• Selamat Datang

    Banyak umat Islam yang tidak / belum mengetahui perpecahan dalam Ahmadiyah yang terjadi tahun 1914. Pada tahun tersebut Ahmadiyah terpecah menjadi dua. Perpecahan itu diakibatkan tiga perbedaan yang sangat FUNDAMENTAL yakni :
    1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad betul-betul Nabi.
    2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur'an Suci. 61:6.
    3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (klik Ainai Sadaqat . hal 70-71)
    Yang mendukung pendapat itu adalah Ahmadiyah Qadiyan. Di indonesia organisasi itu bernama Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
    Sedangkan yang tidak menyetujuinya memisahkan diri dan membentuk anjuman baru. Anjuman itu bernama Anjuman Ahmadiyya Ishaati Islam Lahore (AAIIL) atau yang lebih dikenal dengan nama Ahmadiyah Lahore. Di Indonesia organisasi ini bernama Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Untuk lebih mengenal lebih lanjut tentang Ahmadiyah Lahore ini silahkan klik
    -Gerakan Ahmadiyah Indonesia
    - Kliping Tentang Ahmadiyah

  • Artikel Terakhir

  • Kategori

  • Sign In

Aqidah

  • 1. Percaya kepada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dan percaya kepada semua perkara agama yang telah disetujui oleh para Ulama Salaf dan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Dan yakin bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Nabi yang terakhir.
  • 2. Nabi Muhammad saw. adalah khatamun nabiyyin. Sesudah beliau tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.
  • 3. Sesudah Nabi Muhammad saw. Malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwwat kepada siapa pun.
  • 4. Apabila Malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat:”Walaakin rasuulullaahi wa khaataman-nabiyyiin” (Qur’an Suci 33:40), dan berarti membuka khatamun nubuwwat.
  • 5. Sesudah Nabi Muhammad saw. silsilah wahyu Nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah wahyu Walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlaq umat tetap segar.
  • 6. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. bahwa didalam umat ini tetap akan datang Auliya Allah, para Mujaddid, dan para Muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.
  • 7. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan nabi, hanya berkedudukan sebagai mujaddid.
  • 8. Percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad  bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu seseorang yang tidak percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir
  • 9. Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, tidak boleh disebut kafir. Mungkin seseorang bisa berbuat  salah, akan tetapi  dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir
  • 10. Kami berpendapat bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai pelayan dan misi Nabi Muhammad saw.