<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Studi Islam</title>
	<atom:link href="http://studiislam.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://studiislam.wordpress.com</link>
	<description>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 14:30:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Riwayat Nabi Isa a.s. oleh redaksistudiislam</title>
		<link>http://studiislam.wordpress.com/2007/12/27/riwayat-nabi-isa-as/#comment-582</link>
		<dc:creator>redaksistudiislam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 14:30:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://studiislam.wordpress.com/2007/12/27/riwayat-nabi-isa-as/#comment-582</guid>
		<description>Ikhwan Muhammad Dzulkarnaen Yth, sebelumnya terimakasih atas kunjungannya, pertanyaan ikhwan dapat kami tanggapi sbb:

1. Ikhwan Menyatakan:  &quot;besok bisa2 Alquran An Nisa (157) ayatnya dirubah ya ” bahwa nabi Isa tidak dibunuh tapi disalib dan tidak mati” Kalau berani !

Tanggapan kami: 
Kata-kata dalam ayat 157-158 tersebut sbb: 
Ayat 157:
&quot;Wa qoulihim inna Qotalnal masiiha &#039;isa ibnu maryama rasulullah,  WAMA QOTALUUHU, WAMA SHOLABUUHU WALAKIN SYUBBIHALAHUM &quot;  artinya, Dan karena ucapan mereka(Kaum Yahudi), Sesungguhnya kami telah membunuh Isa bin Maryam, Utusan Allah. Mereka (Yahudi) tak membunuh Dia(Isa), dan tak menyebabkan dia(Isa) mati pada kayu palang, melainkan ditampakkan kepada mereka(Yahudi) seperi demikian (seolah-olah benar-benar mati). 

Selanjutnya, Wainnaladzii nakhtalafuufiihi lafii 
syakkimminhu, maa lahum bihii min &#039;ilmin illattiba&#039;adzdzonn, wama qotaluuhu yaqiinan&quot; artinya &quot;Sesungguhnya orang-orang(yahudi dan kaum kristen) yang berselisih tentang itu (peristiwa penyaliban Isa yang benar-benar dilakukan oleh umat Yahudi) mereka berada dalam kebimbangan. Mereka tak mempunyai penggetahuan tentang itu (masalah hidup dan matinya Isa dalam kayu palang) selain hanya mengikuti dugaan, dan mereka(kaum Yahudi) tak membunuh dia(Isa) dengan yakin. 

Ayat 158 : &quot; Bal RAFA&#039;AHU llahu ilah, wa kaanallahu &#039;azizan khakiiman&quot;, Tidak Allah mengangkat dia(Isa) ke hadapan-Nya, dan Allah itu senantiasa yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana.

Konstruksi pemikiran yang terkandung dalam Qur&#039;an Suci dengan terjemahan kata perkata dapat diterjemahkan sebagai berikut, &quot;Kalimat Ma-shalabuuhu ini tidak sama sekali mendustakan disalibkannya Isa Al-Masih pada kayu palang, dan memang benar demikian pula yang tercatat dalam Al-Kitab, akan tetapi kata Shalb, yang berarti sebagai sebuah tindakan pembunuhan yang sangat terkenal (menurut Tajul Arus dan Lane lexicon) adalah bentuk pembunuhan terhadap seseorang dengan cara dipaku dan gantungkan pada kayu palang hingga orang tersebut meninggal TIDAK TERJADI PADA DIRI YESUS, karena beberapa argumentasi yakni:
1. Beliau hanya disalibkan selama kurang lebih tiga jam (Markus 15:25; Yahya 19:14) padahal kematian ditiang salib membutuhkan waktu yang lama.
2. Yesus disalibkan bersama-sama dengan dua orang penjahat, dan pada saat diturunkan dari tiang salib, kedua penjahat tersebut masih hidup sehingga Jelas penyaliban tersebut belum menyebabkan kematian beliau.
3. Kedua penjahat tersebut dipatahkan kedua kakinya untuk membunuhnya, akan tetapi tidak demikian dengan Yesus (Yahya 19:32-33). 
4. Yesus ditusuk lambungnya oleh prajurit romawi dengan tombak dan masih mengeluarkan darah.
5. Pontius Pilatus tidak percaya kalau Yesus sudah wafat secepat itu (Markus 15:44)
6. Yesus tidak dikubur seperti kedua penjahat tersebut, akan tetapi diserahkan kepada muridnya Yusuf Annajr, dan dirawat dengan rempah-rempah dan diselimuti dengan kain (Kain kaffan Turin) lalu disimpan dalam gua batu, dan pada hari ketiga telah bangkit. (berarti yesus hanya pingsan saja dan siuman pada hari ketiga, karena sesorang yang telah meninggal tidak akan hidup lagi) 
7. Selengkapnya dapat dibaca &lt;a href=&quot;http://aaiil.org/indonesia/indonesianbooksislamahmadiyya/misc/yesuswafatdikashmir/yesuswafatdikashmir.shtml&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;

 Pokok masalah dalam ayat ini terdapat pada tulisan kapital yakni : Syubbiha dan rafa&#039;a, kata Syubiha (menurut Lane Lexicon)  memiliki arti: 1. Ia dibuat seperti itu, atau dibuat menyerupai itu, atau 2. Perkara itu dibuat samar-samar atau kabur, dan menurut Kitab Ruhul Ma&#039;ani kata Syubbiha lahum bermakna perkaranya menjadi bimbang dan ragu bagi mereka. Adapun cerita bahwa yang disalibkan adalah seseorang yang diserupakan dengan Isa, sama sekali tidak berdasarkan Qur&#039;an sama sekali. 

Ayat berikutnya yang berkaitan dengan arti kata Rafa&#039;a dijelaskan menurut Tajul Arus, dan Lane Lexicon yakni; 1. mengangkat atau menaikkan, dan berarti pula 2, meninggikan atau memuliakan. Maka kata kata rafa&#039;a ilallah yang tersebut dalam Qur&#039;an sepanjang berkaitan dengan manusia maka lebih tepat pada arti yang kedua sebagaimana do&#039;a-do&#039;a kaum muslimin ketika i&#039;tidal. jadi menurut Qur&#039;an Suci tidak ada seseorang dengan badan jasmaninya yang tiba-tiba naik ke angkasa kecuali dalam cerita-cerita Al-kitab (Lukas 24:51), dan berdasarkan cerita Al-kitab tidak hanya Yesus saja yang dapat pergi ke angkasa tetapi juga Eliyya (2 Raja-raja 2:11) yang disaksikan juga oleh Elyassa yang bahkan beliau mengambil baju Eliyya yang jatuh . Juga Nabi Henokh (5:24) yang bergaul dengan Allah lalu tidak ditemukan lagi karena telah diangkat oleh Allah.  

Mohon dibandingkan dengan ayat Qur&#039;an Suci; &quot;  Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat derajat engkau dihadapan-Ku, (QS 3:4) dan juga ayat-ayat yang lain diantaranya : QS 4:32; Qs 6:84; QS 12:76, dan masih banyak lagi yang kesemuanya menjelaskan dimulikannya manusia atau ditinggikannya derajat manusia. 

2. Sdr mmenulis sbb: &quot;Kalau kita pahami Al Quran dari surat yang lain disitu ada kata bahwa nabi isa hidup sampai kahlaw&quot;

Tanggapan kami:
saya tidak memahami maksud ikhwan, adakah Isa hidup hingga hari kiamat?, Jika demikian telah terjawab dengan tanggapan pertama (Qs 3:4).

3. Ikhwan menulis sbb: &quot;coba anda pahami tentang apa yang diajarkan para nabi penerima amanat menyampaikan kitab suci yang sama adalah Tauqid dengan dengan estafet sampai taraf kesempurnaan akhlak (nabi terakhir)&quot;

Tanggapan kami :
Mungkin maksud anda Tauhid???, jelas ya dan saya setuju. 


4. Ikhwan menulis sbb: &quot;Mengapa Saudara menunggu turunnya nabi isa ? apakah nabi mu belum sempurna mengajarkan pada kita. Berjuanglah meluruskan Dienmu jangan pasrah menunggu. dan inggatlah kalian adalah Khalifah di bumi yang diberi mandat. bukannya nabi Isa kasian tahu&quot;

Tanggapan kami :
Mohon dibaca artikel kami &lt;a href=&quot;http://studiislam.wordpress.com/2009/01/11/apakah-al-masih-yang-dijanjikan-itu-seorang-nabi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;.

Terimakasih. semoga berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ikhwan Muhammad Dzulkarnaen Yth, sebelumnya terimakasih atas kunjungannya, pertanyaan ikhwan dapat kami tanggapi sbb:</p>
<p>1. Ikhwan Menyatakan:  &#8220;besok bisa2 Alquran An Nisa (157) ayatnya dirubah ya ” bahwa nabi Isa tidak dibunuh tapi disalib dan tidak mati” Kalau berani !</p>
<p>Tanggapan kami:<br />
Kata-kata dalam ayat 157-158 tersebut sbb:<br />
Ayat 157:<br />
&#8220;Wa qoulihim inna Qotalnal masiiha &#8216;isa ibnu maryama rasulullah,  WAMA QOTALUUHU, WAMA SHOLABUUHU WALAKIN SYUBBIHALAHUM &#8221;  artinya, Dan karena ucapan mereka(Kaum Yahudi), Sesungguhnya kami telah membunuh Isa bin Maryam, Utusan Allah. Mereka (Yahudi) tak membunuh Dia(Isa), dan tak menyebabkan dia(Isa) mati pada kayu palang, melainkan ditampakkan kepada mereka(Yahudi) seperi demikian (seolah-olah benar-benar mati). </p>
<p>Selanjutnya, Wainnaladzii nakhtalafuufiihi lafii<br />
syakkimminhu, maa lahum bihii min &#8216;ilmin illattiba&#8217;adzdzonn, wama qotaluuhu yaqiinan&#8221; artinya &#8220;Sesungguhnya orang-orang(yahudi dan kaum kristen) yang berselisih tentang itu (peristiwa penyaliban Isa yang benar-benar dilakukan oleh umat Yahudi) mereka berada dalam kebimbangan. Mereka tak mempunyai penggetahuan tentang itu (masalah hidup dan matinya Isa dalam kayu palang) selain hanya mengikuti dugaan, dan mereka(kaum Yahudi) tak membunuh dia(Isa) dengan yakin. </p>
<p>Ayat 158 : &#8221; Bal RAFA&#8217;AHU llahu ilah, wa kaanallahu &#8216;azizan khakiiman&#8221;, Tidak Allah mengangkat dia(Isa) ke hadapan-Nya, dan Allah itu senantiasa yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana.</p>
<p>Konstruksi pemikiran yang terkandung dalam Qur&#8217;an Suci dengan terjemahan kata perkata dapat diterjemahkan sebagai berikut, &#8220;Kalimat Ma-shalabuuhu ini tidak sama sekali mendustakan disalibkannya Isa Al-Masih pada kayu palang, dan memang benar demikian pula yang tercatat dalam Al-Kitab, akan tetapi kata Shalb, yang berarti sebagai sebuah tindakan pembunuhan yang sangat terkenal (menurut Tajul Arus dan Lane lexicon) adalah bentuk pembunuhan terhadap seseorang dengan cara dipaku dan gantungkan pada kayu palang hingga orang tersebut meninggal TIDAK TERJADI PADA DIRI YESUS, karena beberapa argumentasi yakni:<br />
1. Beliau hanya disalibkan selama kurang lebih tiga jam (Markus 15:25; Yahya 19:14) padahal kematian ditiang salib membutuhkan waktu yang lama.<br />
2. Yesus disalibkan bersama-sama dengan dua orang penjahat, dan pada saat diturunkan dari tiang salib, kedua penjahat tersebut masih hidup sehingga Jelas penyaliban tersebut belum menyebabkan kematian beliau.<br />
3. Kedua penjahat tersebut dipatahkan kedua kakinya untuk membunuhnya, akan tetapi tidak demikian dengan Yesus (Yahya 19:32-33).<br />
4. Yesus ditusuk lambungnya oleh prajurit romawi dengan tombak dan masih mengeluarkan darah.<br />
5. Pontius Pilatus tidak percaya kalau Yesus sudah wafat secepat itu (Markus 15:44)<br />
6. Yesus tidak dikubur seperti kedua penjahat tersebut, akan tetapi diserahkan kepada muridnya Yusuf Annajr, dan dirawat dengan rempah-rempah dan diselimuti dengan kain (Kain kaffan Turin) lalu disimpan dalam gua batu, dan pada hari ketiga telah bangkit. (berarti yesus hanya pingsan saja dan siuman pada hari ketiga, karena sesorang yang telah meninggal tidak akan hidup lagi)<br />
7. Selengkapnya dapat dibaca <a href="http://aaiil.org/indonesia/indonesianbooksislamahmadiyya/misc/yesuswafatdikashmir/yesuswafatdikashmir.shtml" rel="nofollow">disini</a></p>
<p> Pokok masalah dalam ayat ini terdapat pada tulisan kapital yakni : Syubbiha dan rafa&#8217;a, kata Syubiha (menurut Lane Lexicon)  memiliki arti: 1. Ia dibuat seperti itu, atau dibuat menyerupai itu, atau 2. Perkara itu dibuat samar-samar atau kabur, dan menurut Kitab Ruhul Ma&#8217;ani kata Syubbiha lahum bermakna perkaranya menjadi bimbang dan ragu bagi mereka. Adapun cerita bahwa yang disalibkan adalah seseorang yang diserupakan dengan Isa, sama sekali tidak berdasarkan Qur&#8217;an sama sekali. </p>
<p>Ayat berikutnya yang berkaitan dengan arti kata Rafa&#8217;a dijelaskan menurut Tajul Arus, dan Lane Lexicon yakni; 1. mengangkat atau menaikkan, dan berarti pula 2, meninggikan atau memuliakan. Maka kata kata rafa&#8217;a ilallah yang tersebut dalam Qur&#8217;an sepanjang berkaitan dengan manusia maka lebih tepat pada arti yang kedua sebagaimana do&#8217;a-do&#8217;a kaum muslimin ketika i&#8217;tidal. jadi menurut Qur&#8217;an Suci tidak ada seseorang dengan badan jasmaninya yang tiba-tiba naik ke angkasa kecuali dalam cerita-cerita Al-kitab (Lukas 24:51), dan berdasarkan cerita Al-kitab tidak hanya Yesus saja yang dapat pergi ke angkasa tetapi juga Eliyya (2 Raja-raja 2:11) yang disaksikan juga oleh Elyassa yang bahkan beliau mengambil baju Eliyya yang jatuh . Juga Nabi Henokh (5:24) yang bergaul dengan Allah lalu tidak ditemukan lagi karena telah diangkat oleh Allah.  </p>
<p>Mohon dibandingkan dengan ayat Qur&#8217;an Suci; &#8221;  Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat derajat engkau dihadapan-Ku, (QS 3:4) dan juga ayat-ayat yang lain diantaranya : QS 4:32; Qs 6:84; QS 12:76, dan masih banyak lagi yang kesemuanya menjelaskan dimulikannya manusia atau ditinggikannya derajat manusia. </p>
<p>2. Sdr mmenulis sbb: &#8220;Kalau kita pahami Al Quran dari surat yang lain disitu ada kata bahwa nabi isa hidup sampai kahlaw&#8221;</p>
<p>Tanggapan kami:<br />
saya tidak memahami maksud ikhwan, adakah Isa hidup hingga hari kiamat?, Jika demikian telah terjawab dengan tanggapan pertama (Qs 3:4).</p>
<p>3. Ikhwan menulis sbb: &#8220;coba anda pahami tentang apa yang diajarkan para nabi penerima amanat menyampaikan kitab suci yang sama adalah Tauqid dengan dengan estafet sampai taraf kesempurnaan akhlak (nabi terakhir)&#8221;</p>
<p>Tanggapan kami :<br />
Mungkin maksud anda Tauhid???, jelas ya dan saya setuju. </p>
<p>4. Ikhwan menulis sbb: &#8220;Mengapa Saudara menunggu turunnya nabi isa ? apakah nabi mu belum sempurna mengajarkan pada kita. Berjuanglah meluruskan Dienmu jangan pasrah menunggu. dan inggatlah kalian adalah Khalifah di bumi yang diberi mandat. bukannya nabi Isa kasian tahu&#8221;</p>
<p>Tanggapan kami :<br />
Mohon dibaca artikel kami <a href="http://studiislam.wordpress.com/2009/01/11/apakah-al-masih-yang-dijanjikan-itu-seorang-nabi/" rel="nofollow">disini</a>.</p>
<p>Terimakasih. semoga berkenan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
