Apakah Al Masih yang dijanjikan itu seorang nabi?

Sebelumnya tadi saya katakan bahwa Khataman Nabiyyin merupakan ayat Muhkam Qur’an Suci yang tegas menyebutkan bahwa Nabi Suci merupakan Nabi Terakhir (Nabi Penutup) dan tidak perlu ditafsirkan lagi seperti:

         Nabi Yang terakhir dalam artian Nabi yang membawa syari’at sementara nabi2x yang tidak membawa syari’at masih bisa datang setelah Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti pendapatnya Qadiyani)

         Nabi Yang terakhir dalam artian pengangkatannya, seperti  Nabi Isa, Nabi Khaidir, Nabi Idris dan Nabi Ilyas masih bisa datang setelah Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti Pendapat Umat Muslim umumnya)

Dua pendapat yang berbeda namun pada hakikatnya sama yakni sama2x meyakini ada nabi setelah Nabi Suci Muhammad

Berikut ada komentar dari mas Wasim

kalo udah ada nabi baru, apapun itu istilahnya… tetep aja sudah mengingkari syahadat dan aqidah Islam. yg jelas, kalo sudah spt itu ya namanya sesat. ngerti ora???

Penjelasan HMGA terkait tentang “kenabian” (nabi dalam tanda petik) tidak boleh dilepaskan dari keyakinan umum umat Islam yakni tentang eksatologik profetik yakni nubuatan tentang akhir zaman yang ditandai dengan nuzulul Masih yakni turunnya Al Masih di akhir zaman, segenap umat Muslim meyakini ini, begitu juga dengan kaum Ahmadi hanya saja yang menjadi persoalan apakah Al Masihnya itu Nabi Isa yang hidup 2000 tahun yang lalu atau Al Masih yang lain yang tidak lain seorang Imam dari kalangan Muslim?. Tak pelak lagi bila kita melihat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

Kaifa Antum Idza Nuzulul ibnu maryama fiikum wa imamukum minkum (Bagaimana keadaan kamu semua bila turun Ibnu Maryam diantara kalian dan merupakan seorang imam kamu dari kalangan kamu)

Kalimat seorang Imam kamu dari kalangan kamu jelas sekali merujuk kepada golongan Muslim bukan dari golongan Yahudi. Dan keyakinan kaum Ahmadi mengenai Nabi Isa, beliau hanyalah seorang manusia biasa yang mempunyai keterbatasan fisik, beliau bukan Tuhan yang bisa hidup selama-lamanya tanpa makan dan minum

 

“Adapun orang-orang yang mereka seru selain Allah, mereka tak dapat menciptakan apa-apa malahan mereka itu diciptakan. (mereka) mati tak hidup. Dan mereka tak tahu kapan mereka dibangkitkan.” (16:20-21)

“Kami tidak mengutus sebelum engkau (wahai Muhammad) setiap Rasul kecuali mereka itu makan-makanan.” (25:20)

“Dan Kami tak membuat mereka (yakni para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan.” (21:8)

 

Dus ayat ini sangat jelas sekali bahwa begitu ayat ini diturunkan semua dzat yang dianggap tuhan pasti telah wafat, dan kita yakin bahwa Nabi Isa itu dipertuhankan oleh Umat Kristen (Qs 5:72). Bila Nabi Isa belum wafat tentunya ayat-ayat ini menjadi dukungan kuat bagi keyakinan umat Kristen dan membuktikan bahwasannya Nabi Isa Itu benar-benar Tuhan. Selain dalil itu, dalil Quran Suci maupun Hadits banyak sekali yang membuktikan bahwa Nabi Isa telah wafat dalam usia 120 tahun (baca: Nabi Isa telah wafat)

Memakai kacamata kaum Muslim Ahmadi ini tidak disanksikan bahwasannya Eksatologik profetik Nabi Suci mengenai Nuzulul Masih ini bukanlah seorang Yahudi (Al Masih Israeli)  melainkan seorang dari keturunan Rohani Nabi Suci yakni dari kalangan umat Muslim (Al Masih Muhammadi). Kini yang menjadi permasalahan adalah apakah Al Masih Muhammadi itu seorang Nabi atau bukan. Polemik inilah yang menyebabkan pecahnya Ahmadiyah menjadi 2 pada tahun 1914, setelah 6 tahun wafatnya HMGA.

Dalam keyakinan umat Islam, Qur’an Suci merupakan sumber hukum tertinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari itu, segala persoalann hendaknya menjadikan Qur’an sebagai hakimnya lalu sumber hukum yang kedua adalah Hadist Nabi Suci saw.. Kenabian Al Masih Muhammadi ini hanya terdapat dalam Hadits, dan tidak ada didalam Quran Suci. Sementara itu tertulis jelas dalam Quran Suci dan ini merupakan ayat Muhkam (ayat yang tegas dan tidak perlu ditafsirkan) yakni Nabi Suci merupakan Khataman-Nabiyyin yakni Nabi terakhir. Dalam menyikapi dua hal yang berbeda inilah maka HMGA menafsirkan kenabian Al Masih Muhammadi ini dengan “nabi” dalam artian kamus (etimologi) yakni seseorang yang banyak menerima Naba’  dari Allah, seseorang yang menerima Naba’ dari Allah dalam kamus bahasa Arab disebut nabi, atau kenabian Al Masih Muhammadi ini merupakan nabi dalam pustaka sufi. Dalam literatur Sufi ada istilah-istilah nabi ghairi mustaqil, nabi ghairi tasryri, nabi ummati,  Nabi majazi yang pada hakikatnya bukan seorang Nabi dalam terminologi Islam (Bukan Nabi yang sesungguhnya) yang dalam hadits orang seperti ini disebut Muhaddats yakni orang yang banyak menerima ilham Allah meski ia bukan nabi, Dus dengan demikian dalam hal ini hanya golongan Islam dari Ahmadiyah Lahore saja yang bisa tegas berpendapat bahwa Nabi Suci Muhammad merupakan Nabi Terakhir yang setelahnya tidak akan datang lagi baik nabi baru maupun nabi lama, disamping juga tetap meyakini hadits-hadits nuzulul Masih.

Sebelumnya tadi saya katakan bahwa Khataman Nabiyyin merupakan ayat Muhkam Qur’an Suci yang tegas menyebutkan bahwa Nabi Suci merupakan Nabi Terakhir (Nabi Penutup) dan tidak perlu ditafsirkan lagi seperti:

         Nabi Yang terakhir dalam artian Nabi yang membawa syari’at sementara nabi2x yang tidak membawa syari’at masih bisa datang setelah Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti pendapatnya Qadiyani)

         Nabi Yang terakhir dalam artian pengangkatannya, yakni Nabi Isa, Nabi Khaidir, Nabi Khidir dan Nabi Ilyas masih bisa setelah datang Nabi Terakhir Muhammad saw (seperti Pendapat Umat Muslim umumnya)

Dua pendapat yang berbeda namun pada hakikatnya sama yakni sama2x meyakini ada nabi setelah Nabi Suci Muhammad

Sekali lagi kami garis bawahi bahwasannya dakwahan HMGA tentang “nabi” tidak terlepas dari ijtihad HMGA dalam rangka mensinkronisasikan ayat Quran Suci yang secara tegas menyebut Nabi Suci sebagai Khataman Nabiyyin dengan Hadits2x Nuzulul Masih yang tertulis jelas beliau merupakan seorang nabi

2 Tanggapan

  1. salam
    ketika saya membaca tulisan ini, saya ingin sekali sedikit mengomentari, karena ini hal yang sangat tabu sekali ketika orang sudah membahas Nabi, Rosul, dan lain sebagainya.
    mari kita buka mata sehingga bisa melihat ayat-ayat Alloh, mari kita buka telinga kita sehingga kita bisa mendengar ayat-ayat Alloh, mari kita buka qolbu kita sehingga dapat memahami ayat-ayat Alloh.
    bukankah semenjak dulu Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan begitu juga dengan Muhammad Rosululloh itu membawa syari’at yang sama yaitu “An-Aqimuddin” TEGAKKANLAH DIN (42/13)
    “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang Din apa yang telah diwasiatkan Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah Din dan janganlah kamu berpecahbelah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik Din yang kamu seru mereka kepadanya. Alloh menarik kepada Din itu orang yang dikehendaki Nya dan memberi petunjuk kepada (Din) Nya orang yang kembali”
    sehingga aturan Alloh ini (Dinulloh) dapat dimenangkan -dzohir- dari segala aturan yang ada dibumi, aturan yang dibuat oleh tangan-tangan manusia (9/33, 61/9, 48/28).
    ketika kita mengatakan bahwa Muhammad Rosululloh adalah Nabi terakhir, memang kita tidak bisa menyangkal karena beliaulah Nabi setelah Nabi Isa as yang telah menegakkan Aturan Alloh sehingga cahaya Alloh menerangi dunia, Islam telah -Yauma Akmaltu- sempurna dengan proses perjalan 23 tahun dari Iqro (S.96) sampai dengan Yauma Akmaltu (S.5/3), dan beliaulah Nabi terakhir dari garis keturunan Nabi Ismail yang menegakkan Din Alloh, beliaulah pembawa berita terakhir yang ditunjuk oleh Alloh untuk disampaikan kepada ummat manusia. adakah berita tentang kenabian yang akan datang setelah Nabi Muhammad dalam Al-Quran?
    sebelum menjawab itu saya sedikit melanjutkan perjalanan atas tegaknya Aturan Alloh yang telah dibangun oleh Muhammad Rosululloh, pada dasarnya ada 4 syarat dikatakan Islam sudah sempurna, yaitu sudah terciptanya:
    1. Ummatan Wahidatan, ummah yang yang diikat dengan satu aqidah, tunduk patuh pada aturan Alloh
    2. Hukum Alloh yang bersumber pada Al-Quran dan Sunnah
    3. Penegak Hukum, yang menjalankan Hukum Alloh dimuka bumi ini
    4. Wilayah, teritorial yang merdeka sehingga tanaman Alloh dapat tumbuh subur ditempat itu.
    ketika Muhammad Rosululloh sudah meninggal maka digantikanlah beliau dengan para Kholifatur Rosul yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah.
    Sahabat
    sesuai dengan Sunnah Alloh dalam penciptaan yaitu berpasang-pasangan -ajwaz-(36/36) siang-malam, baik-buruk, haq-bathil dan sebagainya. tentu pasti Hukum yang ditegakkan oleh Muhammad Rosululloh tidak terus konsis sampai akhir, pasti ada keruntuhannya, siang tidak akan selamanya siang begitu juga malam(28/71-72). kapan Islam ini dikatakan runtuh?
    mungkin banyak sekali pertanyaan dalam benak kita, dan ini merupakan tidak lain adalah upaya kita dalam mendekatkan diri kepada Alloh, mungkin komentar ini sampai disini dl, lain kali sy akan lanjutkan. puji bagi Alloh

  2. kapan Islam ini dikatakan runtuh?
    mungkin banyak sekali pertanyaan dalam benak kita, dan ini merupakan tidak lain adalah upaya kita dalam mendekatkan diri kepada Alloh, mungkin komentar ini sampai disini dl, lain kali sy akan lanjutkan. puji bagi Alloh

    …………….

    Islam artinya damai, dan dengan pertanyaan tersebut diatas; jawaban saya adalah Islam akan runtuh apabila dihati kita belum ada rasa damai.

    Apabila diri seseorang masih dikuasai oleh hawa nafsu, sesungguhnya Islam seseorang itu telah runtuh

    Saya sendiri memahami bila marah tak terkendali, Islam saya telah runtuh

    Semoga diri kita selalu dekat dengan Allah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: