

Dengan demikian orang tersebut perlu dikenalkan dengan iman yang berada dalam hatinya, yang belum diketahui olehnya. Mengenalkan iman pada diri seseorang agar dirinya mengenal iman yang ada dalam hatinya sendiri adalah tidak mudah. Rukun Iman Dalam dienul Islam ada istilah Rukun Iman. Apakah itu ?

1. Percaya kepada Allah

2. Percaya kepada Malaikat

3. Percaya kepada Kitab Suci

4. Percaya kepada Nabi

5. Percaya kepada Taqdir

6. Percaya kepada Hari Akhir

Demikianlah bahwa keenam pilar rukun iman tersebut adalah alat awal, atau institusi awal untuk memperkuat landasan iman, agar iman, atau keyakinan hati seseorang makin mantap.

Maha –berkah Tuhan Yang Kerajaan ada ditangan-Nya, dan Ia adalah yang Berkuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, agar Ia menguji kamu siapakah diantara kamu yang paling indah hasil karyanya Qs 67: 1, 2

Kemudian dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, manusia selalu diuji agar ketahanan diri pribadi kian meningkat. Ujian dapat bermacam-macam, ada ujian phisik, ujian kecerdasan, ujian olah raga, ujian kecekatan, ujian keterampilan, selain itu juga ujian kekayaan, ujian kemiskinan, ujian kesuksesan, ujian kejatuhan, ujian kesedihan, ujian yang berupa kegembiraan dsb-nya.

Peristiwa-peristiwa tersebut diatas, yang menyebabkan gejolak dalam hati, semuanya dapat juga disebut ujian iman, namun ada yang disebut ujian iman yang langsung pada keyakinan dalam hati. Tergantung dari sikap seseorang dan pengetahuan serta pengalaman seseorang, ujian ini dapat dianggap terberat, namun juga dianggap sepele, dan tak perlu ditanggapi.

Oleh karena iman adalah keyakinan hati, maka keimanan ini bisa didapat secara bertingkat, dengan melalui keyakinan pikiran, keyakinan panca indera, kemudian meningkat ke keyakinan hati, namun ada juga seseorang yang mendapatkan iman langsung di hatinya. Kemudian test iman , yang disebut terberat ini adalah suatu peristiwa atau pernyataan dari seseorang, yang pendengarnya, atau orang disekitarnya dapat langsung meyakininya atau dapat juga tidak mempercayainya, terhadap peristiwa dan apa-apa yang telah diucapkan seseorang. Peristiwa atau pernyataan berikut ini adalah yang kiranya tepat dapat disebut sebagai test iman yang berat;

 Test iman 1:

 Sejak masa muda, sebelum Muhammad sebagai nabi, telah nampak bahwa dirinya telah berjiwa besar. Dari budi pekerti, atau ahlak yang indah dari sejak masa mudanya, makin lama makin tampak pengaruhnya yang berkilauan menerangi masyarakat. Sifat-sifatnya yang baik, yang menjauhi foya-foya, telah ada pada dirinya. Ketekunannya yang selalu mendambakan kesempurnaan adalah hal-hal yang sangat diutamakannya. Ia mendambakan cahaya hidup, dan yang kemudian dengan izin Allah telah dicapainya. Beliau sangat jujur. Kenyataan ini dibuktikan dengan gelar “Al Amin ‘yang telah diberikan masyarakat kepadanya.

Gelar Al Amin kepada Muhammad yang diberikan tersebut telah menyebar ke segenap penduduk Mekkah pada waktu itu. Hampir seluruh masyarakat memanggilnya dengan Al-Amin (artinya ‘yang dapat dipercaya’). Semua masyarakat sangat mengaguminya Kemudian pada waktu usia 40 tahun, Beliau mendapat wahyu, dan yang beriman pada masa awal adalah Siti Khatijah, isteri nabi, Abu Bakar, sahabat nabi, Waraqah bin Naufal, pendeta Nasrani dan Ali bin Abu Talib, adik sepupu nabi. Setelah masyarakat Arab mendengar dan mengetahuinya, apakah yang terjadi kemudian ? masyarakat Arab gempar…….pecah menjadi 2, ada yang beriman kepadanya dan juga ada yang tak beriman.. Yang tak beriman kepada Nabi Muhammad saw cukup banyak dan sangat membenci Nabi Muhammad saw berikut semua pengikut-pengikutnya. Banyak pengikut Nabi Muhammad yang hijrah ke Abbesinia karena tak tahan terhadap kedzaliman, berbagai penyiksaan dan kebencian yang selalu dihadapinya

Test iman 2:

Kemudian, waktu Nabi Muhammad saw berusia 52 tahun, setelah isteri Beliau wafat, dan juga paman Beliau wafat, kebencian kaum Qurais sangat memuncak hingga Beliau akan dibunuh. Sebelum Hijrah ke Madinah terjadilah peristiwa Isra’ Mi’raj. Beliau mengaku melaksanakan perjalanan yang sangat jauh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian Mi’raj, naik ke langit, bertemu Allah SWT, yang dikenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj, dan perintah salat diberikan langsung oleh Allah. Kembali masyarakyat yang telah beriman mendapatkan test iman. Ada pengikut Beliau yang percaya dan makin beriman kepada Nabi, namun ada juga yang tidak. Demikianlah dan masyarakat hingga kini, setiap tahun di tanggal 27 Rajab, Isra Mi’raj selalu diperingati, dan hal ini adalah sekaligus sebagai test iman.

Masyarakat muslim selalu berdiskusi, apakah kepergian Nabi Muhammad saw, dengan badannya, ataukah hanya jiwa, atau ruh nya saja….., hingga kini masyarakat selalu diuji tentang peristiwa Isra’ Mi’raj ini. Ada muslim yang yakin bahwa pada peristiwa Isra’ Mi’raj, nabi melaksanakan perjalanan beserta badannya, atau hanya ruhnya saja. Dan merekapun meyakini sesuai dengan kadar imannya masing-masing. Hanya dirinya sendiri yang mengetahuinya. Namun ada juga orang yang acuh tak acuh, dan ada juga yang terus menerus mengkajinya. Dan hingga kini pada kenyataannya masih ada banyak orang yang tetap tak beriman kepada Nabi Muhammad saw.

Demikianlah test iman kepada setiap muslim, ada yang beriman bahwa nabi dalam perjalanannya bersama dengan badan fisiknya, namun ada juga yang mengimani bahwa perjalanan nabi adalah secara rohaninya. Namun ada juga yang tidak mempercayainya, dan malah justru ada juga yang mencemoohkannya…hingga sekarang.

Bagaimanakah test iman di Zaman Akhir ini ?

Pada waktu Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Mujaddid, atau pembaharu Islam, banyak ummat Islam yang memuji dia. Pada waktu itu kondisi muslim sangat terpuruk, dan pada waktu itu pula, beliau dikenal sebagai pembela Islam yang sangat kokoh, apalagi dengan terbitnya buku Barahini Ahmadiyah, dan juga buku Falsafah Islamiyah…., beliau di elu-elukan oleh masyarakat muslim.

Test iman 1:

Pada waktu tahun 1889 dia, Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Masih Yang Dijanjikan, dan apakah akibatnya ? Masyarakat Islam gempar dan terpecah, ada yang percaya bahwa beliau memang pantas dan tepat sebagai Masih Yang Dijanjikan, namun sangat banyak yang tak percaya, bahkan ada yang mencemoohkannya…..Beliau dituduh yang bukan-bukan….

Test iman 2:

Kemudian pada waktu tahun 1891 Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Mahdi, kembali masyarakat Islam mendapat ujian, ada yang mengakui beliau, namun ada juga mengejek dan bahkan ada yang menuduh bahwa beliau sebagai pembohong besar, dan juga ada yang menuduh bahwa dirinya mengaku seorang nabi,….dan hingga sekarang ini yang berpendapat dia pembohong cukup banyak…..

Masyarakat, baik yang muslim maupun yang bukan muslim, banyak yang acuh tak acuh terhadap pernyataan-pernyataan Mirza Ghulam Ahmad maupun peristiwa Isra’Mi’raj tersebut. Hal ini mudah dipahami, oleh karena ini adalah test iman, dan siapa saja boleh mengikutinya, ataupun tidak perlu mengikutinya. Dan masalah lulus dan tidak lulus dalam test iman, itu adalah dari evaluasi diri sendiri, khususnya dalam perjalanan kehidupan manusia sebagai musafir rohani.

Kalau tertarik untuk ikut test iman di zaman akhir ini, banyak-banyaklah salat malam, bertanya dengan Allah SWT, apa dan siapa Mirza, apakah dia orang pembohong atau bukan, orang gila atau bukan dsb-nya Ada kalanya, Allah akan menjawab pertanyaan seseorang, namun ada kalanya permintaan atau jawaban pertanyaan belum diberikan kepada penanya, oleh karena izin Allah hanya diberikan kepada mereka yang istiqomah, yang sungguh-sungguh tekun dan tidak main-main.

Dan tiada suatu jiwa akan beriman, kecuali dengan izin Allah. Dan Ia melemparkan kekotoran pada orang yang tak mau mengerti, Qs 10: 100

Sekali lagi, kalau mau ikut test iman, silahkan, namun kalau tidak ikut test, atau belum pernah ikut test ,dan kemudian ikut-ikutan memberikan opini yang asal-asalan, nampaknya belum sadar bahwa perintah Nabi pertama kali adalah Iqra. Bacalah ! Yakni perintah membaca; dan hendaklah diingat, bukan sembarang membaca; namun membaca dengan atas nama Tuhanmu….., Iqra bismi Robbika ladzi kholaq……

Demikianlah untuk seluruh muslim selalu ada test iman tiap tahun, yakni setiap peringatan Isra’ Mi’raj, dan juga muslim di zaman akhir ini ada test iman setiap saat, yakni mengenai pemahaman apa dan siapakah yang dianggap paling tepat mengenai Masih Yang Dijanjikan, dan juga mengenai Mahdi sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadis-hadisnya.

Tanda-tanda iman meningkat Imam Raghib, ahli kamus Quran mengatakan bahwa iman itu berarti pula tashdiqun bi qolbi wa ‘amalun bil- jawarih yang artinya pengakuan di bibir itu harus diiringi dengan pembenaran di hati dan melakukan apa yang diimaninya itu dengan anggota badan Dan tanda orang yang makin meningkat imannya diantaranya adalah mereka akan meningkat dalam perbuatan-perbuatan baiknya, diantaranya adalah perbuatan baik utama, antara lain adalah sbb.

1. Memberikan harta karena cinta kepada Allah SWT, dan juga

2. kepada kaum kerabat,

3. kepada anak yatim,

4. kepada kaum miskin,

5. kepada orang yang bepergian,

6. kepada kaum yang minta-minta, dan juga apabila

7. memerdekakan budak belian, dan juga

8. yang menegakkan salat, yang 9. membayar zakat,

10. yang menepati janji tatkala berjanji, yang

11. sabar dalam kesengsaraan, dan juga yang

12. sabar dalam kesusahan dan,

13. sabar dalam waktu perang

Dan juga tentunya juga segala amal-amal perbuatan baik yang lain.

Kemudian hendaklah dipedomani bahwa, Semua kaum mukmin adalah bersaudara, maka:

Berdamailah di antara saudara-saudara kamu; dan bertaqwalah kamu kepada Allah agar kamu diberi rahmat, Qs 49: 10

Tidak ada paksaan dalam agama, sesungguhnya jalan yang benar itu jelas sekali bedanya dengan jalan yang salah, Qs 2: 256

Manusia adalah umat satu, Qs 2: 213

Dan barang gaib dilangit dan dibumi adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya semua perkara akan dikembalikan. Maka mengabdilah kepada-Nya, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhan dikau tak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan Qs 11: 123

“Sayekti, Ingsun iki Allah, ora ana sesembahan kajaba Ingsun; mulane ngawulaa marang Ingsun sarta anjumenengna salat akarana eling marang Ingsun”. Qs 18: 14

“Aku tidak bertempat di ruang yang tinggi dan yang rendah. Aku tidak berada di bumi dan di langit. Tapi Aku berada dalam hati hamba-Ku yang beriman. Alangkah indahnya! Jika engkau mencari Aku, carilah Aku di sana. Hadis nabi, saduran dari Rumi

Demikianlah iman, dan sekali lagi, iman adalah keyakinan dalam hati, dan buah iman adalah amal perbuatan yang baik. Iman tak berbuah, tak ada gunanya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah membuat selebaran pernyataan sebagai berikut :

’Penulis surat selebaran ini diberitahu bahwa ia adalah Mujaddid pada abad ini dan bahwa keluhurannya menyerupai Al Masih Ibnu Maryam. Aku datang untuk menegakkan kebenaran Islam dan untuk meyakinkan manusia akan keindahannya dan untuk memimpin mereka kearah sumber ajaran Islam. Aku tak membawa syariat baru, Quran Suci adalah kitab suci terakhir. Kedatanganku adalah untuk mengabdi kepada Islam dan untuk menyiarkannya, dan untuk membersihkan wajah Islam dari kotoran-kotoran yang melekat kepadanya, sebagai akibat dari hiruk pikuk pikiran manusia. Aku adalah Mujaddid abad 14 Hijriyah ini. Surat selebaran, tahun 1885

Kemudian pada tanggal 24 Juni 1900 didalam Al Khakam, beliaupun menyatakan :

“Hamba yang hina ini adalah Mujaddid dalam bidang syariat dan tarekat”

Beliau selain mengaku sebagai Mujaddid ( 1885 M ) juga mengaku sebagai Masih Yang Dijanjikan ( 1890 M ), dan juga bergelar Mahdi ( 1891 M ). Masih adalah gelar yang diberikan kepada Nabi Isa as, yang berarti Seorang yang mengajarkan tentang Tuhan, namun juga berarti seorang yang ikut serta dalam kemurahan-kemurahan Tuhan, dan juga berarti yang mewakili Tuhan disuatu tempat tertentu dan seorang yang mengikuti kebenaran dan kebajikan.

Kata Masih, ( bahasa Ibrani adalah Masyiakh, Messiah, atau Mesyah ) berasal dari bahasa Arab, dari kata masaha dengan tiga huruf mati yang dikandungnya yaitu m-s-h, yang berarti mengusap-usap, dengan demikian Masih mempunyai pengertian

A.1. Mengusap-usap, atau menyapu-nyapu dengan tangan, atau mengoles-oles , namun dapat juga berarti

A.2. Banyak mengadakan perjalanan; dari asal kata sa ha

Apakah artinya Mahdi ? atau Al Mahdi ? Mahdi adalah gelar yang dianugerahkan kepada Nabi Suci Muhammad saw, yang berarti yang memimpin secara benar dan sesuai dengan hati nurani, namun juga berarti ahli waris semua tuntunan yang penuh dengan pantulan pemikiran-pemikiran petunjuk Sifat Allah. Dan selain itu, Mahdi adalah juga berarti seseorang, atau orang yang telah diberi petunjuk oleh Tuhan. Mahdi berasal dari kata bahasa Arab’ h , d ’, yang berarti petunjuk Demikianlah kiranya, dan mau test atau tidak ikut test, dan juga nilai yang akan diperoleh dalam test, diri sendirilah yang menentukan………..

Mengenang Isra’ Mi’raj, 27 Rajab 1431 H

Jakarta, 10 Juli 2010

H. Nanang Rachmatullah Ibnu Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: