Riwayat Nabi Isa a.s.

Oleh: Simon Ali Yasir 

“The Greatest story ever told” is a familiar phrase claimed in the Christian world to describe of the life of Jesus. With either intentional or unintentional ignorance towards Biblical, historical, and archeological evidence, they have made a theory about his life as one full of supernatural events and ended in Jesus’ bodily ascension to heaven after the crucifixion. The theory of Jesus’ being ascended to heaven bodily to return again to the earth in the last age has also influenced the Muslim world so strongly that many of them are still waiting for his return. In this age of commonsense, many also think that this theory is too good to be to true – if not absurd – and cannot satisfy their rational minds. Evidently, careful historical, archeological, Biblical, and Qur’anic studies give different ideas about the theory.

In this writing, the writer tries to highlight some events related to the life of Jesus Chronologically from the events before his birth to the end of his life in Kashmir based on Qur’anic and Biblical evidence to add to the trends of accepting the human story of the great man.

What importance would it bring to reveal the true life story of Jesus? It would be probably help to break the great wall that stands in the way blocking the light of truth to reach humanity. For the Christian world, accepting the story of human Jesus would probably become “the real greatest story ever told”

Kelahiran Maryam

Hanna adalah seorang bangsawan yang tulus, istri seorang alim keluarga Imran, namanya Yoakhim. Sudah lama ia berumah tangga, namun belum juga dikaruniai anak. Pada suatu hari, suaminya diejek oleh tetangganya tentang kemandulannya. Karena ejekan tersebut, suaminya pergi ke Bait Allah untuk sembahyang mohon anak. Demikian pula Hanna, sembahyang di rumah dengan permohonan yang sama. Doa mereka dikabulkan oleh Tuhan secara luar biasa. Hanna mengandung. Mereka sangat bersyukur ke hadirat Ilahi atas karuniaNya. Sebagai tanda syukurnya, Hanna na­dzar bahwa anak yang masih dalam kandungan akan dipersembahkan sebagai pelayan Bait Allah (3:35). Beliau melahirkan seorang anak perempuan yang dinamakan Maryam, dan mohon agar Maryam dan keturunannya dilindungi Ilahi dari godaan setan yang terkutuk (3:36).

Maryam dewasa

Di Bait Allah, Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria sampai usia remaja (3:37). Dengan tekun dan sabar Zakaria mengasuh dan mendidik Maryam. Berkat didikannya, Maryam menjadi seorang wanita yang saleh. Setelah Maryam dewasa, rajin sekali ia beribadah. Hampir seluruh waktunya untuk zikir dan ibadah kepada Tuhan di Bait Allah. Setiap kali Zakaria masuk ke mihrab Maryam, selalu menemukan hidangan disisinya, maka ia bertanya: “Wahai Maryam, makanan ini engkau dapat dari mana?” Maryam hanya menjawab: “Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Ia kehendaki tanpa hitungan” (3:37). Kesalehan Maryam itu membangkitkan keinginan Zakaria untuk mempunyai keturunan yang saleh (3:38). Siang malam Zakaria mohon kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang tulus yang akan meneruskan memimpin manusia ke jalan yang benar (19:2-6). Permohonan Zakaria dikabulkan Ilahi. Dengan perantaraan seorang malaikat, Zakaria memperoleh kabar gembira tentang lahirnya seorang anak laki-laki yang namanya Yahya (3:39; 19:7). Yahya dilahirkan ketika Zakaria telah mencapai usia lanjut (3:40-41; 19:8-11). Yahya seorang anak yang tulus, pandai, berbakti kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya dan sekali-kali tidak sombong (19:12-15). Setelah dewasa Yahya diangkat sebagai Nabi Utusan Allah kepada bangsa Israel

Maryam menerima kasyaf (ru’ya)

Menurut adat kebiasaan kaum Yahudi, wanita yang sedang datang bulan tak boleh tinggal di Bait Allah, karena dianggap najis. Demikian pula Maryam, pada suatu waktu harus meninggalkan Bait Allah. Ia menyingkir ke sebelah Timur serta menyekat dirinya dengan sebuah tabir (19:16-17). Di sanalah Maryam menerima kasyaf (ru’ya) dari Ilahi dengan perantaraan malaikat Jibril yang menampakkan diri seperti seorang laki-laki (19:17). Maryam amat terkejut, dan mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan (19:18). Jibril memperkenalkan diri, bahwa dirinya bukanlah orang jahat, melainkan seorang Utusan Ilahi, yang diutus agar menyampaikan kabar gembira kepada Maryam bahwa:

Maryam adalah wanita yang terpilih dan disucikan (3:42),

Maryam agar memperbanyak bakti kepada Allah SWT (3:43), dan

Maryam akan melahirkan seorang anak laki-laki yang suci (19:19), namanya Al-Masih Isa Ibnu Maryam, yang dihormati di dunia dan akhirat dan tergolong orang-orang tulus dan dekat dengan Allah, ia akan melaksanakan tugas sebagai Nabi sampai usia lanjut (3:45-46).

Maryam amat bergembira dan sedih menerima kasyaf tersebut. Bergembira karena beliau wanita yang beruntung, dimuliakan Ilahi. Beliau sangat sedih, karena mendapat kabar akan melahirkan seorang anak laki-laki, padahal beliau belum berumah tangga. Bagaimana bisa terjadi? (19:20;3:47). Beliau tidak mengerti bahwa dirinya sedang ramai diperebutkan siapa yang beruntung bisa memeliharanya sebagai istri (3:44). Jibril menghibur, supaya Maryam tidak bersedih hati, karena Tuhan akan menyingkirkan rintangan Maryam untuk melahirkan (21:91) sebagaimana Allah menyingkirkan halangan Elisabet untuk mengandung dan melahirkan Yahya dalam usia lanjut (21:90). Bagi Tuhan amat mudah menyingkirkan rintangan itu, karena Tuhan menghendaki Nabi Isa as. adalah Al-Masih yang kedatangannya dinanti-nantikan oleh Bani Israil. Masalah ini telah diputuskan Ilahi (3:47;19:21). Rintangan yang dihadapi oleh Maryam, ialah anggapan Maryam bahwa seorang biarawati harus hidup wadat. Ini tidak benar, karena aturan itu bikin-bikinan para rahib sendiri, bukan syariat Musa (57:27).

Kelahiran Al-Masih

Akhirnya Maryam berumah tangga. Pria yang beruntung mendapat undian untuk memelihara Maryam sebagai istri ialah Yusuf si tukang kayu. Beberapa bulan kemudian, Maryam mengandung (19:22). Pada saat akan melahirkan, Maryam pergi ke tempat yang jauh (19:22) ke kota betlehem di Yudea untuk keperluan sensus penduduk (Lukas 2:2-6). Dalam perjalanan inilah Maryam melahirkan Al-Masih yang kelahirannya telah dinubuatkan oleh para nabi terdahulu. Al-Masih dilahirkan kembar, saudara kembarnya ialah Thomas alias Didymus (Yohanes 11:16). Kelahiran Al-Masih itu pada musim korma (19:23-26), kira-kira bulan September-Oktober tahun 6 sebelum Masehi. Jadi, Al-Masih tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember sebagaimana diyakini oleh umat Kristen sekarang. Jika Al-Masih dilahirkan pada tanggal 25 Desember, dustalah cerita Lukas, bahwa ketika Al-Masih dilahirkan, pada malam itu banyak para penggembala berada di padang menjaga kawanan ternak mereka (Lukas 2:8). Hal ini tak mungkin terjadi pada tanggal 25 Desember, sebab pada tanggal tersebut di daerah 23 ½ – 66 ½ L.U. mulai musim dingin.

Masa kanak-kanak dan remaja Al-Masih

Pada hari yang ke 8, Al-Masih dibawa ke Bait Allah di Yerusalem untuk disunnat (Lukas 2:21). Kemudian oleh kedua orang tuanya dibawa lari ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari ancaman Herodes yang agung. Setelah Herodes meninggal pada awal tahun 4 sebelum masehi, digantikan oleh Arkhilaus, kembalilah Yusuf dan Maryam dengan membawa anaknya, ke tanah Israil dan menetap di Nasaret di daerah Galilea. Sampai beliau berusia 12 tahun (Matius 2:1-23). Nicholas Notovich seorang musafir Rusia yang menulis sejarah berbagai nabi menceritakan: “Tatkala Isa mencapai usia 13 tahun, yaitu saat untuk menikah bagi bangsa Israil…. Beliau diam-diam menghilang dari rumah orang tua beliau. Beliau meninggalkan Yerusalem dan berangkat ke Sind (India) …. Beliau melintasi Sind dan menetap di daerah bertuhan (penyembah Tuhan) didaerah Ainjab yang memiliki lima sungai. Lalu beliau menjelajahi seluruh daerah India; beliau hidup 6 tahun lamanya di tempat-tempat yang berlainan, seperti Benares, Jahganath dan Rayagriba. Orang berduyun-duyun mendengarkan ajaran beliau, tetapi beliau membuat marahnya kaum Brahim (kaum pendeta agama Hindu), tatkala beliau mengajarkan derajat manusia adalah sama; karena adanya sugesti bahwa Brahmin adalah setaraf dengan kaum Sudra, itu dianggap mencemarkan kaidah suci. Kaum Brahmin berusaha untuk menganiaya Yesus dan beliau terpaksa lari ke daerah pegunungan Himalaya, dan terus ke Persia. Beliau tiba kembali di Israil pada usia 29 tahun”.

Kenabian Isa Al-Masih as.

Isa Al-Masih (Yesus Kristus) bertemu kembali dengan keluarga dan kaumnya. Ayahnya telah lama wafat, ketika beliau masih dalam perantauan. Kini, beliau membantu ibunya mengasuh adik-adiknya. Pada usia 30 tahun, beliau diangkat sebagai Nabi Utusan Allah untuk bangsa Israil (3:49; 19:30). Beliau diutus membetulkan Torat dan melunakkan syariat Musa (3:50). Beliau mengajarkan bahwa Allah itu Maha Esa dan mengajak kaumnya agar mengabdi kepadaNya (3:51; 5:117; 19:36; 43:64), dengan membawa banyak tanda bukti, diantaranya:

Membuat burung dari tanah (3:48; 5:110),

Menyembuhkan orang sakit buta dan lepra (3:48; 5:110),

Menghidupkan orang mati (3:48; 5:110), dan sebagainya.

Nabi Isa Al-Masih adalah contoh yang sempurna dari sifat jamali, yaitu sifat keindahan dan keelokan budi pekerti. Beliau seorang yang selalu mendirikan salat dan membayar zakat (19:34) serta mengerjakan puasa (Matius 4:2). Beliau tak berlaku kasar terhadap ibunya (19:32) sebagaimana diceritakan oleh Injil Matius (12:48). Doktrin pokok ajaran beliau adalah membalas keburukan dengan kebaikan (Matius 5:39-40). Beliau adalah seorang hamba Allah (19:30; 43:50) yang diangkat sebagai Nabi (19:30), diutus kepada bangsa Israil (3:49). Beliau membutuhkan makan, minum dan akhirnya wafat (5:75) sebagaimana para nabi sebelumnya (5:75). Jadi, keliru sekali anggapan Gereja bahwa beliau adalah Tuhan yang harus disembah, hidup langgeng di langit tanpa makan dan minum. Beliau telah menyangkal pengakuan sebagai Anak Allah atau Tuhan (5:116). Ungkapan Anak Allah hanyalah dalam arti ibarat, bukan dalam arti yang sebenar-benarnya, yang dimaksud ialah orang baik, sedangkan orang jahat biasa disebut anak setan.

Penyaliban yang gagal

Selama lebih kurang tiga tahun, beliau berdakwah di Galilea, Yudea, Samaria dan di sebelah Timur sungai Yordan. Murid-murid beliau disebut kaum Hawariyin (3:52) yang sering mendapat wahyu Ilahi (5:111) dan menolong Allah (3:52). Allah swt. Berkenan menurunkan “makanan” dari langit kepada mereka (5:112-115) dan menjanjikan kemenangan kepada mereka (3:55; 61:14).

Kaum Bani Israil umumnya tidak menyetujui ajaran beliau dan selalu menolaknya. Mereka tidak Berterima kasih atas petunjuknya, malah mendustakannya dan menghina beliau sebagai anak haram dan ibunya telah berbuat serong (4:156), bahkan mereka merencanakan pembunuhan secara keji terhadap beliau (3:54), tetapi Tuhan berjanji akan menyelamatkannya (3:55). Dalam bulan April ± tahun 30 Masehi, kaum Yahudi melaksanakan niat jahatnya, dengan bantuan seorang muridnya yang khianat, Yudas Ekskariot. Mereka dapat menangkap Al-Masih yang sedang bersembunyi di taman Getsemani pada hari Kamis malam.

Keesokan harinya, Jumat tanggal 7 April 30 M beliau dihadapkan kepada Pontius Pilatus untuk diadili. Pontius Pilatus berusaha membebaskan beliau, karena tak ada bukti bahwa beliau berbuat kesalahan; akan tetapi tuntutan kaum Yahudi amat keras dan dikhawatirkan timbul pemberontakan, maka Pontius Pilatus meluluskan tuntutan mereka. Dalam perjalanan menuju tempat penyaliban, beliau dicaci maki dan disiksa. Akhirnya setelah sampai di bukit Golgota, beliau dinaikkan ke atas salib. Pada waktu itu disalibkan pula dua orang penjahat, yang disalibkan di sebelah kanan dan kiri Yesus Kristus. Peristiwa ini membuat kaum Yahudi puas dan lega, mereka merasa telah berhasil membunuh Al-Masih, padahal sebenarnya Al-Masih belum wafat ketika diturunkan dari tiang salib oleh murid-muridnya hanya seperti telah wafat saja. Jadi upaya mereka membunuh beliau sejatinya gagal total (4:157-158).

Al-Masih tak mati disalib

Asas pokok agama Yahudi dan Kristen ialah percaya akan kematian Al-Masih disalib secara dogmatis (4:159). Dogma tersebut diungkapkan Ilahi dalam Quran Suci, bahwa “tak seorangpun dari kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen), melainkan akan mengimankan (kematian Isa Al-Masih disalib) itu sebelum matinya” (4:159) atau selama hidupnya; dan juga dibantah dengan keras oleh Ilahi dalam Quran Suci yang menyatakan bahwa Al-Masih sekali-kali tak mati disalib, dan dijelaskan keadaan yang sebenarnya hanya seperti orang mati atau pingsan saja ketika diturunkan dari tiang salib (4:157-158). Kematian di atas tiang salib adalah amat terkutuk, yang hanya dialami oleh orang-orang terkutuk saja (Ulangan 21:23), tak mungkin dialami oleh orang yang mulia seperti Nabi Isa Al-Masih as. Karena Al-Masih tak wafat di atas tiang salib, maka kebangkitan beliau dari “kubur” adalah wajar dan ajaran tentang penebusan dosa yang diwariskan oleh Adam (Galatia 3:13) adalah palsu.

Penyaliban Al-Masih itu hanya berlangsung tiga jam saja, dari pukul 12 s/d 15 waktu setempat. Karena menjelang hari Sabat, yang pada hari itu tak boleh ada mayat tinggal tergantung pada kayu salib (Yohanes 19:31), maka kaum Yahudi mohon kepada Pilatus agar mematahkan kaki orang-orang yang disalib kemudian setelah mati diturunkan secepatnya. Kaki kedua penjahat yang disalibkan di sebelah kanan dan kiri Al-Masih diremukkan sehingga tewas, tetapi kaki Al-Masih tidak, karena Al-Masih telah diserupakan dengan orang mati (4:157), sehingga Al-Masih mereka sangka benar-benar telah mati. Kematian Al-Masih itu amat meragukan mereka. Untuk menghilangkan keragu-raguan itu seorang laskar Romawi menikam rusuk Al-Masih dan mengalirlah darah dengan air (Yohanes 19:32-34). Tikaman ini dianggap menyempurnakan kematian Isa Al-Masih, padahal justru sebaliknya membuktikan bahwa beliau belum wafat, karena darah dengan air mengalir adalah tanda alami masih adanya kehidupan. Anggapan keliru mereka itu merupakan pertolongan Ilahi untuk menyelamatkan Isa Al-Masih dari kematian terkutuk disalib, dan pertolongan itu disempurnakan lewat para muridnya, kaum Hawariyin, yakni diturunkannya Al-Masih dari tiang salib oleh Yusuf Arimatea dan kawan-kawannya. Kemudian dikuburkan dalam gua batu, setelah diobati dengan rempah-rempah dan dikafani.

Pada hari yang ketiga, Maria Magdalena dan kawan-kawan ziarah kubur, ia menyaksikan bahwa batu penutup kubur telah tergolek dan di dalam kubur tinggal kain kafan yang berlumuran darah. Al-Masih telah bangkit dan meninggalkan kubur. Beliau menyamar sebagai tukang kebun untuk menyelamatkan diri. Hal ini membuktikan bahwa Al-Masih ketika diturunkan dari tiang salib dan dikuburkan belum wafat, hanya pingsan atau mati suri saja. Sebagaimana kita baca dalam Kitab Perjanjian Baru, yang menyatakan Isa Al-Masih mati disalib bukanlah orang-orang yang menangani langsung penurunan Yesus dari tiang salib lalu mengobati, mengkafani terus menguburkannya. Sumbernya hanyalah dengan orang yang hanya melihat dari jauh saja, bukan saksi mata. Dengan demikian berarti bahwa:

Sempurnalah janji Ilahi, bahwa beliau akan menyelamatkan Al-Masih dari kematian terkutuk (3:55) dan gagallah rencana (makar) kaum Yahudi (3:54).

Sempurnalah nubuat Al-Masih bahwa anak manusia akan berada dalam perut bumi selama tiga hari, sebagaimana Yunus dalam perut ikan selama tiga hari, dalam keadaan hidup (Markus 16:1-2).

Sempurnalah sebagian nubuat Yesaya, bahwa Tuhan menghendaki Yesus sebagai “Hamba Tuhan yang menderita” itu akan menyaksikan keturunannya dan umurnya akan lanjut” (Yes 53:10)

Hukum Tuhan itu berlaku bagi siapapun. Tuhan menetapkan bahwa orang yang telah mati tak akan hidup ke dunia lagi (Ayub 7:9-10; Quran 23:100; 36:42). Karena Al-Masih bangkit dari kubur, maka bisa disimpulkan bahwa ketika beliau diturunkan dari salib belum wafat, hanya pingsan/mati suri saja.

Kubur yang kosong dan kain kafan berlumuran darah yang ditinggalkan adalah saksi bisu bahwa Al-Masih tatkala diturunkan dari tiang salib hayat masih dikandung badan, belum wafat dan yang ditangkap lalu dipakukan pada tiang salib itu adalah Isa Al-Masih (Yesus Kristus), bukan orang lain, Yudas Eskariot misalnya. Bukti alami terakhir yang pembuktiannya masih menunggu waktu adalah DNA pada kain kafan tentu sama dengan DNA pada Bukit Golgota dan makam Kudus dan sama pula dengan DNA dimakam Yus Asaf di Srinager, Kasymir.

Al-Masih sesudah percobaan penyaliban

Sesudah peristiwa penyaliban yang gagal, Nabi Isa as. Tidak naik ke sorga di langit sebagaimana diyakini oleh Gereja atau umat Islam umumnya, melainkan tetap melaksanakan tugas menggembalakan domba-domba Israil yang tersesat (Qur’an 3:47-48; Matius 15:24).

Bangsa Israil itu terdiri dari 12 suku (7:160; 5:12), yang dinamakan menurut 12 putera Yakub, yaitu Ruben, Simeon, Levi, Yahuda, Isakhar, Zebulon, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Yusuf, dan Benyamin (I Tawarikh 2:1-2). Mereka memperoleh kejayaan pada zaman Daud dan Sulaiman, sesudah itu mengalami kemunduran, kemudian dibinasakan oleh raja Babil, Nebukadnezar pada tahun 597 sebelum Masehi lalu disempurnakan dengan membinasakan Bait Allah di Yerusalem pada tahun 588 sebelum Masehi. Mereka ditawan dan diperbudak di Babil (II Raja-raja 24:10-17). Baru pada zaman Cyrus yang Agung dari Persia yang menggantikan Babilonia, mereka diizinkan kembali ke Palestina dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem (Ezra 1:1-4); akan tetapi sebagian besar dari mereka tetap tinggal di Babil dan menyebar ke negeri-negeri Timur: Persia, Afghanistan, Pakistan, Kasymir dan sebagainya; hanya sebagian kecil saja yang kembali ke Palestina, dibawah pimpinan Nabi Uzair, yaitu: suku Yahuda, Lewi dan Benyamin (Ezra 1:5). Kepada tiga suku inilah Al-Masih melakukan dakwah selama lebih kurang tiga tahun di Palestina. Tugas ini sesudah peristiwa penyaliban dilanjutkan oleh 12 murid pilihannya dengan pesan:

“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil. Pergilah dan beritakanlah: kerajaan Sorga telah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma” (Matius 10:5-8).

Setelah luka-luka Al-Masih sembuh akibat penyaliban, beliau meninggalkan Palestina, terus mengembara ke sebelah Timur bersama ibundanya dan saudara kembarnya, Thomas. Beliau menjelajah negeri Syria, Persia, terus Pakistan. Di Pakistan Utara, Siti Maryam wafat dan dimakamkan di kota Murree. Dari sinilah Al-Masih masuk ke Kasymir dan mulai dengan kehidupan baru menjadi ayah dari beberapa anak (salah seorang penduduk Srinagar bernama Sahibzada Basyarat Salim mempunyai silsilah lengkap yang sampai kepada Nabi Isa Al-Masih as.). Pengembaraan Al-Masih dan ibunya ini dinyatakan Ilahi dalam firmanNya:

“Dan Kami membuat Ibnu Maryam dan ibunya sebagai tanda bukti, dan keduanya Kami ungsikan ke tanah yang tinggi yang mempunyai padang rumput dan mata air” (Al Mu’minun 23:50).

Tempat tinggal yang dilukiskan dalam ayat tersebut tak sesuai jika diterapkan pada tanah Mesir, Yerusalem atau Syria, akan tetapi tepat sekali jika diterapkan pada Kasymir, di samping itu banyak bukti-bukti historis dan etnologis yang menunjangnya. Di sinilah Al-Masih berdakwah sampai usia lanjut dan wafat secara wajar dalam usia 120 tahun, sebagaimana telah dinubuatkan oleh Musa bahwa Roh Allah

“tidak akan selama-lamanya tinggal didalam manusia, karena manusia itu daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3).

Makam beliau terdapat di jalan Khan Yar, Srinagar, Kasymir. Sekarang kita bisa menyaksikan dan ziarah ke sana.

About these ads

69 Tanggapan

  1. Wah panjang juga ceritanya.. Soal makan di Kasymir apakah bisa dijelaskan pembuktiannya?

  2. Bisa mas Googling di internet kata kuncinya adalah
    Yesus wafat di Kashmir.
    Atau silahkan klik:
    http://www.aaiil.org/indonesia/indonesianbooksislamahmadiyya/misc/yesuswafatdikashmir/yesuswafatdikashmir.shtml

  3. wah semakin memberikan kecurigaan mengenai ahmadiyah dengan kristen ada apa ini ?
    apakah pembentuk ahmadiyah ingin membuat sebuah kecintaan umat islam pada yesus seperti yang diyakini umat kristen ? atau ingin mencampur aduk antar pemahaman islam dan kristen? entahlah ada misi sesuatu pastinya seperti yang sudah diduga sebelumnya

  4. Dimata kami Nabiyullah Isa as, merupakan salah satu nabi yang wajib di iman kan, sayangnya ambisi agama Kristen yang ingin menjadikan Nabiyullah Isa as, sebagai Tuhan telah membuat mereka mengubur sejarah Nabi Isa as yang sebenarnya, untuk itulah kami berusaha menyajikan kebenaran sejarah Nabi Isa berdasarkan Quran Suci, Hadits dan fakta sejarah yang ada

    wasalam

    • INJIL ORANG KRISTEN DAN AL-QUR’AN, MASIH TUAAN INJIL ORG KRISTEN.
      PERTANYAANYA: BENAR YG LEBIH DAHULU DI TULIS ATAU YG KEDUA?

      • benar yang kedua, karena yang kedua adalah sudah disempurnakan oleh pemiliknya. yang ter update adalah yang kedua

      • jika itu agama Tuhan maka sdah pasti itu bnar,,,yg lebih dulu mana antara Taurat, Injil, dan Qur’an? jika itu jd prbandingan mngapa bukan yahudi sja yg qt anut brsama,,,Isa AS dtg meluruskan Taurat ats plencengannya, bgitu pula Muhammad SAW,,meluruskan kitab2 sblum.y,,,Islam hadir sbgai penyempurna agma Allah SWT,,Islam pula tlah diridhoi oleh Allah SWT u/ manusia,,,

      • ada juga injil yang lebih tua dari injil kanonik(matius cs) yaitu injil thomas yang belum lama ditemukan….

  5. apapun yang anda katakan, belum ada pembuktian secara tertulis, kitab-kitab yang kita semua baca adalah buku sejarah, jika kita andaikan pada jaman sekarang, buku sejarah banyak yang direvisi, karena “membahayakan” negara.. begitu pula pendapat saya, kitab-kitab yang kita pelajari sama saja dengan buku sejarah jaman sekarang, ada yang dikurangi bahkan ada yang dilebih-lebihkan… apakah anda semua akan mempercayainya, itu hak anda.

    saya tidak berada disisi siapapun, saya tidak membela siapapun, karena saya bukan pengacara, tetapi menurut keyakinan saya, bahwa setiap manusia diberikan hak untuk menjadi apa yang dia inginkan, tanpa pengaruh dari orang lain…

    seandainya memang anda meyakini Al-Quran sebagai “buku sejarah” yang benar, itu hak anda, dan buat saya anda tidak berhak menjelek-jelekan “buku sejarah” lain..

    dan seandainya anda ingin mencanumkan ayat-ayat yang ada di dalam Al-Kitab sebaiknya jangan hanya sepotong-sepotong, pelajari secara penuh, pelajari dri orang yang mempercayainya, karena hal itu akan membuat mata anda terbuka, jangan mempelajari sesuatu dari orang yang membencinya, karena apa yang akan disampaikan orang itu pastilah hanya kelemahan-kelemahan saja…

    memang tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap agama pasti mencari kelemahan dari agama lain, dan jika sudah menemukannya pasti akan ditunjukan kepada orang banyak, apa bedanya anda dengan PENGECUT…?????

    saya sudah mempelajari banyak agama dari para penganutnya, dan satu hal yang sama yang saya temui di 2 agama besar di Indonesia…

    saling mencari kelemahan, dan disebarluaskan, saya tidak perlu menyebutkan agama apa, pasti anda semua juga sudah tau…

    kalau seperti ini, apa bedanya agama dengan pasar, yang isinya para “penjual” Syurga, yang berusaha menjatuhkan penjual lainnya…???

    STOP

    bukan maksud saya menggurui, tapi hanya menyampaikan uneg-uneg saya…

    jika diantara anda ada yang ingin menanggapi omongan saya tadi silahkan saja kirim e-mail ke childrenofgod@ymail.com, tapi ingat JANGAN COBA-COBA MENGUMPAT PADA SAYA, KARENA ANDA AKAN MENDAPAT VIRUS YANG SANGAT BERBAHAYA….

    • Memang tidak ada perlunya mencari keslahan orang lain yang penting kita harus buka mata buka hati, pelajari sejarah dari berbagai versi gunakan akal sehat insyaAllah akan kita ketahui mana yang benar dan mana yang salah ingat ini bukan fitnah, karena sudah terbukti dan tersurat dalam Al-Qur’an bahwa bangsa Yahudi tidak akan puas sebelum melihat Islam Hancur, ingat siapa yang janjinya muluk-2 biasanya bohong.

      • salam damai buat saudara ku Kaum Muslim maupun Kristen….kadang kita selalu menghujat kaum Yahudi, tapi kita lupa bahwa mereka adalah kaum yang di urapi oleh Allah serta semua Nabi2 berasal dari kaum Yahudi, dan itu benar2 di yakini Oleh Muslim dan Kristen…memang ada perbedaan cerita dan sejarah tapi yang paling penting ….selalu jalan di rel masing2, mempelajari agama sendiri saja tidak pernah habis2nya apa lagi melihat perbedaan agama lain… kuat kan dulu Iman mu baru engkau berbicara….karena manusia tidak sempurna….buat manusia mustahil tapi buat Allah tidak ada yang mustahil….”Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budi dan dengan segenap jiwa mu…..Kasihilah sesama mu Manusia seperti diri mu sendiri”….itu adalah hukum pertama dan terutama….tidak perlu lihat dari agama apapuan….GBU.

    • Salam sejahtera….

      sodara-sodara ku, Tuhan Yesus mengajarkan kita menjadi terang untuk orang2 yang belum melihat terang, marilah kita memancarkan terang itu pada mereka…….

      berbuat baiklah….

  6. Sdr Children of God yth, sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas kunjungannya dan pertisipasinya dalam dialog disini, kami sangat setuju dengan pendapat sdr yang mengatakan sbb : ” tetapi menurut keyakinan saya, bahwa setiap manusia diberikan hak untuk menjadi apa yang dia inginkan, tanpa pengaruh dari orang lain…”

    Perlu kiranya kami tegaskan disini bahwa kami tidak merasa paling mengetahui segala sesuatu dan tidak dalam kapasitas mengklaim kebenaran yang tunggal serta memiliki tendensi apapun, dan yang kami lakukan hanyalah menyampaikan sebuah pandangan yang menurut kami berlandaskan pada teks-teks yang kami yakini kebenarannya (Al-Quran) yang didukung oleh data dan fakta sejarah yang kami dapatkan sehingga hal yang demikian barangkali kurang berkenan bagi pihak2 lain maka kami persilahkan untuk menyampaikan pandangannya ataupun tanggapannya dan kami hanya berharap untuk dapat bertukar pendapat dengan jalan yang baik dan bijaksana, menghindari cara-cara yang pengecut sebagaimana saudara sampaikan.

    Dengan demikian kata2 sdr yang menyatakan bahwa hak setiap manusia untuk memiliki pandangan tertentu tanpa dipengaruhi pihak manapun sangat kami dukung, tentunya dengan memberikan pandangan yang positif dan konstruktif sehingga setiap orang dengan daya pikir, nalar dan kecerdasannya mampu menggunakan daya-daya tersebut secara benar dan tepat sehingga dapat mengambil kesimpulan yang sesuai dengan kodratnya dan berlandaskan pada prinsip-prinsip hidup manusia yang universal, serta sesuai dengan ilmu pengetahuan.

    Nah dengan berpegang pada prinsip yang demikian maka kami berharap sdr Children of God dapat memberikan tanggapan atau barangkali memilki pandangan lain yang berbeda maka kami persilahkan untuk mempostingnya dan Isnya Allah dapat kita pelajari bersama.

    Kami jamin segala informasi akan kami buka seluas-luasnya, kata2 kotor, hinaan dan cacian harus dihindari dan saya jamin tidak akan pernah ada dalam situs kami, dan kami sangat menghargai kejujuran.

    Kami tunggu tanggapannya. terimakasih

  7. sejak lahir saya dibesarkan secara Islam, dan Alhamdulillah sampai saat ini saya masih percaya dengan seluruh ajaran serta hadist Rasulullah SWT.

    sekarang saya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir universitas Katolik terkenal di kota Bandung.
    selama saya belajar dan berinteraksi di kampus saya, saya jadi lebih menghargai perbedaan di Indonesia karena seluruh bentuk interaksi yang saya jalani entah itu secara kehidupan sosial maupun akademik telah membuka mata saya bahwa setiap agama tidak pernah mengajarkan kebencian seperti yang disebarkan oleh banyak oknum dari berbagai agama tertentu.

    saya juga berpendangan sama dengan sdr. Children of God bahwa setiap manusia diberikan hak untuk menjadi apa yang dia inginkan, tanpa pengaruh dari orang lain, tetapi saya punya tambahan untuk prinsip tersebut, bahwa SETIAP ORANG JUGA PUNYA HAK UNTUK MENGETAHUI DAN MENCARI FAKTA entah itu berasal dari kitab suci agamanya sendiri ataupun agama lain.
    *Tanpa menjelek2kan agama lain tentunya.*

    menurut saya Forum seperti ini bersifat sangat positif karena setiap orang diperkenankan memberikan pandangannya untuk masalah yang nilainya sangat krusial bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

    tidak sedikit teman saya yang berpindah agama baik ke Islam maupun ke Kristen. tapi itu tidak membuat mereka merubah pertemanan kami menjadi permusuhan.

  8. salam..emm maaf kalau kata2 ku menyakitkan..cuma ingin meluahkan sangsi diri terhadap kebenaran cerita ini..saya setuju dengan cerita ni tapi agak sangsi apabila disebut nabi isa sudah meninggal..bukankah baginda di angkat ke langit dan akan turun suatu hari hampir kiamat nanti??

    • Wa’alaikum salam wr wb,
      Akhwat Tini Yth,
      Memang benar, selama ini kita telah mendapatkan cerita bahwa Nabi Isa itu masih hidup dilangit dan akan turun diakhir zaman. Cerita ini memang banyak berkembang dikalangan Muslim sejak masih balita padahal serita ini termasuk cerita yang dibawa oleh kaum yahudi yang berbondong2 masuk Islam dan dianggap cerita yang bersumber dari Qur’an Suci, sehingga ketika mendengar cerita yang berbeda dengan yang sudah diketahuinya menjadi ragu2 dan sangsi, itu manusiawi karena apa yang sudah diketahui sejak awal akan susah untuk dikoreksi dan dianggap kebenaran yang mutlak.

      Lalu bagaimana dengan cerita ini? makanya sekali lagi kita perlu mempelajari Quran Suci dengan mendasarkan pada Sunatullah (hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk alam semesta) dan ayat-ayat Muhkan (ayat-ayat Hukum dalam Quran Suci). misalnya Allah bersabda “kullu nafsin dza iiqotul maut; sesuatu yang bernyawa pasti akan mengalami mati” maka disini tidak ada perkecualian misalnya Nabi Isa, atau Nabi Khidir, atau siapapun; akan tetapi hukum ini berlaku bagi seluruh ciptaan Allah termasuk nabi yang paling mulia kekasih Allah pun, Muhammad SAW terikat pada hukum ini. Maka dengan demikian menjadi mudah untuk memahami hal-hal yang lainnya yang termasuk dalam ayat-ayat mutasyabihat (kalam ibarat) jika sudah memahami ayat ini,

      Masalah diangkat kelangit jika sudah bisa memahami konteks hukum ayatnya; maka tafsirnya bukan diangkat kelangit dengan badan jasmaninya, karena tidak mungkin secara hukum alam badan manusia mengembara diangkasa dan tetap dalam kondisi hidup seperti dibumi, karena badan tsb memerlukan kondisi yang hanya bisa dipenuhi syarat-syarat hidupnya dibumi, maka dapat ditafsirkan diangkat kelangit berarti dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Hal ini selaras jika kita pahami bahwa Nabi Isa AS.adalah nabi yang diutus bagi Bani Israel, akan tetapi kaum Yahudi menolaknya dan mengganggap nabi palsu. Maka menjadi tugas Quran Suci mengoreksinya dengan menjelaskan kedudukan beliau sebagai nabi yang benar2 berasal dari Allah SWT dan benar2 dimuliakan dan ditinggikan derajatnya.
      Demikian wasalamu’alaikum wr wb.

      • semua berdasarkan buku mulu cape dewh.. ISRA MIRAJ nabi MUHAMMAD itu ROH atau JASMANINYA ikut ISRA MIRAj.. KAlo bukan mukjizat tuhan bisa dibayakan bgm Tubuh kita bisa hancur dengan kecepatan secepat cahaya begitu apa mungkin tubuh kita bisa menahan cepatnya terbangnya buroq.
        2. NAbi Muhammad SAW sudah pernah melihat nerakan dan di antaranya isinya wanita apakah imam kamu pernah melihat neraka dan surga mencium baunya saja tidak mungkin….

        • Sdr fafalala yth, kita berdiskusi disini memang sebaiknya berdasarkan argumentasi yang jelas dan hal itu hanya bisa dilakukan jika kita bersumber pustaka yang jelas pula. Berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhamamad SAW, pertanyaan kami adalah apakah dengan mempercayai peristiwa tsb dilakukan dengan ruh beliau saja akan mengurangi keimanan kita? bukankah keimanan kita akan lebih mantap dengan meyakini sesuatu yang memang sudah seharusnya diyakini, misalnya beliau melihat surga dan neraka, beliau menjadi imam bagi para nabi, dan peristiwa2 lainnya yang memang hanya dapat dilakukan secara rohani saja? betapa repotnya kita harus meyakini sesuatu yang memang kita tidak memiliki sumber yang otentik sehingga harus melogis-logiskan sesuatu yang memang tidak logis? bukankah cukup dikatakan peristiwa tersebut dilakukan dalam kasyaf, (yakni perjalanan ruhani) sebagaimana diceritakan dalam hadist2 yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, dan apakah masih kurang keyakinan kita? Memang dalam beberapa aspek keimanan seseorang masih dibutuhkan sifat logis dari peristiwa tertentu karena memang peristiwa tsb memang sebuah ujian atas keimanan seseorang, tetapi bagi orang yang telah memiliki keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, perkataan apapun yang terucap dari baginda Rasulullah Muhammad SAW adalah benar 100% dan menjadi keyakinannya. demikian semoga bermanfaat.

  9. ah…1 hal orang theologi emang aneh…pelajari smua agama tp ga beriman.buat yg bikin artikel sory.tp gw percaya Al-Quran yang dibawa nabi Muhammad.Jesus meluruskan domba-domba yang kesasar???wakakak…mang manusia domba…Islam ga pernah nyamain manusia dengan domba.baca Al Quran dgn bener.bukan mengkaji pake lutut.Allah Maha Besar…Sesuatu memang bakal mati…tp Nabi Isa ga mati Disalib…dia masih hidup,dan akan muncul sblm hari kiamat.wassalam.

    • Ikhwan hamba Allah Yth, berbeda pendapat itu boleh-boleh saja dan tidak ada yang melarang, apa yang kami sampaikan hanyalah satu pandangan yang menurut kami lebih Qur’ani dan ilmiah serta didasarkan pada fakta-fakta yang cukup jelas. Untuk lebih dalam mempelajari masalah ini dapat dibaca pada artikel Nabi Isa Sudah Wafat disini. terimakasih.

    • itulah yg membedakan agama yg hak n batil sodaraku

    • Pelajarilah agama anda menurut keimanan anda! jangan pernah menyalahkn atau meremehkan agama lain! bisa jadi anda akan menyesal dikemudian hari..

      Dan satu yang harus anda ketahui! di dalam Kristen kami diajarkan untuk ‘MENGASI SESAMA’ dan saya hanya memperingatkan saja, AGAMA apa saja tidak menjamin anda selama di Dunia berbuat dosa bisa masuk kedalam surga! tapi, jalankanlah ajaran agama mu dengan benar dan tepat, sehingga anda tidak tersesat!
      Jika anda adalah seseorang yang beragama dan ber Iman! anda sebenarnya sudah tau, kita diharuskan untuk menghargai atau saling mengasihi.
      Tanpa anda sadari perbuatan penghinaan dari anda itu menjatuhkan ajaran agama anda sendiri!
      :)

  10. Nabi Isa a.s akan di turunkan kelak oleh Allah SWT jika Dajjal telah keluar. karena hanya Nabi Isa lah tandingannya Dajjal.

    jadi seperti halnya Dajjal yang tengah dikunci oleh Allah sehingga belum bisa keluar, begitu pula dengan Nabi Isa yang di angkat Allah dan dikekalkan oleh-Nya. sebelum tiba masanya untuk diturunkan untuk mengalahkan Dajjal dan mengembalikan masa kejayaan islam.

    • Ikhwan eza Yth, mengenai dajjal dan turunnya nabi isa untuk yang ke dua mungkin dapat dibaca disini:
      1. mematahkan salib
      2. Integrasi religi
      terimakasih.

      • Mohon maaf
        1. besok bisa2 Alquran An Nisa (157) ayatnya dirubah ya ” bahwa nabi Isa tidak dibunuh tapi disalib dan tidak mati” Kalau berani !
        2. Kalau kita pahami Al Quran dari surat yang lain disitu ada kata bahwa nabi isa hidup sampai kahlaw
        3. coba anda pahami tentang apa yang diajarkan para nabi penerima amanat menyampaikan kitab suci yang sama adalah Tauqid dengan dengan estafet sampai taraf kesempurnaan akhlak (nabi terakhir)
        4. Mengapa Saudara menunggu turunnya nabi isa ? apakah nabi mu belum sempurna mengajarkan pada kita. Berjuanglah meluruskan Dienmu jangan pasrah menunggu. dan inggatlah kalian adalah Khalifah di bumi yang diberi mandat. bukannya nabi Isa kasian tahu.

        RLPS

  11. Ikhwan Muhammad Dzulkarnaen Yth, sebelumnya terimakasih atas kunjungannya, pertanyaan ikhwan dapat kami tanggapi sbb:

    1. Ikhwan Menyatakan: “besok bisa2 Alquran An Nisa (157) ayatnya dirubah ya ” bahwa nabi Isa tidak dibunuh tapi disalib dan tidak mati” Kalau berani !

    Tanggapan kami:
    Kata-kata dalam ayat 157-158 tersebut sbb:
    Ayat 157:
    “Wa qoulihim inna Qotalnal masiiha ‘isa ibnu maryama rasulullah, WAMA QOTALUUHU, WAMA SHOLABUUHU WALAKIN SYUBBIHALAHUM ” artinya, Dan karena ucapan mereka(Kaum Yahudi), Sesungguhnya kami telah membunuh Isa bin Maryam, Utusan Allah. Mereka (Yahudi) tak membunuh Dia(Isa), dan tak menyebabkan dia(Isa) mati pada kayu palang, melainkan ditampakkan kepada mereka(Yahudi) seperi demikian (seolah-olah benar-benar mati).

    Selanjutnya, Wainnaladzii nakhtalafuufiihi lafii
    syakkimminhu, maa lahum bihii min ‘ilmin illattiba’adzdzonn, wama qotaluuhu yaqiinan” artinya “Sesungguhnya orang-orang(yahudi dan kaum kristen) yang berselisih tentang itu (peristiwa penyaliban Isa yang benar-benar dilakukan oleh umat Yahudi) mereka berada dalam kebimbangan. Mereka tak mempunyai penggetahuan tentang itu (masalah hidup dan matinya Isa dalam kayu palang) selain hanya mengikuti dugaan, dan mereka(kaum Yahudi) tak membunuh dia(Isa) dengan yakin.

    Ayat 158 : ” Bal RAFA’AHU llahu ilah, wa kaanallahu ‘azizan khakiiman”, Tidak Allah mengangkat dia(Isa) ke hadapan-Nya, dan Allah itu senantiasa yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana.

    Konstruksi pemikiran yang terkandung dalam Qur’an Suci dengan terjemahan kata perkata dapat diterjemahkan sebagai berikut, “Kalimat Ma-shalabuuhu ini tidak sama sekali mendustakan disalibkannya Isa Al-Masih pada kayu palang, dan memang benar demikian pula yang tercatat dalam Al-Kitab, akan tetapi kata Shalb, yang berarti sebagai sebuah tindakan pembunuhan yang sangat terkenal (menurut Tajul Arus dan Lane lexicon) adalah bentuk pembunuhan terhadap seseorang dengan cara dipaku dan gantungkan pada kayu palang hingga orang tersebut meninggal TIDAK TERJADI PADA DIRI YESUS, karena beberapa argumentasi yakni:
    1. Beliau hanya disalibkan selama kurang lebih tiga jam (Markus 15:25; Yahya 19:14) padahal kematian ditiang salib membutuhkan waktu yang lama.
    2. Yesus disalibkan bersama-sama dengan dua orang penjahat, dan pada saat diturunkan dari tiang salib, kedua penjahat tersebut masih hidup sehingga Jelas penyaliban tersebut belum menyebabkan kematian beliau.
    3. Kedua penjahat tersebut dipatahkan kedua kakinya untuk membunuhnya, akan tetapi tidak demikian dengan Yesus (Yahya 19:32-33).
    4. Yesus ditusuk lambungnya oleh prajurit romawi dengan tombak dan masih mengeluarkan darah.
    5. Pontius Pilatus tidak percaya kalau Yesus sudah wafat secepat itu (Markus 15:44)
    6. Yesus tidak dikubur seperti kedua penjahat tersebut, akan tetapi diserahkan kepada muridnya Yusuf Annajr, dan dirawat dengan rempah-rempah dan diselimuti dengan kain (Kain kaffan Turin) lalu disimpan dalam gua batu, dan pada hari ketiga telah bangkit. (berarti yesus hanya pingsan saja dan siuman pada hari ketiga, karena sesorang yang telah meninggal tidak akan hidup lagi)
    7. Selengkapnya dapat dibaca disini

    Pokok masalah dalam ayat ini terdapat pada tulisan kapital yakni : Syubbiha dan rafa’a, kata Syubiha (menurut Lane Lexicon) memiliki arti: 1. Ia dibuat seperti itu, atau dibuat menyerupai itu, atau 2. Perkara itu dibuat samar-samar atau kabur, dan menurut Kitab Ruhul Ma’ani kata Syubbiha lahum bermakna perkaranya menjadi bimbang dan ragu bagi mereka. Adapun cerita bahwa yang disalibkan adalah seseorang yang diserupakan dengan Isa, sama sekali tidak berdasarkan Qur’an sama sekali.

    Ayat berikutnya yang berkaitan dengan arti kata Rafa’a dijelaskan menurut Tajul Arus, dan Lane Lexicon yakni; 1. mengangkat atau menaikkan, dan berarti pula 2, meninggikan atau memuliakan. Maka kata kata rafa’a ilallah yang tersebut dalam Qur’an sepanjang berkaitan dengan manusia maka lebih tepat pada arti yang kedua sebagaimana do’a-do’a kaum muslimin ketika i’tidal. jadi menurut Qur’an Suci tidak ada seseorang dengan badan jasmaninya yang tiba-tiba naik ke angkasa kecuali dalam cerita-cerita Al-kitab (Lukas 24:51), dan berdasarkan cerita Al-kitab tidak hanya Yesus saja yang dapat pergi ke angkasa tetapi juga Eliyya (2 Raja-raja 2:11) yang disaksikan juga oleh Elyassa yang bahkan beliau mengambil baju Eliyya yang jatuh . Juga Nabi Henokh (5:24) yang bergaul dengan Allah lalu tidak ditemukan lagi karena telah diangkat oleh Allah.

    Mohon dibandingkan dengan ayat Qur’an Suci; ” Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat derajat engkau dihadapan-Ku, (QS 3:4) dan juga ayat-ayat yang lain diantaranya : QS 4:32; Qs 6:84; QS 12:76, dan masih banyak lagi yang kesemuanya menjelaskan dimulikannya manusia atau ditinggikannya derajat manusia.

    2. Sdr mmenulis sbb: “Kalau kita pahami Al Quran dari surat yang lain disitu ada kata bahwa nabi isa hidup sampai kahlaw”

    Tanggapan kami:
    saya tidak memahami maksud ikhwan, adakah Isa hidup hingga hari kiamat?, Jika demikian telah terjawab dengan tanggapan pertama (Qs 3:4).

    3. Ikhwan menulis sbb: “coba anda pahami tentang apa yang diajarkan para nabi penerima amanat menyampaikan kitab suci yang sama adalah Tauqid dengan dengan estafet sampai taraf kesempurnaan akhlak (nabi terakhir)”

    Tanggapan kami :
    Mungkin maksud anda Tauhid???, jelas ya dan saya setuju.

    4. Ikhwan menulis sbb: “Mengapa Saudara menunggu turunnya nabi isa ? apakah nabi mu belum sempurna mengajarkan pada kita. Berjuanglah meluruskan Dienmu jangan pasrah menunggu. dan inggatlah kalian adalah Khalifah di bumi yang diberi mandat. bukannya nabi Isa kasian tahu”

    Tanggapan kami :
    Mohon dibaca artikel kami disini.

    Terimakasih. semoga berkenan.

  12. assalamu’alaikum.saya seorang muslim tp saya tdk tau banyak tentang sejarah2 nabi.saya pribadi tidak pernah ingin dan mau berdebat tentang sejarah nabi,.bagi saya yg penting saya ingin mengetahui byk hal tentang prilaku nabi dan kl bisa mencontohnya sebagai pedoman hidup.wassalam…..

    • wa’alaikum salam wr wb,
      akhwat martini yth, terimakasih atas kunjungannya. Mengenai sejarah para nabi yang perlu dipahami adalah para nabi adalah manusia biasa yang diberikan keistimewaan oleh Allah berupa wahyu Ilahi yang menjadi bimbingan dalam setiap aspek kehidupannya, sehingga dapat diteladani sikap dan perbuatannya. “Dan tiada Kami mengutus sebelum engkau, kecuali hanya orang laki-laki yang Kami wahyukan kepada mereka; maka tanyakanlah kepada para penganut Peringatan jika kamu tak tahu. Dan Kami tak membuat mereka tubuh yang tak makan makanan, dan tak pula mereka kekal” (Qs 21:7-8).
      Demikian tanggapan Quran Suci semoga mejadi renungan. Terimakasih.
      Wassalam wr wb.

  13. saudara saudariku…..
    berhentilah untuk bersitegang urat leher dalam membenarkan sebuah pendapat dalam agama. Kita hidup dinegara yang sangat menjujung tinggi kebebasan beragama bagi pemeluknya….
    Bagi saya, orang beragama itu dilihat dari akhlaknya.. kalau dia baik kepada sesama saya yakin orang itu juga akan dipandang baik oleh TUHAN nya. Jadi buat apa diributkan yang mebuat kita terpecah belah….???
    ketahuilah… para rasul diturunkan untuk memperbaiki akhlak manusia..!!

  14. Terlihat disini anda berusaha secara perlahan memasukkan ajaran Kristen ke dalam ajaran Islam

    • Sdr Islam Sejati Yth, dapatkah saudara tunjukkan dimana letak ajaran kristen yang kami masukkan dan yang tidak sesuai dengan Al-Quran? dengan memberikan tanggapan yang jelas disertai dengan argumentasi dan referensi yang lengkap tentu akan lebih bermanfaat untuk diskusi dan menambah wawasan kita bersama daripada sekedar melempar isu yang tidak berdasar. Terimakasih

  15. segala kebenaran dan yang tidak benar hanya Dia Tuhan yang tahu,tidak ada siapapun manusia jaman sekarang yg hidup di jaman itu,jadi….ya berpegang sajalah pada keyakinan masing2 dan tidak perlu di perdebatkan krn tdk akan ada penyelesaian nya….Semoga Tuhan Memberkati…

    • Betul kebenaran di dunia itu relatif kebenaran hakiki ada setelah kita mati dan apa yg dirakan setelah kita mati nanti.. jadi lakum dinukum waliyadin

  16. ceritanya cukup menarik…tp segala kebenaran nya hanya Dia Tuhan yg tahu,,,,jadi…mnurut saya berpegang teguh sajalah pada keyakinan dan kepercayaan masing2…wokkkeh…Semoga Tuhan Memberkati

  17. semoga Allah SWT melindungi kita semua (kawan2 seiman dan saudara2 kita)
    apapun isi dari artikel diatas jangan menjadi perpecahan.Jadikan ini sebagai pengayaan pengetahuan kita,

  18. dear saudara saudara yang terkasih,
    saya amos bin sulaiman ingin menjelaskan mengenai iman kristen mengenai tritunggal :
    Allah yang dianut oleh umat kristen bukan 3 , jangan salah paham. Saya akan menjelaskan seperti yang di akui oleh pengikut pengikut ISA pada saat itu :
    * Allah itu disebut sebagai BAPA , BAPA itu mempunyai kehendak untuk menciptakan dan lain lain.
    * Kehendak untuk menciptakan itu diwujudkan dengan firmanNya, kemudian
    * kemudian Bapa melalui RohNya(ROH KUDUS) memberi kehidupan pada yang diciptaNya itu.(Roh ALLAH disebut oleh orang kristen ROH KUDUS karena menurut pengertian orang kristen roh yang kudus adalah RohNya Allah , sedangkan roh roh yang lain tidak boleh disebut kudus, kudus hanya untuk Allah saja yang lain adalah kudis)

    inilah yang disebut sebagai tritunggal (tiga yang tidak dapat dipisahkan).

    hal ini dapat diilustrasikan seperti ini:
    Jiwaku berdebar debar setelah melihat kecantikan cewek itu.Apakah jiwaku dan ragaku berbeda? jawab: tidak.

    Oleh sebab itu berbicara mengenai ke tritunggal ALLAH tidak boleh dipisahkan antara Bapa , Firman , dan RohNya. Karena Bapa (sebutan orang kristen untuk ALLAH) tidak bisa pisah dengan firmanNya Allah , dan Bapa tidak bisa pisah dengan RohNya.

    Kalau begitu apabila yang dijelaskan diatas mengatakan bahwa Bapa , Firman , Roh kudus itu disebut sebagai Allah yang sama , kenapa harus dibeda – bedakan oleh orang kristen? jawabannya :
    karena murid murid Isa setelah kebangkitan Isa dan setelah Isa naik ke surga , mereka menelaah segala peristiwa pada saat bersama Isa (waktu Isa di dunia dalam wujud manusia)dan kejadian kejadian pada saat peristiwa pantekosta dimana ada ROh Kudus masuk ke dalam para murid dalam rupa lidah lidah api ,mereka bisa berbahasa berbagai bangsa yang ada di yerusalem , untuk memberitakan tentang injil keselamatan Allah melalui Isa (yang disebut sebagai firman Allah yang hidup dalam rupa manusia) untuuk menebus dosa (dosa asal/dosa waris) manusia seluruh dunia.
    Dosa apa yang dimaksud : adalah dosa waris yang di akibatkan Adam dan hawa berdosa. Dosa waris ini kita semua di dunia ini merasakannya, penasaran ?(bagi yang tidak percaya dosa waris / dosa asal yang sering disebut sebut orang kristen), jawabannya : kalau kita tidak mewarisi dosanya adam&hawa , kita sekarang pasti masih di surga bersama dengan ALLAH, buktinya kita mewarisi dosa adam&hawa adalah kita semua manusia ada di bumi.(harus susah payah bekerja dan banyak permasalahan di dunia ini).

    aku lanjutin lagi penjelasan yang dapat aku sharingkan di teman teman sekalian.
    masih banya sekali yang penasaran , nanti aku lanjutin ….. thanks

    • Sdr Amos yth, terimakasih atas kunjungannya diwebblog ini. Berkaitan dengan penjelasan sdr mengenai imam kristen semoga dapat memberi pencerahan kepada sdr2 yang lain; namun sebagai sesama kaum yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah tentu untuk berdiskusi mengenai keimanan tersebut sah-sah saja; misalnya jika ada pertanyaan dari sdr2 muslim bahwa iman kristen itu mengada-ada dan sdr2 kristiani terjebak pada pandangan gereja yang meyakini trinitas sebagai 3 bagian dari oknum tuhan sehingga para teolog kristen muter2 mencari jawaban yang kira2 logis untuk menjawab hal tersebut meskipun tetap janggal dan lucu. Sebagai contoh yang sdr amos analogikan sbb: “Jiwaku berdebar debar setelah melihat kecantikan cewek itu.Apakah jiwaku dan ragaku berbeda? jawab: tidak. ” bagi kaum muslimin ada kredo “Qiyamuhu binafsihi” Allah itu berbeda dengan makhluk, sehingga ga usah repot2 bertoeri untuk menjelaskan yang dicoba2 agar masuka akal, “pokoknya ga usah ngurusin dzat Allah deh” begitu kira-kira sehingga cukup urusin diri kamu dan iman kamu, jadi kesimpulannya ketika kita mencoba memahami dzat Allah dengan analogi tertentu yang masih menyerupai ciptaan-ciptan-Nya, maka disitulah pintu kesesatan terbuka lebar dan kita jatuh pada kesalahan yang fatal, karena Allah itu berbeda dengan apapun juga yang dapat kita bayangkan didunia ini. terimakasih, salam.

    • saya mau tanya tentang tuhan itu yang mana. kalau tuhan itu adalah allah yang anda maksud. bagaimana dengan yesus, karena dia juga tuhan menurut agama anda, nah lalu tuhan itu ada berapa. ?

  19. ceritanya kelihatan masuk akal tapi..saya bingung dengan dongeng ini dimana telah terjadi inkonsistensi sebuah sebutan “isa ibn maryam”…pertanda apa dengan cerita ini…? kenapa tidak dengan sebutan” isa ibn yusuf “.
    Kalau memang cerita ini dapat dipertanggung jawabkan apa yg penulis lakukan jikalau anda diberikan Allah SWT kesempatan hidup sampai waktu Nabi isa ditakdirkan Allah SWT kembali lagi kebumi…? kita sekarang berangan2 saja ya…kita anggap segala kemungkinan ini terjadi….apakah anda akan melakukan investigasi langsung kelapangan untuk mendapatkan data yg akurat atau anda tetap besikukuh dengan teori awal dengan mengumandangkan bahwa itu adalah nabi isa palsu yang tidak wajib di imani karena telah menebar kebohongan.
    mhn maaf terimakasih.

    • Sdr Jiekhum yth, terimakasih atas kunjungannya pada webblog kami, tanggapan kami sbb:
      1. Isa AS, menggunakan Ibn Maryam karena berdasarkan adat Yahudi bahwa seorang anak akan dikenal olah kaumnya dengan menggunakan gelar Ibn dari orang tuanya yang memiliki status sosial lebih tinggi dan kita tahu Maryam adalah keturunan Daud AS. Keturunan Sulaiman AS. keturunan Musa AS. yang lebih tinggi status sosialnya dibanding Yusuf si tukang kayu. sehingga sebutan Ibn Maryam adalah hal yang biasa dikalangan bangsa Israel.
      2. Nabi Isa AS, adalah nabi yang utus oleh Allah kepada bangsa Isreal pada masa Herodes, yang bertujuan menyempurnakan syariat Musa AS, akan tetapi amat ditolak oleh kaum Yahudi yang menghendaki bahwa Mesias mereka adalah seorang Raja, seperti Sulaiman atau Daud dan bukan seorang nabi yang lemah lembut seperti Isa AS, sehingga beliau difitnah dan disalibkan di Golgota. Sebagaimana nabi2 yang lain Nabiyullah Isa AS, pun merasa kewalahan menghadapi kaumnya sehingga beliau lebih memilih suku2 Isreal yang lain yang tinggal didaerah Iran, Irak, India dan Afganistan dan perlu kita ketahui bahwa 12 suku Israel yang hidup di daerah palestina itu hanya 2 suku dan 10 lainnya menyebar didaerah2 tersebut. Beliau adalah nabi sebagaimana nabi2 yang lain yang makan makanan, hidup dan berkeluarga serta mati pada usia 120 tahun, jadi andai2 yang sdr sebutkan pasti tidak akan terjadi karena bertentangan dengan sunatullah, Al-Quran dan Hadist. demikian semoga bermanfaat. terimakasih.

  20. Double thumbs buat smuanya….
    :-)

  21. hmmm,,,, bagus sekali dan cukup menggugat tapi tolong jelaskan ayat berikut “inna matsala ‘isa ‘indallahi kamatsali adam kholaqohu min thurobi tsumma qola lahu kun fayakun”

    • Sdr Ramdan Yth, ayat Al-Quran yang menjelaskan “inna matsala ‘isa ‘indallahi kamatsali adam kholaqohu min thurobi tsumma qola lahu kun fayakun” Qs 3:58; yang artinya “Sesungguhnya persamaan Isa itu, menurut Allah, seperti persamaan Adam. Ia menciptakan ia dari tanah, lalu ia berfirman: Jadi, maka jadilah ia”. Adam yang jika diartikan manusia pada umumnya, karena memang semua manusia diciptakan dari tanah, sebagaimana QS 18:37 orang muslim berkata kepada orang kafir “Apakah kamu mengafiri Tuhan Yang menciptakan engkau dari tanah?” dan juga Qs 22:5; Qs 30:20 dan diayat2 lainnya yang menerangkan bahwa semua manusia diciptakan dari tanah. Jadi konteks ayat dalam Ruku surat ini Qs 3: 54 – 62 ini menjelaskan bahwa Nabi Isa yang dipertuhan oleh kaum Kristen adalah manusia biasa yang diciptakan dari tanah sehingga tidak layak untuk disembah sebagai tuhan karena dia adalah ciptaan Alalh yang juga diciptakan dari tanah yang hal ini lebih diperjelas dengan pernyataan “Kun fayakun” yang artinya Allah menciptakan segala sesuatu adalah melalui hukum yang tetap dan tak berubah ubah, jika sesuatu diciptakan dari tanah maka seterusnya akan ciptakan juga dari tanah.
      Sedangkan jika diambil persamaan antara Nabi Isa AS dengan Nabi Adam AS maka persamaannya adalah sebagaimana Nabi Adam yang diciptakan dari tanah, lalu dipilih dan disucikan oleh Allah sebagai Nabi, demikian pula Nabi Isa AS, beliau diciptakan dari tanah lalu dipilih dan disucikan oleh Allah dan diangkat sebagai nabi; hal ini tercermin dalam kata perintah “Kun” yakni terpilihnya hamba Allah yang tulus untuk menempati posisi kenabian yang tidak setiap manusia dapat mencapainya kecuali hamba-hamba tertentu yang khusus dipilih oleh-Nya. Dan perlu diketahui dalam ruku’ ini tidak ada isyarat apapun yang mengaitkan Nabi Isa dilahirkan tanpa ayah, tetapi lebih kepada perbantahan terhadap kaum kristen tentang ketuhanan palsu mereka yang mengangkat sesorang yang diciptakan dari tanah menjadi tuhan. Demikian penjelasan kami semoga bermanfaat, terimakasih.

  22. Assalamualaikum Pak redaksi yth,
    Terima kasih atas penyebaran ilmunya semoga bapak selalu dlam rahmat, inayah-Nya…

    Membaca postingan dari teman2 di disini saya mengumpamakan seperti sedang membaca lembaran2 kertas dalam perpustakaan ada yang saya ambil dan simpan dalam lemari ada juga yang saya anggap tidak pas untuk di simpan dalam lemari…

    Berbicara tanpa ilmu akan lebih mudah di ucapkan akan tetapi berbicara dengan ilmu akan lebih dapat diterima dengan hati yang jujur…

    Berbicara dengan ego sama saja mencoba menerbangkan layang2 dengan tiupan dari mulut ..akan tetapi berbicara dengan ilmu menerbangkan lapisan baja, besi (pesawat) dengan mudah..

    Semoga kita dapat lebih jujur melihat Kualitas dlam diri yang sebenarnya.. :)

    Mohon Maaf

    Salam Kasih, Cinta
    Allahumma shali ala sayidina Nuh as, Ibrahim as,Musa as, Wa Isa as, Muhammad saw wa alaihi wa barik wa salim.. AMiEN.. :)

    • Wa’alaikum salam wr wb, terimakasih Sdr wong kulon Yth, atas atensinya. Sebagai umat Rasulullah Muhammad SAW kita memiliki kewajiban yang sama dihadapan Allah SWT yakni senantiasa berusaha memperbaiki diri, dengan menambah amal ibadah dan menambah ilmu kita sehingga kita benar2 dapat memahami segala sesuatu dengan sebenar-benarnya bahwa tiada apapun didunia ini yang patut untuk ditakuti ataupun pantas disembah selain hanya Allah SWT. Kebahagiaan kita adalah ketika kita dapat memenuhi perintah-perintah Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan perwujudan dari kebahagiaan kita adalah berusaha menyampaikan ilmu-ilmu yang kita dapatkan meskipun hanya satu ayat kepada saudara-saudara kita karena kecintaan kita kepada Allah SWT. Oleh karena Allah telah mengaruniakan akal dan hati maka sudah selayaknya setiap informasi atau ilmu yang kita dapatkan harus selalu kita sandarkan pada Al-Quran, Sunnah Rasulullah dan Hati nurani kita sehingga kita tidak terjebak pada sikap taqlid buta terhadap sesuatu. Maka dengan demikian keputusan yang kita ambil kelak dapat kita pertanggungjawabkan dihadapan Mahkamah Allah SWT di Yaumil Akhir nanti. Sekali lagi terimakasih atas atensi dan salam perjuangan. Wassalam wr wb

  23. pertanyaan saya pada penulis
    1.berdasarkan apa tulisan yang anda terbitkan tadi?
    2.kenapa anda seyakin itu seolah2 bahwa anda mengetahui sepenuh nya tentang sejarah nabi isa ( yesus )?
    3.opini saya itu adalah keyakinan anda,tapi anda tak mau tau bahwa setiap orang punya keyakinan sendiri mengenai sejarah itu.

    • Sdr Bejo Yth,
      1. Pertanyaan 1, dapat kami jelaskan bahwa dasar yang kami gunakan adalah:
      1. Al-Quran, yaitu suatu angka yang terdapat dalam tanda kurung, misalnya (3:35) atau (3;36) berarti surat ketiga (Ali Imran) ayat ke 35 atau ke 36;
      2. Al-Kitab (Bibel) yang ditulis (Lukas 2:21) berarti Kitab Lukas pasal 2 ayat 21, atau juga kitab2 lain misalnya (Matius 4:2); (Galatia 3:13) dll
      3. Kitab2 hadits, Bukhari, Muslim, dll,
      4. Kitab Sejarah
      5. Pendapat para ulama, Abdul Rahman sa’di, Imam Muhammad assad, Muhammad Abduh, Rasyid Ridlho, Mahmud Syaltut, dll
      Pertanyaan ke2, Keyakinan kami berlandaskan pada hal2 tersebut diatas maka tidak ada keraguan sedikitpun dalam masalah ini.
      Pertanyaan ke 3, Jika sdr memiliki pemahaman yang berbeda dengan kami ya itu tidak masalah selama tidak menimbulkan perpecahan, jika sekedar berbeda pendapat dalam menafsirkan sesuatu selama berpegang kepada Al-Quran, As-Sunah dan Hadist Rasulullah toh boleh2 saja kan ini hanya pada masalah far’iyah (atau detail2 masalah pemahaman) selama keyakinan itu menambah iman dan meningkatkan amal ibadah kita itu bagus2 saja, barangkali sdr bejo dapat mengirimkan pendapatnya disini yang barangkali berbeda dengan penafsiran diatas boleh2 saja sehingga bisa dipelajari bersama2, terimakasih.

    • semuanya sudah di jelaskan di dalam al-qur’an, bahwa nabi isa as bukanlah tuhan, sesungguhnya yang di sembah oleh kaum kristen adalah Yudas Iskariot

  24. Jika memang diskusi ini untuk kebaikan tolong tampilkan semua komentar yang masuk, Terima kasih atas penjelasannya dan sepertinya kita memang berbeda dalam memahami ayat suci al-quran tersebut, karena menurut pemahaman saya ayat tersebut menunjukkan kekuasaan allah terhadap nabi isa as sehingga tidak ada alasan bagi umat nasrani untuk mempertuhankan nabi isa as karena penciptaan atas diri nabi adam as jauh lebih aneh sebagai bentuk mukjizat atas kebenaran kenabian mereka dan sebagai bukti kekuasaan allah atas segala sesuatu, yang hal itu dipertegas dengan pemistalan nabi isa as terhadap nabi adam as dalam ayat tersebut tidak kepada nabi ibrahim as yang sama sama memiliki mukjizat dengan ayat “ya naru kuni bardan wasalaman ‘ala ibrahim”, tidak kepada nabi musa as yang juga memiliki mukjizat dengan ayat “wakallamallahu musa taklima” tidak juga kepada nabi nabi yang lain yang sama sama manusia biasa yang kemudian dipermuliakan oleh allah atas kehendaknya. dan atas kalimat “kholaqohu min thurobi tsumma qola lahu kun fayakun” sebagai penegasan lain tentang kekuasaan allah dalam penciptaan nabi adam as dan nabi isa as, tidak dengan kalimat lain yang sebenarnya masih banyak berkenaan dengan nabi adam as…

    • Sdr Ramdan Achmad Yusuf Yth, Kami berusaha untuk obyektif dalam menampilkan semua komentar akan tetapi kadang2 ada hal-hal yang kami rasa kurang perlu mengingat relevansi dengan pembahasan yang ada. Memang dalam masalah khilafiyah ini para ulama berbeda-beda pendapat dan hal tersebut adalah wajar belaka mengingat latar belakang keilmuan dan hal-hal yang lainnya sehingga perbedaan pendapat seperti yang Sdr pahami kami rasa tidak menjadi persoalan karena hal-hal tersebut bukan merupakan azas dan rukun agama. Demikian tanggapan kami, terimakasih.

  25. allah menciptakan kitab INJIL,TAUROD,ZABUR dan AL-QUR’AN… tetapi saya meyakini bahwa semua kitab” allah tu baik.. tapi alangkah baiknya apa bila anda membaca AL-QURAN.. lihat saja seluruh cerita dan nasihat serta nilai kandungan dan kebuktian yg ada tidak ada yg sanggup mengubah/membantahnya,,, berarti al-qur’an adalah kitab penyempurna dari kitab yg lainya… buktinya,orang kerasupan roh halus/kesurupan/disantet bila kita bacakan ayat suci al-qur’an insya allah allah menghendakinya.. salam perdamaian buat semua saudaraku. walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua… semua agama itu baik…

  26. Saya membaca sejarah 25 nabi bahwa Isa tidak mati di salib melainkan yg terbunuh adalah sahabat Isa “Yahuza” (Iskarius) yg diserupakan Allah dg nabi Isa.

    Kenapa sejarah dari buku yg aku baca beda dg yg di atas?

  27. Mohon penjelasan. Apakah Nabi Isa A.S pernah minta ampun atau diampuni dosa oleh ALLAH SWT? Jika pernah minta ampun/diampuni dosa, mohon diberikan referensi ayat-ayat/surat-surat di dalam Kitab Suci Al Quran. Terima kasih

  28. agama tidak selamanya menyelamatkan, tp imanlah yang nanti akan menyelamatkan kita…. perbedaan bukan salah satu hal yang penting untuk di perdebatkan… tapi keyakinan kita terhadap apa yang kita anut itulah landasan yg paling penting.. benar atau salahnya semua hanya Tuhan yang tau.. kita dengan hanya bermodalkan pemikiran kita sebagai manusia yang tidak sempurna tidak akan pernah menjangkaunya… toh saat kita mati nanti kita akan mempertanggngjawabkan diri kita sendiri dan bukan orang lan…
    agama bukanlah sesuatu yang dipaksakan melainkan sesuatu yang diyakini…
    jadi sebelum anda mengeluarkan argumen, tanyakan pada diri anda apakah argumen anda sudah mwakili seluruh iman anda atau tidak… atau hanya sekedar mempertahankan ego dan sbagainya… karena itu samahalnya kita hanya mencari kelemahan untuk menutupi kelemahan yang sebenarnya tidak kita prlukan…
    saya cukup senang dengan semua yg dituliskan diatas,dan saya anggap tu sebagai cobaan yang indah untuk saya lebih meyakini apa yang saya yakini….
    thanks buay yang nulis..
    inatinya kita semua adalah sama…
    salam damai, Tuhan memberkati kita semua.

  29. Dan tiada pemikul beban akan memikul beban orang lain. Dan jika orang
    yang dimuati beban menyeru kepada orang lain untuk membawakan muatannya, itu tak akan dibawakan sedikitpun, walaupun ia kerabatnya. Engkau hanya dapat memberi peringatan kepada orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka secara diam-diam, dan menegakkan shalat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya, ia hanya menyucikan diri untuk kebaikan sendiri. Dan kepada Allah tempat tujuan terakhir Q. 35: 18

    ———-

    Memang sangat tepat !

    Kita hanya mempertanggungjawabkan perbuatan kita di hari akhir nanti
    Bersiaplah mulai sekarang…, dan
    untuk dimaklumi bahwa, nasehat ini terutama untuk saya sendiri

    Tak ada orang yang akan memikul beban orang lain

  30. Sdr. Adiss Apriadi

    Komentar anda menunjukkan bahwa anda berputus asa dalam membaca begitu banyak ayat2 dalam injil yang tidak sejalan dan saling bertentangan dan menunjukkan kelemahan sebuah Kitab Suci
    dan sementara anda tidak jujur mengakuinya dan anda tidak mampu berargumen yang sehat untuk membuktikan kebenaran keyakinan anda.
    Perlu anda pahami keyakinan kristen saat ini sangat erat kaitanya dengan peradaban dunia saat ini telah sampai pada titik kemajuan manusia yang sangat luar biasa dan memandang materi adalah segalagalanya dan secara tidak langsung telah menggantikan kedudukan Tuhan Sang Pencipta dengan berhala2 dunia, dan anda tahu tatanan perekonomian yang dibangun dengan sistim ribawi telah mengantarkan manusia diseluruh dunia ini pada jurang kehancuran dan anda perlu tahu bahwa dunia saat ini dikuasi oleh Amerika dan antek2nya yang nota bene bangsa ini umumnya kaum yahudi dan nasrani dan kebijakan2nya justru banyak membawa dampak yang merugikan manusia dengan moto2 menebarkan kasih dan meracuni dunia dengan kebebasan membuka aurat dan menghalalkan segala cara dan menebarkan sistim2 yang melawan fitrah manusia. Dalam rangka inilah kami kaum muslimin mempunyai tanggung jawab sosial untuk membuka mata hati siapapun bahwa meyakini ajaran yang salah akan melahirkan generasi manusia yang tidak bertanggung jawab dan hasilnya akan menghancurkan peradaban manusia itu sendiri.
    Karena itu apa yang anda pikirkan itu tidak sesederhana yang anda bayangkan.
    Memang sudah seharusnya ajaran2 yang menyesatkan itu harus dihapuskan dari muka bumi ini.

  31. salam damai untuk saudaraku, dari muslim, kristen maupun yahudi.
    kisah ini sebenarnya hanya pengetahuan saja, pengetahuan sementara (bukan bermakhsud mengejek situs ini).
    karana cerita benarnya yang mengetahui hanyalah Tuhan. jadi ini sebenarnya hanya cerita untuk menambah pengetahuan.
    sekian saja. thank you!!!!
    salam hangat, sang pelerai.

  32. apa yang Anda katakan sebagai sejarah, di sini sangat lucu dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Anda mencoba mencampuradukkan dua ajaran agama yg sangat berbeda sekaligus mermbuktikan bahwa Anda tidk mengerti teks Al-Kitab.

  33. assalamu’alaikum Wr.Wb
    slamat menjalankan ibadah puasa buat muslimin n muslimah

    Saya bingung nieh ,kan tuhan yesus yg kalian smbah itu matinya disalib
    terus dikubur ,dan siuman dan bangkit lagi dari kubur pd hari ke -3 itu

    yg mau saya tanyakan , kalau dia tuhan yesus itu baru bangkit hari ke3 ,terus siapa yg menjalankan/mengontrol langit dan bumi ini (seluruh manusia) ,sementara tuhan yesus yg umat kristen sembah tidak ada dalam 2 hari itu.
    apa yg ngontrol roh kudus ? Atau bapanya?
    bingung saia

    sedangkan Tuhan ku (ALLAH SWT) ,tidak pernah tidur,mati,slalu HIDUP ,diatas,dibawah,dikanan,dibelakang,didepan slalu mengontrol umat manusia.juga ALLAH tidak pernah dikubur .Allah ku selalu terjaga
    dan Allah Ku tidak terbagi 3 , Allah ya cuma 1 ,TUNGGAL,ESA,MAHA KUASA, YG MENCIPTAKAN SLURUH JAGAT RAYA INI

    Terus ,kalo tuhan yesus kalian dikubur menggunakan kain kafan ,kenapa umat kristen dikubur makek peti ,N kostum Nya menggunakan Jas ??Tidak mnggunakan kain kafan seperti Yesus? :P

    Sementara kami umat muslim ,matinya dikubur dgn menggunakan kain kafan .sama juga halnya dgn Nabi nabi lain :)
    Thanks

    • crita anda mengandung penylewengan,,,tak ada sedikitpun kesokhehan ….
      anda seorang pengawur…..

      • Sdr Ilham Yth, sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas kunjungan sdr.
        Jika sdr merasa apa yang kami sampaikan tersebut yang berdasarkan Al-Quran, Hadist, Atsar Sahabat dan juga sejarah masih dianggap ngawur oleh Sdr dapatkah sdr menyampaikannya disini yang benar menurut versi sdr berdasarkan Al-Quran, Hadist Atsar Sahabat dan juga sesuai dengan sejarah, jika sdr tidak bisa membuktikannya maka tudingan itu berbalik kepada sdr sendiri.
        Terimakasih

  34. Tuhan itu hnya 1 yaitu ALLAH SWT saja , nyesel lo nanti yg gak beragama islam ,,,,,karena agama yg paling diridhoi oleh ALLAH ku ALLAH Kamu ALLAH semesta alam adalah ISLAM

  35. Salam sejahtera selalu buat semua para teolog, maaf sy sedang belajar semua dari ke 2 kitab tsb, dan sy bukan seorang krieten ataupun muslim untuk saat ini, Kalau Nasrani adalah nama sebuah desa, berasal dr kata Nasra, jd Nasrani adalah sekelompok kaum, bukan Agama, juga Yahudi, yang sy ingin tanyakan surat Alfatihah sebuah Firman, perintah atau Do’a, maaf sy hanya minta pendat terima kasih.

    • Sdr peace love yth, berkaitan dengan pertanyaan sdr dapat kami jawab secara singkat bahwa Surat Al-Fathihah adalah sebuah firman yang berisi perintah dan do’a, dan untuk penjelasan lebih lanjut dapat dibaca pada artikel kami mengenai surat Al- Fathihah pada bagian lain blog ini. terimakasih.

  36. Assalammualaikum,mengapa anda menggunakan injil sebagai rujukan?Bukankah di alquran telah mencakup semua.Anda mengimani islam tapi juga mempelajari kitab injil.Begitu menakutkan.Apa sebenarnya motivasi anda membuat cerita seperti ini?

    • Sdr Lorin Yth. Terimakasih telah berkunjung ke website kami.
      Sehubungan dengan pertanyaan sdr apa yang kami lakukan hanyalah menyampaikan apa yang menjadi tugas kita sebagai seorang muslim yang disuruh oleh Qur’an suci sendiri sbb:

      “Orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada engkau dan apa yang diturunkan sebelum engkau.” (2:4)
      “Tak ada umat, melainkan seorang juru ingat telah berlalu di antara mereka.” (35:24)
      “Tiap-tiap umat mempunyai seorang Utusan.” (10:47)

      Jadi, Qur’an mengakui kebenaran semua Kitab Suci di dunia; oleh sebab itu, Qur’an berulang-ulang disebut Kitab yang membenarkan Kitab Suci yang sudah-sudah. Maka dari itu hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah itu didasarkan atas kenyataan, bahwa semua Kitab Suci adalah satu rumpun, semuanya berasal dari Allah. Akan tetapi Qur’an Suci memiliki tugas sbb:

      1. Qur’an sebagai penjaga Kitab Suci yang sudah-sudah
      Di antara sekalian Kitab Suci, Qur’an menempati kedudukan istimewa sebagai Kitab yang membetulkan semua Kitab Suci di dunia. Hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah, diuraikan dengan terang oleh Qur’an sendiri sebagai berikut:

      “Kami menurunkan kepada engkau Kitab dengan Kebenaran, yang membetulkan Kitab yang ada sebelumnya, dan yang menjaganya.” (5:48)

      Jadi, Qur’an bukan saja yang membetulkan Kitab Suci yang sudah-sudah, melainkan pula yang menjaganya. Dengan perkataan lain, Qur’an menjaga ajaran-ajaran asli dari para Nabi, karena sebagaimana diterangkan di tempat lain dalam Qur’an, ajaran-ajaran itu telah mengalami kerusakan; hanya wahyu Allah sajalah yang dapat memisahkan, mana ajaran Allah yang masih murni, dan mana ajaran Allah yang sudah rusak, yang banyak terdapat dalam suatu Kitab. Inilah pekerjaan yang dilakukan oleh Qur’an. Oleh sebab itu, Qur’an disebut sebagai Penjaga Kitab Suci yang sudah-sudah. Di antara sekalian Kitab Suci, Qur’an sengaja memilih Kitab Injil, sekedar untuk menunjukkan bagaimana ajaran-ajaran yang salah itu hampir-hampir menindas seluruh Kebenaran yang diajarkan oleh Utusan Allah. Selain itu, dipilihnya Kitab Injil adalah sebagai contoh, bagaimana mungkin Kitab Suci sudah-sudah terhindar dari perubahan teks, sedang Kitab Suci Nabi ‘Isa yang baru-baru saja diturunkan, tak dapat diserahkan kepada anak cucu dengan murni dan utuh.

      2. Qur’an sebagai hakim untuk mengadili pertikaian

      Selanjutnya Qur’an mendakwahkan, bahwa kedatangannya adalah untuk mengadili pertikaian di antara agama-agama di dunia. Qur’an berfirman:

      “Demi Allah! Sesungguhnya Kami telah mengutus para Utusan kepada umat-umat sebelum engkau … Dan tiada Kami menurunkan Kitab kepada engkau selain agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka berselisih tentang itu.” (16:63-64)

      Sebagaimana kami terangkan di muka, Qur’an mendakwahkan bahwa kepada tiap-tiap umat telah diutus seorang Nabi; oleh karena itu, tiap-tiap umat telah menerima Pimpinan Allah; namun umat itu berselisih satu sama lain, bahkan berselisih tentang sendi pokok agama. Oleh karena itu, hakekat kedudukan Qur’an adalah sebagai hakim yang mengadili perselisihan di antara berbagai agama.

      3. Qur’an menjelaskan semua yang samar-samar

      Masalah penting yang harus diingat sehubungan dengan hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah ialah bahwa Qur’an membuat terang segala yang samar-samar dalam Kitab Suci yang sudah-sudah, dan menguraikan secara gamblang apa yang diuraikan secara singkat oleh Kitab Suci itu. Menurut Qur’an, Wahyu itu bukan saja universal, melainkan pula progresif; dan Wahyu mencapai kesempurnaannya pada Qur’an Suci. Wahyu diberikan kepada tiap-tiap umat menurut kebutuhan, dan pada tiap-tiap abad, Wahyu itu diberikan menurut kemampuan umat yang hidup dalam abad itu. Sebagaimana otak manusia berkembang secara berangsur-angsur, demikian pula Wahyu, inipun memberi penerangan secara berangsur-angsur, tentang hal yang berhubungan dengan barang gaib, tentang adanya Allah, sifat-sifat Allah, Wahyu Allah, tentang pembalasan perbuatan baik dan buruk, tentang hidup di Akhirat, dan tentang Surga dan Neraka. Itulah sebabnya mengapa Qur’an berulang-ulang disebut “Kitab yang membuat terang”. Qur’an benar-benar membuat terang semua ajaran agama yang penting-penting, dan membuat terang hal-hal yang hingga kini masih samar-samar.

      4. Pengejawantahan yang sempurna dari kehendak Ilahi

      Sebagai kesimpulan dari apa yang kami uraikan di atas, Qur’an mendakwahkan diri sebagai pengejawantahan yang sempurna dari Kehendak Ilahi. Qur’an berfirman:

      “Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku lengkapkan nikmat-Ku kepada kamu dan Aku pilihkan Islam sebagai agama kamu.” (5:3)

      Oleh karena itu, berakhirnya wahyu dari Qur’an, itu didasarkan atas kesempurnaannya. Kitab-kitab Suci akan selalu diturunkan selama masih diperlukan, tetapi setelah cahaya yang menyinari segala persoalan yang esensial dipancarkan dengan sempurna dalam Qur’an Suci, maka tak diperlukan lagi datangnya Nabi baru sesudah Nabi Muhammad saw. Enam ratus tahun sebelum Nabi Muhammad, Nabi ‘Isa sebagai Nabi nasional yang terakhir — Nabi Muhammad bukan Nabi nasional melainkan Nabi internasional — berkata dengan kata-kata yang terang bahwa beliau tak dapat memimpin dunia ke arah Kebenaran yang sempurna, karena dunia pada waktu itu tidak dalam kondisi yang tepat untuk menerima kebenaran yang sempurna:

      “Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu Roh Kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran.” (Yahya 16:12-13)

      Oleh sebab itu, di antara sekalian Kitab Suci di dunia, Qur’an menempati kedudukan yang tak ada bandingannya sebagai pengejawantahan yang sempurna dari Kehendak Ilahi.

      Demikian semoga bermanfaat. Terimakasih
      Salam RSI

  37. Sudahlah guys,
    Agama Islam tidak memaksakan orang untuk masuk kedalam Islam.
    Agama kristen juga sebuah keyakinan yang harus dihargai dan dihormati

    Biarlah ketika kiamat tiba, kita tahu siapa yang benar, siapa yang salah….dan pada saat itu, hanya yang benar yang akan tersenyum.

    - The End -

  38. Menjawab anggapan bahwa jesus anak tuhan, sudah dibantah dalam al’quran surta al iklas. bahwa allah tidak tidak mempunyai anak dan tidak diperanakan. Dan allah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia,Soal manusia tidak mau mengikuti, sudah dijelaskan dalam al’quran dalam surat al kafirun, bahwa panda intinya ; agamamu bagi agamamu. agamaku bagi agamaku, kamu tidak menyembah tuhanku dan aku tidak akan menyembah tuhanmu.
    Oleh karena itu, biarlah saudaraku yang non muslim meyakini apa yang mereka yakini,karena yang diketahui hanya itu, tidak usah dipaksakan mereka harus meyakini yang ada dalam al qur’an. Karena dalam Islam tidak boleh ada paksaan, seandainya mereka mendapat hidayah dari Allah SWT, pastikan akan terbuka akan kebenaran yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: