GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
Hadrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Gerakan Ahmadiyah
Penulis surat selebaran ini diberitahu bahwa ia adalah Mujaddid pada abad ini dan bahwa keluhurannya menyerupai Al Masih Ibnu Maryam. Aku datang untuk menegakkan kebenaran Islam dan untuk eyakinkan manusia akan keidahannya dan untuk memimpin mereka ke arah sumber ajaran Islam. Aku tak membawa syari’at baru, Qur’an Suci adalah Kitab Suci terakhir. kedatanganku adalah untuk mengabdi kepada Islam dan untuk menyiarkannya, dan untuk membersihkan wajah Islam dari kotoran-kotoran yang melekat kepadanya, sebagai akibat dari hiruk pikuk pikiran manusia. Aku adalah Mujaddid abad ke 14 Hijriyah ini. (Surat Selebaran, tahun 1885 )
Aku berkeyakinan teguh bahwa Nabi kita Muhammad s.a.w. adalah Nabi terakhir dan sesudah beliau tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi, baik Nabi lama maupun Nabi baru.” (Nishan-i-Asmani, hal 28 )
Deklarasi Sumpah Hadrat Maulana Muhammad Ali, Amir pertama Gerakan Ahmadiyah Lahore:
“Aku, Muhammad Ali, Amir Gerakan Ahmadiyah Lahore, bersumpah Demi Allah bahwa keyakinan saya adalah, Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Mujaddid dan Al-Masih, dan bukan seorang nabi, dan seseorang yang tidak mempercayainya tidak kafir dan tidak keluar dari Islam; hal ini juga merupakan keyakinan Hadrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri. ‘Wahai Allah’, bila saya telah berdusta atas nama Mu, kirimkanlah kepadaku Azab yang sangat berat biar dunia melihat betapa mengerikan dan menakutkannya Azab Ilahi kepada orang yang berdusta atas nama Mu” (Dikutip dari Iqra A Souvenir Megazine, hal 34, 1985)
Lihat juga Kliping Tentang Ahmadiyah
GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
”Nabi Suci Muhammad saw. bersabda bahwa sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini pada permulaan tiap abad orang yang akan memperbaharui agamanya baginya”. (H.r. Abu Daud dari Abu Hurairah r.a)
Apakah Ahmadiyah itu?
Berdasarkan Hadits sahih di atas, Allah SWT. pada tiap-tiap permulaan abad membangkitkan seorang Mujadid atau orang yang memperbaharui agama di dalam Islam. Pembaharuan mereka itulah yang disebut gerakan pembaharuan di dalam Islam. Pada zaman akhir ini gerakan itu bernama Ahmadiyah. Jadi Ahmadiyah adalah Gerakan Pembaharuan di dalam Islam.
Ahmadiyah didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani, Mujadid abad 14 Hijriah yang bergelar Almasih dan Mahdi, berdasarkan ilham dari Allah SWT. yang beliau terima pada tanggal 1 Desember 1888. Pada saat ini Ahmadiyah tersebar di seluruh dunia.
Ahmadiyah berjuang hanya untuk membela dan menyiarkan Islam melalui lima cabang kegiatan dakwah Islam yang telah digariskan oleh Mujadid dalam kitab Fathi Islam (1893), yaitu:
- 1. Menyusun karangan-karangan atau buku-buku dan menerbitkannya
- 2. Menyiarkan brosur-brosur dan maklumat-maklumat yang dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi
- 3. Komunikasi langsung dengan kunjung-mengunjung, mengadakan ceramah-ceramah dan majelis taklim
- 4. Korespondesi dengan mereka yang mencari atau menolak kebenaran Islam
- 5. Bai’at
Dua Golongan Ahmadiyah
Setelah pendiri Gerakan Ahmadiyah wafat (26 Mei 1908), Gerakan Ahmadiyah dipimpin oleh Shadr Anjuman Ahmadiyah yang diketuai oleh Maulvi Hakim Nuruddin. Setelah beliau wafat pada tanggal 13 Maret 1914, Shadr Anjuman Ahmadiyah dipimpin oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, putra pendiri Gerakan Ahmadiyah. Beberapa saat setelah ia terpilih, timbullah perbedaan pendapat yang penting dan mendasar. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berpendapat bahwa:
- 1. Masih Mau’ud itu betul-betul Nabi
- 2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur’an Suci 61:6
- 3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (Ainai Sadaqat, Hal 35)
Pendapat tersebut yang menyebabkan terjadinya perpecahan dalam Ahmadiyah. Mereka yang setuju terhadap pendapat tersebut dikenal sebagai Ahmadiyah Qadian, karena pusatnya di Qadian, India tetapi setelah Pakistan dan India merdeka pindah ke Rabwah sampai sekarang, meskipun Khalifahnya berada di Inggris. Kemudian mereka menyebut dirinya sebagai Jemaah Ahmadiyah
Sedangkan mereka yang tak setuju terhadap pendapat tersebut tergabung dalam Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam (Ahmadiyah, Gerakan Penyiaran Islam) yang berpusat di Lahore dan dikenal sebagai Ahmadiyah Lahore yang pada saat itu dipimpin oleh Maulana Muhammad Ali, M.A., LL.B., sekretaris Almarhum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Menurut Ahmadiyah Lahore, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi, dia adalah seorang Mujaddid. Ahmad dalam Al-Qur’an adalah Nabi suci Muhammad saw. dan kaum Muslimin yang tidak bai’at kepada beliau tidaklah kafir.
Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI)
Faham Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam atau Ahmadiyah Lahore masuk ke Indonesia pada tahun 1924 dengan perantaraan dua muballigh, Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad. Berkat rahmat Allah, pada tanggal 10 Desember 1928 Gerakan Ahmadiyah Indonesia (sentrum Lahore) didirikan oleh Bapak R.Ng.H.Minhadjurrahman Djajasugita dkk. yang mendapat Badan Hukum Nomor 1X tanggal 30 April 1930.
Dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya, GAI telah menerbitkan puluhan judul buku-buku agama dalam bahasa Belanda, Jawa dan Indonesia serta majalah-majalah. Di samping itu telah pula melahirkan Yayasan Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) di Yogyakarta dan di berbagai daerah, yang menyelenggarakan pendidikan (sekolah) mulai tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan Tinggi
——————————————————————————————
Saya berdiri saksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah
JANJI SEPULUH
DIUCAPKAN WAKTU BAI’AT
SAYA BERJANJI DENGAN HATI TULUS BAHWA:
- 1. Selama hidup tak akan berbuat dosa syirik
- 2. Akan menyingkiri segala macam kejahatan, seperti misalnya: berdusta, berzina, memandang orang lain dengan nafsu birahi, khianat, sewenang-wenang, mengacau dan berbuat bencana, lagi pula tak akan tunduk kepada meluapnya hawa nafsu.
- 3. Akan tekun menjalankan shalat lima waktu sebagaimana diperintahkan Allah dan Rasul-Nya; dan dengan sekuat-kuatnya akan menjalankan shalat tahajjud, dan memohonkan rahmat atas Nabi Suci (sholawat), memohon perlindungan daripada dosa (istighfar), mengucapkan syukur atas nikmat Ilahi (tasyakur), memuji dan memahasucikan Allah (tahmid dan tasbih).
- 4. Tak akan menyakiti sesama manusia, teristimewa kaum Muslimin, baik dengan tangan, lisan ataupun dengan cara-cara lain.
- 5. Akan tetap setia kepada Allah, baik di waktu senang maupun susah, di waktu kecukupan maupun kesempitan, di waktu sehat maupun sakit; dan dalam keadaan bagaimanapun akan tetap tawakkal kepada Allah; dan akan menghadapi segala kesukaran dan kehinaan di jalan Allah dengan gembira; di saat-saat derita tak akan mundur selangkah pun bahkan semakin menguatkan tali pengikat dengan Allah.
- 6. Akan menjauhkan diri dari kelakuan buruk atau menurut ajakan nafsu daging; dan akan mentaati sepenuhnya segala perintah Qur’an Suci; dan akan menjunjung tinggi sabda Allah dan Rasul-Nya sebagai pedoman hidup.
- 7. Akan menjauhkan diri dari kesombongan, dan sebaliknya akan hidup dengan andap asor, rendah hati dan lemah lembut.
- 8. Akan menjunjung tinggi kehormatan agama Islam melebihi apa saja, bahkan melebihi jiwa, harta, tahta, anak dan saudara.
- 9. Akan mencintai sesama manusia demi cinta saya kepada Allah; dan dengan sekuat-kuatnya hendak menggunakan nikmat pemberian Allah untuk kebahagiaan umat manusia.
- 10. Akan menaati perjanjian ini sampai mati, dan dengan segala keikhlasan akan meneguhkan tali persaudaraan ini lebih daripada ikatan keluarga dan ikatan-ikatan lainnya.
——————————————————————————————
POKOK KEKUATAN GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
- 1. Kesatuan Islam, siapa saja yang menjunjung syahadat tetap Muslim, bukan kafir.
- 2. Paham Islam amat luas, Islam mengakui bahwa semua agama itu pokok aslinya dari Allah.
- 3. Islam itu sempurna, semua bentuk agama yang tak sempurna pasti akan menyingkir.
- 4. Memudahkan Qur’an, semua orang Islam dapat memahami dan menerangkannya.
- 5. Qur’an itu genap dan lengkap, tak ada dan tak akan ada ayatnya yang mansukh (dihapus)
- 6. Ruh Qur’an Suci itu amat kuasa, kuasa ruh Qur’an Suci dapat dan selalu dapat menaklukkan dunia, tanpa membutuhkan pertolongan pedang.
- 7. Nabi Muhammad saw. adalah Nabi terakhir, sesudah beliau tak ada dan tak akan datang Nabi lagi, baik Nabi lama atau Nabi baru.
- 8. Kesempurnaan Kenabian ada pada diri Nabi Muhammad saw., oleh sebab itu para pengikutnya mendapat rahmat Ilahi yang lebih tinggi daripada umat sebelumnya.
- 9. Membersihkan semua kesalahan yang masuk dalam umat Islam, teristimewa Kependetaan (Kerahiban).
- 10. Mendatangkan perintah Islam yang maha besar kepada sekalian umat di dunia. Menyiarkan pengertian yang benar tentang Qur’an Suci
AQIDAH GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
- 1. Percaya pada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dan percaya semua perkara agama yang telah disetujui oleh para Ulama Salaf dan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Dan yakin bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Nabi yang terakhir.
- 2. Nabi Muhammad saw. adalah khatamun nabiyyin. Sesudah beliau tidak akan datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.
- 3. Sesudah Nabi Muhammad saw. Malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu nubuwwat kepada siapa pun.
- 4. Apabila Malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat:”Walaakin rasuulullaahi wa khaataman-nabiyyiin” (Qur’an Suci 33:40), dan berarti membuka khatamun nubuwwat.
- 5. Sesudah Nabi Muhammad saw. silsilah wahyu Nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah wahyu Walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlaq umat tetap segar.
- 6. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. bahwa di dalam umat ini tetap akan datang Auliya Allah, para Mujaddid, dan para Muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.
- 7. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalan bukan nabi, hanya berkedudukan sebagai mujaddid.
- 8. Percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan bagian dari Rukun Islam dan Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa disebut kafir
- 9. Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, dia tidak boleh disebut kafir. Mungkin dia bisa salah, akan tetapi seseorang dengan sebab berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir
- 10. Kami berpendapat bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai pelayan dan misi Nabi Muhammad saw.
JATI DIRI GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
Dalam Teori
- 1. Islam adalah agama yang hidup. Semua pengikutnya yang sempurna, dengan ridha Ilahi, dapat berhubungan dengan-Nya.
- 2. Islam adalah agama kesatuan. Semua umat Islam adalah saudara dan tak seorangpun dapat disebut kafir karena berbeda pendapat, selama ia berpegang teguh kepada kalimat laailaaha illallaah Muhammadarrasuuuullah (Tak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah)
- 3. Agama Islam berpandangan liberal. Islam mengakui kesatuan umat manusia dan menerima semua Nabi yang dibangkitkan di antara semua bangsa di dunia.
- 4. Islam adalah agama yang unggul dan tak bisa diungguli. Prinsip-prinsip ajarannya secara bertahap akan diterima dan memperoleh kemajuan di dunia
- 5. Islam adalah agama yang rasional. Baik ajaran pokok (ushul) maupun cabang-cabang (furu’)nya selaras dengan nalar dan fitrah manusia.
- 6. Pintu Ijtihad tetap terbuka untuk selama-lamanya.
- 7. Kitab Suci Al-Qur’an mendapat tempat yang pertama dan utama dalam kehidupan, dan merupakan sumber hukum Islam yang asli dan tak dapat diganti. Hadits datang sesudah itu dan berada di bawah Al-Qur’an. Sesudah itu datang Fiqih (yurisprodensi) dan Ijtihad para Imam, yang kedua-duanya berada di bawah Qur’an Suci dan Hadits Nabi saw
- 8. Kitab Suci Al-Qur’an adalah sumber petunjuk bagi umat manusia sepanjang zaman. Tak ada satu ayat pun yang pernah hapus atau akan dihapus
- 9. Kitab Suci Al-Qur’an memiliki daya rohani yang besar; oleh karena itu tidak memerlukan dan tak akan memerlukan pedang.
- 10. Kitab Suci Al-Qur’an adalah kumpulan semua kebenaran rohani dan agama, dan memancarkan sinar kepadanya. Tidak hanya mendorong ke arah kemajuan di bidang agama saja, tetapi juga memberikan dalil-dalil dalam memperjuangkannya.
- 11. Nabi Suci Muhammad saw. memiliki sifat-sifat kesempurnaan semua Nabi terdahulu; oleh karena itu umat manusia tidak memerlukan datangnya Nabi lagi.
- 12. Nabi Suci Muhammad saw. adalah penutup para Nabi. Sesudah beliau tidak akan datang lagi, baik Nabi lama ataupun Nabi baru. Para Mujaddid (pembaharu) akan bangkit pada tiap-tiap permulaan abad untuk membetulkan kesalahan-kesalahan umat Islam dan memberi bimbingan ke jalan yang benar.
Dalam Praktek
- 1. Menghormati para pendiri agama dan berbagai bangsa dan kitab-kitab sucinya.
- 2. Menghormati semua sahabat Rasulullah saw., semua Imam (dari madzab manapun), para Wali dan Mujaddid.
- 3. Beranggapan bahwa semua madzab dalam Islam adalah sebagai ranting-ranting pohon yang beraneka macam. Perbedaan-perbedaan kecil bisa saja timbul, tetapi semua sependapat tentang Qur’an Suci dan Nabi Muhammad saw.
- 4. Tunduk kepada syari’at dan adat istiadat Islam. Menjauhi semua adat dan kebiasaan yang buruk dan menerima kekuasaan Al-Qur’an secara kaffah.
- 5. Cinta kasih kepada siapapun (pemeluk agama apapun, dari negara manapun dan bangsa atau umat apapun juga)
- 6. Beranggapan bahwa setiap orang Islam adalah saudara dan berusaha sedapat mungkin untuk menolongnya
- 7. Kebaktian kepada agama Islam dikerjakan bersama Imam dan Mujaddid pada abadnya dan di bawah pimpinannya. Berjuang untuk memperbaharui organisasi dan membuang kesalahan-kesalahan dengan semangat dan jiwa agama yang besar.
- 8. Membela agama Islam, semua Kitab Suci dan Utusan Allah dari segala serangan.
- 9. Beranggapan bahwa dirinya sebagai duta di jalan Tuhan Yang Maha Esa dalam hal menyebar-luaskan Islam. Menyampaikan wahyu Tuhan dan pesan Islam kepada seluruh bangsa di dunia.
- 10. Membelanjakan sebagian dari waktu dan miliknya untuk mempertahankan dan menyiarkan Islam.
- 11. Dengan senang hati menghadapi segala macam kesulitan, kesalah-pahaman dan penghinaan demi untuk agama Allah
- 12. Menjunjung tinggi agama melebihi dunia. Cinta kasih kepada Tuhan dan Utusan-Nya. Mendahulukan pembaktian kepada agama Islam dan rela berkorban untuk umat manusia pada umumnya dan Nabi Suci Muhammad saw. pada khususnya daripada urusan duniawi
PEGANGAN TEGUH GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
- 1. Percaya dengan yakin akan ke-Esaan Allah dan Kenabian Muhammad saw.
- 2. Percaya dengan yakin bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Nabi terakhir dan yang terbesar di antara para nabi. Dengan datangnya beliau agama telah disempurnakan oleh Allah. Oleh sebab itu, sepeninggal beliau tak akan ada nabi lagi yang diutus; akan tetapi pada tiap-tiap permulaan abad Hijriah, akan diutus Mujaddid-mujaddid (pembaharu-pembaharu), untuk melayani dan menegakkan Islam.
- 3. Percaya dengan yakin, bahwa Al-Qur’an Suci adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Suci Muhammad saw., tak ada satupun ayat yang dihapus selama-lamanya sampai Hari Kiyamat, Qur’an menjadi pedoman dan petunjuk bagi kaum Muslimin
- 4. Mengakui bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 Hijirah. Beliau bukan Nabi dan tidak pernah mengaku Nabi.
- 5. Percaya bahwa Allah kerap kali mewahyukan sabda-Nya kepada orang-orang suci yang dipilih oleh Allah di antara kaum Muslimin, meskipun mereka bukan nabi. Orang-orang semacam ini disebut Mujaddid atau Muhaddats, artinya orang yang diberi sabda Allah. Anugerah semacam itu acapkali disebut dzillunnubuwwah, artinya bayang-bayang kenabian. Sebagaimana kata dzillullaah atau bayang-bayang Allah berarti raja, bukan Allah, demikian pula kata dzillu-n-nabiy atau bayang-bayang Nabi ini bukan berarti Nabi yang sungguh-sungguh.
- 6. Barangsiapa mengucapkan dua kalimah syahadat:”asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah” dan percaya akan arti dan maksudnya, maka ia adalah orang Islam, bukan kafir.
- 7. Menghormati dan memuliakan para sahabat, para wali dan para ulama besar Islam. Tak membeda-bedakan penghormatan terhadap para sahabat, para wali, para muhaddats dan para Mujaddid.
- 8. Menyebut kafir kepada orang Islam adalah perbuatan yang amat keji. Oleh sebab itu, tak akan bersalat makmum di belakang siapa saja yang menyebut kafir kepada orang Islam; hal ini untuk menunjukkan betapa tidak sukanya terhadap perbuatan semacam itu; sikap demikian dilakukan terhadap siapa saja, baik ia itu orang Ahmadi ataupun bukan. Sebaliknya, mau bersalat makmum di belakang siapa saja yang tidak mengafirkan orang Islam.
- 9. Mengakui akan benarnya hadits nuzulul Masih atau turunya Al-Masih. Akan tetapi oleh karena Qur’an Suci sendiri, dengan kata-kata yang terang telah berfirman bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat, maka kita percaya bahwa Masih yang turun pada akhir zaman, bukanlah Nabi Isa bangsa Israil, melainkan seorang Mujaddid yang sifat-sifatnya ada persamaannya dengan Nabi a.s.
- 10. Percaya bahwa tak ada paksaan untuk memeluk agama Islam, dan percaya bahwa tak ada Imam Mahdi yang datang menyiarkan Islam dengan pedang. Adapun Imam Mahdi yang sesungguhnya ialah seorang Mujaddid yang dianugerahi petunjuk dan sabda Allah untuk menegakkan menjaga dan menghayati agama Islam yang sejati
SIKAP GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
Terhadap Politik
- 1. Gerakan Ahmadiyah tersebar luas di berbagai negara dan Kerajaan di dunia, yang masing-masing mempunyai cara hidup dan kepercayaan sendiri.
- 2. Di negara manapun Gerakan Ahmadiyah menetap, tunduk dan taat kepada Undang-undang Negara yang bersangkutan dengan memegang teguh semboyan: Laa tha’ata limahluuqin fil ma’shiyatillaah, artinya tidak ada ketaatan terhadap sesama makhluk dalam hal maksiyat kepada Allah.
- 3. Gerakan Ahmadiyah bukanlah gerakan politik dan tak mencampuri perjuangan politik apa saja di manapun juga, sekalipun Gerakan Ahmadiyah menyadari akan pentingnya perjuangan politik.
- 4. Gerakan Ahmadiyah tidak dan tidak akan merampas hak politik anggotanya, asalkan gerakan politik itu tak bertentangan dengan asas Ketuhanan Yang Maha Esa; namun gerakan Ahmadiyah memperingatkan anggotanya agar tetap setia kepada baiatnya: hendak menjunjung tinggi agama melebihi dunia.
- 5. Tujuan Gerakan Ahmadiyah ialah hendak mendirikan Islam (damai) di dunia dan sekali-kali tak akan membuat fasad (kerusakan) di dunia
- 6. Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) sekali-kali tak bertanggung jawab atas sikap Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang lebih dikenal sebagai Ahmadiyah Qadian.
Terhadap Agama Selain Islam
- 1. Yang mendapat kemenangan adalah agama yang mengabdi kepada Allah Yang Maha Esa. Penyembah berhala, penyembahan manusia, penyembahan makhluk pasti akan dikalahkan.
- 2. Yang menang ialah sistem hidup yang sesuai dengan fitrah (kodrat)
- 3. Yang menang ialah agama yang tak ada paksaan di dalamnya, baik paksaan senjata maupun dengan uang atau bujuk rayu penipuan
- 4. Yang menang ialah agama yang terbuka, bukan agama yang sembunyi-sembunyi. Oleh sebab itu:
- 5. Berbicara dan bermusyawarah tentang agama harus selalu ada, yang timbul dari cinta kasih kepada sesamanya. Bukan dengan mencela Tuhan yang disembah oleh fihak lain, sekalipun bukan Allah.
Terhadap Sesama Muslim
- 1. Gerakan Ahmadiyah menyatakan dengan tegas bahwa di dalam Islam tak ada sekte (firqah), yang ada ialah mazhab. Mazhab bukanlah sekte, melainkan pendapat tentang masalah agama yang lazim disebut masalah far’iyyah (detail), bukan masalah pokok. Terhadap masalah pokok semua mazhab sama pendapatnya.
- 2. Ittibaa’ (mengikuti) pendapat para Imam, para Mujtahid dan Mujaddid, ini dibenarkan oleh Islam asalkan disertai dengan pertimbangan ilmu (pengetahuan akan dalil-dalilnya). Yang tak dibenarkan ialah taqlid a’ma, artinya mengikuti pendapat para ulama tanpa dipertimbangkan dengan ilmu dan tak mengetahui dalil-dalilnya. Orang Ahmadi harus lebar dada, artinya harus menunjukkan toleransi terhadap pendapat orang lain. Orang Ahmadi tak boleh sempit dada, karena yang pasti benar hanyalah Allah dan Rasul-Nya.
- 3. Gerakan Ahmadiyah menyadari bahwa ada golongan dan perkumpulan Islam yang mengabdi dan berbakti kepada Allah semata-mata menurut kekuatan dan kecakapannya sendiri. Golongan dan perkumpulan itu diakui sebagai sahabat, bahkan sebagai saudara. Gerakan Ahmadiyah ikut bersyukur, jika golongan atau perkumpulan Islam semacam itu mendapat kemenangan, dan jika mendapat kesulitan dan kemalangan Gerakan Ahmadiyah ikut beristighfar, bahkan suka memberi pertolongan jika mereka mau menerimanya.
- 4. Gerakan Ahmadiyah berpendapat bahwa sebaiknya golongan-golongan itu makin menyadari akan bahaya yang mengancam Islam; dengan demikian masing-masing golongan akan merapatkan barisannya, saling memperkuat benteng pertahanannya, bahu membahu menghadapi bahaya yang sedang mengancam itu, dengan meninggalkan perkara yang remeh-remeh dan tahu membedakan antara barang yang mendatangkan manfaat dan yang mendatangkan bencana.
Musuh Islam
Musuh Islam menurut Gerakan Ahmadiyah Indonesia (G.A.I) dan cara menghadapinya, bisa dijelaskan sebagai berikut:
- 1. Islam itu bukan orang dan bukan umat. Oleh karena itu, musuhnya pun bukan orang atau umat.
- 2. Musuh Islam ada yang bersemayam dalam dada kaum Muslimin dan kaum non-Muslim.
- 3. Musuh Islam yang bersemayam di dalam dada kaum Muslimin dan kaum non-Muslim ialah: Kemusyrikan (termasuk pula syirik khafi), kekafiran, kemaksiatan dan kefasikan (durhaka). Gerakan Ahmadiyah wajib memanggil dan mengajak mereka supaya mengabdi kepada Allah Yang Maha Eda dan menghormati sekalian Utusan Allah.
Kekuatan Islam
Kekuatan Islam menurut Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), penjelasannya sebagai berikut:
- 1. Islam mempunyai kekuatan yang tak ada taranya di dunia, karena agama Islam adalah agama fitrah (agama kodrat)
- 2. Merasa kuat itu belum tentu kuat sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, orang Islam tak cukup hanya merasa kuat, tetapi ia harus kuat sungguh-sungguh. Adapun caranya ialah mengenal akan Undang-Undang Allah, baik yang tersirat di alam semesta maupun yang tersurat dalam Qur’an Suci
- 3. Nabi Muhammad saw. adalah contoh yang paling baik. Beliau telah membawa perubahan yang tak ada taranya dalam sejarah dunia. Beliau telah mengubah ruh Jahiliah menjadi ruh Islam dan Iman yang mengguncangkan dunia. Bukan dengan jalan tambal sulam barang yang rusak, melainkan mengubah sama sekali asas Jahiliah. Beliau meniupkan ruh baru yang hanya tunduk kepada Allah, dengan memutuskan segala tali pengikat yang membelenggu kemerdekaan ruhnya.
Kekristenan dan Kepercayaan Lain
Tentang kekristenan dan kepercayaan lain menurut Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) adalah sebagai berikut:
- 1. Memeluk agama atau kepercayaan itu harus dari pilihannya sendiri. Syarat dan kemampuan untuk memilih itu sesudah orang mencapai akil baligh
- 2. Tak ada paksaan dalam memilih agama atau kepercayaan, baik paksaan dengan pedang, maupun paksaan dengan harta atau kedudukan, lebih-lebih paksaan dengan tipu daya. Islam tak mengenal paksaan dalam memilih agama.
Kemenangan GAI
Kemenangan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (G.A.I.) penjelasannya sebagai berikut:
- 1. Gerakan Ahmadiyah tidak menang dan merasa menang, jika Islam belum mendapat kemenangan, karena Gerakan Ahmadiyah adalah pelayan Islam semata-mata.
- 2. Gerakan Ahmadiyah telah dapat menarik sementara orang ke dalam Islam. Ilmu dan paham adalah laksana angin, yang dapat masuk ke dalam dada orang-orang dengan perantaraan buku, brosur, surat kabar dan media komunikasi yang lain, tak sedikit orang yang tertarik kepada Islam. Ini adalah pertanda baik.
- 3. Ada golongan yang memfitnah dan memaki-maki Gerakan Ahmadiyah. Mereka menuduh bahwa Gerakan Ahmadiyah adalah kaki tangan Inggris, subversif dan sebagainya. Adakalanya tuduhan palsu itu laku juga, tetapi orang yang terlanjur membelinya, lama kelamaan merasa bahwa ia tertipu.
- 4. Dahulu pernah ada ulama besar yang datang ke Indonesia semata-mata untuk memburuk-burukkan Gerakan Ahmadiyah. Ulama ini ialah Abdul Alim As- Shidiqi. Gerakan Ahmadiyah tak melayani ulama tukang fitnah, dan bekerja terus untuk syi’ar Islam. Buku-buku Ahmadiyah telah tersebar luas di mana-mana. Orang yang berotak sehat akan menilai baik-buruk Gerakan Ahmadiyah dari hasil karyanya.

Belum ada komentar, jika dalam tubuh GERAKAN AHMADIYAH terpecah menjadi dua bagian.
1. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berpendapat bahwa:
1. Masih Mau’ud itu betul-betul Nabi
2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur’an Suci 61:6
3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at
kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (Ainai Sadaqat, Hal 35)
Menurut saya tidak sejalan dengan nafas Isalm yang sesungguhnya
tetapi jiga dalam tubuh GAI mengalir sari’at islamiah dan sunah Nabi Muhammad SAW. Apa salahnya……..! Toh itukan hanya pergerakan menuju perjuangan di jalan Allah. dan bukan Aliran. Isalm tidak punya aliran-aliran, kecuali Cabang-cabang ilmu.
Sejalan dengan komentar mas buyung sidik silahkan lihat pada point Terhadap Sesama Muslim point 1&3:
1. Gerakan Ahmadiyah menyatakan dengan tegas bahwa di dalam Islam tak ada sekte (firqah), yang ada ialah mazhab. Mazhab bukanlah sekte, melainkan pendapat tentang masalah agama yang lazim disebut masalah far’iyyah (detail), bukan masalah pokok. Terhadap masalah pokok semua mazhab sama pendapatnya.
3. Gerakan Ahmadiyah menyadari bahwa ada golongan dan perkumpulan Islam yang mengabdi dan berbakti kepada Allah semata-mata menurut kekuatan dan kecakapannya sendiri. Golongan dan perkumpulan itu diakui sebagai sahabat, bahkan sebagai saudara. Gerakan Ahmadiyah ikut bersyukur, jika golongan atau perkumpulan Islam semacam itu mendapat kemenangan, dan jika mendapat kesulitan dan kemalangan Gerakan Ahmadiyah ikut beristighfar, bahkan suka memberi pertolongan jika mereka mau menerimanya.
Ternyata ada juga yang bisa mengerti dan memahami tentang ajaran ahmadiyah. Pada awal saya bersekolah di PIRI saya juga ragu tapi ternyata ada yang mengerti juga. Semoga orang yang salah mengerti itu bisa memahami dan mendapat hidayah-NYA.
berharap masyarakat tidak memandang ahmadyah hanya dari satu sisi saja, karena selama ini ahmadiyah dilihat oleh masyarakat adalah ajaran yang menyimpang, yang mereka tahu sebenarnya adalah JEMA’AT AHMADIYAH QODIAN..
KALAU AHMADIYAH TERPECAH JADI 2, LANTAS AHMADIYAH YG SEKARANG TIDAK MENGANGGAP MGA SEBAGAI NABINYA KENAPA MASIH MEMAKAI NAMA AHMADIYAH? DAN SIAPA PEMBENTUK ALIRAN MEREKA LAGI ? BUKANKAH AQIDAH MEREKA TELAH BERBEDA DARI AHMADIYAH YG DIBENTUK DI LONDON SANA ? AGAMA KOG BISA DI BUAT BUAT OLEH MANUSIA BEGITU
SAYA PIKIR KESIMPULANNYA, KARENA RUANG GERAKNYA TERBATAS DI SELURUH DUNIA MAKA AHMADIYAH MULAI KOMPROMIS UNTUK MELUNAKKAN HATI ORANG2 YANG MEMUSUHINYA SALAH SATUNYA ADALAH DENGAN CARA MENYAMAKAN AQIDAHNYA DENGAN ISLAM. PADAHAL YANG DIAJARKAN OLEH MGA TIDAK SPT ITU. LALU SIAPA YANG MERUBAHNYA KINI? TUJUANNYA KAN SUPAYA ORANG ISLAM MENGANGGAP AHMADIYAH SAMA DGN ISLAM AKHIRNYA MEREKA TERJEBAK MASUK KEDALAMNYA
Mas IrhamBahtiar
Semasa HMGA itu masih hidup sama sekali tidak ada perpecahan umat, mas bisa baca sendiri kutipan Bpk Menteri Agama di http://img43.imagevenue.com/img.php?image=68597_Mentri_Agama_122_615lo.jpg
disana ada pernyataan:
“Sebelum Mirza Ghulam Ahmad – Pendiri Ahmadiyah – wafat, tidak ada persoalan yang menyangkut persatuan dan kesatuan umat. Tapi, setelah beliau wafat, timbul masalah. Sebagian pengikutnya yakin bahwa beliau adalah nabi, ini kelompok Ahmadiyah Qadiyan. Kelompok lain lain tidak dapat menerima keyakinan ini. Mereka yakin beliau hanya Mujaddid, pembaharu, seperti Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Ini keyakinan kelompok Ahmadiyah Lahore”
Wass
[...] tentang aliran yg meresahkan masyarakat. Jadi keinget, kan PIRI didirikan sama salah satu aliran yg dipermasalahkan sekarang. Jangan..JANGAN2.. tapi..mana mungkin juga..wong gedung g angus masih utuh Terus juga ga [...]
Assalaamu’alaikum,……..
Hentikan saling mengejek,untuk apa membahas ahmadiyah,LDII atau yang lain-lainnya……………
Islam itu bukan ahmadiyah,bukan muhammadiyah,bukan NU atau bahkan bukan LDII tapi Islam itu adalah Islam………………………
Siapa yang menggunakan pedoman dalam ajaran Islam sesuai dengan syari’at itulah Islam……….
Itu saja,jadi jangan saling menghina antar kelompok dalam organisasi…….hal itu cuman sia-sia…..bahas satu yang benar yaitu Islam yang benar-benar Islam tanpa tambahan/bid’ah yang diada-ada………
Semoga Allah memberikan kenikmatan kepada seluruh Umat Muslim sedunia di dunia dan di akherat……
Assalaamu’alaikum