HUBUNGAN AL-QUR’AN DENGAN BIBEL / INJIL

“Dan tak sekali-kali Al-Qur’an ini dibuat-buat oleh siapapun selain Allah, tetapi (Al-Qur’an) itu membetulkan apa yang ada sebelumnya, dan penjelasan yang terang tentang Kitab; tak ada keragu-raguan di dalamnya dari Tuhan serwa sekalian alam.” (10:37)

Sebagaimana telah diterangkan oleh ayat suci di atas, bahwa Bibel kitab suci agama Kristen mengandung sebagian Kitab Allah yang telah dikaruniakan kepada Bani Israel. Oleh karena itu ada hubungan erat dengan Al-Qur’an yang menurut ayat suci tersebut fungsinya sebagai tashdiq (yang membetulkan) dan tafshil (yang menjelaskan) terhadap kitab suci sebelumnya. Secara singkat hubungannya antara lain seperti uraian berikut ini.

 1.  Al-Qur’an mengakui eksistensinya

 Menurut Al-Qur’an, Allah tidak hanya memerintahkan umat Islam mengimani Al-Qur’an saja, melainkan pula mengimani Kitab-kitab Suci sebelumnya (2:4). Hal ini menurut Cyril Glasse, penulis The Concise Encyclopaedia of Islam (1991), “adalah kejadian yang luar biasa dalam sejarah agama-agama”. Yang dimaksud Kitab-kitab Suci sebelumnya ialah Kitab suci yang telah diturunkan kepada para Nabi (2:213) dari berbagai bangsa di dunia (10:47), baik yang disebutkan dalam Al-Qur’an ataupun tak disebutkan (4:164), misalnya Taurat dan Injil (3:3). Tetapi hendaklah diingat, bahwa Taurat dan Injil yang diakui oleh Al-Qur’an dan diimani oleh kaum Muslimin bukanlah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Bibel yang telah ada pada jaman Nabi Besar Muhammad saw.

Ada perbedaan konsep antara Islam dengan Kristen tentang wahyu dan Kitab suci. Misalnya tentang Injil. Di kalangan umat Kristen ada pendapat yang mengatakan bahwa yang disebut kitab Injil adalah seluruh PB, dan ada pula yang tegas mengatakan bahwa Injil itu hanyalah empat kitab yang pertama dalam PB karangan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Isinya menceritakan sebagian ajaran Yesus dan kisahnya. Jadi Injil itu karya tulis beberapa pengarang Kristen jaman permulaan yang penulisannya tak dimaksudkan untuk dijadikan kitab suci, sebagaimana Paulus menulis 13 atau 14 surat kepada jemaatnya yang masing-masing disebut Injil Kristus (Gal 1:7) atau Injil tentang Yesus Kristus (Mrk 1:1). Menurut Islam, Injil adalah firman Allah secara matluw, yang disampaikan kepada Isa Almasih 57:27; lih Yoh 17:38) oleh Jibril dalam bahasa kaumnya (14:4), Aram, yang dalam PB disebut Injil Allah (Mrk 1:14), yakni Injil dari Allah yang diwahyukan kepada Yesus, lalu diberitakannya dari rumah ke rumah dan dari kota ke kota (Mrk 1:38-39). Injil inilah yang diimani oleh umat Islam. Kini kitab suci itu tidak ada lagi – karena setelah diwahyukan tak dicatat dan dihafal – yang ada sekarang ialah terjemahan dari terjemahan yang diterjemahkan dari salinan yang disalin dari salinan – yang menurut Mulder kadang-kadang terselip salah salin – dari Injil tentang Yesus karya tulis tokoh Kristen pada jaman permulaan itu. Karya tulis asli itu telah hilang, tidak diketahui rimbanya. Yang ada sekarang, yang mereka anggap asli, ialah salinan dari salinan yang disalin dari salinan itu, atau terjemahan dalam berbagai bahasa dunia itu, karena menurut mereka yang penting isinya, bukan bahasanya.

Kitab PL juga ditulis oleh para ulama dan zuama (Yahudi) yang bahan-bahannya sebagian berasal dari Nabi yang bersangkutan. Ditulis hampir seribu tahun lamanya. Penulisnya beragam latar belakangnya, misalnya: Nabi-nabi, raja, ahli sejarah, ulama atau pendeta dan sebagainya. Dengan demikian dalam kitab itu bercampur baur antara kebenaran dengan kepalsuan (2:42). Maka dari itu Nabi Besar Muhammad saw. pernah memperingatkan umat Islam agar jangan membenarkan atau menyalahkan Ahlikitab (Bukhari).

 2. Al-Qur’an sebagai Alfurqan

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci di dunia yang keasliannya dilindungi oleh Allah sendiri (15:9), maka dari itu kepalsuan tak akan masuk, baik dari belakang maupun dari depannya (41:41-42). Oleh karena itu Al-Qur’an berfungsi sebagai Alfurqan atau pembeda, yakni yang membedakan antara kebenaran dengan kesalahan, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya sebagai berikut:

 “Aku, Allah Yang Maha-tahu. Allah, tak ada tuhan selain Dia, Yang hidup kekal, Yang maujud sendiri, Yang sekalian makhluk maujud karena-Nya. Ia telah menurunkan Kitab kepada engkau dengan kebenaran yang membetulkan apa yang ada sebelum-nya, dan Ia menurunkan Taurat dan Injil yang dahulu adalah petunjuk bagi manusia, dan Ia menurunkan Pemisah.” (3:1-3)

 Karena berfungsi sebagai Alfurqan, maka Al-Qur’an memisahkan antara kebenaran dan kesalahan atau kepalsuan yang terdapat dalam Bibel. Kebenaran dalam Bibel diakui, sedang kepalsuannya yang antara lain berupa fitnah terhadap para Nabi yang suci (21:26-27) dan ajaran-ajarannya atau kisah-kisah yang dibengkokkan diluruskan. Surat Al-Kahfi membahas sejarah dan akidah atau dogma Kristen diawali dengan introduksi, bahwa Al-Qur’an adalah Kitab yang di dalamnya tak ada bengkok (18:1). Sebagai contoh misalnya:

 a. Nabi Harun membuat berhala anak sapi dari emas (Kel 32:1-5) diluruskan oleh Al-Qur’an 20:85-97, yang menjelaskan bahwa yang membuat berhala anak sapi ialah Samiri, bukan Harun.

b. Daud berbuat serong dengan istri Uria (2 Sam 11:3-17), diluruskan oleh Al-Qur’an 38:24-25 yang menerangkan kesucian Daud as.

c. Sulaiman menyembah berhala sebagaimana istri-istrinya (1 Raj 11:3-11), diluruskan oleh Al-Qur’an 2:102 yang menjelaskan bahwa Sulaiman tak berbuat kufur.

d. Yesus Kristus dikatakan telah mati di atas salib (Mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19:28-30) diluruskan oleh Al-Qur’an 4:157-158 yang menegaskan bahwa Isa Almasih (Yesus Kristus) tidak mati di atas salib. Beliau hanyalah diserupakan saja, subbiha lahum.

e. Syariat Ibrahim tentang khitan diselewengkan oleh Paulus (1 Kor 7:18-19; Gal 5:2) diluruskan oleh Al-Qur’an 3:95; 4:125 yang menganjurkan agar mengikuti agama Ibrahim, yakni khitan sebagai tanda kesetiaan kepada Perjanjian Ilahi.

3.            Al-Qur’an sebagai Mushaddiq

 Fungsi Qur’an berikutnya adalah sebagai Mushaddiq (2:41, 89, 97, 101; 3:3, 80; 4:47; 5:48) atau tashdiq (10:37; 12:111) yang artinya ialah membenarkan, yakni: membenarkan dalam arti menyungguhkan atau meneguhkan kebenarannya; membenarkan dalam arti meluruskan atau mengoreksi; dan dapat pula diartikan menggenapi atau menyempurnakan, jika diikuti kata perangkai lam. Jadi Qur’an Suci itu:

a. Membenarkan atau menyungguhkan kebenaran kitab-kitab suci terdahulu, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Kitab para Nabi terdahulu. Ajaran kitab suci terdahulu yang diteguhkan kebenarannya itu misalnya tentang tauhid Ilahi, berbagai macam syariat dan budi pekerti luhur.

b. Membenarkan atau mengoreksi ajaran kitab-kitab suci terdahulu. Ajaran-ajaran yang diselewengkan diluruskan oleh Al-Qur’an sebagaimana dikemukakan dalam fungsi Al-Qur’an sebagai Alfurqan diatas.

c. Menggenapi, yakni menggenapi nubuat-nubuat yang terdapat dalam kitab suci terdahulu yang jumlah ayatnya mencapai ratusan (uraian lebih mendalam dalam bab khusus).

d. Menyempurnakan, yakni menyempurnakan syariat kitab-kitab suci sebelumnya. Dalam arti ini sebenarnya identik dengan arti (c) di atas, hanya bedanya, dalam arti ini aksentuasinya pada syariat yang pada kitab suci terdahulu belum sempurna.

Cara Al-Qur’an menyempurnakan:

1.  Menghapus dan menggantikannya dengan syariat yang lebih baik, sebagaimana dinyatakan Ilahi: “Ayat apa saja yang Kami hapus atau Kami lupakan, pasti Kami datangkan yang lebih baik daripada itu atau yang sama dengan itu” (2:106). Sebagai contoh misalnya: (1) Tindak pidana zina, hukum rajam (Im 20:10-18) dimansukh oleh Al-Qur’an 24:2-4 dan 4:24 yang menetapkan hukum cambuk; (2) Kiblat Yerusalem (Dan 6:11-12) dimansukh oleh Al-Qur’an 2:142-145 yang menetapkan Mekah sebagai kiblat baru.

2. Meniadakan sama sekali, sebagaimana dinyatakan dalam ayat: “Wahai Ahlikitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Utusan Kami, yang menjelaskan kepada kamu banyak hal yang kamu sembunyikan tentang Kitab, dan mengabaikan banyak hal lagi” (5:15). Yang dimaksud mengabaikan adalah menghapus atau meniadakan syariat terdahulu, misalnya tentang ibadat kurban yang mengandung arti penebusan (Im 16:1-10; Ibr 9:28), riba yang diskriminatif (Im 25:35-37; Ul 23:19-20), dan sebagainya.

3. Melengkapi syariat yang telah ada, misalnya tentang tugas manusia hidup di dunia (Kej 1:26-28 dilengkapi oleh Al-Qur’an 7:31), bersuci jika akan bersembahyang di tempat suci (Kel 40:31-32) disempurnakan oleh Al-Qur’an 5:6), tentang pembagian harta warisan (Bil 18:26; 26:33, 54; 34:14-15; 36:3-4; disempurnakan oleh Al-Qur’an 4:11-12 dan 4:177), dan sebagainya.

4. Menghidupkan kembali syariat yang dilupakan (2:106) atau disembunyikan (5:15), misalnya tentang: salam, khitan, puasa Daud, sikap berdo’a, dan sebagainya.

Sehubungan dengan tugas mulia ini Allah menyatakan: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu dan Aku lengkapkan nikmat-Ku atas kamu dan Aku rela Islam sebagai agama pilihan kamu” (5:3; bdk Mat 5:17-19; Yoh 16:12-13).

 4.            Al-Qur’an Sebagai Hakim

 Al-Qur’an mendakwahkan dirinya sebagai Hakim, yakni yang mengadili pertikaian antar agama di dunia dengan cara menjelaskan perkara-perkara agama yang diperselisihkan, sebagaimana dinyatakan dalam ayat:

 “Demi Allah! Kami mengutus (para Utusan) kepada umat sebelum engkau, tetapi setan membuat perbuatan mereka tampak indah bagi mereka. Maka dari itu dia adalah pelindung mereka, dan mereka memperoleh siksaan yang pedih. Dan tiada Kami menurunkan Kitab kepada engkau kecuali agar engkau memberi penjelasan kepada mereka apa yang mereka berselisih di dalamnya, dan (sebagai) pimpinan dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (16:63-64)

Semua agama terdahulu asli murninya dari Allah (samawi), akan tetapi akhirnya kehilangan keasliannya, karena perbuatan umatnya yang salah oleh setan dibuat tampak indah bagi mereka. Hal inilah yang menjadi sumber perselisihan antar umat beragama, sehingga seringkali menimbulkan pertumpahan darah atas nama agama atau Tuhan. Masing-masing umat merasa, bahwa dirinya adalah yang paling benar dan umat lain salah. Masing-masing umat beranggapan, bahwa hanya agamanya sendirilah yang berasal dari hadirat Allah. Misalnya umat Kristiani, baik Roma Katolik maupun Protestanisme, menganggap kaum Yahudi tak menganut sesuatu yang baik dan benar (2:113). Demikian pula anggapan mereka terhadap Islam. Mereka tak mengakui Nabi Suci Muhammad saw. sebagai Utusan Allah. Juga tak mengakui Islam sebagai agama yang diwahyukan oleh Allah, bahkan ada di antara mereka yang menganggap ‘Islam sebagai perbuatan Iblis atau agama Antikrist’ (Dr. A. de Kuiper, 1979:83). Mereka yakin, bahwa hanya dirinya yang berhak mewaris sorga (2:111).

Anggapan semacam itu jelas tidak benar. Sorga hanyalah disediakan bagi mereka ‘yang berserah diri kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia; (2:112) tanpa memandang agama yang diakunya atau pengakuannya. Maka Islam mengajarkan bahwa di kalangan Ahlikitab atau pemeluk agama non Islam ada pula orang-orang tulus (3:112-114), baik dari kalangan orang-orang Yahudi, Sabiah, Kristen dan Majusi maupun politeistik (22:17) sekalipun, asal benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir dan berbuat baik pasti memperoleh keselamatan atau kehidupan Sorgawi (2:62). Namun hendaknya diingat, bahwa kehidupan sorgawi secara sempurna hanya dapat dicapai lewat Islam (3:16; 3:84), sebab Islam adalah sempurna (5:3) yang salah satu cirinya ialah sanggup menciptakan kehidupan Sorgawi sejak di dunia ini pula, maka dari itu ‘orang yang takut akan Tuhannya akan mendapat dua Sorga’ (55:46).

Di dunia ini umat manusia harus hidup rukun. Diciptakannya manusia itu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan dimaksudkan agar saling bermusuhan, melainkan agar saling mengenal dan tolong menolong serta hormat menghormati (49:13), bukan hanya karena etnis dan rasis tetapi juga karena teologis, sebab Allah telah membangkitkan pada tiap-tiap umat itu seorang Utusan (10:47; 16:36) atau Juru-ingat (35:24), baik yang Ibrahimik maupun non Ibrahimik (14:9). Selanjutnya Islam mengajarkan, bahwa di dunia ini tak ada seorang pun yang dihukum karena agama dan kepercayaannya, “barangsiapa suka ia boleh beriman, dan barangsiapa suka boleh kafir” (18:29) la ikraha fiddin, tak ada paksaan dalam agama (2:256). Oleh karena itu Islam menganjurkan agar umat Islam melindungi tempat-tempat suci, seperti: biara, gereja, sinagoga atau kanisah, masjid (22:40) dan sebagainya. Coba bandingkan dengan ayat Injil: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya dihukum” (Mrk 16:15-16). Ayat ini telah memakan korban jutaan jiwa manusia tak berdosa dan merobohkan ribuan Masjid, sebagaimana dapat kita saksikan yang terjadi di Bosnia-Herzegovina, di tempat yang sama Masjid-masjid menjadi rata dengan tanah sedang Gereja-gereja tetap berdiri teguh dengan amannya.

5. Al-Qur’an sebagai Mubayyin

 Sebagaimana dijelaskan dalam ayat suci yang menjelaskan tujuan Al-Qur’an diturunkan, bahwa Al-Qur’an yang diturunkan dalam bulan Ramadlan itu merupakan petunjuk bagi manusia dan tanda bukti yang terang tentang pimpinan dan merupakan Pemisah (2:185). Tanda bukti yang terang (bayyinat) bukan hanya berkaitan dengan hidayah Al-Qur’an saja, tetapi juga berkaitan dengan segala sesuatu yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu (10:37; 12:111; 16:64) yang sifatnya masih samar-samar. Sebagai contoh misalnya:

a. Tentang nama Tuhan Yang Maha Esa (29:46).

Dalam Bibel kita baca kata-kata: Allah – allah – tuhan – Bapa (1 Kor 8:4-6) – ilah – (ilah-ilah)(Kel 20:3) – dewa-dewa (Ul 18:20) – alihah (Yoh 10:34; Mzm 82:6) – Tuhan (1 Kor 8:6) dan TUHAN (Ul 6:4-5). Apakah perbedaan antara kata-kata itu? Dengan memperdalam Injil atau Bibel dari berbagai edisi dan sekte akan semakin bingung. Akan tetapi dengan menelaah Al-Qur’an dengan cermat akan mendapat penjelasan bahwa: kata Allah atau allah berasal dari bahasa Arab …. adalah nama diri Dia Sang Maha-pencipta langit dan bumi (29:61-63). Kata ilah berasal dari bahasa Arab …. bentuk tunggal, jamaknya alihah, yang jika diindonesiakan dapat menjadi tuhan, Tuhan, TUHAN atau ilah atau dewa adalah nama jenis; apa saja yang dipuja oleh manusia adalah ilah (berasal dari aliha yang artinya tahayyara atau yang mengherankan, yang dikagumi), yaitu Allah, yakni Dia Yang Esa Yang Maujud dengan sendirinya (3:2; 2:255), dapat juga ulama atau pendeta (9:31), Yesus Kristus dan ibundanya, Siti Maryam (5:116-117), hawa nafsu (25:43), dan sebagainya. Sebutan Bapa tak dikenal oleh Al-Qur’an, yang ada ialah kata Rabb (1:1) yang biasanya diartikan Tuhan adalah nama sifat sebagaimana Arrahman, artinya Yang Maha-pemurah.

b. Tentang Dzat Tuhan.

Dalam Injil ditegaskan bahwa Dzat (esence) atau Pribadi Tuhan adalah Roh (Yoh 4:24; 2 Kor 3:17). Penegasan ini justru membuat kabur tentang Dzat Tuhan, dan amat sangat membahayakan iman. Sebab membuat manusia syirik dan mengukuhkan mitologi kafir, agama pagan. Rumusan itu merendahkan derajat Tuhan Yang Maha-tinggi menjadi satu kelompok dengan Roh Kudus (Kis 2:4), Roh Yesus (Kis 16:7), Roh Kebenaran (Kis 16:13), roh-roh jahat (Luk 8:2), roh manusia (1 Kor 2:11), roh perbudakan (Rm 8:15), roh Paulus dkk (Rm 8:16), roh pemecah (Gal 5:20), roh-roh yang di dalam penjara (1 Ptr 3:19) dan sebagainya. Dalam Islam ditegaskan bahwa masalah Dzat Tuhan di luar batas kemampuan manusia, maka jangan dirumuskan dan dipikirkan. Nabi Suci bersabda: “Pikirkanlah ciptaan Tuhan, jangan kamu pikirkan Dzat Tuhan, kamu pasti binasa” (Hadits). Allah sendiri menegaskan bahwa Dzat Diri-Nya adalah laisa kamatslihi syai’un, tak ada sesuatu yang seperti Dia (42:11) dan tak ada satupun yang menyerupai Dia, walam yaku-llahu kufuwan ahad (112:4). Tentang roh atau ruh adalah urusan Tuhan sendiri, manusia tak dikaruniai pengetahuan tentang itu melainkan hanya sedikit saja (17:85). Arti dan maksudnya dapat berubah-ubah, tergantung susunan kalimatnya: dapat berarti wahyu (40:15), malaikat Jibril (19:17), Al-Qur’an (42:52), ruh manusia (15:29) dan bisa berarti semangat (97:4).

c. Tentang akhirat.

Dalam kitab-kitab suci terdahulu, masalah akhirat hanya dibicarakan secara sepintas lalu dan singkat sekali. Hampir-hampir tak teruraikan, karena miskinnya keterangan. Berbeda dengan Al-Qur’an yang membicarakan Hari Akhir secara panjang lebar, termasuk masalah Sorga dan Neraka, sehingga orang yang beriman memperoleh ilmulyakin (lih 102:1-8).

d. Tentang nubuat kedatangan Nabi akhir zaman.

Suatu nubuat tak dapat diuraikan secara tuntas jika belum tergenapi, karena menggunakan kalam ibarat dan mengandung rahasia yang dalam. Maka dari itu penafsiran tentang kedatangan Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Besar Muhammad saw. yang terdapat dalam Perjanjian Baru tak dapat dibuktikan kebenarannya dan tak tahan uji, selain hanya cukup diimani atau dipercayai saja. Sebaliknya di dalam Al-Qur’an dan tarikh Islam penuh dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang menggenapi nubuat tersebut yang semuanya dapat diuji kebenarannya.

6. Al-Qur’an yang menambah iman atau kafir

Al-Qur’an mengecam kaum Yahudi dan Kristen sebagaimana mereka saling mengecam (2:113), tetapi kecaman Al-Qur’an bersyarat yang sifatnya membimbing mereka. Kaum Yahudi jika benar-benar mengikuti Taurat pasti menerima Almasih, sebab kedatangan beliau telah dinubuatkan dalam Taurat (Yoh 5:46-47) dan juga menerima Al-Qur’an yang telah dinubuatkan pula oleh Musa (7:157; Ul 33:1-3; 34:10-12; 18:15-22). Demikian pula umat Kristen, jika benar-benar mengikuti Injil pasti menerima Nabi Suci Muhammad saw., sebab kedatangan beliau telah dinubuatkan dalam Injil, bahwa sepeninggal Yesus akan datang seorang Nabi yang namanya Ahmad (61:6) atau Parakletos, Penghibur (Yoh 16:7-14). Jadi kedatangan Nabi Besar Muhammad saw. dengan Al-Qur’annya bisa memperkuat iman penganut Taurat dan Injil (Mat 10:40-42). Tetapi kebanyakan dari mereka justru semakin durhaka dan kafir; hal ini sebagai indikasi bahwa mereka tak sungguh-sungguh melaksanakan Taurat dan Injil sebagaimana mestinya, seperti diungkapkan Ilahi dalam firman-Nya:

 “Katakanlah: “Wahai kaum Ahlikitab, kamu tak mengikuti sesuatu yang baik, sampai kamu menjalankan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu! Dan dikau menyebabkan kebanyakan mereka bertambah durhaka dan kafir; maka janganlah engkau berdukacita terhadap kaum kafir.” (5:69, lih 5:64-66)

Yang dimaksud “apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu” adalah Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an membuat kebanyakan mereka semakin durhaka dan kafir karena fungsinya sebagai Mushaddiq terhadap Taurat dan Injil serta kitab suci para Nabi terdahulu mereka artikan membenarkan atau mengoreksi, menggenapi dan menyempurnakan mereka ingkari. Dengan menggunakan arti yang pertama (meneguhkan) saja, maka mereka melakukan tahrif (2:75; 4:46; 5:13, 41) yang artinya: (1) memberikan arti dan makna yang berbeda dari maksud yang sebenarnya, (2) memindahkan letak ayat dari tempat asalnya, dan (3) mengadakan penambahan dan atau pengurangan beberapa ayat atau beberapa perkataan dari Kitab Allah. Tahrif yang mereka lakukan (dalam arti yang pertama) ialah menjadikan ayat-ayat mutasyabihat sebagai dalil dogma mereka (3:6), sebagai contoh misalnya:

a. Almasih dikandung dan dilahirkan karena Roh Allah (21:91) sebagaimana dikemukakan oleh Gema Nehemia no. 11, hal. 13. Roh Allah atau Ruh Kami (Ruhina) dalam ayat ini mereka artikan bahwa Almasih dilahirkan bukan karena bapa insani, melainkan karena Roh Kudus sebagaiman ditegaskan dalam Mat 1:18-25 dan Luk 2:1-7. Ini suatu kekeliruan, karena maksud ayat suci itu adalah Maryam dan Almasih adalah dikaruniai Wahyu Ilahi sebagaimana dijelaskan pula dalam ayat Al-Qur’an 66:12. Ayat suci tersebut menolak ‘immaculata conceptio’ (hamil tidak bernoda dari Santa Maria).

b. Almasih adalah firman Allah, kalimatuhu (4:171). Kata kalimatuhu dalam ayat ini oleh Gema Nehemia dijadikan dalil bahwa Almasih adalah firman yang menjadi daging sebagaimana dinyatakan dalam Yoh 1:14. Ini juga suatu kesalahan besar, sebab maksud ungkapan itu ialah bahwa kelahiran Almasih dimuka bumi ini sesuai dengan nubuat atau ramalan yang telah Allah sampaikan kepada para Nabi terdahulu dan juga orang-orang tulus lainnya, misalnya Siti Maryam. Kata kalimat itu mengandung banyak arti, misalnya firman atau ramalan (4:171), ciptaan Allah (18:110; 31:27), dan sebagainya.

c. Jalan yang lurus atau shirathal mustaqiem (1:5-6; 45:61). Penafsiran Gema Nehemia amat ganjil, karena Jalan yang lurus itu mereka maksudkan Yesus, selaras dengan Yoh 14:6 yang menegaskan bahwa Yesus adalah agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Suci Muhammad saw. Oleh karena itulah, beliau menganjurkan umat manusia agar wattabi’uni, ikutilah aku (43:61). Aku dalam ayat ini adalah Nabi Suci Muhammad saw. bukan Yesus Kristus sebagai mana terjemahan Gema Nehemia. Karena penafsiran yang demikian, ayat ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’, mereka artikan ‘Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami minta pertolongan’; kata Engkau mereka pahamkan Yesus, bukan Allah SWT.

d. Almasih membawa terang dan supaya ditaati (43:63). Gema Nehemia memahami bahwa Almasih adalah satu-satunya yang memberi terang di dunia seperti yang dinyatakan dalam Yoh 8:12. Hal ini secara diametral bertentangan dengan maksud ayat suci itu sendiri, hanyalah salah satu saja dari hamba-hamba Allah yang mendapat nikmat Ilahi (43:57) yang berupa petunjuk Ilahi yang terang, Injil (3:3).

e. Mukjizat Isa Almasih ‘menghidupkan orang mati’ dan lain-lain sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an 3:49 dan 5:110 oleh Gema Nehemia dijadikan dalil tentang ketuhanan Yesus sebagaimana disinggung dalam butir (d) di atas. Hal ini menyebabkan mereka semakin tersesat jauh dari kebenaran, karena semua mukjizat itu hanyalah membuktikan kenabian dan kerasulan Isa Almasih saja (3:49) sebagaimana juga terdapat dalam PB (Yoh 17:3).

f. Almasih dikaruniai Roh Kudus (2:253). Atas dasar ayat ini Gema Nehemia berasumsi bahwa hanya Almasihlah yang dikarunia Roh Kudus yang juga sering disebut sebagai Ruh saja. Hal ini juga suatu kekeliruan, sebab Ruh itu tidak hanya diturunkan kepada Almasih saja, tetapi juga kepada hamba-hamba Allah yang lain (40:15; lih 16:102).

g. Almasih mati dan dibangkitkan (19:33). Ayat ini oleh Pendeta Hamran Ambri dijadikan dalil tentang Kebangkitan Isa Almasih dari maut pada hari ketiga setelah penyaliban yang gagal (4:157). Ini juga suatu kesalahan besar, karena maksud ayat suci tersebut justru untuk membantah dogma kematian Yesus secara terkutuk (Gal 3:13-14). Kebangkitan Yesus itu yang dimaksud ialah nanti pada Hari Kiamat, beliau akan dibangkitkan dalam keselamatan sebagaimana Yahya (19:15) dan umat manusia lainnya yang juga dibangkitkan oleh Allah (19:66-68).

h. Almasih terkemuka di dunia dan di akhirat (3:45). Pernyataan dalam ayat ini oleh para Pendeta Kristen, seperti Rifai Burhanuddin, Hamran Ambri dan juga dari jemaat Nehemia ditafsirkan bahwa Almasih adalah satu-satunya manusia luar biasa yang dikaruniai kekuasaan dan kemuliaan di sisi Allah. Penafsiran itu hanyalah lamunan dan suatu kekeliruan, bertentangan dengan maksud ayat itu sendiri. Ingat di situ digunakan kata jamak muqarrabin artinya orang-orang yang dekat (dengan Allah). Kata itu oleh Gema Nehemia diterjemahkan orang yang dekat kepada Allah. Ini suatu takhrif, karena bentuk jamak (plural) diartikan tunggal (mufrad).

i. Ayat: “Sekiranya Tuhan Yang Maha-pemurah mempunyai putera, niscaya akulah yang pertama-tama dari para penyembahnya” (43:81). Ayat ini oleh Peter J. Kiswara S.J. ditafsirkan, bahwa mungkin saja Allah berputera, seandainya Allah menghendaki. Hal ini bertentangan dengan maksud ayat itu sendiri, bahwa Allah tak berputera, sebagai buktinya Nabi Suci Muhammad saw. tak pernah melakukan penyembahan selain kepada Allah SWT.

j. Ayat: “Dia (Allah) ialah Yang Pertama dan Yang Terakhir, dan Yang Terang dan Yang Tersembunyi” (57:3) oleh Pendeta Deddy Jacobus ditafsirkan bahwa yang dimaksud ‘Yang Terang’ atau Azh-Zhahir ialah Yesus Kristus. Jadi Yesus itulah Tuhan yang nampak terang, dapat disaksikan dengan mata. Penafsiran demikian bukan hanya bertentangan dengan Al-Qur’an 6:104, melainkan pula bertentangan dengan Bibel (Kel 33:20; 1 Tim 6:16).

Atas dasar keterangan di atas jelaslah bahwa hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab suci sebelumnya, khususnya Taurat, Zabur, Injil dan Kitab para Nabi Israel yang tergabung dalam Bibel hubungannya ibarat lautan dengan sungai-sungai dari berbagai pulau dan benua. Lautan adalah lukisan Qur’an Suci yang mengandung risalah yang sempurna, sedang sungai-sungai adalah silsilah kenabian dan risalah dari berbagai bangsa, baik Ibrahimik maupun non-Ibrahimik.

Di samping itu, ternyata Al-Qur’an mengungkap pula perilaku umat yang mensucikan kitab suci tersebut, khususnya umat Kristen. Mereka, terutama para ulama dan pendetanya oleh Allah diberi amanat agar menjaga Kitab Allah (5:44), akan tetapi mereka tak melaksanakan amanat itu dengan baik, karena mereka melakukan penyelewengan, antara lain berupa tahrif (2:75), tanbidz atau pembuangan (2:100-101), taktim atau penyembunyian (3:186), takhfiy atau penyamaran (5:15) dan sebagainya. Hal ini berlangsung terus sejak zaman dahulu sampai sekarang dan seterusnya. Akibatnya, Kitab Suci terdahulu tampil di muka bumi ini dalam bentuk buku yang isinya bercampur baur antara kebenaran dengan kepalsuan dalam berbagai versi. Seperti diterangkan oleh Dr. Sudibyo Markus, Injil versi King James yang diterbitkan di London tahun 1611 berbeda dengan Injil Katolik yang diterbitkan di Douay, Perancis pada tahun 1909. Juga tidak sama dengan Injil yang diterbitkan oleh American Standard Version, Authorized Version, Isaac Leeser Version, James Moftaft’s Version, J. B. Rotherham’s Version, Revised Standard Ver Robert Young’s Version, dan sebagainya. Di Indonesia saja Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia juga macam-macam. Terjemahan Lama berbeda dengan Terjemahan Baru. Terjemahan dalam bahasa Indonesia sehari-hari juga punya versi sendiri. Perbedaan semakin marak jika banyak lembaga yang menerbitkan, misalnya Yayasan Kalam Hidup Bandung menerbitkan ‘Firman Allah Yang Hidup’ Alkitab dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Oleh karena itulah dalam Al-Qur’an terdapat peringatan terhadap mereka sebagai berikut: “Wahai Bani Israel … janganlah membaurkan kebenaran dengan kepalsuan, dan jangan pula menyembunyikan kebenaran, padahal kamu tahu” (2:40, 42). Umat Kristen adalah Bani Israel secara ruhani.

KH. S. ALI YASIR

26 Tanggapan

  1. Dari tulisan di atas itu saya menyimpulkan bahwa;
    1. al quran masih utuh dari kesalahan2 tangan2 manusia yang mengumpulkan dan mengedit al Quran. Begitu bukan?

    2 perjanjian lama dan baru adalah tidak utuh semua wahyu2 ALLAH ada yang dikurangi atau di tambah. Demikian bukan?

    Kalau menurut pikiran atau ilmu, sesungguhnya kitab2 ALLAH itu tidak mungkin sempurna 100% wahyu2 ALLAH,karena;
    (a) tidak pernah diperiksa kembali oleh penerima2 wahyu yaitu nabi2.

    (b) wahyu2 ALLAH yg ribuan tahun itu, tertulis di kulit2 binatang dan daun2 atau batu, dan ada juga dari pengafal2 wahyu2 ALLAH….jadi keutuhan wahyu2 ALLAH itu tidak mungkin dipercaya lagi….pasti ada yg kurang, tdk ditemukan atau ditamah dll

    Kalau kita seorang yang beragama, percaya kepada ALLAH dan percaya kpd kekuasaan ALLAH yang mengatur dan mengontrol semua hati2 manusia…

    Maka kita yang beriman kpd ALLAH dan kitab2nya,baik muslim maupun nasrani dan yahudi, wajib percaya kpd peringatan2 ALLAH dlm al quran dan Bible, bahwa ALLAH akan menjaga wahyu2nya atau kitab2nya dari pemalsuan2 tangan2 manusia( ulama2,pastor2 Rabbib dll)

    “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu Al Qur’an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S Al-An’am 6.115)

    .”Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)” (Q.S. Al-Hijr 15

    Verily, We it is We Who have sent down Dhikr (the Al quran) and surely. We will guard it (from corruption) (QS.15:9)

    Dalam Bible;
    “Bahwa ALLAH akan menjaga wahyu2nya sampai hari kiamat.”

    Every one who hears the prophetic words of this book; If anyone adds anything to them, God will add to his punishment the plagues describe in this book. And If anyone takes anything away from the prophetic words of this book.God will take away from him his share of the fruit of the tree of life and of the Holy City, which are described in this book.Rev.22:18

    Bisakah kita mengatakan bahwa Bible itu sudah palsu?
    Kalau kita bisa mengatakan demikian menurut akal manusia,maka mereka akan mengatakan pula menurut aklnya bahwa Al quran itu adalah tidak asli lagi….oleh karena itu umat Islam tidak bisa hidup DAMAI DAN SEJAHTERA, karena sudah tersesatkan oleh beberapa ayat2 palsu.

    Bagimana pendapat anda.
    Wassalamu’alaikum wrwb
    http://latifabdul.multiply.com/journal/item/475

    • Wa’alaikum salam wr wb,
      ikhwan alatif yth, pada kesimpulan anda no 1 dan 2, kami rasa telah menjawab semua pertanyaan sdr. Jikalau sdr masih meragukan sesuatu yang berkenaan dengan wahyu Ilahi (Al-Quran) misalnya Allah tidak memeriksa kembali, karena memang sudah menjadi sifat Ilahi dan utusan-Nya yang terhindar dari kesalahan, dan hal tersebut bersifat mutlak. Kesalahan yang terjadi selama ini, jikalau dianggap salah bukan pada teks dan kandungan teksnya, akan tetapi lebih kepada perbedaan penafsiran yang disebabkan konteks ruang dan waktu, ilmu pengetahuan dll. Jadi lebih kepada manusia pembaca/penafsirnya, sehingga kandungan Al-Quran tetap up to date tergantung pada konteks pembacanya. Hal ini amat sangat berbeda jikalau kita bandingkan dengan bibel (al-kitab) yang dari sononya memang tidak pernah dibukukan, tidak pernah dihapal, tidak pernah ditulis oleh penerima wahyunya (Nabi Isa) karena memang al-kitab itu disalin dari salinan-salinan yang diambil dari terjemahan yang diterjemahkan dari terjemahan-terjemahan …. bingung kan…. dan sangat diragukan keasliannya, akan tetapi Rasulullah Muhammad saw. bersabda jangan kau dustakan al-kitab, tetapi juga jangan kau percaya sepenuhnya al-kitab, karena masih ada kebenaran didalamnya yang mesti dilihat dari kacamata Al-Quran, agar kita tidak tersesat.
      Demikian semoga bermanfaat, terimakasih. wasalam wr wb.

    • jika pernyataan di atas benar, ya masuk akal juga karena alquran itu bukan firman allah, dan terlalu sulit di artikan dari siapa kepada siapa ayat itu disampaikan, sangat banyak ayat yang tidak sinkron atau bertentangan contoh penciptaan manusia : “sekalai-kali tidak: esungguhnya kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)” Qs .70:39
      “yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang mulia penciptaan manusia dari tana” Qs. 32 :1
      “kemudian dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani) dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakan dari setitik air (mani) maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyatah” Qs 36 :77
      dia tyelah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembanta yang nyata” Qs 16 :4

      Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam)
      dari tana liat kering(yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” Qs:15 :26

      “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” Qs :96:2

      Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
      dia diciptakan dari air yang ter pancar Qs 86: 5-6

      kesimpulan: makah alquran itu bukan firman allah. allah menurut alqura adalah zat. foot note Qs 1 dan masih banyak lagi ayataaa2
      S

  2. Tapi kalau saya pelajari kisah mengenai Isa Almasih yg tidak mati disalibkan karena diganti oleh orang lain atau apapun alasannya itu dalam alquran. kok doktrin sama dengan karya penulis bidat-bidat Kristen (murtad) dengan ajaran gnostikisme-nya yang mulai muncul pada abad ke-2 ya? kurang lebih 500 tahun sebelum zaman muhammad.

    Alkitab artinya kumpulan kitab-kitab
    Alquran artinya kumplan koran-koran

    jadi, menurut saya agaknya aneh kalau koran-koran (newspaper) pada zaman muhammad mendikte kitab-kitab Perjanjian Lama&Baru yg muncul ratusan bahkan ribuan tahun sbelum zaman muhammad.

    ada yg Aneh tuch…

    baca: http://faithbookz.blogspot.com (menawan ajaran-ajaran roh antikristus)

    • Ikhwan Fajar Yth, Terimakasih atas kunjungannya;
      Sdr. Fajar mengatakan sbb:
      “Tapi kalau saya pelajari kisah mengenai Isa Almasih yg tidak mati disalibkan karena diganti oleh orang lain atau apapun alasannya itu dalam alquran. kok doktrin sama dengan karya penulis bidat-bidat Kristen (murtad) dengan ajaran gnostikisme-nya yang mulai muncul pada abad ke-2 ya? kurang lebih 500 tahun sebelum zaman muhammad”

      Tanggapan kami :
      Memang keyakinan mayoritas kaum muslimin mempercayai bahwa yang disalib di kayu palang bukan Yesus Kristus tetapi seorang murid Yesus yang berkhianat lalu diserupakan dengan Yesus ini tak berdasar sama sekali, pembahasan masalah ini bisa dibaca disini.

      Selanjutnya kesimpulan sdr mengenai Al-kitab dan Al-Quran sbb:
      “jadi, menurut saya agaknya aneh kalau koran-koran (newspaper) pada zaman muhammad mendikte kitab-kitab Perjanjian Lama&Baru yg muncul ratusan bahkan ribuan tahun sbelum zaman muhammad”;

      Tanggapan kami:
      saya yakin yang berkesimpulan demikian hanya anda sendiri, karena amat sangat berbeda dengan kesimpulan orang lain. berikut saya kutip beberapa tulisan dari orang-orang non muslim yang secara obyektif memberi komentarnya mengenai Al-Quran :
      1. “Pada umumnya gaya bahasa Qur’an itu indah dan fasih … dan di banyak tempat, teristimewa ayat yang menggambarkan keagungan dan sifat-sifat Allah, nampak agung dan megah … Qur’an begitu berhasil dan begitu memikat hati para pendengarnya, hingga banyak sekali musuh-musuh yang mengira bahwa itu adalah pengaruh ilmu sihir dan guna-guna” (Sale, Preliminary Discourse, hal. 48).

      2. “Para penulis bangsa Arab yang terbaik tak pernah berhasil mengarang sesuatu yang jasanya menyamai Qur’an Suci, ini tak mengherankan” (Palmer, Introduction, hal. 55).

      3. “Wahyu Makkiyah permulaan adalah wahyu yang mengandung sesuatu yang tertinggi dalam agama besar, dan yang paling suci dalam orang besar” (Lane, Selections, Introduction, hal. cvi).

      4. “Setiap kali kami membuka Qur’an, pertamakali kami selalu merasa muak, tak lama kemudian merasa tertarik, takjub dan akhirnya Qur’an memaksa kami untuk menghormatinya … Gaya bahasanya, sesuai dengan isi dan tujuannya, tegas, megah, hebat, kadang-kadang agung sungguh-sungguh … Dengan demikian, Kitab ini akan selalu memberi pengaruh yang kuat di sepanjang zaman” (Geothe – Hughes, Dictionary of Islam, hal. 526).

      5. “Boleh kami katakan Qur’an adalah salah satu Kitab yang paling agung yang pernah ditulis … Maha mulia dan suci, dimana Keesaan Tuhan yang Maha tinggi dikumandangkan. Sangat merangsang imajinasi para penyair, melukiskan pembalasan abadi terhadap orang yang tunduk kepada kehendak Allah yang suci, atau berontak menantangnya, semuanya digambarkan; sentuhannya yang sederhana, hampir bersahaja, Qur’an mengharukan sekali jika berkali-kali membesarkan hati atau menghibur Utusan Allah, dan peringatan yang sungguh-sungguh kepada siapa beliau diutus. Di dalam sejarah para Nabi yang sudah-sudah, bahasa Qur’an seirama benar dengan kebutuhan hidup manusia sehari-hari, apabila kehidupan sehari-hari ini disesuaikan dengan sendi dasar agama baru, baik dalam kehidupan pribadi maupun bersama. Oleh karena itu, jasa Qur’an sebagai karya literair, hendaklah, barangkali, jangan diukur dengan beberapa patokan yang telah ditentukan sebelumnya mengenai perasaan yang bersifat subjektif dan perasaan keindahan, melainkan dengan hasil-hasil yang dicapai oleh orang yang sezaman dengan Muhammad dan penduduk sesamanya. Jika Qur’an berbicara begitu ampuh dan begitu meyakinkan hati para pendengarnya, hingga dapat menempa unsur-unsur yang hingga saat itu saling bertentangan menjadi satu kesatuan yang kompak dan teratur, yang dihayati oleh cita-cita yang jauh lebih tinggi, hingga saat itu menguasai jiwa bangsa Arab, maka kefasihan Qur’an itu paling sempurna, karena Qur’an telah menciptakan bangsa biadab menjadi beradab, dan memasukkan arah baru kepada jalur sejarah lama” (Steingass – Hughes, Dictionary of Islam, hal. 527-528).

      6. “Sejak zaman purbakala, Makkah dan seluruh jazirah, tenggelam dalam kemorosotan rohani. Pengaruh yang tak seberapa dan sebentar dari agama Yahudi, Nasrani maupun filsafat terhadap jiwa bangsa Arab, persis seperti ombak kecil yang menerpa permukaan danau di sana sini yang di bawahnya tetap tenang dan tak bergerak. Bangsa Arab tenggelam dalam kepercayaan tahayul, berbuat sewenang-wenang dan jahat … Agama mereka berupa penyembahan berhala kasar, dan mereka sangat percaya sekali terhadap pengaruh makhluk jahat yang tak kelihatan … Tigabelas tahun sebelum Hijrah, Makkah mati dalam kehinaan. Alangkah menakjubkan perubahan yang dibuat selama tigabelas tahun itu … Agama Yahudi lama terdengar oleh telinga penduduk Madinah, tetapi mereka baru mau bangun dari tidur mereka setelah mendengar ajaran yang menggetarkan hati dari Nabi tanah Arab, dan seketika itu pula mereka meloncat ke kancah hidup baru yang penuh makna” (Muir, Life of Mahomet, hal. 155-156).

      7. “Amatlah sukar untuk menemukan bangsa yang lebih berpecah-belah sampai tiba-tiba terjadilah suatu keajaiban! Orang, yang karena kepribadiannya dan pengakuannya menerima pimpinan langsung dari Allah, bangkit dan benar-benar melaksanakan sesuatu yang mustahil, yaitu mempersatukan semua golongan yang suka saling bertempur itu” (Ins and outs of Mesopotamia).

      8. “Itulah satu-satunya mukjizat, yang Muhammd berhak mengakunya – ia menyebut itu “mukjizat yang kekal”; dan itu memang sungguh-sungguh mukjizat” (Bosworth Smith, Mohammed, hal. 920).

      9. “Tak pernah ada bangsa yang terpimpin begitu cepat ke arah peradaban, seperti halnya bangsa Arab oleh Islam” (Hirschfeld, New Reseaches, hal. 5).

      10. “Qur’an tak ada taranya dalam hal daya meyakinkan, gaya bahasanya dan bahkan susunannya … Dan perkembangan yang mengagumkan dari segala cabang ilmu pengetahuan di seluruh dunia Islam, ini secara tidak langsung disebabkan Qur’an” (ibid, hal. 8-9).

      Demikian tanggapan kami semoga bermanfaat. terimakasih.

  3. Allah memberikan Injil kepada Isa putra Maryam, sebagai kitab yang membenarkan kitab sebelumnya dari taurat. Dan di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

    Adapun Bible berbahasa Inggris ialah satu kitab yang digunakan oleh orang kristen, dengan menggunakan bahasa Inggris. Yang semua isinya 100% terjemahan dari kitab lain.

    Jadi kesimpulannya Bible bukan kitab yang di terima oleh Isa putra Maryam.

  4. INTI Ajaran GNOSTIKISME menolak bahwa Yesus Kristus adalah Allah yg menjadi manusia.

    Saya mau tanya sama orang Muslim. Siapakah Yesus Kristus (Isa Almasih) itu ????

    Dalam hal pengajaran sesat, Tuhan Yesus Kristus berkata

    “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas… Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka ” (Mat.7: 15; 20).

    Tuhan Yesus mengatakan bahwa dari buahnyalah kita dapat mengenal nabi palsu, sebab tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik. Jadi, nabi palsu pasti akan mengasilkan pengajaran palsu atau firman Allah palsu.

    Roh Kudus melalui perantaraan rasul Yohanes telah menyatakannya terlebih dahulu:

    “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. Setiap orang yang tidak tinggal dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah…”
    (2 Yoh.1: 7, 9).

    • Sdr Fajar Yth, Pertanyaan mengenai siapakah Isa Almasih AS itu?, berdasarkan pengakuan beliau dan firman Allah dalam Al-Quran, beliau hanyalah pesuruh Allah (Rasul Allah) yang diutus kepada Bani Israel tidak kurang dan tidak lebih.

  5. Saudaraku Muslim yg kekasih, saya cuma mau mengatakan bahwa yang saya butuhkan dalam dunia ini bukan lah agama dan legalitasnya TAPI yang saya butuhkan adalah Karya nyata kasih Allah kepada umat manusia. Memang banyak sekali ajaran tentang ketuhanan, nabi, rasul dan guru-guru yg mengajarkan moralitas tetapi tidak ada satupun dari mereka yg dapat memberikan jaminan untuk hidup kekal dalam kerajaan surga.

    sekarang saya mau tanya kepada anda:
    apakah jaminan kepastian anda untuk memiliki kehidupan kekal di surga???

    Maaf aja ya pak, bahkan Muhammad sebagai seorang yg dikatakan oleh orang Muslim sebagai nabi besar pun tidak yakin akan keselamatannya, buktinya adalah umat Muslim sampai pada saat ini masih mendoakan untuk keselamatan Muhammad….. Masa nabi anda ko pesimis gitu sih? , katanya ia sudah mendapat wahyu dari Allah??? harusnya pede donk.

    Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati anda.

    • Sdr Fajar Yth, yang dapat menjamin seseorang dapat masuk syurga atau tidak hanyalah Allah semata yang didasarkan pada amal perbuatan manusia itu sendiri, bukan sekedar mempercayai sesuatu kemudian akan diselamatkan seperti ajaran kristen. Agama adalah perbuatan dukan dogma sehingga tidak ada jaminan dari siapapun dan oleh siapapun pasti akan masuk syurga kecuali mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan. Muhammad Rasulullah dalam beristighfar bukan memohon ampun atas kesalahan beliau karena beliau adalah ma’sum (terbebas dari dosa) karena dalam perlindungan Allah, akan tetapi yang beliau lakukan adalah memohon perlindungan dari sesuatu yang akan menyebabkan dosa. jadi secara pre emtive beliau melakukan itu. sedangkan doa kaum muslimin bukan untuk mendoakan beliau agar selamat, akan tetapi adalah rasa syukur kaum muslimin sudah dibimbing beliau hingga mencapai keselamatan jadi jangan dibalik-balik. Karena tanpa hadirnya Rasulullah maka Dark Age Era yang disusul dengan renaisance di Eropa tidak akan muncul. Tolong jujur melihat sejarah. terimakasih.

  6. Setuju! Pelajari islam. Baru buka mulutmu. Atau dalam hal ini, baru berpendapat. Islam ajaran Tuhan. Bukan ajaran Manusia.
    Salut untuk studi islam!

  7. dalam alquran ada banyak terjemaham dlm kata “kami” sedangkan alquran itu adalah wahyu allah, allah adalah tunggal tp “kami” artinya jamak, dalam alquran terjemah kata “kami” mohon dijelaskan.

    • Sdr ane Yth, penggunaan kata ganti kami oleh Allah SWT biasanya digunakan untuk kata ganti yang berkaitan dengan penyampaian wahyu, misalnya dalam QS 2: 30 “Dan Kami berfirman: Wahai Adam tinggallah engkau dan istri engkau … dst ” atau digunakan dalam pewahyuan Al-Quran, misalnya dalam Qs 97:1 “Sesungguhnya Kami menurunkan itu pada saat Laitul-Qadr”. Jadi penggunaan kata ganti kami erat kaitannya dengan hubungan komunikasi antara manusia dengan Allah. Lalu mengapa Allah menggunakan kata ganti kami?, karena didalam hubungan tersebut tidak serta merta manusia terhubung secara langsung dengan Allah akan tetapi menggunakan perantaraan Malaikat maka kata ganti tersebut digunakan. Demikian penjelasan kami semoga bermanfaat, terimakasih.

  8. is the best

  9. islam agama yg bnr,dan ga da agama laen yg sempurna selaen islam.
    yesus sndri mengakui islam tp knp umat y tdk mengakui islam. ????? brarti umat nasrani menentang tuhanx sndri donkkk. byk isi firman yesus yg di tentng sndri oleh umat nasrani. yesus sndri ga mngaku tuhan tp knp umatx menuhankan dia tuhan kok bsa di bunuh gmn mau nyelamat kan umatx sdangkan dirix sndri(yesus) ga bs selamat dr salib.injil melarang mkn babi tp knp di makan oleh orank kristen.,lo umat nasrani beriman pst tdk mienyimpang dr injil y itu sndri,

    • Bkn sapap2 : tolong tunjukan di mana tertulis Yesus mengakui islam ????…….

      • Sdr dandy yth sebelum menjawab pertanyaan sdr bolehkan kami bertanya juga, tolong tunjukkan kalau Yesus mengaku Kristen, berdasarkan al kitab yang sdr yakini. terimakasih

        • pada zaman nabi-nabi, umat TUHAN dikenali dengan cara penurutan mereka kepada hukum TUHAN(.Kita harus menurut perintah TUHAN kerana iman tanpa perbuatan adalah mati.itu yg dinyatakan dalam alkitab) iaitu mereka yg memelihara hari sabat/sabtu sebagai hari yg kudus. tidak ada nama agama pada waktu itu. kewujudan nama agama ini adalah perlu supaya orang2 yg mempunyai iman yg sama contohnya spt kami umat SEVENTH DAY ADVENTIST iaitu nama kpd umat2 yg menguduskan hari sabat..ini supaya kami boleh berkumpul di gereja yg sama..itu sahaja kepentingan nama agama..nama agama tidak menjamin keselamatan,,apa yg penting jaran dan hukum10 yg diberikan oleh TUHAN harus dipraktikan..ingat dipraktikkan bukan untuk mendapatkan keselamatan..tetapi dipraktikkan sebgai tindakbalas atau penerimaan kita terhadap KESELAMATAN yg ditawarkan oleh YESUS melalui kematian dan pengorbananNYA di kayu salib,,sebab kalau tanpa keselamatan yg dierikan oleh YESUS ini percuma saja…walau bagaimana banyak pun amalan baik seseorang itu tidak mampu menyelamatkan dirinya..kerana manusia telah jatuh di dalam dosa..berbicara tentang dosa ..inilah yg tidak mampu difahami oleh saudara kita yg beragama islam kerana bagi mereka pelanggaran Adam dan Hawa terhadap perintah TUHAN supaya tidak memakan buah yg dilarang itu adalh perkara kecil sahaja..sedangkan inilah yg merupakan detik kejatuhan manusia di dalam dosa,,istilah dosa itu sendiripun mereka tidak memahaminya..mereka kata itu adalah kesalahan kecil sahaja dan mampu diampuni oleh TUHAN dengan begitu sahaja. maksudnya tanpa apa2 tindakan..cukup dengan TUHAN mengatakan ‘oh Adam dan Hawa kamu telah berdosa..tetapi tidak mengapa sebab AKU mengasihi kamu jadi kamu diampuni.wah alangkah senangnya….ingat walaupun ALLAH itu sumber segala KASIH tetapi DIA juga adalah MAHA ADIL. Sifat KASIHNYA tidak boleh merosakkan SIFAT ADILNYA. Kalau ALLAH hanya mengampuni tetapi tidak bertindak apa apa terhadap pelanggaran adam dan hawa maka ini akan merosakkan sifat ADILNYA. ALLAH harus bertindak supaya kedua dua sifat ini tetap terpelihara dalam diriNYA. Jadi ALLAH mengampuni dan pada masa yg sama harus bertindak sejajr dengan apa yg telah dinayataknNYA sebagai akibat daripada perlanggaran tersebut. SATU lgi sifat ALLAH IALAH MAHA KUASA. ALLAH boleh saja membatalkan hukuman atas perlanggaran yg dibuat adam dan hawa tetapi sekali lagi itu akan merosakkan sifat ADILNYA.Jadi ALLAH mesti memelihara ketiga tiga sifat itu MAHA KUASA, MAHA ADIL DAN MAHA KASIH. Sifat ini tidak boleh bercerai di antara satu dengan yg lain..JADI mengapakah kalau ALLAH mengampuni saja tanpa berbuat apa apa itu akan merosakkan KEADILANNYA? Kerana ALLAH telah berfirman ‘jika kamu memakan buah itu kamu akan mati’
          mereka harus dihukum mati..itu sudah jelas..mesti dilakukan..kerana mereka telah melakukan dosa..apakah dosa itu? jelas dalam alkitab “dosa ialah perlanggaran terhadap hukum atau perintah TUHAN..dan upah dosa ialah maut..tidak boleh tidak..mesti mati..tetapi kalau setakat hukum mati saja tanpa mengampuni rosak pula sifat KASIH. Jadi ALLAH mengampuni untuk menyatakn KASIHNYA kepada .adam dan hawa yg merupakan nenek moyang kita. Upah dosa ialah maut. INI menyatakan kpd kita bahawa dosa itu bukanlah sesuatu perkara yg remeh. untuk mengampuni dosa mesti ada tebusannya. Maka oleh itu YESUS rela mati di kayu salib dicaci dihina dan direndahkan dan seterusnya dibunuh demi menyelamatkan adam dan hawa sebagai keturunannya supaya semua memperolehi keselamatan. inilah yg saya katakan sgt sukar diterima oleh orang islam…itulah juga sebabnya mengapa YESUS membiarkan diriNYA disalibkan dihina dan dicaci maki..kerana DIA mengasihi.kita.tidak ada cara lain lagi..
          kerana dosa itu terlalu besar,,dengan melanggar perintah ALLAH, .,adam dan hawa memilih untuk mendengar hasutan setan..jadi untuk menebus dosa yg teramat besar ini perlukan tebusan yg teramat besar..malaikat TUHAN menawarkan diri untuk menebus dosa manusia..tetapi jiwa mereka tidak cukup besar atau mampu untuk misi penebusan ini..hanya MEREKA yng berada dalam JABATAN KEALLAHAN saja yg layak untuk misi penebusan ini. Kerana ALLAH melihat betapa gelap nya dosa itu.terang yg kecil dari malaikat tak mampu menembusi kegelapan yg teramat dahsyat itu Hanya terang daripada ALLAH shaja yg mampu mengalahkan kegelapan yg maha dahsyat akibat daripada kejatuhan manusia di dalam dosa. Maka itu hanya ALLAH sahaja yg mampu menebus dosa itu kerana DIA adalah SANG PENCIPTA.
          Ada pula terdengar nada nada sumbang yg mengatakan..kalau YESUS benar benar TUHAN kenapa dia tidak mempunyai kuasa untuk membebaskan diri dari kayu salib? itu sudah terjawab kerana misiNYA memang mati di kayu salib. KENAPA DIA tidak mempunyai kuasa sewaktu berada di dunia? bolehkah anda bayangkan apa yg terjadi kalau YESUS mengenakan kuasa KEALLAHAN di dalam diriNYA sewaktu berada di dunia? CUBALAH mendekat kepada cahaya matahri kalau kapal anda tidak meletup.mengapa :keraana sinar dan cahaya serta bahang matahri jtu sangat panas..masih ingat cerita tentang Musa sewaktu berhadapan malaikat TUHAN,,baru malaikat sahaja Musa sudah tidak TAHAN..mengapa tidak tahan sedangkan malaikat pun ciptaan TUHAN? Kerana malaikat walaupun ciptaan mereka adalah makhluk suci tanpa noda dan dosa sedangkan Musa adalah orang yg berdosa..itulah bezanya..cuba bayangkan kalau YESUS yg adalah TUHAN menggunakan atau memakai kuasaNYA sinar kemuliaanNYA tentulah akan membinasakan semua orang..dan kalau bgitu bagaimanakah msi penebusanNYA dijalankan?banyak lagi yg harus diterangkan di sini tapi oleh kerana masa tidak mengizinkan saya sambung pada ketika yg lain..berbalik kpd perkara pokok ..di dalam alkitab YESUS memang tidak menyatakn bahawa DIA beragama kristen sebab spt yg. dinyatakan di atas nama agama waktu itu ..lagipun DIA adalah pusat atau tujuan mengapa seseorang itu beragama..jadi untuk melihat siapa umat YESUS yg sebenar harus dilihat melalui contoh yg ditunjukkan oleh YESUS sendiri..iaitu menguduskan SABAT/SABTU.._(adakah orang islam menguduskan sabtu?), memelihara kesepuluh hukum,
          tidak makan yg haram, menerima YESUS sbgai JURUSLAMAT,
          sbgmana yg dikatakn olehNYA…AKU ADALAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP TIADA SEORANGPUN YG DPT DATANG KPD BAPA TANPA MELALUI AKU. JADI seandainya anda mempraktikkan semua yg difirmankan oleh YESUS maka anda adalah umatNYA tidak kiralah apa sahaja nama agama anda kerana kami YG seventh day adventist pun kalau hanya pada nama sahaja tanpa mempraktikkan firman YESUS..pun tiada gunanya sia sia saja..jadi bila pula YESUS menyatajn bahawa DIA beragam islam…? YESUS tidak memerlukan agama kerana DIA adalah pusat kepada peribadatan..kitalah manusia yg memerlukan agama

          • Pertanyaan di atas “Yesus mengaku kristen” ini suatu pertanyaan anak sd, apa arti sebuah nama, nama julukan , nasrani, kristen artinya pengikut Tuhan Yesus!

    • siapa yang mengatakan semua orang kristen makan babi. kami golongan kristen pemelihara hari sabtu sebagaimana yang termaktub dalam hukum yang keempat yg diberikan TUHAN kepada nabi Musa di Gunung Sinai tidak makan babi. malahan ada benda jijik dan haram yang anda makan kami tidak makan seperti sotong, udang, kerang dan ikan yg tidak mempunyai sisik sebgaimana yg telah dinyatakn dalam alkitab kerana TUHAN menyatakan semua itu adalah kejijikan. mereka yg memakan benda 2 yg anda nyatakn itu adalah mereka yg menggantikan hari perhentian dari hari sabtu/sabtu ke hari minggu. maaf saudaraku yg berhenti pada hari minggu. inilah akibatnya kalau anda tidak mengikut ajaran alkitab maka anda akan dihukum oleh alkitab sendiri.

      • Maaf, saudara, anda ter masuk yang tidak mengikuti injil, jadi kolompok anda mengikuti injil dengan penuh ke’pura2an, sebap Tuhan Yesus suda menyatakan dalam injil, “Bapaku beker hari ini, Tuhan Yesus mengatakan itu pada hari sabat” di kisa para rasul juga, Tuhan menyatakan “semua binatang yang hidup boleh kmu makan dan halal.

  10. Dari bahasan di atas hanyalah isapan jempol aja ko. Saya beri contoh Alquran edisi revisi thn 1989 CV. jaya sakti surabaya.
    “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang dirurunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepadaNya berserah diri”
    Di Alqruan terbitan lain, lain juga, berubah

    • Sdr Hengkie Yth.
      Jika sdr ingin mengerti kandungan Al-Quran pertama yang harus dipahami adalah Al-Quran adalah kitab suci yang tidak ada keraguan didalamnya, karena ia adalah kitab suci yang masih murni jika didalam hati sdr tidak bersih ya sudah pasti sdr tidak akan bisa mengerti kandungannya. apalagi sdr memiliki keinginan mendebat Al-Quran dan meyakini Al-Quran itu sama saja dengan buku-buku biasa lainnya, tentu sdr tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali makin membenci Al-Quran. Tetapi betapa Allah amat sayang kepada manusia, coba ikuti apa yang dilakukan oleh mantan biarawati ibu Irene Handono. Dengan rasa ingin tahu beliau mempelajari Al-Quran maka Al-Quran akan membimbing sdr kepada cahaya kebenaran dan hingga kini telah jutaan orang memeluk Islam karena kagum kepada kitab suci ini, bandingkan dengan bibel yang saat ini semakin ditinggalkan umatnya karena kitab ini penuh dengan kontradiksi, cabul, dan memalukan pembacanya, contohnya coba baca kidung agung… (apakah seperti itu isi sebuah kitab suci!).. maka benar sekali kata-kata Lukas dalam Lukas 1:1-4 sbb: “Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Mereka menulis sesuai dengan yang diceritakan kepada kita oleh orang-orang yang melihat sendiri peristiwa-peristiwa itu dari permulaan, dan kemudian menyiarkan kabarnya. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar”. Coba Bandingkan dengan Al-Quran “Jika seandainya manusia dan jin bergabung menjadi satu untuk membuat yang seperti Qur’an, mereka tak dapat membuat yang seperti ini, walaupun sebagian mereka membantu sebagian yang lain.” (17:88) “Dan apabila kamu ragu-ragu tentang apa yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, maka buatlah satu surat seperti ini dan panggillah penolong kamu selain Allah, jika kamu orang yang tulus.” (2:23)

      Demikian tanggapan kami semoga bermanfaat, terimakasih.

  11. saya sangat setuju semua pembahasan, karena memang pengetahuan jemaahnyahanyasebatas, “saya “islam sembayam lima waktu dan menghafal dua kalimat sahadat serta doa doa

  12. Sejak awal hubungan tersebut tersembunyi / ayat samar-samar atau ayat Mutasyabihaat.

    Karena tersembunyi jadi semua yang mau tahu mencari-cari !

    Lihat: http://hubungantersembunyi.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: