Serial Islamologi – Iman Kepada Allah [1-b], Ke-Esaan Allah

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB. Keesaan Allah Semua pokok ajaran Islam dibahas sepenuhnya dalam Qur’an Suci, demikian pula ajaran iman kepada Allah, yang intinya adalah beriman kepada Keesaan Allah (tauhid). Kalimah Tauhid yang sudah terkenal ialah laa ilaaha illallah. Kalimah ini terdiri dari empat perkataan, yakni la (tidak), ilaaha (Tuhan), illa (kecuali), Allah [...]

Serial Islamologi – Iman Kepada Allah [1-a], Adanya Allah

Oleh : Maulana Muhammad Ali MA LLB, Pengalaman jasmani, batin, dan rohani manusia Dalam semua Kitab Suci, adanya Allah dianggap sepenuhnya sebagai kebenaran axioma. Akan tetapi Qur’an Suci mengemukakan banyak bukti untuk membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Luhur, Pencipta dan Pengatur semesta alam. Dalam uraian ringkas ini, kami hanya bisa menyebutkan tiga bukti yang amat [...]

Tafsir Surat Al-Fatihah: Teks dan Konteks Ayat 4 – 7 [5]

Oleh : KH. S Ali Yasir Akhirnya yang perlu diperhatikan ialah bahwa kenikmatan Ilahi tertinggi, berupa wahyu Ilahi, tidak hanya dikaruniakan kepada para Nabi saja, tetapi juga dikaruniakan kepada orang-orang tulus yang mengikuti jalan yang benar. Al-Quran memberikan contoh, wahyu Ilahi dikaruniakan kepada orang-orang tulus yang bukan Nabi, misal-nya: kepada ibu Nabi Musa (20:38) dan [...]

Tafsir Surat Al-Fatihah: Teks dan Konteks Ayat 2 dan 3 [4]

Oleh : KH. S Ali Yasir Singkatnya, tak ada satu perbuatan pun, baik atau jahat, tanpa akibat mengadakan perubahan yang halus sekali pada kepribadian kita (10:63; 34:3). Jika manusia tak melihatnya dalam kehidupan di dunia ini, maka di akhirat pun masih ada ‘hari pembalasan’. Tiap-tiap jiwa bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya (6:52; 52:21), dan “tiada [...]

Tafsir Surat Al-Fatihah: Konteks Sejarah [2]

Oleh : KH. S Ali Yasir Tiga ayat pertama menerangkan tentang nama diri Tuhan, Allah, dengan empat sifat utamanya, yaitu: Rabb, Rahmân, Rahîm, dan Mâliki yaumiddîn, yang semuanya menyatakan keagungan dan kemuliaan serta keterpujian Dzat Tuhan. Tiga ayat terakhir membeberkan hasrat jiwa manusia yang menyala-nyala di hadapan Tuhan Yang Maha-pencipta lagi Maha-pengasih dan penyayang, untuk berjalan di jalan yang [...]

Serial Islamologi – Rukun Iman; Iman Kepada Para Nabi [3]

 Iman Kepada Para Nabi Oleh: Maulana Muhammad Ali MA. LLB. Iman dan Islam Kata iman makna aslinya keyakinan hati, sedang kata Islam makna aslinya tunduk, maka dari itu, Islam terutama sekali bertalian dengan perbuatan. Perbedaan makna asli ini diuraikan seterang-terangnya dalam Qur’an dan Hadits, walaupun dalam penggunaan sehari-hari, dua-duanya mengandung arti yang sama, dan kata [...]

GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA (GAI) DAN PERMASALAHAN AHMADIYAH DI INDONESIA

Disampaikan dalam Dialog dan Dengar Pendapat  Tentang Penanganan Permasalahan Ahmadiyah di Indonesia Di Kantor Kementerian Agama, 22 Maret 2011; Oleh Pedoman Besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (PB GAI) Mukaddimah Term of Reference (TOR) Dialog dan Dengar Pendapat tentang Ahmadiyah hari ini, secara keseluruhan hanya berbicara tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), atau Ahmadiyah Qadian. Ahmadiyah Lahore sendiri [...]

Nasehat Imam Zaman Hazrat Mirza Ghulam Ahmad

Jadikanlah pagi hari sebagai saksi bahwa saudara telah menghabiskan malam hari dengan perbuatan utama. Dan jadikanlah petang hari sebagai saksi bahwa saudara telah menghabiskan siang hari dengan takwa kepada Allah. Ketahuilah saudara-saudara, bahwa menyatakan bai’at dengan lisan itu tiada artinya jika tak disertai dengan keteguhan hati untuk menetapi bai’at itu dalam segala keadaan. Hanya orang [...]

Menag: Ahmadiyah Qadiyan yang Sesat

Suryadharma Ali (Menag RI 22-10-2009 s.d. Sekarang) Jakarta (Pinmas)–Ahmadiyah terbagi menjadi menjadi dua aliran, Qadiyan dan Lahore. Namun Menteri Agama, Suryadharma Ali (SDA) hanya menyatakan Ahmadiyah Qadiyan yang sesat. “Yang sesat adalah Ahmadiyah Qadiyan.

Pandangan Tokoh Nasional terhadap pemikiran Gerakan Ahmadiyah

H.O.S Tjokroaminoto – Pahlawan Nasional  (1882 – 1934) biar berapapun “modern” nya keterangan-keterangan dalam karangan Maulwi Muhammad Ali itu, berapapun takluknya kepada ilmu pengetahuan (wetenschappelijk), akan tetapi sepanjang pendapatan penyelidikan saya, selamat ia daripada paham kebendaan (materialisme) dan daripada paham “ke-aqlian” (rationalisme), paham keghaiban (mistik), yang menyimpang daripada iman dan taukhid Islam yang benar. Tegasnya [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya.