10 Kriteria Aliran Sesat MUI dan Ahmadiyah Lahore

Oleh: Erwan 

Kriteria sesat telah dibuat oleh MUI antara lain:

1. Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam

2. Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Alquran dan Assunah)

3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran

4. Mengingkari autentisitas dan kebenaran Alquran

5. Menafsirkan Alquran yang tidak berdasar kaidah-kaidah tafsir

6. Mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam

7. Menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan nabi dan rasul

8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir

9. Mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariat.

10. Mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

(sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=312846&kat_id=3 )

Kini para pembaca bisa membandingkan apakah Ahmadiyah Lahore itu termasuk sesat atau tidak?

Keyakinan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tentang Rukun Iman:

“Our Kalima is: There is no god but Allah, and Muhammad is the Messenger of Allah. I believe in Allah, the angels, the apostles, the revealed Books, paradise and hell and the Day of Resurrection

Keyakinan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tentang Rukun Islam:

We say the same prayers, face towards the same Qibla, fast in the month of Ramadaan in the same manner. There is no difference in our Hajj and Zakaat. (Commentary of Sura Fatiha, pp. 297-298)

‘There is no shortcoming in the commandments. Our prayer, fasting, pilgrimage, Qibla, Zakaat, and Kalima are the same. (Ruhani Khaza’in No. 2, vol. x, page 451) selanjutnya

Injil Barnabas Injil Yang asli ???

Oleh: Simon Ali Yasir 

[Hingga kini banyak sekali umat Muslim yang beranggapan bahwa Injil Barnabas adalah Injil yang asli,  sedemikian rupa keyakinan itu hingga mereka menafsirkan Qur'an Suci - khususnya tentang penYaliban Yesus - dengan menjadikan Injil tersebut menjadi hakim bagi Qur'an Suci. karena mereka beranggapan bahwa yang disalib itu bukan Yesus melainkan Yudas Iskariot dan Yesus itu sendiri diselamatkan dengan diangkat kelangit kedua dengan badan wadagnya. Kini yang menjadi pertanyaan benarkah Injil Barnabas itu asli?, bukankah hanya kitab Al-Quran saja yang kemurniannya dijaga oleh Allah Ta'ala?]

Injil Barnabas menurut Qur’an Suci

Dan sebagian mereka buta huruf; mereka tak tahu Kitab, selain (dari) desas-desus dan mereka hanya mengira-ngira saja. Maka celaka sekali orang yang menulis Kitab dengan tangan mereka, lalu berkata: Ini adalah dari Allah; agar mereka memperoleh harga yang rendah sebagai pengganti ini. Maka celaka sekali mereka, karena apa yang mereka tulis dengan tangan mereka, dan celaka sekali mereka, karena apa yang mereka usahakan” (2:78-79)

Sangatlah tepat gambaran Qur’an Suci tentang kitab Suci yang sudah-sudah bahwa pengetahuan mereka tentang Kitab (ajaran) tersebut adalah dari desas-desus dan perkiraan saja hal ini diakui oleh Injil Lukas selanjutnya

NABI MUHAMMAD, KESUDAHAN PARA NABI, NABI TERAKHIR (KHATAMAN NABIYYIN)

Oleh: Simon Ali Yasir

[Akhir-akhir ini marak dibicarakan di pelbagai media masa baik elektronik maupun koran tentang aliran Al Qiyadah Al Islamiyah, pengakuan pendiri aliran tersebut (Ahmad Mushadiq) bahwa dirinya adalah nabi dan rasul menimbulkan pertentangan keyakinan umat Islam yang berdasar kepada Quran Suci dan Hadits. Tidak disangsikan lagi bahwasannya Nabi Suci Muhammad saw adalah Nabi terakhir, karena itu anggapan adanya nabi setelah Nabi Muhammad saw tentu saja bertentangan dengan Quran Suci dan Hadits, namun yang cukup menggelitik dibenak saya adalah bukankah mainstream umat Islam juga umumnya meyakini bahwa akan datang lagi Nabi setelah Nabi Muhammad saw yakni Nabi Isa as?. Dalam hal ini Hazrat Mirza Ghulam Ahmad beserta para muridnya yang setia (Ahmadiyah Lahore)  berkeyakinan teguh bahwa Nabi Suci Muhammad adalah Nabi terakhir dalam artian tidak akan datang lagi nabi, baik nabi baru maupun nabi lama, berikut ini adalah dalil-dalil dari Qur'an Suci dan Hadits]

 

Maha berkah Dia Yang telah menurunkan Furqon (Pemisah) kepada hamba-Nya, agar ia menjadi juru ingat bagi bangsa-bangsa” (25:1).

Segala sesuatu itu terjadi karena kebutuhan, Karena kenabian telah sempurna pada diri Nabi Suci Muhammad saw­. dan agama dalam Islam, maka sekarang dunia tidak lagi membutuhkan datangnya Nabi dan agama baru. Quran Suci menyatakan sebagai berikut:

Muhammad bukanlah ayah salah seorang dari orang-orang kamu, melainkan ia adalah Utusan Allah dan penutup para nabi … (33:40)

1.1 Dasar Pengertian

Sabda Ilahi dalam Quran Suci (33:40) itu mengandung tiga pernyataan yang saling berkaitan, yaitu

  • 1. Nabi Suci Muhammad saw. bukan ayah salah seorang lelaki turunan siapapun.

  • 2. Nabi Suci Muhammad saw. adalah Utusan Allah.

  • 3. Nabi Suci Muhammad saw. adalah penutup para Nabi. Read more »

Murtad Dalam Islam

Oleh: Maulana Muhammad Ali

 [Benarkah hukuman Murtad dalam Islam adalah halal darahnya? Bukankah Tak ada paksaan dalam Agama Islam, berikut ini kami sajikan artikel dari Islamologi untuk menghilangkan kesalah-pahaman bahwa Islam adalah agama kekerasan agama intoleransi serta agama yang brutal. Untuk melengkapi pengetahuan tentang masalah ini ada baiknya juga membaca artikel: Jihad dan Jizyah ]

Kata murtad berasal dari kata irtadda menurut wazan ifta’ala, berasal dari kata radda yang artinya: berbalik. Kata riddah dan irtidad dua-duanya berarti kembali kepada jalan, dari mana orang datang semula. Tetapi kata Riddah khusus digunakan dalam arti kembali pada kekafiran, sedang kata irtidad digunakan dalam arti itu, tapi juga digunakan untuk arti yang lain (R), dan orang yang kembali dari Islam pada kekafiran, disebut murtad. Banyak sekali terjadi salah paham terhadap masalah murtad ini, sama seperti halnya masalah jihad. Pada umumnya, baik golongan Muslim maupun non-Muslim, semuanya mempunyai dugaan, bahwa menurut Islam, kata mereka, orang murtad harus dihukum mati. Jika Islam tak mengizinkan orang harus dibunuh karena Read more »

Jizyah

 Oleh: Muhammad Ali

 [Artikel ini diambil dari bab Jihad buku The Religion of Islam yang telah diindonesiakan dengan judul Islamologi]

Menurut penjelasan ulama, kata jizyah berarti pajak yang dipungut dari rakyat non Muslim merdeka dalam negara Islam, yang dengan pajak itu mereka mengesahkan perjanjian yang menjamin mereka mendapat perlindungan, atau suatu pajak yang dibayar oleh pemilik tanah. Kata jizyah berasal dari kata jaza artinya membalas jasa atau mengganti kerugian terhadap suatu perkara, atau terhadap perbuatan yang telah dilakukan (LL). Dalam Qur’an Suci, kata jizyah hanya disebutkan satu kali dalam satu ayat yang berhubungan dengan Read more »

JIHAD

Oleh: Muhammad Ali 

 [Artikel ini diambil dari salah satu bab buku The Religion of Islam yang telah diindonesiakan dengan judul Islamologi]

 Arti kata jihad Banyak sekali terjadi salah paham tentang arti jihad dalam Islam, yaitu kata jihad dianggap sama artinya dengan perang. Bahkan para penyelidik besar bangsa Eropa yang pintar-pintar pun tak mau susah payah membuka buku Kamus Bahasa Arab atau menggali Qur’an Suci untuk menemukan arti jihad yang sebenarnya. Kesalah-pahaman itu begitu luas hingga seorang sarjana kenamaan, A.J. Wensinck, pada waktu menulis susunan Hadits: A handbook of Early Muhammadan Tradition, selain tak membuat suatu referensi mengenai kata jihad, ia menunjukkan kepada para pembaca kata perang, seakan-akan dua perkataan itu sama artinya. Bahkan kesalah-pahaman itu lebih luas lagi dalam buku Encyclopaedia of Islam. Pada waktu menjelaskan kata jihad buku itu mengawali tulisannya sebagai berikut: “Menyebarkan Islam dengan senjata adalah tugas suci kaum Muslimin seumumnya”, seakan-akan kata jihad bukan saja berarti perang, melainkan pula perang untuk menyebarluaskan Islam. Dalam buku The Religion of Read more »

AL-KHILAFAH FIL ISLAM, IKUTI SERUAN MUJADDID PADA ABADNYA!

Oleh: Erwan 

Membicarakan Khalifah dalam konteks agama Islam (Khalifah Islam / Kekhalifahan dalam Islam) tentulah kita sebagai umat Muslim tidak boleh terlepas dari pijakan Qur’an Suci dan Hadits, apa dan bagaimana keKhalifahan itu menurut konsep Islam haruslah kita tempatkan pada posisi yang tepat. Tegaknya kekhalifahan pasca wafatnya Nabi Suci adalah merupakan janji Allah yang tentunya tidak seorang Muslimpun meragukannya. Nubuat tegaknya Khalifah Islamiyah ini terdapat dalam surat Annur ayat 55 (Qs 24:55) Read more »

Dedikasi Muhammad Ali

Republika edisi Ahad, 23 September 2007, pada halaman A9 rubrik “selisik”

Buku yang berjudul The Religion of Islam tersebut kini tersedia edisi bahasa Indonesianya dengan Judul: Islamologi, harga Rp 60.000, Sedangkan untuk buku The Religion of Islamnya itu sendiri harga Rp 80.000 Hubungi Penerbit Darul Kutubil Islamiyah, Jln Kesehatan IX no 12, Petojo Selatan. Jakarta Pusat 10160, Telp (021)3844111, atau hubungi Bpk Imam, Telp (021)71004560

Dedikasi Muhammad Ali

Maulana Muhammad Ali (1874-1951) bangun tidur jam dinihari. Seusai tahajud, ia berangkat ke masjid untuk mendirikan Subuh. Setelah shalat, ia berjalan-jalan, lalu kembali ke rumah buat sarapan. Kemudian ia bekerja hingga Dzuhur. Seusai shalat dan makan siang, ia tidur satu dua jam. Setelah itu ia kembali bekerja atau membaca Alquran. Ada kalanya ia menerima tamu petang hari. Setelah Maghrib ia bercengkerama bersama keluarganya. Tak lama setelah Isya ia tidur. Read more »

Kliping tentang Ahmadiyah

Kompas, Kamis 18 Agustus 2005 Sekretaris Kabinet: ajaran Ahmadiyah terdiri dari dua aliran. “Yang satu aliran Lahore dan satunya Qadiyan. Nah, aliran Qadiyan inilah yang dilarang sebagaimana disampaikan Presiden 

Tempo 26 februari 2006 Menteri Agama: Sebelum Mirza Ghulam Ahmad wafat, tidak ada persoalan 

Kompas, selasa 25 april 2006 Menteri Agama: Saya bisa menerima jika dianggap sebagai Mujaddid (pembaharu)

Klik gambar atau tulisan untuk memperbesar

Read more »

AHMADIYYAT — A SPREADING AND DEFENDING ISLAM MOVEMENT

Written by: Hazrat Ameer Professor Dr Abdul Karim Saeed Pasha.

In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful

 

And from among you there should be a party who invite to good and enjoin the right and forbid the wrong. And these are they who are successful.

And be not like those who became divided and disagreed after clear arguments and come to them. And for them is a grievous chastisement. (Holy Quran, 3:104-105)
The three key words used in the title are Ahmadiyyat, defence and spreading. In my talk, I will give an introduction of the Ahmadiyya Movement and highlight the role it has played in defending and spreading Islam.

Right in the beginning, I would like to clarify that Ahmadiyyat is neither a new religion nor a new sect in Islam. It indeed is Islam in its purest and original form. As its Founder (Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Sahib of Qadian) writes and I quote:

“Our religion is the same Islam. It is not new. There are the same prayers, the same fasts, the same pilgrimage and the same zakat. But the difference is that these duties are now performed in outward form only, without any true spirit in them; we want to infuse in them the spirit of sincerity. We want these duties to be performed in such a way and manner that they are effective.” (Talk on 12th July 1907, reproduced in Malfoozat, vol. 9, p. 312.) Read more »