NABI ISA A.S TELAH WAFAT

Penterjemah:Erwan 

[Perbedaan pertama antara kaum Ahmadi dengan kaum muslimin pada umumnya adalah sehubungan dengan kematian Nabi Isa a.s . Rata-rata kaum muslimin percaya bahwa Nabi Isa a.s. masih hidup di langit dengan badan jasmannya, namun para anggota Ahmadiyyah dan juga para Ulama intelektual yang menelaah percaya bahwa – seperti para nabi lainnya – Nabi Isa a.s. telah wafat. Qur’an Suci jelas sekali membuktikan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat seperti manusia lainnya dan tidak hidup lagi di manapun. Jelas sekali dinyatakan bahwa Nabi Isa a.s. hanyalah memiliki sifat-sifat kemanusiaan, dan tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, beliau hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Karena itu sejak lahir hingga wafat, dia tunduk pada keterbatasan fisik dan biologi yang telah ditentukan Tuhan untuk manusia.]

Bukti dari Quran Suci

BUKTI PERTAMA: Semua manusia hidup dan mati di bumi ini.

                Semua Nabi adalah manusia biasa, oleh karena itu mereka tunduk kepada undang-undang Ilahi yang tak berubah-ubah, bahwa manusia hidup dan mati di bumi ini. Qur’an Suci munyatakan:

  • 1. “Ia berfirman: Di sana (yakni di bumi) kamu hidup dan di sana kamu meninggal dan dari sana kamu akan dibangkitkan” (7:25)
  • 2. “Dan bagi kamu adalah tempat tinggal di bumi dan perlengkapan untuk sementara waktu” (7:24)
  • 3. “Bukankah Kami jadikan bumi sebagai daya tarik, yang hidup dan mati” (77:25,26)
  • 4. “Dan dari (bumi) itu Kami menciptakan kamu dan kesitu juga Kami kembalikan kamu. Dan dari bumi itu Kami mengeluarkan kamu untuk kedua kali.” (20:55)

BUKTI KEDUA :  Kehidupan jasmani tergantung pada makanan dan minuman.

                Tuhan telah menjelaskan bahwa undang-undang-Nya berlaku bukan hanya untuk orang biasa saja namun juga untuk para Nabi, bahwa hidup itu sangat bergantung pada makanan dan minuman:

  • 1. “Kami tidak mengutus sebelum engkau (wahai Muhammad) setiap Rasul kecuali mereka itu makan-makanan.” (25:20)
  • 2. “Dan Kami tak membuat mereka (yakni para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan.” (21:8)

Mengenai Nabi Isa a.s. dan ibunya yang tulus dinyatakan :”Dua-duanya makan, makanan” (5:75). Maka jika Nabi Isa a.s. tidak makan-makanan – segenap kaum Muslimin berpendapat bahwa Nabi Isa a.s. tidak makan-makanan lagi di langit – beliau tak akan bisa, dengan hukum Ilahi yang dinyatakan di atas, hidup dengan badan jasmaninya. Jasmani itu membutuhkan makanan jadi Nabi Isa a.s. yang tak makan-makanan lagi pasti sudah mati.

BUKTI KETIGA: Jasmani manusia bisa rusak termakan waktu.

Tak ada satu badan jasmani manusia pun di bumi ini yang tidak mengalami perubahan. Kehidupan jasmani pasti menglami perubahan seiring dengan perubahan waktu. Qur’an Suci menyatakan:

  • 1. “Dan tiada Kami menciptakan manusia sebelum engkau (hai Muhammad) itu kekal (Khuld). Apakah jika engkau mati, mereka itu kekal (Khalidun)” ? (21:34)
  • 2. “Mereka (yakni para Nabi) itu tidak hidup kekal (Khalidin)” (21:8)

Mengenai arti kata Khulud (yang diterjemahakan di atas dengan kekal selama-lamanya), kamus Qur’an yang terkenal dari Imam Raghib menjelaskan:

Khulud” artinya ialah sesuatu yang kebal dari kerusakan, dan tahan terhadap perubahan kondisi. Bangsa Arab menyebut sesuatu dengan kata Khulud….. yakni terus menerus dalam suatu keadaan dan tidak berubah (hal 153-154).

Karena itu menurut pengertian bahasa Arab, pengertian Khulud menunjukan tetapnya suatu keadaan yang tidak mengalami perubahan atau mengalami kerusakan. Di dalam ayat-ayat tersebut di atas, hukum Ilahi telah menjelaskan secara jelas bahwa dalam keadaan seperti itu setiap orang akan menglami perubahan dengan berlalunya waktu. Dia pertama-tama menjadi anak, kemudian dewasa, kemudian tua dan akhrinya mati ini diperkuat oleh banyak ayat-ayat lainnya, contohnya

  • 1. “Allah ialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, lalu Ia memberi kekuatan setelah lemah, lalu membuat kelemahan dan ubanan setelah keadaan kuat.” (30:54)
  • 2. “Dan diantara kamu ada pula yang dikembalikan menjadi pikun (jompo), sehingga ia tak tahu apa-apa setelah ia tahu.” (22:5)
  • 3. “Dan barang siapa Kami beri umur panjang, niscaya Kami kembalikan kepada keadaan kejadian yang hina (buruk). Apakah mereka tak mengerti?.” (36:58)

Secara umum undang-undang Ilahi telah dijelaskan seterang-terangnya di sini, dan tidak ada pengecualian bagi seorang manusia pun.  Sejak dari anak seseorang berkembang secara fisik untuk mencapai perkembangan yang sepenuhnya setelah itu dia mulai lemah dan akhirnya sampailah kepada kekanak-kanakan  yang kedua kalinya tatkala dia kehilangan masa-masa yang pernah dicapainya.

        Jika demi kepentingan argumentasi itu, Nabi Isa a.s. akan kembali kedunia ini, dia harus berusia 2000 tahun, dan dari sinilah,menurut hukum Ilahi di atas beliau sudah terlalu tua untuk berbuat sesuatu. Pada kenyataanya, sungguh dibawah undang-undang ini Nabi Isa a.s. sudah wafat sejak dahulu.

BUKTI KEEMPAT: Wafatnya Para Nabi

  • 1. “Almasih, ‘Isa bin Maryam, hanyalah seorang Rasul: sungguh telah berlalu para utusan sebelum dia “. (5:75)
  • 2. “Dan Muhammad itu tiada lain hanyalah utusan; sebelum dia telah berlalu para utusan. Jika ia mati atau dibunuh, apakah kamu akan berbalik atas tumit kamu?.” (3:143)

Ayat yang kedua di sini memperjelas ayat yang pertama. Kedua ayat itu sama-sama memperingatkan, yang pertama terhadap Nabi Isa a.s. , yang kedua terhadap Nabi Suci Muhammad. Penjelasan ayat Qur’an Suci di sini sangat jelas sekali bagi si pencari kebenaran. Ayat pertama jelas sekali mengatakan bahwa semua Nabi sebelum Nabi Isa a.s. telah wafat – segenap kaum Muslimin menerima ini. Dalam ayat yang kedua, kata-kata yang sama digunakan untuk memperjelas bahwa semua Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. telah wafat, dan karena tak ada Nabi yang dibangkitkan antara Nabi Isa a.s. dan Nabi Suci, ayat yang kedua pasti diturunkan khusunya untuk menunjukan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat. Karya-karya klasik tata bahasa Arab menjelaskan kepada kita bahwa, dengan menggunakan awalan al pada kata para utusan (al-rusul, lit “para-utusan) di dua ayat tersebut di atas jelas-jelas memberi arti seluruh utusan (lih bahr al-Muhit, vol 3, hal 68).

Arti dari Khala

                Haruslah diingat bahwa kata khala (yang diterjemahkan di atas dengan “belalu”) dalam bentuk kata lampau tanpa kata sandang, ketika ditujukan kepada manusia, bermakna kematian mereka. (lih Lisan al-Arab dan Aqrab al-Mawarad), juga di dalam Qur’an Suci, mana kala kata qad khalat tanpa partikel ila digunakan untuk orang, maksudnya adalah mereka telah berlalu dan meninggal, dan tak akan kembali lagi. Sebagai contoh:

  • 1. “Itulah umat yang sudah berlalu (qad khalat).” (2:134)
  • 2. “…Yang sebelumnya telah banyak umat yang berlalu (qad khalat).” (13:30)
  • 3. “….dikalangan umat yang telah berlalu (qad khalat).”(46:18)
  • 4. “itulah tata cara Allah terhadap orang-orang yang sebelumnya telah berlalu (khalat).” (33:38)

Dalam penafsiran dua ayat tentang seluruh Nabi sebelum Nabi Isa a.s. dan Nabi Suci saw. telah berlalu, para mufasir umunya mengambil arti yang sama:

“Nabi Suci telah meninggal dunia sebagaimana yang telah terjadi pada Nabi-Nabi sebelumnya, dengan cara kematian yang alami atau dibunuh” (Qanwa ‘ata Baidawi, vol.3 hal 124).

                Sebenarnya ayat-ayat tersebut di atas mengenai Nabi Suci (3:143) itu sendiri telah menjelaskan makna dari khalat (telah berlalu seluruh Nabi sebelumnya) dengan menggunakan kata-kata “bila dia meninggal atau dibunuh” atas dirinya. Jelaslah, kalimat “telah berlalu para Nabi sebelumnya “berarti salah satu dari mati alami atau dibunuh

BUKTI KELIMA: Semua yang dituhankan itu mati

                Semua yang dianggap tuhan selain Allah , dijelaskan oleh Qur’an Suci itu “mati”:

“Adapun orang-orang yang mereka seru selain Allah, mereka tak dapat menciptakan apa-apa malahan mereka itu diciptakan. (mereka) mati tak hidup. Dan mereka tak tahu kapan mereka dibangkitkan.” (16:20-21)

Begitu pula Nabi Isa a.s. yang dianggap tuhan, Qur’an Suci itu sendiri berkata: “Sungguh kafir orang -orang yang berkata: “Allah ialah Masih bin Maryam.” (5:72)

                Ayat-ayat ini menjadi bukti secara lengkap bahwa Nabi Isa a.s. yang dianggap tuhan oleh sebagian besar oleh manusia dan dipanggil “Tuhan Jesus”, pasti sudah mati ketika ayat ini diwahyukan. Jika tidak, pengecualian itu pasti disebutkan di sini.

                Setelah amwaat (mereka itu mati), kata ghairu ahyaa’u (“tidak hidup”) menjelaskan masalah tersebut lebih mantap, dan kembali menguatkan tentang kematian terhadap “tuhan-tuhan” tersebut.

BUKTI KEENAM: Kedatangan Nabi Isa a.s. yang kedua bertentangan dengan Khataman-nabiyyin.

                Kedatangan Nabi Isa a.s. lagi ke dunia ini akan menyalahi prinsip Khataman Nabiyyin karena Nabi Suci saw. adalah Nabi penutup dan Nabi yang terakhir menurut prinsip tersebut. Qur’an Suci menjelaskan: “Muhammad bukanlah ayah salah seorang dari kamu, melainkan dia itu Utusan Allah dan segel (penutup) para Nabi. (33:40)

                Nabi Suci menjadi Nabi yang terakhir (Khataman-Nabiyyin) memastikan bahwa setelah beliau tidak akan muncul lagi Nabi yang lain, baik Nabi baru maupun Nabi lama. Seperti halnya kedatangan nabi baru akan merusak Khataman-Nabiyyin begitu pula kehadiran Nabi lama, karena Khataman-Nabiyyin berarti Nabi yang muncul setelah munculnya seluruh Nabi. Seandainya Nabi Isa a.s. datang sesudah Nabi Suci dia (Nabi Isa a.s. ) pasti akan menjadi Nabi yang terakhir, Khataman-Nabiyyin.

                Salah sekali jika untuk berdalih bahwa menurut perkiraannya kedatangannya yang kedua kali, Nabi Isa a.s. tak akan menjadi Nabi. Karena Qur’an Suci mengatakan: “Ia (Nabi Isa a.s. ) berkata: “sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Ia telah memberikan kepadaku kitab, dan membuat aku seorang Nabi. Dan ia membuat aku seorang yang diberkahi  di manapun aku berada.” (19:30-31). Jadi manakala dia kembali ke dunia ini dia harus tetap Nabi. Kedatangannya lagi tanpa kenabian akan menjadi tak berarti, karena tugas kepemimpinan umat Muslim (imam) dan keKhalifahan Nabi Suci harus dilaksanakan oleh umat Muslim itu sendiri. Di sini membuktikan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat, sebagaimana para Nabi lainnya dan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Nabi yang terakhir.

BUKTI KETUJUH: Qur’an Suci secara khusus menjelaskan kematian Nabi Isa a.s.

                Menjelaskan berbagai macam pengertian umum dalam hal hidup dan mati, adalah tak perlu bila Qur’an Suci itu sendiri telah menjelaskan secara khusus tentang kematian Nabi Isa a.s. Tuhan Yang Maha Kuasa telah menjelaskan secara khusus tentang kematian Nabi Isa a.s. di dalam Qur’an Suci. Ketika Yahudi berhasil dalam rencananya menggantungkan Nabi Isa a.s. di tiang salib, Nabi Isa a.s. berdo’a agar diselamatkan dari penderitaan ini, dan dijawab oleh-Nya sebagai berikut:

“Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan meninggikan engkau di hadapanKu dan membersihkan engkau dari orang-orang kafir dan membuat orang-orang  yang mengikuti engkau di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat.” (3:54)

            Di sini Tuhan telah membuat 4 perjanjian dengan Nabi Isa a.s.

  • i. “mematikan engkau” (tawaffa) yakni, Nabi Isa a.s. tak akan dibunuh oleh kaum Yahudi, melainkan beliau akan meninggak secara wajar
  • ii. “meninggikan engkau dihadapanKu” (raf’a) yakni, dia tidak mati disalib, yang mana Yahudi mencoba membuktikan dia itu terkutuk (ul 21:23), melainkan dia akan menerima kedekatan Ilahi.
  • iii. “membersihkan engkau dari orang-orang kafir” (tathir) yakni, dia akan dibersihkan dari semua tuduhan Yahudi, yang mana hal ini telah dilakukan oleh Nabi Suci saw.
  • iv. “membuat orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat”, yakni pengikutnya akan berada di atas para pembangkangnya.

Ayat di atas membuktikan bahwa Nabi Isa a.s. telah mati, karena raf’a (pengangkatan ke hadirat Ilahi) hanya bisa dicapai setelah mati, setelah semua selubung jasmani disingkirkan. Setiap orang tulus akan dianugrahi raf’a dihadapanTuhan setelah kematiannya. Nabi Suci bersabda:”ketika orang beriman mendekati kematiannay, para malaikat datang kepadanya. Jadi, bila orang tulus, mereka berkata:”wahai ruh yang suci! Keluarlah kau dari jasad yang suci, maka keluarlah ruh yang suci tersebut, lalu mereka membawanya ke surga dan dibukakanlah gerbang-gerbang surga itu untuknya” (Miskhat).

              Karenanya, sewaktu-waktu orang tulus meninggal, para Malaikat membawa ruhnya ke seruga. Begitu pula halnya yang terjadi dengan Nabi Isa a.s. , setelah kematianya, ruhnya diangkat ke surga dan dia bergabung di antara barisan orang-orang tulus yang telah mati.

              Dengan demikian Tuhan telah memenuhi semua janji-janji  di atas dengan urutan: Dia menyelamatkan Nabi Isa a.s. dari tangan-tangan Yahudi, dan kemudian mewafatkannya dengan wajar, setelah kematiannya Tuhan memuliakan ruhnya dengan kedekatan Ilahi; Dia membersihkan segala tuduhan Yahudi melalui Nabi Suci saw. dan memberikan pengikutnya berada di atas kaum kafir.

BUKTI KEDELAPAN: Umat kristiani tersesat setelah Nabi Isa a.s. wafat.

              Pernyataan Nabi Isa a.s. pada hari kiamat, bahwa umatnya akan menuhankan dia setelah kematiannya, demikianlah yang tertulis di Qur’an Suci .

“Da0n tatkala Allah berfirman: Wahai Isa Bin Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia: ambillah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah. Dia menjawab: Maha Suci Engkau! Tak pantas bagiku mengtakan apa yang aku tak berhak mengatakannya. Jika aku mengatakan itu, Engkau pasti mengetahui. Engkau tahu apa yang ada dalam batinku, dan aku tak tahu apa yang ada dalam batin Engkau. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Tahu barang-barang gaib. Aku tak berkata apa-apa kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku yaitu: Mengabdilah kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu; dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka, tetapi setelah engkau mematikan aku, Engkaulah Yang mengawasi mereka. Dan Engkau  adalah Yang Maha menyaksikan segala sesuatu” (5-116-117)

              Inti bukti ini sebagai berikut:

  • i. Nabi Isa a.s. akan menyangkal telah mengajarkan doktrin kristen yang sesat tentang ketuhannya
  • ii. Dia akan menegaskan ajaran dia yang sebenarnya yang telah ia berikan kepada umatnya.
  • iii. Selama Nabi Isa a.s. berada di tengah-tengah mereka, pengikutnya memegang ajaran yang benar;
  • iv. Setelah Nabi Isa a.s. tawaffa (diterjemahkan di atas dengan “Kau menyebabkan aku mati”) keyakinan mereka menjadi rusak.

Arti dari Tawaffa

              Kamus-kamus bahasa Arab memberitahukan pada kita bahwa tawaffa allahu fallanun, yakni Tuhan telah melakukan  tawaffa kepada seseorang artinya Tuhan mencabut nyawanya dan menyebabkan dia mati. Arti inilah yang diberikan oleh Taj al-Urus, Al-Qamus, Surah, Asas Al-Balaghah, Al-Sihah, dan Kalyat abi-l-Baqa.

              Dalam ayat di atas, Nabi Isa a.s. berkata dalam dua periode yang berbeda, yang pertama menjelaskan kata-kata “selama aku berada di tengah-tengah mereka”, dan yang kedua tatkala hanya “Engkaulah yang mengawasi mereka”, mereka itu adalah umat Nabi Isa a.s. , Kristen. Dan periode kedua (hanya Tuhan saja yakni bukan Nabi Isa a.s. yang mengawasi mereka) dikarenakan tawaffaitani atau ketika Engkau mematikan aku (Nabi Isa a.s. )

              Sekarang menurut ayat di atas, umat Kristen memgang keyakinan yang benar dalam perode yang pertama, dan berpandangan sesat pada periode kedua. Sebagaimana Qur’an Suci memberitahukan kepada kita berulang-ulang dan seluruh umat Muslimpun meyakini, bahwa ajaran Kristen telah menjadi sesat (atau dengan kata lain periode kedua telah dimulai) dengan ditandainya kedatangan Nabi Suci. jadi Nabi Isa a.s. telah wafat dengan dimulainya periode yang kedua yang telah datang setelah  tawaffaitani  atau kematian Nabi Isa a.s.

Ringkasan

              Menurut Qur’an Suci, Nabi Isa a.s. memegang tidak lebih dari ketiga posisi berikut ini:

  • i. Beliau hanyalah manusia biasa diantara manusia biasa lainnya
  • ii. Beliau adalah Nabiyullah diantara para Nabi lainnya; dan
  • iii. Beliau adalah di antara mereka yang dituhankan manusia

Yahudi mempercayai Nabi Isa a.s. sebagai manusia biasa, sementara umat Kristiani menuhankannya. Umat Muslim menerima beliau sebagai salah satu di antara para nabiyullah lainnya. Qur’an Suci membuktikan Nabi Isa a.s. telah wafat dalam keadaan ketiga posisi tersebut.

I. Nabi Isa a.s. sebagai manusia biasa:

Qur’an Suci menyatakan: “Dan tiada Kami menciptakan manusia sebelum engkau (hai Muhammad) itu kekal, apakah jika engkau mati, mereka itu kekal?.” (21:34). Ayat ini menunjukan bahwa tubuh manusia itu tak pernah kebal dari perubahan waktu, dan bahwa tubuh manusia itu harus hidup dan mati di bumi ini. Sebagaimana Nabi Isa a.s. itu menusia biasa – dia juga harus tunduk kepada sunatullah yang telah ditentukan kepada manusia karena menurut ketentuan Qur’an Suci “setiap jiwa harus merasakan mati” – Nabi Isa a.s.telah wafat.

II. Nabi Isa a.s. sebagai seorang Nabi:

“Dan Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang utusan; sebelum dia telah berlalu para utusan.” (3:143). Ayat ini membuktikan kematian seluruh Nabi yang lalu pada waktu diturunkannya wahyu tersebut, dengan demikian Nabi Isa a.s. telah wafat pada waktu itu.

III. Nabi Isa a.s. sebagai yang dianggap tuhan:

Dalam hal semua yang dianggap tuhan selain Allah, Qur’an Suci memberitahukan kepada kita”mereka mati tidak hidup, dan mereka tak tahu kapan dibangkitkan.” (16:21). Ini telah diketahui secara universal , dan ditegaskan oleh Qur’an Suci bahwa umat Kristiani meyakini Nabi Isa a.s. sebagai tuhan dan menyerunya di dalam sembahyang mereka. Jadi menurut ayat di atas, Nabi Isa a.s. telah meninggal; dan “tak akan pernah menjawab do’a mereka hingga hari kiamat”.

                Karena itu secara lengkap dan tuntas terbukti bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat lama sekali, dan kepercayaan terhadap kelangsungan hidupnya adalah bertentangan dengan ajaran Qur’an Suci yang terang benderang.

Bukti dari Hadits

[Telah kami tunjukan bukti-bukti dari ayat Al-Qur’an ayng menyatakan bahwa Nabi Isa a.s. tidak hidup di langit melainkan beliau telah wafat di zamannya sebagaimana para nabi lainnya yang juga telah wafat. Oleh karena itu   seharusnya tidak ada lagi keraguan sedikitpun di benak para orang bijak dan para pecinta kebenaran tentang masalah ini. Namun untuk lebih memuaskan para pencari kebenaran, kami akan menghadirkan beberapa hadits dari Nabi Suci saw., orang yang menerima wahyu Al-Qur,an, dan sebagai orang yang paling benar dalam penafsiran Qur’an Suci , untuk masalah ini seharusnya setiap dan segenap Umat Muslim tunduk sepenuhnya terhadap penafsiran dan keputusan Nabi Suci saw. ]

Hadits Pertama: arti dari Tawaffa.

“Diriwayatkan oleh Ibn Abbas bahwa Nabi Suci saw. Bersabda dalam suatu khotbahnya: Wahai saudara-ssaudara sekalian! Kalian akan dikumpulkan oleh Tuhanmu (pada hari kiamat)…. Dan beberapa orang dari umatku akan diambil dan dilemparkan ke neraka. Aku akan berkata ‘Oh Tuhan, tapi mereka adalah dari umatku’ Akan dijawab:’ Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan setelah kepergianmu”. Lalu aku akan berkata sebagaimana perkataan hamba Allah yang tulus (yakni Nabi Isa a.s. ): “Aku akan menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka, tetapi setelah Engkau mematikan aku (tawaffaitani). Engkaulah yang mengawasi mereka“…..

(Bukhari, Kitab al-Tafsir, dibawah Surat Al-Maidah)

kalimat terakhir dari sabda Nabi Suci saw. (‘aku menjadi saksi atas mereka…) diambil dari ayat Qur’an Suci yang mana telah dijawab oleh Nabi Isa a.s. sebagai suatu sangkalan pada hari kiamat. Adalah disetujui oleh seluruh umat Muslim, ketika kalimat ini digunakan oleh Nabi Suci saw. Pada hadits di atas, arti dari tawaffaitani adalah ‘engkau mematikan aku’ jadi jelaslah kalimat tersebut mempunyai arti yang sama ketika digunakan oleh Nabi Isa a.s. yakni ketika Nabi Isa a.s. diambil dari umatnya oleh kematiannya bukan diangkat hidup-hidup ke langit.

Hadits kedua: Semua Nabi pasti mati.

Pada saat menjelang ajalnya, Nabi Suci saw.. masuk ke mesjid dengan dibantu oleh dua orang untuk mengatakan hal ini:

“Wahai saudara-saudara sekalian!. Aku mendengar bahwa kalian takut akan kematian Nabimu. Apakah para Nabi sebelumku itu ada yang mampu mempertahankan hidupnya sehingga aku masih punya harapan untuk bersamamu lagi?. Dengarlah! Sebentar lagi aku akan menemui Tuhanku, begitu juga dengan kalian. Jadi aku meminta pada kelian untuk memperlakukan  kaum muhajir dengan baik”

(Al-anwar ul-Muhammadiyya min al-Muwahib lil-dinnyya, Egypt, hal 317)

hadits ini diakhirai dengan mengutip tiga ayat Qur’an Suci: “Muhammad itu tiada lain hanyalah utusan; sebelum dia, telah berlalu banyak utusan” (3:143)

dan tiada kami menciptakan manusia sebelum engkau itu kekal” (21:34); dan Dan Kami tak membuat mereka (para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan, dan tak pula mereka kekal” (21:8). Bila seandainya ada beberapa nabi yang masih hidup, pastilah Nabi Suci. tak dapat berkata seperti hadits di atas. Jadi jelaslah bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat pada waktu itu.

Hadits Ketiga: Wafat sebelum Usia 100 tahun

  • 1. “Tak ada seorangpun yang hidup hingga kini melainkan akan wafat sebelum seratus tahun berlalu” (Muslim. Kunz al-ummal, vol.7.170)
  • 2. “Nabi Suci saw. Bersabda: ‘Allah mengirimkan angin setiap seratus tahun untuk mengambil tiap-tiap jiwa orang Mu’min” (Mustadrak, vol.4, p. 475)

hadits-hadits tersebut menunjukan bahwa setiap orang  yang masih hidup di masa Nabi Suci saw. Akan wafat sebelum seratus tahun berlalu, bila Nabi Isa a.s. masih hidup ( di langit sebagaimana yang dikira orang) dia pasti telah wafat dalam perode tersebut.

Hadits keempat: Nabi Isa a.s. berusia 120 tahun

Aishah a.s. berkata bahwa, pada saat menjelang kematiannya, Nabi Suci saw. Bersabda :’ setiap tahun Jibril biasanya mengulangi pembacaan Qur’an Suci denganku sekali, namun pada tahun ini dia melakukan hal tersebut dua kali, dia memberitahukan padaku bahwa tak ada nabi melainkan hidup selama separuh dari usia nabi yang terdahulunya. Dan dia juga berkata padaku bahwa Nabi Isa a.s. hidup selama seratus dua puluh, dan aku menyadari bahwa aku akan meninggalkan dunia ini diawal usia enam puluhan” (Hajaj at-Kiramah, p. 428: Kanz al-Ummal, vol. 6, p. 160, dari Hadrat Fatima; dan Mawahib al-Ladinya, vol. 1, p.42).

Tabrani berkata tentang hadits ini: Hadits nya sangatlah dapat di percaya , dan dirawikan dengan beberapa versi:. Hadits tersebut tak ada keraguannya sedikitpun yang bukan hanya mengumumkan kematiannya Nabi Isa a.s. malainkan menyatakan usianya yakni 120 tahun. Dan diriwayatkan paling tidak melalui tiga jalur: Dari Aishah, ibn Umar dan Fatima. Karena itu Hadits tersebut sangatlah jelas membuktikan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat.

Hadits Kelima: Nabi Isa a.s. telah wafat seperti Musa.

  • i. Nabi Suci saw. Bersabda: “seandainya Musa atau Isa masih hidup, mereka pasti mengikutiku (Al-Yawaqit wal-Jawahir, hal. 240; Fath al-Bayan, vol. 2 hal 246; tafsir Ibn Kathir, dibawah ayat 81, surat Ali-Imran)
  • ii. “Seandainya Isa masih hidup dia pasti mengikutiku” (Shrah Fiqh Akbar, Egyptian ad., hal 99)
  • iii. “Bila Musa dan Isa masih hidup, mereka pasti mengikutiku” (Al-Islam, dipublikasikan oleh The Fiji Muslim Youth Organization, vol.4 oct 1974)

Hadits-hadits tersebut di atas jelas menunjukan bahwa baik Musa maupun Isa dianggap telah wafat Oleh Nabi Suci saw.

Hadits Keenam: Makam Nabi Isa a.s.

Nabi Suci saw. Bersabda:” semoga Allah melaknat Yahudi dan Kristiani yang membuat kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah”. (Bukhari, Kitab as-Salat, hal 296).

Nabi Suci saw. Bersabda seperti demikian di atas dikarenakan beliau sangat khawatir bahwa umat Muslim yang seharusnya terhindar dari kesalahan dengan membuat makam dari nabi mereka menjadi tempat ibadah seperti yang telah dilakukan oleh Yahudi dan Kristiani terhadap makam nabi-nabi mereka. Yahudi mempunyai banyak nabi namun nabi yang sangat dikenal oleh umat Kristiani hanyalah satu – Nabi Isa a.s. .hadits ini menunjukan keyakinan Nabi Suci saw. terhadap makamnya Nabi Isa a.s.  dan sebenarnya tempat inilah (makam tersebut ) dimana Nabi Isa a.s. bersembunyi setelah diturunkan dari salib ( hingga beliau sembuh dari luka-lukanya),  yang mana umat Kristiani memujanya dengan berlebih-lebihan. Jelaslah menurut hadits ini, Nabi Isa a.s. tidak diangkat ke langit.

Hadits ketujuh: Nabi Isa a.s. dalam jamaah orang yang telah wafat.

Dalam berbagai hadits tentang Mi’rajnya Nabi Suci saw. Diriwayatkan:

i. “Adam di langit pertama…Yusuf di langit kedua, dan sepupunya Yahya (sipembaptis) dan Isa sendiri dilangit ketiga, dan Idris dilangit keempat” (Kanz al-Ummal. Vol.VI, hal. 120)

Nabi Suci saw. melihat Nabi Yahya a.s. dan Nabi Isa a.s. berada ditempat yang sama; dan sebagaimana setiap para nabi yang terdahulu terlihat dalam Mi’raj telah wafat, maka  pasti Nabi Isa a.s. pun telah wafat.

ii. Hadits di atas dikuatkan dengan hadits lainnya yang mengatakan bahwa dalam Mi’rajnya, Nabi Suci saw. menjumpai ruh para nabi (tafsir ibn Kathir, Urdu ed. Diterbitkan  di Karachi. Vol III. Hal. 28).

Hadits kedelapan: “Turunya” Nabi Isa a.s. di malam Mi’raj.

Sebuah hadits tentang Mi’raj mengisahkan:

“lalu Nabi Suci saw. turun di Yerusalem bersama-sama dengan seluruh nabi. Pada saat sembahyang beliau mengimami mereka semua dalam sembahyang” (tafsir ibn Kathir, Urdu ed, vol LII hal. 23).

Diantara “seluruh” nabi adalah termasuk Nabi Isa a.s. . Seandainya dia, berbeda dengan nabi-nabi lainnya, masih hidup dengan badan wadagnya di langit, maka “turunya” beliau di Yerusalem pasti dengan badan wadagnya pula. Dalam hal ini, beliau harus diangkat kelangit dua kali dengan badan wadagnya pula, namun Qur’an Suci menerangkan hanya sekali raf’ nya(“pengangkatan” yang disalah mengertikan sebagai pengangkatan secara wadag ke langit”) Nabi Isa a.s. !

Kesulitan ini tak akan timbul bila kita meyakini, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam berbagai hadits tentang Mi’raj, bahwa Nabi Isa a.s. berada dalam keadaan yang sama (yakni wafat) dengan para nabi lainnya yang dilihat Nabi Suci saw. dalam ru’yahnya.

Hadits Kesembiilan: Diskusinya Nabi Suci saw. dengan utusan Kristen.

“ketika enam puluh orang utusan (kristen) dari  Najran mendatangi, kepala pendeta mereka mendiskusikan dengan beliau mengenai kedudukan Nabi Isa a.s. dan menanyakan kepada beliau prihal ayahnya Nabi Isa a.s. Nabi Suci saw. bersabda: ‘tidakkah engkau tahu bahwa seorang anak menyerupai ayahnya? Mereka menjawab ‘benar’. Sabdanya lagi:

A lastum ta’ lamuna anna rabbana layatu wa anna ‘Tsa ata’alaihi-fana’

Artinya:”Tidakkah engkau mengetahuinya bahwa Tuhan kita kekal sedangkan Isa binasa”

(Abab an-nuzul oleh Imam Abu-l0hasan Ali bin Ahmad al-wahide dari Neshapur, di terbitkan di Mesir, hal 53).

Betapa jelasnya pernyataan tersebut bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat dan tak lebih dari apa yang disabdakan oleh Nabi Suci saw. tersebut.

Hadits Kesepuluh: Dua gambaran Isa.

Di dalam Sahih al-Bukhari, diceritakan dua penggambaran fisik yang berbeda tentang Isa-satu menunjukan Messiah lalu dan yang lain menunjukan Messiah yang akan datang di akhir zaman diramalkan.

  • 1. Dalam Mi’raj, Messiah yang terlihat dengan Musa, Ibrahim, dan para nabi lainnyam menggambarkan beliau sebagai berikut:
  • a. “Aku melihat Isa. Beliau adalah seorang yang berkulit agak kemerah-merahan” (Bukhari, Kitab al-ambiya, ch.24)
  • b. “aku melihat Isa, Musa, dan Ibrahim. Isa memiliki kulit yang agak kemerah-merahan, berambut keriting dan dadanya bidang” (ibid., ch 48)

dijelaskan dari kedua hadts tersebut bahwa Isa, yang terlihat bersama-sama dengan Ibrahim dan Musa, adalah nabinya Bani Israil. Beliau berkulit merah dan berambut keriting.

  • 2. Bukhari meriwayatkan dalam sebuah hadits tentang mimpinya Nabi Suci saw. bekenaan dengan keadaan beliau yang akan datang:

“dalam keadaan tidur aku melihat diriku tawaf di ka’ba, dan aku melihat seorang lelaki berkulit agak putih dan berambut lurus. Aku bertanya siapakah ini. Mereka menjawab: ini adalah Masih bin Maryam (Bukhari, Kitab al-Fitn, ch. 27)

jadi, ketika Isa di jelaskan bersama-sama dengan Abraham dan Musa, beliau digambarkan dengan berkulit agak kemerah-merahan dengan rambut yang keriting; namun manakala Isa terlihat bersama-sama dengan dajjal dalam mimpi Nabi Suci saw. terntang masa yang akan datang, beliau dikatakan mempunyai kulit agak putih dengan rambut yang lurus. Jelaslah, dua penggambaran yang berbeda disini tak mungkin menggambarkan satu orang Isa, Nabi Bani Israil, yang mana dilihat oleh Nabi Suci saw. dalam Mi’raj dan Messiah yang dibangkitkan di akhir zaman untuk membasmi kejahatan Dajjal, digambarkan sebagai dua orang yang berbeda.

Messiah Bani Israil, isa, telah wafat, sebagaimana dijelaskan oleh sabda Nabi Suci saw. dan Messiah akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi Suci saw. berasal dari umat Muslim dan bukan dari nabinya Bani Israil. Hal ini dikuatkan dengan ketiga hadits berikut ini:

i    ‘Ulama’u ummati ka anbiya’i  ni Israil, artinya: “para ulama umat ku seperti nabi-nabi bani Israil.”

ii   Ala inna-hu Khalili fi ummayi min ba’di artinya: “sesungguhnya dia (Al-Masih yang akan datang) adalah Khalifahku yang datang setelah aku di dalam jamaahku.”

iii   Fa amma-kum min-kum, artinya: “Dia akan menjadi imam dari antara kamu

kesimpulan

Dari seluruh kutipan hadits-hadits di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

Hadits pertama: Nabi Suci saw. bersabda tentang kematian atas dirinya dengan menggunakan kalimat falamma tawaffaitani. Kalimat tersebut juga dipakai oleh Qur’an Suci berkenaan dengan Nabi Isa a.s., hal ini membuktikan bahwa beliau juga telah wafat.

Hadits kedua: bertanya para sahabatnya bahwa seandainya salah seorang dari sekian nabi ada yang mempertahankan hidupnya maka beliau juga pasti dapat hidup lebih lama lagi.  Bila Nabi Isa a.s. masih hidup Nabi Suci saw. tak dapat memakai argument tersebut. Atau sahabat-sahabatn beliau akan menyangkal bahwa sebagaimana Nabi Isa a.s. masih hidup maka Nabi Suci saw. juga dapat mempertahankan hidupnya. Hal ini menunjukan Nabi Suci saw. dan para sahabatnya yakin banwa Nabi Isa a.s. telah wafat

Hadits Ketiga: Nabi Suci saw. meramalkan bahwa orang-orang yang beriman akan meninggal tak lebih dari seratus tahun. Maka bila seandainya Nabi Isa a.s.  masih hidup dia pasti telah wafat dalam periode tersebut.

Hadits keempat: sebagaimana usia para nabi, seperti Musa, Daud, Sulaiman, dan lain sebagainya, diriwayatkan dalam hadits, Nabi Isa a.s. tertulis dalam Hadits berusia 120 tahun.

Hadits kelima: Bila Nabi Isa a.s. masih hidup maka Nabi Suci saw. tak dapat bersabda “Musa dan Isa akan menjadi pengikutku bila mereka masih Hidup

Hadits keenam: Nabi Suci saw. telah memberikan petunjuk mengenai makam Nabi Isa a.s.

Hadits ketujuh: dalam malam yang agung Mi’raj Nabi Suci saw. melihat Nabi Isa a.s. dan Yahya a.s. (John si Pembaptis) bersama-sama dalam suatu tempat. Yahya a.s. telah wafat, menunjukan bahwa Nabi Isa a.s. juga telah wafat. Nabi Suci saw. bertemu bukan dengan badan jasmaninya melainkan dengan ruh para nabi dalam pengalaman Mi’raj.

Hadits kedelapan: Di dalam malam Mi’raj seluruh nabi, termasuk Nabi Isa a.s. diimami oleh Nabi Suci Muhammad saw di  mesjid Jerusalem. Hal ini menunjukan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat, bila tidak dia pasti turun ke Jerusalem juga dengan badan Jasmaninya, lalu naik lagi ke langit untuk yang kedua kalinya-suatu hal yang tak mungkin ada yang mempercayainya. Ru’yah yang mengenai Nabi Suci saw. mengimami seluruh nabi dalam shalat menunjukan bahwa Nabi Suci saw. adalah Khataman al-ambiya, dan seseorang yang mana seluruh umat dari nabi-nabi tersebut harus memberikan ketaatan.

Hadits kesembilan: Diskusinya Nabi Suci saw. dengam perwakilan Kristen dari Najran menunjukan bahwa beliau yakin Nabi Isa a.s. telah wafat.

Hadits kesepuluh: Dalam Hadits Bukhari diriwayatkan dua gambaran fisik yang berbeda: yang satu terlihat bersama-sama dengan nabi-nabi lainnya dalam Mi’raj; dan yang lain terlihat thawaf di ka’ba dengan Dajjal didalam ru’yanya Nabi Suci saw. yang berkenaan dengan keadaan akhir zaman, yakni dalam masa yang akan datang.

Hal ini membuktikan Nabi Isa a.s.  Nabi bani Israel, telah wafat, untuk Messiah akhir zaman pasti orang lain. Hendaklah diingat bahwa ramalan selalu membutuhkan penafsiran dan tak selamanya harus terpenuhi dalam artian harfiah. Alasannya adalah ketika seorang nabi atau orang tulus ditunjukan kejadian masa depan oleh Tuhan Yang Kuasa, adalah dalam bentuk ru’ya dan mimpi yang dilihat dengan mata rohani mereka bukan dengan mata fisik. Seluruh kitab suci setuju bahwa kebanyakan mimpi dan ru’ya membutuhkan penafsiran. Hal ini juga berlaku untuk raemalan Nabi Suci saw. mengenai “turunnya Messiah”Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj Dabbat al-ardh, dan lain-lain.

Dari ramalan-ramalah mengenai kedatangan Messiah, karena itu tak dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi Isa a.s. masih hidup sementara banyak ayat-ayat Qur’an Suci dan banyak Hadits yang menyatakan dengan tegas bahwa Nabi Isa a.s. tidak hidup melainkan telah wafat didalam usia 120 tahun.

About these ads

57 Tanggapan

  1. ass wr wb
    Benar Nabi Isa telah wafat, lalu siapakah seseorang yang dipanggil nabi (nabiyulloh) sampai 4 kali oleh rasulullah dlm suatu hadist ? bukankah itu artinya yang turun adalah seorang nabi Allah….
    jadi maksudnya jika HMGA dipanggil nabi oleh Allah dlm wahyu2Nya dan disebut sbg Nabi ALlah oleh rasulullah, apakah itu belum cukup memberikan bahwa HMGA adalah benar seorang nabi walaupun nabi tanpa syariat…
    wassalam,

    • kalo Yesus mati, apa mungkin datang kedua kalinya,,,,,,,,,,,,,, pake logika kalian……………….

      • Allah maha besar,maha berkuasa,maha mengetahui.. Semua yang ada di bumi adalah ciptaannya.Bila DIA menghendaki sesuatu terjadi,maka akan jadi lah…jika tidak,tidak lah. Adalah sesuatu yang tidak mustahil jika yesus@jesus@isa a.s akan dihidupkan kembali oleh Allah swt. Seperti dalam hadith Rasulullah saw tentang akhir zaman,nabi isa a.s akan turun ke dunia untuk membunuh Dajjal..

        Maka beriman lah kepada Allah,malaikat,kitab2,rasul2,hari kiamat,qada dan qadar.Dengan beriman 6 perkara tadi,InsyaAllah,anda akan mendapat jawapannya..

  2. Kata “Nabiyullah” untuk Nuzulul Masih hanya tertulis dalam Hadits, sedangkan Kata Khataman-Nabiyyin tertulils jelas dalam Qur’an Suci dan ini diartikan sendiri oleh Nabi Suci” Ana Khataman-Nabiyyin La Nabiyya Ba’di”. Ini artinya adalah bahwa perkataan yang Nabiyullah Isa ini tidak boleh bertentangan dengan Qur’an Suci sebagai hukum tertinggi dalam Islam, karena itu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menafsirkan kata Nabi untuk Al Masih sebagai berikut:
    “These words (rasul, etc.) are used by way of metaphor, just as in Hadith also the word nabi has been used for the Promised Messiah. It is obvious that he who is sent by God is His envoy, and an envoy is called rasul in Arabic. And he who discloses news of the unseen, having received it from God, is known as nabi in Arabic. The meanings in Islamic terminology are different. Here only the linguistic meaning is intended.”(Arba`in, published December 1900, No. 2, p. 18, footnote)

    “The epithet ‘prophet of God’ for the Promised Messiah, which is to be found in ‘Sahih Muslim’ etc. from the blessed tongue of the Holy Prophet, is meant in the same metaphorical sense as that in which it occurs in Sufi literature as an accepted and common term for the recipient of Divine communication. Otherwise, how can there be a prophet after the Khatam al-anbiya?”

  3. Ana Khataman-Nabiyyin La Nabiyya Ba’di”.
    bisa anda beri referensinya…

  4. Dilain artikel anda mengatakan bahwa Nabi Isa menjalankan syariat sendiri dan tidak terkait dgn ajaran Musa, bukankah itu tidak ada persamaan antara HMGA dan Isa as?

  5. Dilain artikel anda mengatakan bahwa Nabi Isa menjalankan syariat sendiri dan tidak terkait dgn ajaran Musa, bukankah itu tidak ada persamaan antara HMGA dan Isa as?

    Kami menganggap hadits-hadits nuzulul Masih merupakan kalam Ibarat, sebagaimana perkataan “Isa” bukanlah dalam artian “Isa” yang sesungguhnya begitupula dengan perkataan “Nabiyullah” juga bukan dalam artian Hakiki, disinilah letak perbedaan antara Nabi Hakiki dengan Nabi Majazi, Seorang Nabi bila menerima wahyu yang bertentangan dengan syariat terdahulu maka wajiblah nabi itu menerima syariat yang baru tersebut, sedangkan bila Nabi Majazi (baca: Muhaddats) maka bila dia menerima sesuatu nampaknya baru maka wajiblah dia menguji itu dengan Quran dan hadits, bila tidak bertentangan maka wahyu yang diilhamkan itu benar adanya, namun bila bertentangan maka wajiblah dia menolak, berikut pernyataan HMGA:

    1. “If the objection be raised here that, as the Messiah (Jesus) was a prophet, his like should also be a prophet, the first answer to this is that our leader and master (the Holy Prophet Muhammad) has not made prophethood a necessary condition for the Messiah to come. On the other hand, it is clearly written that he shall be a Muslim, and shall be subject to the Shariah of the Quran like ordinary Muslims, and he shall not go further than this that he is a Muslim and the imam of Muslims.”
    (Tauzih Maram, pages 17-18)

    2. “The epithet ‘prophet of God’ for the Promised Messiah, which is to be found in ‘Sahih Muslim’ etc. from the blessed tongue of the Holy Prophet, is meant in the same metaphorical sense as that in which it occurs in Sufi literature as an accepted and common term for the recipient of Divine communication. Otherwise, how can there be a prophet after the Khatam al-anbiya?”
    (Anjam Atham, footnote, p. 28)
    nb: mohon direnungkan kalimat terakhir: bagaimana mungkin datang seorang nabi setelah Khatama al-anbiya

  6. Ana Khataman-Nabiyyin La Nabiyya Ba’di”.
    bisa anda beri referensinya…

    Wa innahu sayakuun fii ummati kadzabuuna tsalatsuna kalhum yaz’am, annahu nabiyyu, wa anaa khatamnabiyyinya lanabiyya ba’dii
    “Sesungguhnya akan datang pada umatku tiga puluh penipu. Tiap-tiap orang dari mereka akan mengaku bahwa ia seorang nabi dan saya adalah penutup para nabi, tidak ada lagi nabi sesudahku” (Bukhari)
    Jelas sekali disini Nabi Suci memahami kalimat Khataman Nabiyyin sebagai La Nabiyya Ba’di
    bandingkan dengan HMGA:
    Otherwise, how can there be a prophet after the Khatam al-anbiya?”(Anjam Atham, footnote, p. 28)

  7. Baiklah Mas Erwan, saya ambil referensi dari http://www.aaiil.org sendiri
    mengenai kenabian apa yang disandang oleh HMGA dan juga dipercaya oleh Qadiani (panggilan ramah anda kpd kami)
    Tertulis di hal. 34 di Review of Religion yang terbit thn 1903 :
    …it was also ordained that the last successor of the Holy Prophet, The Promise Messiah,
    SHOULD BE CALLED A PROPHET, so that the resemblance referred to above, might be complete. The prophethood of the Promised Messiah moreover a not a substantial and indenpendent prophethood but one acquired throught the holy Prophet. It is on account of his being a perfect manifestation of the Holy prophet that he has received the title of a prophet. Thus in the Barahin-Ahmadiyya, almighty God addressed me saying ” O, Ahmad, thou hast been made an apostle.
    In these words it is indicated that as being the manifestation of the Holy Prophets, I was called Ahmad, though my name was Gulam Ahmad, so being Ahmad, I was made a prophet, for Ahmad was a Prophet….
    J/A percaya bahwa Muhammad saw adalah nabi terakhir yang membawa syariat
    namun nabi yang tidak membawa syariat atau nabi yang mengikuti beliau dan karena ketaatan kepada Muhammad saw sbg manifestasi nya beliau Saw masih bisa berlangsung terus. HMGA adalah nabi yang tidak berdiri sendiri (tidak indenpendent) beliau menjadi nabi karena ketaatan beliau kepada Muhammad saw sbg Khatamannabiyin
    dan seharusnya Lahore tidak menutup mata dengan penjelasan tsb,
    wassalam.

    Maaf, karena jawabannya sama silahkan klik disini untuk melihat jawabannya
    ttd
    erwan

  8. Nunsewu. Ikut menyela.
    Sesungguhnya, seberapa pentingkah kita memperdebatkan apakah Mirza itu Nabi atau bukan Nabi?
    Dari pertanyaan ini, saya hanya ingin memahami alakadarnya dasar pijak perdebatan kita, dan capaian apa yang sesungguhnya ingin masing-masing kita idamkan.
    Jikalau ya MGA adalah Nabi, lantas apa? begitu juga sebaliknya.
    Sejak dulu, perdebatan ini dalam amatan saya tak pernah ada titik temu. Sudah banyak energi terkuras untuk soal ini. Dan selalu argumentasi yang terbangun adalah argumentasi yang saling bertentangan.
    Siapa yang benar? Masing-masing kita tentunya akan menganggap kitalah yang paling benar!
    Untuk keperluan itu, kita merangkai satu dalil dengan dalil yang lain, dipertautkan sedemikian rupa.
    Masing-masing kita punya referensi, apologi, justifikasi, rasionalisasi, atas argumen dan logika yang kita bangun di dalam menafsirkan setiap teks yang kita pahami. Teks yang dimaksud adalah juga termasuk sekian statemen yang dilontarkan oleh MGA dan juga komentar dari para penafsir belakangan (Muhammad Ali, Bashirudin Mahmud Ahmad, dll).
    Sekali lagi nunsewu. Saya terpaksa harus memaklumi diri saya sebagai orang yang tidak cukup kompeten dan kompatible untuk bisa ikut dalam kancah perdebatan ini.
    Saya orang yang terlalu simplistis barangkali. Karenanya, seringkali saya tidak terlalu ambil peduli dengan status MGA. Saya mengamini beliau sebagai utusan tuhan yang memberikan pencerahan terhadap jalan pemikiran dan penghayatan saya atas kehidupan. Sebagaimana saya juga mengamini yang lainnya yang memberikan kontribusi serupa terhadap saya.
    Mohon maaf karena untuk saat ini saya tidak terlalu ambil pusing dengan bentuk-bentuk formalisasi agama. Saya terus terang terlalu takut untuk terjebak dan berkubang diri dalam ranah pemahaman terminologi agama yang normatif. Buat saya penghayatan iman dan implementasinya dalam kehidupan tidak harus dibangun di atas apologi teologi yang wah.
    eh, eh,… maaf nglantur.
    untuk paragraf-paragraf terakhir tak usahlah ditanggapi. Saya mohon perkenannya saja untuk menjawab pertanyaan saya. Saya tidak berniat memperdebatkan jawaban apapun yang akan saya dapatkan. Sebab, pertanyaan saya murni dimunculkan dari ketakpahaman saya.
    matur nuwun sekali atas perkenannya.

    • Kalo Allah SWT mau berkehendak dengan cukup seperseratus bahkan lebih kedipan manusia apapun bisa terjadi sdh byk contohnya..TSunami, Bencana di mana2, apakah itu bukan baian dari kekuasaan Allah. Apalagi cuma mengangkat NAbi ISA AS dari bumi ke langit… Coba deh dipikir anda cuma bisa berdebat berdasarkan dalil2 tidak jelas

  9. Sebenarnya saya juga tidak akan ambil pusing mengenai perbedaan antara Lahore dan Qadian..
    masalahnya adalah kenapa disetiap website atau blog-blog LAhore selalu di muka diterangkan perbedaan2 tsb, seolah-olah Lahore ingin menambah runcing permasalahan tsb.
    Apalagi mereka dgn ramah selalu menyebut J/A sbg Qadiani..
    Wassalam,

  10. Mas Alif:

    Apalagi mereka dgn ramah selalu menyebut J/A sbg Qadiani..

    Maaf, bukankah perkataan khalifah Qadiyani sendiri yang mengatakan:

    “It is our duty (fard) that we should not consider non-Ahmadies as Muslims and it is their (non-Ahmadies’) duty that they should not consider us as Muslims” (Anwar Khildfat, p. 9, published 1916 C.E., Qadian)

    Jadinya, karena Sekte Qadiyani telah menganggap bahwa Non Ahmadi itu telah Kafir dan keluar dari Islam (Murtad) maka untuk apa lagi kami menganggap Qadiyani itu Muslim?,

    Jadinya menurut saya Sekte Qadiyani itu tidak perlu gusar, sebab Nabi Suci sendiri telah bersabda bahwa Bila seseorang menunjuk orang lain itu kafir, maka

    “Whoever calls those who believe in Kalimah unbelievers (Kafir) is nearer to unbelief (kufr) (Hr Tibrani)

    Jadinya bila Sekte Qadiyani itu dianggap sebagai Non Muslim, itu hanyalah suatu kebenaran Nubuat Nabi Suci, bahwa orang yang mengkafirkan ahli Kalimah (syahadat) maka dia sendiri yang lebih dekat kepada kekafiran. Selama Sekte Qadiyani itu menganggap diluar golongannya adalah Kafir dan Murtad, selama itu pula lah kekafiran dan kemurtadan itu kembali kepada dirinya sendiri

  11. Mas basyarat:

    Sesungguhnya, seberapa pentingkah kita memperdebatkan apakah Mirza itu Nabi atau bukan Nabi?
    Dari pertanyaan ini, saya hanya ingin memahami alakadarnya dasar pijak perdebatan kita, dan capaian apa yang sesungguhnya ingin masing-masing kita idamkan.
    Jikalau ya MGA adalah Nabi, lantas apa? begitu juga sebaliknya.

    Yang jadi titik permasalahan adalah permasalahan tentang Nubuatan Quran Suci tentang Ummatan Wahidatan (Qs 2:213). Kebenaran akan Nubuatan ini mulai nampak sekarang, kita bisa lihat bahwa dunia mengarah kepada satu kesatuan bahasa, mata uang, ekonomi bahkan dengan adanya Liga bangsa-bangsa (United Nation, PBB) hal itu semakin dekat. Tentu saja Islam sebagai Agama masa depan telah mengakomodir semua itu, tentunya kelak juga akan mengarah kepada Satu Agama (Islam)dengan Satu Nabi yaitu Nabi Suci Muhammad saw, hal ini saya anggap sangat penting. Sebab kedatangan Nabi setelah Nabi Suci Muhammad tentunya cita-cita Islam tentang Ummatan Wahidatan tidak akan terlaksana. Bila ada lagi Nabi yang datang maka tentunya umat nabi yang ini akan mengkafiri umat nabi yang lainnya. Kita bisa lihat pada doktrin Sekte Qadiyani yang menganggap ada lagi Nabi Setelah Nabi Muhammad, mereka menganggap 2 kalimah Syahadat yakni Asyhadualla Ila Ha IllaAllah, wa Asyhaduanna Muhammadar RasulAllah tidak cukup lagi untuk membuat seseorang menjadi Islam, melainkan orang tsb tetap kafir dan diluar Islam bila tidak mengimani nabi barunya. Namun disisi lain Sekte Qadiyani (paling tidak hingga saat ini) belum menciptakan kalimah syahadat yang baru. Dan juga saya pertanyakan kepada Sekte Qadiyani saat kapan sih mereka menganggap HMGA itu Nabi??, apakah pada saat:

    1. Bai’at
    2. Adzan
    3. Shalat (tahiyat awal dan tahiyat akhir)?

    mengingat dalam ke tiga hal itu terdapat 2 kalimah syahadat

    Bila tidak dalam ke tiga hal itu, lalu pada saat kapan????,

    dan dalam literaturnya tidak pernah saya ketemukan tulisan Nabi Ghulam Ahmad, bila kita meyakini seseorang itu nabi maka konsukwensinya kita menyebut kata nabi sebelum namanya, contoh
    kita meyakini bahwa Nuh itu nabi, maka logisnya kita menyebut Nabi Nuh.
    kita meyakini bahwa Ibrahim itu nabi, maka logisnya kita menyebut Nabi Ibrahim.
    kita meyakini bahwa Musa itu nabi, maka logisnya kita menyebut Nabi Musa.
    kita meyakini bahwa Isa itu nabi, maka logisnya kita menyebut Nabi Isa.
    kita meyakini bahwa Muhammad itu nabi, maka logisnya kita menyebut Nabi Muhammad.

    namun tidak pernah saya dapati ada tulisan Literatur dari Sekte Qadiyan yang menulis “Nabi Ghulam Ahmad”. Pertanyaan saya tetap sama yakni: saat kapan Qadiyani itu menganggap Mirza Ghulam Ahmad itu sebagai Nabi?

  12. Mas Erwan :
    “It is our duty (fard) that we should not consider non-Ahmadies as Muslims and it is their (non-Ahmadies’) duty that they should not consider us as Muslims” (Anwar Khildfat, p. 9, published 1916 C.E., Qadian)

    Jadinya, karena Sekte Qadiyani telah menganggap bahwa Non Ahmadi itu telah Kafir dan keluar dari Islam (Murtad) maka untuk apa lagi kami menganggap Qadiyani itu Muslim?,
    ————
    Assalamualaikum wr wb
    Anda termasuk orang yang emosian juga ya…
    Akhirnya keluar juga pengakuan dari seorang Ahmadi Lahore bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah bukan muslim,
    Saya orang JAI tetap menganggap anda muslim walaupun telah keluar kata-kata tsb dari mulut anda sendiri..

    Saya meragukan anda menguasai bhs. Inggris atau bahkan sama sekali tidak mengerti maksud dari tulisan ini, coba anda terjemahkan tulisan anda tsb:

    It is our duty (fard) that we should not consider non-Ahmadies as Muslims and it is their (non-Ahmadies’) duty that they should not consider us as Muslims” (Anwar Khildfat, p. 9, published 1916 C.E., Qadian)

    Siapa kira2 yang pertama-tama mengeluarkan fatwa di luar Islam? ahmadi atau non ahmadi
    Referensi tuh dibaca dulu dong..


    Mas Erwan :
    Pertanyaan saya tetap sama yakni: saat kapan Qadiyani itu menganggap Mirza Ghulam Ahmad itu sebagai Nabi?
    —–
    Jawab
    Aneh padahal Lahore sendiri yang menggembor-gemborkan bahwa qadiani menganggap HMGA itu Nabi
    nah kenapa sekarang ada pertanyaan spt itu?
    dan Apakah perlu bahwa kita harus memanggil seseorang itu dgn kata-kata Nabi spt logika anda? logika anda tidak mendasar sama sekali…
    Qur’an tidak menyuruh seorang Nabi dipanggil Nabi seperti logika anda, tapi setiap muslim diwajibkan mengirimkan salam penghormatan kepada Nabi, yaitu as : alaihi salam…
    jelas?
    Justru anda yang tidak menganggap beliau HMGA bukan Nabi tapi memanggil beliau dgn Nabi Isa yang dijanjikan..cukup aneh bukan…?

    kemudian apakah benar umat Islam bisa dipersatukan spt kata anda diatas?
    logika anda lagi-lagi bengkok..
    menurut Hadist Muhammad saw bahwa Umat Islam terbagi menjadi 73 golongan, apakah golongan2 tsb lahir karena ahmadiyah qadiani yang menganggap ada nabi lagi (nabi tanpa syariat)
    Sebelum ada Qadiani/JAI umat Islam telah saling kafir mengkafirkan satu sama lain, saling sesat menyesatkan..
    Jadi tidak akan pernah terjadi satu umat walaupun golongan Islam tsb sama keyakinannya yaitu: tidak boleh ada nabi lagi setelah Muhammad saw

    Tugas orang Jai adalah mengenalkan dan memasukan orang-orang kedalam bahtera nya HMGA didalam satu kekhalifahan
    dgn begitu tidak akan terjadi kafir-mengkafirkan dan sesat menyesatkan jika semua telah berada dlm naungan satu khalifah..
    jadi logika anda dan angan-angan anda tidak akan terwujud bila umat Islam ini TIDAK berada dlm satu naungan kekhalifahan..walaupun mereka semua sama menganggap tidak ada nabi lagi setelah Muhammad saw..
    jelasnya tidak ada hubungannya sama sekali antara kesatuan umat dgn ada atau tidaknya nabi lagi setelah muhammad saw
    seperti kata anda..yang bisa menyatukan umat Islam hanya satu yaitu kekhalifahan seperti yang nubuatkan hadist nabi…
    Wassalam,

  13. bukan main …
    pernyataan anda yang mengatakan qadiani adalah diluar Islam
    sangat kontradiktif dgn pernyataan2 Lahore yang katanya ingin semua umat islam bersatu tidak saling kafir mengkafirkan, tidak saling sesat menyesatkan…
    eh anda malah lebih duluan menganggap kami diluar Islam..
    padahal menurut anda sendiri tidak ada kata-kata yang lebih menyakitkan dari pada kata2 tsb..

    —–
    Mas Erwan:
    Bila ada lagi Nabi yang datang maka tentunya umat nabi yang ini akan mengkafiri umat nabi yang lainnya. Kita bisa lihat pada doktrin Sekte Qadiyani yang menganggap ada lagi Nabi Setelah Nabi Muhammad, mereka menganggap 2 kalimah Syahadat yakni Asyhadualla Ila Ha IllaAllah, wa Asyhaduanna Muhammadar RasulAllah tidak cukup lagi untuk membuat seseorang menjadi Islam, melainkan orang tsb tetap kafir dan diluar Islam bila tidak mengimani nabi barun
    —-
    Jwb: Rupanya anda benar2 belum mengerti apa itu Nabi umati, Bagaimana bisa saling mengkafirkan umat nabi yang satu dgn umat nabi yang lain jika yang datang adalah nabi umati..

  14. Anda harusnya Tahu, bahwa tidak semua kafir itu adalah keluar dari Islam, menurut hadist orang muslim yang meratapi mayat adalah orang kafir, orang muslim yang tidak bertetangga dgn baik adalah orang kafir..tapi bukan berarti keluar dari Islam…
    Sekarang mari kita lihat apa kata pendiri lahore sendiri tentang ketidak imanan kepada HMGA dan konsekwensinya :
    In the presence of promised Messiah as, Maulvi Muhammad Ali appeared as awitness on May 13, 1904. On being questioned by khwaja kamaludin , he said:
    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him flase.

    Lebih parah konsekwensinya bukan….
    The Great Liar
    ————–
    Wassalam,

  15. Akhirnya keluar juga pengakuan dari seorang Ahmadi Lahore bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah bukan muslim,
    ..

    Ooh maaf Mas Alif salah tanggap, saya hanya mengikuti Hadits Nabi dan perkataan HMGA bahwa bila ada orang yang mengkafirkan seorang ahli Kalimah (orang yang telah bersyahadat) maka kekafirannya akan berbalik pada dirinya sendiri. Kalimat saya cuku Sejas sbb:

    Jadinya bila Sekte Qadiyani itu dianggap sebagai Non Muslim, itu hanyalah suatu kebenaran Nubuat Nabi Suci, bahwa orang yang mengkafirkan ahli Kalimah (syahadat) maka dia sendiri yang lebih dekat kepada kekafiran. Selama Sekte Qadiyani itu menganggap diluar golongannya adalah Kafir dan Murtad, selama itu pula lah kekafiran dan kemurtadan itu kembali kepada dirinya sendiri

    Mas Alif:

    Saya orang JAI tetap menganggap anda muslim walaupun telah keluar kata-kata tsb dari mulut anda sendiri

    Alhamdulillah, telah terjadi perubahan dalam diri Mas Alif, semoga nantinya bisa shalat bergabung bersama Jemaah Islam Non Ahmadi & mau menshalati jenazah Non Ahmadilainnya yang tidak mengkafirkan HMGA dan Gerakannya,Sehingga tidak eksklusif

    Mas Alif:

    Saya meragukan anda menguasai bhs. Inggris atau bahkan sama sekali tidak mengerti maksud dari tulisan ini, coba anda terjemahkan tulisan anda tsb:It is our duty (fard) that we should not consider non-Ahmadies as Muslims and it is their (non-Ahmadies’) duty that they should not consider us as Muslims” (Anwar Khildfat, p. 9, published 1916 C.E., Qadian)

    Siapa kira2 yang pertama-tama mengeluarkan fatwa di luar Islam? ahmadi atau non ahmadi
    Referensi tuh dibaca dulu dong..

    Ooh maaf, pada halaman selanjutnya (Hal 93) dari buku yang sama yakni Anwari Khilafat ada tertulis:

    “Now another question remains, that is, as non-Ahmadis are deniers of the Promised Messiah, this is why funeral prayers for them must not be offered, but if a young child of a non-Ahmadi dies, why should not his funeral prayers be offered? He did not call the Promised Messiah as kafir. I ask those who raise this question, that if this argument is correct, then why are not funeral prayers offered for the children of Hindus and Christians, and how many people say their funeral prayers? The fact is that, according to the Shariah, the religion of the child is the same as the religion of the parents. So a non-Ahmadi’s child is also a non-Ahmadi, and his funeral prayers must not be said. Then I say that as the child cannot be a sinner he does not need the funeral prayers; the child’s funeral is a prayer for his relatives, and they do not belong to us but are non-Ahmadis. This is why even the child’s funeral prayers must not be said. This leaves the question that if a man who believes Hazrat Mirza sahib to be true but has not yet taken the bai`at, or is still thinking about joining Ahmadiyyat, and he dies in this condition, it is possible that God may not punish him. But the decisions of the Shariah are based on what is outwardly visible. So we must do the same thing in his case, and not offer funeral prayers for him.” (Anwar-i-Khilafat, page 93)
    yang saya tangkap dari tulisannya adalah BMA tidak boleh menshalatkan jenazah Non Ahmadi, bukan karena mereka sikap takfirul Muslimin, melainkan karena BMA menganggap kafirnya non Ahmadi itu benar-benar telah diluar Islam sama halnya seperti Kristen dan Hindu, itu sebabnya mengapa meskipun seorang anak kecil ( tentunya tidak pernah mengkafirkan HMGA kan?) tidak boleh dishalati jenazahnya. Maaf bila saya yang awam bahasa Inggris ini melakukan kesalahan, mungkin mas bisa menterjemahkan. Ditempat lain digunakan dengan kalimat Pakkay Kafir yang ini dalam istilah Urdu merupakan BENAR-BENAR KAFIR tanpa ada keraguan sedikitpun

    Mas Alif:

    Aneh padahal Lahore sendiri yang menggembor-gemborkan bahwa qadiani menganggap HMGA itu Nabi
    nah kenapa sekarang ada pertanyaan spt itu?
    dan Apakah perlu bahwa kita harus memanggil seseorang itu dgn kata-kata Nabi spt logika anda? logika anda tidak mendasar sama sekali…
    Qur’an tidak menyuruh seorang Nabi dipanggil Nabi seperti logika anda, tapi setiap muslim diwajibkan mengirimkan salam penghormatan kepada Nabi, yaitu as : alaihi salam…
    jelas?
    Justru anda yang tidak menganggap beliau HMGA bukan Nabi tapi memanggil beliau dgn Nabi Isa yang dijanjikan..cukup aneh bukan…?

    Setiap Nabi butuh pengakuan dari umatnya bahwa beliau itu adalah Nabi, lalu dia membawa Kitab yang dianggap oleh umatnya sebagai Kitabullah. HMGA:
    “If a person makes a claim to nubuwwat, it is necessary in that claim that … he form a religious nation (ummah) which considers him to be a nabi and regards his book as the book of God.” (Ainah Kamalat Islam, p. 344).
    Karena itu saat kapan Qadiyani menganggap HMGA itu Nabi, Apakah pada saat Shalat?, Bai’at? atau pada saat adzan?

    Mas Alif:

    menurut Hadist Muhammad saw bahwa Umat Islam terbagi menjadi 73 golongan, apakah golongan2 tsb lahir karena ahmadiyah qadiani yang menganggap ada nabi lagi (nabi tanpa syariat)Tugas orang Jai adalah mengenalkan dan memasukan orang-orang kedalam bahtera nya HMGA didalam satu kekhalifahan
    dgn begitu tidak akan terjadi kafir-mengkafirkan dan sesat menyesatkan jika semua telah berada dlm naungan satu khalifah..
    jadi logika anda dan angan-angan anda tidak akan terwujud bila umat Islam ini TIDAK berada dlm satu naungan kekhalifahan..walaupun mereka semua sama menganggap tidak ada nabi lagi setelah Muhammad saw..
    jelasnya tidak ada hubungannya sama sekali antara kesatuan umat dgn ada atau tidaknya nabi lagi setelah muhammad saw
    seperti kata anda..yang bisa menyatukan umat Islam hanya satu yaitu kekhalifahan seperti yang nubuatkan hadist nabi…

    Takfirul Muslimin terjadi karena Umat Islam tidak atau kurang memahami makna 2 Kalimah Syahadat, yang ini juga diperjelas dalam Hadits bahwa orang yang telah bersyadat tidak boleh dibilang kafir. Hal ini berbeda dengan kedatangan seorang Nabi, mereka mengkafirkan satu dengan yang lainnya itu, tentunya punya alasan yang kuat berdasarkan Kitab Suci dan Hadits. Coba deh mas bayangkan bila dalam umat Islam, maaf, bila dalam Qadiyani itu ada nabi lagi, tentunya dikarenakan seteiap nabi pasti ada yang mengkafirinya, tentu akan pecah pula Qadiyani itu, yakni yang beriman kepada Nabi dan yang menolak Nabi baru itu, lalu coba bayangkan bila yang datang itu puluhan Nabi, atau bahkan ratusan Nabi, tentnuan dalam Sekte Qadiyani itu akan timbul pula perbecahan ratusan umat

  16. Mas Alif:

    In the presence of promised Messiah as, Maulvi Muhammad Ali appeared as awitness on May 13, 1904. On being questioned by khwaja kamaludin , he said:
    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him flase.

    Lebih parah konsekwensinya bukan….
    The Great Liar

    Komment saya disini (klik) sudah menjelaskan:
    Ahmadiyah Lahore juga meyakini bahwa Nabi Isa yang akan turun pada umat Muhammad di Akhir zaman juga merupakan “Nabi” (Nabi dalam tanda petik), Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, menjelaskan bahwa karena Nabi Suci adalah Nabi terakhir dan Agama Islam telah sempurna, karena itu kata “Nabi” dalam Hadits itu harus ditafsirkan supaya tidak bertentangan dengan ayat Muhkammat yakni bahwa Nabi Suci itu merupakan Khataman Nabiyyin….dst

    MA juga telah menjelaskan dan membuktikan tulisan-tulisan belilau tentang makna ‘nabi’ yang digunakan untuk Mesias yang dijanjikan silah kan klik disini

  17. Seorang Nabi bukannya butuh pengakuan dari umat tapi butuh pengakuan dari Allah…
    HMGA dipanggil Nabi oleh Allah

    Anda mengomentari fatwa dari BMA tapi tidak mau mengomentari fatwa dari MMA tsb..
    Padahal logikanya fatwa dari MMA lebih parah dari BMA
    coba anda baca hadist ini:
    dalam kitab Yanabi’ul Muwaddah
    hal.448: Yg artinya :”Dari Hadhrat Zabir bin Abdullah r.a. bahwa
    Rasulullah s.a.w. bersabda :”Barang siapa yg mengingkarinya keluarnya
    (kedatangannya) Al Mahdi ,kufurlah ia kepada apa yg diturunkan kepada Muhammad s.a.w.”.

    anda akan menyesatkan Rasulullah juga ?

  18. Setiap Nabi pasti mempunyai umat yang kepadanya sang Umat harus ta’at kepada Nabi tersebut
    “Dan tiada Kami mengutus seorang Utusan melainkan agar ia ditaati dengan izin Allah” (Qs 4:64). Dan Nabi itu adalah saksi terhadap umatnya:
    Tetapi bagaimanakah nanti jika dari tiap-tiap umat Kami datangkan seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap (umat) itu (Qs 4:41).

    Kata Kufur yang digunakan oleh Baginda Rasul tidak harus diartikan seseorang itu keluar dari Islam. Dalam hal ini kata kafir hanya berarti bahwa dia menolak ramalah/nubuatan tentang kedatangan Al Mahdi sebagaimana yang di sabdakan/diramalkan oleh Nabi Suci. Nabi Suci diriwayatkan memberi peringatan kepada para sahabat:
    “Ingat! Nanti sepeninggalku, janganlah kamu menjadi kafir (kuffar, jamaknya kata kafir), sehingga sebagian kamu memenggal leher sebagian yang lain” (Bu. 25:132).
    Di sini perbuatan menyembelih orang Islam oleh orang Islam lainnya dikutuk sebagai perbuatan kufur. Hadits lain lagi berbunyi:
    “Memaki-maki orang Islam itu durhaka (fasiq), dan membunuh orang Islam itu kufur” (Bu. 2:36).
    Sekalipun dalam Hadits itu dinyatakan bahwa peperangan antara kaum Muslimin disebut kufur, dan kaum Muslimin yang saling bertempur itu disebut kafir, namun Qur’an menyebut dua golongan kaum Muslimin yang saling bertempur itu orang yang beriman (mu’min) (49:9).
    Dari Awal kedatangan Nabi Suci, seseorang jika hendak masuk Islam, yang diperlukan adalah membaca 2 kalimah kesaksian:”Tiada Tuhan Selain ALlah, Muhammad Utusan ALlah, untuk itu bila seseorang ingin keluar dari Islam maka yang diperlukan adalah pengingkaran atas apa yang telah diucapkannya. Nabi SUci bersabda:
    “Tiada hal yang dapat mengeluarkan seseorang dari iman, kecuali ia mengingkari apa yang membuat dia masuk dalam iman itu” (Rd. III, hal. 310). Imam Ahmad bin Mustafa juga berkata, bahwa hanya orang sinting sajalah yang menyebut orang lain: kafir, karena para Imam yang dapat dipercaya dari madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hambali dan Asy’ari, semuanya berpendapat bahwa kaum ahli kiblat tak dapat disebut kafir” (MD. I, hal. 46).
    Kini menurut Qadiyani, 2 kalimah syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang menjadi muslim, melainkan dia tetap kafir dan diluar Islam, namun disisi lain Qadiyani tidak mau membuat 2 kalimah syahadat yang baru. Oh iya saat kapan Qadiyani menganggap HMGA itu Nabi, Apakah pada saat Shalat?, Bai’at? atau pada saat adzan?.

  19. Bagaimana kalau yang datang adalah Nabi umati spt penjelasan referensi Lahore sendiri bahwa HMGA adalah Nabi umati?
    Mengenai hadist kufur tsb
    Coba baca lagi hadist tsb…
    Rasulullah s.a.w. bersabda :”Barang siapa yg mengingkarinya keluarnya(kedatangannya) Al Mahdi ,kufurlah ia kepada apa yg diturunkan kepada Muhammad s.a.w.”.

    Jika ia telah kufur kepada apa yang diturunkan kpd Muhammad saw apakah masih bisa di sebut Islam?
    Bukankah itu artinya orang tsb sudah tidak percaya lagi kepada yang diturunkan kepada Muhammad saw

    Jadi yang menyebabkan kufur itu ada dua macam yaitu keimanan dan perbuatan…

    dan anehnya anda sama sekali tidak mau mengomentari fatwa MMA yang lebih “KERAS” beliau menyamakan orang-orang yang tidak percaya kepada kenabian HMGA sama dengan kaum kristian (diluar Islam)yang tidak mempercayai Nabi Muhammad saw
    coba baca:

    In the presence of promised Messiah as, Maulvi Muhammad Ali appeared as awitness on May 13, 1904. On being questioned by khwaja kamaludin , he said:
    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him false. The Holy Prophet sa is true according to Muslims and false according to the Christians.

    Masih belum puas coba baca An Nissa ayat 50-51?
    kita dilarang membeda-bedakan nabi,
    Mirza sahib has claimed to be a Nabi kata MMA
    anda mau mencoba membantah Qur’an?

  20. Mengenai saat kapan Qadian mengakui kenabian HMGA?
    Pertanyaan sama saya tujukan kepada anda pada saat kapan anda menganggap Nabi Isa as itu Nabi yang benar? atau Adam as, atau Ibrahim as? atau yang lain-lainnya?
    Atau pada saat kapan anda menganggap HMGA itu Muhadast
    lucu pertanyaannya…

  21. Mungkin bagi Mas Alif lucu, tapi bagi saya Iman Itu (menurut Imam Raghib) Ikrarur bil lisan tashdiqun bilqalbi wa ‘amalun bil-jawarih, yakni diucapkan melalui lisan, dibenarkan melalui hati, dan diamalkan melalui perbuatan. Contohnya saya beriman kepada Nabi Suci Muhammad saw, maka terucaplah Muhammadur Rasul Allah.

    Mas Alif:

    Pertanyaan sama saya tujukan kepada anda pada saat kapan anda menganggap Nabi Isa as itu Nabi yang benar? atau Adam as, atau Ibrahim as? atau yang lain-lainnya?

    Naudzubillahi Min Dzalik?!!, apakah rukun iman kita juga berbeda?, apakah juga Qadiyani telah menciptakan rukun iman yang baru???. Yang saya tahu dalam Rukun Iman tersebut, beriman kepada Para Utusan -Nya yang ini juga banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan sebelum kami (tentunya juga dibaca pada saat Shalat. Dengan kata lain pertanyaan Mas saya jawab pada saat Umat Islam Shalat (saya tidak tahu apakah Qadiyani juga sama) mereka membaca Shalawat kepada Nabi Suci dan keluarganya, sebagaimana Shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Juga dalam Ikrarul bil lisan, Umat Islam sehari-hari pasti menyebut sebutan Adam dengan Nabi yakni Nabi Adam, Menyebut Isa dengan Nabi yakni Nabi Isa, menyebut Ibrahim dengan Nabi, yakni Nabi Ibrahim. Adakah Sekte Qadiyani menyebut Hazrat Mirza Ghulam Ahmad itu dengan Nabi ?? atau Nabi Ghulam Ahmad misalnya???

    Atau pada saat kapan anda menganggap HMGA itu Muhadast
    lucu pertanyaannya…

    Setiap saat saya menganggap HMGA itu Muhaddast, juga para Imam-Imam pada zamannya yang lainnya, seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Syekh Abdul Qadir Jailani, dsb. Dan karena tidak diperlukan dalam syari’at Islam bahwa beriman kepada mereka suatu keharusan untuk seseorang itu Muslim atau tidak, maka tidaklah tercipta suatu syahadat baru. Hal ini sangat berbeda dengan kedatangan seorang Nabi. Kedatangan nabi itu diperlukan suatu pengakuan keimanan kepada Nabi tersebut (Contoh dalam Islam adalah Syahadat yang di iringin dengan Rukun Iman, lalu rukun Islam).
    Kepada Umat Muhammad Syahdatnya adalah
    Asyhadualla Ila Ha Illa Allah
    Wa Asyhadu anna MuhammadaRasul Allah

    Kepada Umat Isa, Syahadatnya adalah
    Asyhadualla Ila Ha Illa Allah
    Wa Asyhadu anna Isa Rasul Allah

    Nah bila Sekte Qadiyani itu meyakini HMGA sebagai Nabi, dan merupakan suatu keharusan bila seseorang itu ingin dianggap Islam oleh Sekte Qadiyani, maka dengan ini saya persilahkan untuk membuat Syahadat baru yang isinya adalah kesaksian bahwa HMGA adalah Rasu Allah. Silahkan …..
    Bila tidak, maka pertanyaan yang sama saya ajukan kembali, yakni Saat kapan Qadiyani itu mengakui HMGA sebagai nabi ???

  22. Mas Alif:

    In the presence of promised Messiah as, Maulvi Muhammad Ali appeared as awitness on May 13, 1904. On being questioned by khwaja kamaludin , he said:
    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him false. The Holy Prophet sa is true according to Muslims and false according to the Christians.

    Masih belum puas coba baca An Nissa ayat 50-51?
    kita dilarang membeda-bedakan nabi,
    Mirza sahib has claimed to be a Nabi kata MMA
    anda mau mencoba membantah Qur’an?

    Sudah saya jelaskan berulang-ulang kali tentang arti Nabi yang dipergunakan untuk Al-Masih yang akan datang/ Masih Muhammadi, yang kesemua itu merujuk kepada Muhaddats.
    Yang saya kurang percayai dari Literatur Sekte Qadiyan ini (tentang pernyataan MMA) adalah tidak adanya penjelasan HMGA (dalam buku Haqiatul Why) ucapan MMA ini. Hazrat Mirza merekam kejadian Pengadilan dalam buku Haqiqatul Wahyu dalam halaman 265-266 namun sama sekali tidak menuliskan ucapan MMA.
    Yang ada adalah:
    “After this, when we went into the court-room the attorney of the opposite
    party asked me the question: ‘Is your rank and status as you have described it
    in the book Tiryaq-ul-Qulub?’ I replied: Yes, by the grace of God this is the
    status He has bestowed upon me.” 265-266 of Haqiqat-ul-Wahy (Ruhani Khaza’in, v. 22, p.277-278)
    Nah kalau kita membaca buku Tiryaq-ul-Qulub jelas sekali pengakuan HMGA sebagai Muhaddats.

    Mas Alif:

    Bagaimana kalau yang datang adalah Nabi umati spt penjelasan referensi Lahore sendiri bahwa HMGA adalah Nabi umati?
    Mengenai hadist kufur tsb
    Coba baca lagi hadist tsb…
    Rasulullah s.a.w. bersabda :”Barang siapa yg mengingkarinya keluarnya(kedatangannya) Al Mahdi ,kufurlah ia kepada apa yg diturunkan kepada Muhammad s.a.w.”.

    Jika ia telah kufur kepada apa yang diturunkan kpd Muhammad saw apakah masih bisa di sebut Islam?
    Bukankah itu artinya orang tsb sudah tidak percaya lagi kepada yang diturunkan kepada Muhammad saw

    Jadi yang menyebabkan kufur itu ada dua macam yaitu keimanan dan perbuatan…

    Yang menyebabkan perpecahan dalam umat Islam adalah mereka menjadikan Hadits diatas Quran. Mas Alif yang saya hormati, bila keimanan terhadap Al-Mahdi (begitu pula dengan Nuzulul Masih) itu penting (yang bisa menyebabkan seseorang keluar dari Islam) niscaya Allah akan memasukan itu dalam Qur’an Suci, Sebagaimana Ramalan tentang kedatangan Nabi Suci dalam kitab-kitab terdahulu merupakan suatu keharusan, maka nubuatan itu dibuat sejelas-jelasnya dalam kitab suci mereka (baca Muhammad in World Scriptures Jilid 1-3), sehingga dinyatakan bahwa Kaum Ahli Kitab mengenal Nabi Suci seperti mengenali anak-anak meeka sendiri:
    Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenal dia, seperti mereka mengenal anak mereka. Dan sesungguhnya segolongan mereka menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka tahu. (Qs 2:146)
    Sehingga tidak ada alasan bagi kaum Ahli kitab untuk beriman kepada Nabi Suci Muhammad saw. Lain halnya dengan beriman kepada Al-Mahdi, Jangankan Qur’an Suci. Nubuatan kedatangan Al-Mahdi SAMA SEKALI tidak tercatat dalam Bukhari,Muslim. Saya rasa Mas Alif beserta Sekte Qadiyannya, cukup pintar untuk mengetahui perbedaan Quran SUci dan HAdits, dan juga kenapa dalam perawian nya terdapat tingkatan-tingkatan dimana yang paling unggul adalah Bukhari dan Muslim. Jadi bagaimana mungkin tidak tidak beriman kepada Al-Mahdi bisa menyebabkan seseorang keluar dari Islam??, adapun bila kita ingin menjadikan Hadits yang mas ALif sampaikan itu sebagai suatu kebenaran maka kita harus menafsifkan kata hadits itu sebagai orang yang menolak nubuatan kedatanan Al-Mahdi
    Sebagaimana kata kafir yang diungkapkan dalam suatu hadits:
    Nabi Suci diriwayatkan memberi peringatan kepada para sahabat:
    “Ingat! Nanti sepeninggalku, janganlah kamu menjadi kafir (kuffar, jamaknya kata kafir), sehingga sebagian kamu memenggal leher sebagian yang lain” (Bu. 25:132).
    Di sini perbuatan menyembelih orang Islam oleh orang Islam lainnya dikutuk sebagai perbuatan kufur. Hadits lain lagi berbunyi:
    “Memaki-maki orang Islam itu durhaka (fasiq), dan membunuh orang Islam itu kufur” (Bu. 2:36).
    Sekalipun dalam Hadits itu dinyatakan bahwa peperangan antara kaum Muslimin disebut kufur, dan kaum Muslimin yang saling bertempur itu disebut kafir, namun Qur’an menyebut dua golongan kaum Muslimin yang saling bertempur itu orang yang beriman (mu’min) (49:9).
    Tentunya bila sekte Qadiyani menyatakan Hadits lebih unggul dari Qur’an Suci, maka akan rancu. Namun umat Islam lainnya menyatakan bahwa QUr’an Suci itu adalah sumber hukum yang pertama dimana Quran Suci bisa membatalkan penjelasan Hadits sekalipun Hadits itu dianggap Shahih oleh Ahli Hadits. Bila kita menjadikan QUran Suci sebagai acuan utama maka jelas sekali, kata Kafir disini bukan berarti keluar dari ISlam, Sebab Qur’an Suci tetap menyebut 2 golongan yang berseteru itu sebagai dua golongan kaum Muslimin

  23. Maaf apakah saya berdiskusi dengan orang yang kurang tanggap? Maaf istilah sekarang TELMI, cape kan bolak-balik terus..
    Anda bertanya kepada saya:
    Saat kapan anda menganggap HMGA sbg Nabi? Apakah dlm sholat? Shahadat atau Baiat?
    Saya jawab: pertanyaan tsb lucu..pertanyaan tsb sama dengan pertanyaan saat kapan anda menganggap Nabi Isa, nabi Adam, Ibrahim sbg Nabi?
    Apakah ada yang salah dgn jawaban saya? Anda koq malah menuduh qadian berlainan rukun Iman? Berlainan sholatnya?
    Manya saya bilang telmi..Maaf..
    Alangkah dasyatnya fitnah anda tsb ! kalo sampai tulisan anda tsb dibaca orang kemudian menimbulkan fitnah yang mengakibatkan persekusi kepada ahmadi qadian apakah anda siap mempertanggung jawabkan kelak di akherat? Jawabannya simple koq..Tentu saja karena HMGA adalah utusan Allah maka qadiani memasukan keimanan kepada beliau kepada rukun Iman yaitu beriman kepada para Utusan Nya/Nabi-Nabi Nya?
    Lalu setelah beriman kepadanya kemudian perbuatan nyatanya adalah Dgn berada di Nizam Khilafat Nubuwah berarti sampai saat ini saya/qadiani menganggap beliau sbg utusan Allah/Nabi Allah
    gitu aja koq tidak mengerti…Entah kalo Lahore tidak menganggap beliau sbg Utusan Allah…
    masih kurang jelas? Apakah pada saat sholat anda menyebut semua Nabi yang anda yakini tsb disebutkan (dilisankan)? ingat lho menurut HMGA : Budha Gautaman adalah Nabi, Kresna, Zoroaster, Khong Hucu adalah Nabi bahkan socrates adalah Nabi
    nah pada saat kapan anda menyebuti beliau2 sbg Nabi? Apakah dlm sholat anda? Bisa anda jawab?
    Jadi Tidak perlu dgn perbuatan atau dgn lisan untuk meyakini beliau-beliau sbg Nabi cukup dgn Iman yang kita yakini…
    makanya pertanyaan anda: saat kapan qadiani menganggap beliau sbg Nabi? Adalah pertanyaan yang menggelikan….
    Anda memaksa saya/qadiani untuk memanggil beliau dgn nabi Ghulam Ahmad..
    Walaupun saya tidak berat untuk menyebut beliau Nabi Ahmad as karena Allah dan Muhammadpun memanggil beliau dgn kata-kata Nabi
    Lalu apakah ada suruhan dlm Qur’an bahwa kita wajib menyebut seorang Nabi dgn kata-kata “Nabi” ?
    kalao tidak ada kenapa anda bertanyaa demikian? Bukankah itu artinya menggelikan, maka saya bilang LUCU…
    Silahkan cari ayatnya kalo anda masih memaksa saya dan qadiani dgn harus menyebut kata2 nabi tsb?
    Kalo tidak ada maka anda telah mengada-ngada alias bid’ah

    Mengenai syahadat:
    Anda menyuruh Qadiani menyebut syahadat baru?
    Saya ingin bertanya kepada anda..Apakah anda itu sudah menjadi Allah (Nauzubillah)? menyuruh orang bersyahadat lain? Pantas anda dipanggil demikian oleh Bp. Sujana di artikel lain.. Memerintahkan orang lain bersyahadat versi anda sendiri adalah menggelikan karena pendiri Ahmadiyah yaitu Imam Mahdi anda justru mengajak dan menyuruh orang lain untuk membaca 2 kalimah syahadat secara islam tsb. agar orang masuk Islam berbondong-bondong
    eh anda malah menyuruh orang lain melepaskan syahadat Islam tsb..
    DGn begitu apakah anda masih bisa dikatakan sbg pengikut HMGA sejati? aneh…

    Oh ya bisakah anda memberikan referensi bahwa pernah ada syahadat:
    “Kepada Umat Isa, Syahadatnya adalah
    Asyhadualla Ila Ha Illa Allah
    Wa Asyhadu anna Isa Rasul Allah ”
    Coba buktikan bahwa sampai sekarang umat Isa diharuskan membaca syahadat tsb? Tanyakan coba sama mereka/Kristian atau yahudi apakah mereka disuruh bersyahadat demikian seperti kata anda…
    Jika tidak ada maka anda sudah mengada-ngada alias Bid’ah….
    dan bukankah anda mengimani semua Nabi-nabi yang 25 itu..nah apakah anda juga bersyahadat untuk mereka?

    Mengenai Fatwa MMA tentang The great Liar…
    di artikel lain anda mengakui bahwa MMA hanya menyebut the great liar untuk bla..bla..bla..(penjelasannya lihat sendiri)
    tapi disini anda mencoba membantah bahwa penyebutan itu tidak ada dlm literatur…
    mana yang benar? Mengapa anda koq plin-plan? Ada atau tidak? Jujur aja… Logikanya kalo tidak ada untuk apa anda mencoba membela diri dgn berbagai penjelasan? DGn begitu terbukti bahwa perkataan The great liar oleh MMA itu pernah ada !
    Sekarang pertanyaan saya kepada anda..Lebih keras mana fatwa BMA atau fatwa MMA?

    Mengenai Kenabian HMGA
    Apakah referensi dari Lahore sendiri kurang jelas bagi anda bahwa HMGA should be called Prophet (dgn penjelasan yang sama dgn qadiani) lihat ref yang saya berikan sebelumnya merujuk kpd review religion thn 1903..disana tidak ditulis HMGA should be called Muhaddast..
    masih mau mengelak? Aneh kepada referensi Lahore sendiri anda mencoba membantahnya…

    Mengenai Kekufuran kepada Al Mahdi
    Al Mahdi adalah utusan Allah, kita tidak boleh membeda-bedakan utusan Nya
    entah kalo Lahore tidak menganggap beliau sbg utusan Allah…
    Dlm Qur’an An Nissa 150-151 seseorang menjadi benar-benar kafir jika membeda-bedakan utusan Allah dan beriman hanya sebagian..
    bahkan menurut hadist yg saya kutip: yang mengingkari Al Mahdi Kufur akan apa yang telah diturunkan kpd Muhammad saw
    Jadi Qadiani merujuk kepada 2 Kitab sendiri..
    Sekarang pertanyaan saya balik buat anda Lahore:
    Jika anda tidak menganggap beliau sbg Utusan Allah, tidak adanya konsekwensi yang akan berakibat lain jika tidak beriman kepada Imam Mahdi anda tsb..Lalu untuk apa anda berbaiat kepadanya? Untuk apa anda mendirikan Ahmadiyah Lahore? Untuk apa anda mengenalkan HMGA di website-website anda tsb? Untuk apa anda menandai mesjid2 anda dgn tulisan Gerakan Ahmadiyah ? Lebih baik anda lepas saja atribut2 ahmadiyah anda tsb toh tidak ada gunanya..
    orang mau beriman atau tidak beriman kepada HMGA, tidak ada konsekwensi apa-apa dari Allah…
    Lalu Untuk apa Muhammad saw menyuruh umat Islam berbaiat kepadanya? Dan menunggu Imam Mahdi dan nabi Isa?
    Apakah kita boleh mengabaikan perintah2 Muhammad saw tsb walaupun tidak tercantum dlm Qur’an?
    Apakah dgn mengabaikan perintah2 Muhammad saw dan Qur’an masih bisa disebut Islam walaupun orang tsb telah bersyahadat? anda sendiri kan bilang bahwa keimanan harus lah diucapkan, dibenarkan dlm hati disertai perbuatan…
    Nah jika anda berucap syahadat saja tanpa disertai keimanan dan perbuatan, artinya tidak menuruti apa2 yang diperintahkan ALlah dan Muhammd saw
    apakah orang tsb bisa dikatakan Islam?

    Lalu pertanyaan yang lainnya buat anda..
    HMGA mengaku telah menerima wahyu Allah..
    Apakah kepada wahyu Allah tsb yang disampaikan kepada kita lewat HMGA maka kita boleh abaikan?
    Apakah tidak mengakibatkan konsekwensi apa-apa?
    Tolong jawab !!!

    Atau kalau anda masih mencoba berputar-putar terus
    cukup 2 pertanyaan buat anda dan saya harapkan anda menjawab secara jujur?

    APAKAH HMGA ITU ADALAH UTUSAN ALLAH ATAU BUKAN?
    ATAU
    APAKAH BENAR ALLAH TELAH MENGUTUS HMGA ?

    Cukup anda jawab Ya atau bukan…
    biar jelas.

  24. Mas Alif:

    APAKAH HMGA ITU ADALAH UTUSAN ALLAH ATAU BUKAN?
    ATAU
    APAKAH BENAR ALLAH TELAH MENGUTUS HMGA ?

    Iya, Allah mengutus HMGA sebagai Mujaddid untuk memenangkan perkara Islam, sebagaimana Allah telah mengutus orang-orang Besar, Imamuz-zaman (imam pada zamannya) seperti Imam Syafi’i, Syekh Abdul Qadir Jaillani, dan para Mujaddid lainnya.

    Mas Alif yang saya hormati
    Dasar pemikiran saya cukup simpel dari zaman Nabi dahulu, setiap orang yang ingin masuk Islam, yang diperlukan adalah kesaksian 2 kalimah syahadat. Kini menurut Sekte Qadiyani 2 kalimat syahadat itu sudah tidak relevan lagi untuk seseorang supaya menjadi Islam, melainkan dia tetap kafir dan diluar Islam, sama kafirnya dengan Hindu dan Kristen bila menolak nabi barunya itu.
    Kini bila memang 2 kalimat syahadat itu menurut sekte Qadiyani itu sudah tidak berlaku dan relevan lagi, maka saya persilahkan untuk membuat kalimah syahadat yang baru. Atau jangan-jangan sudah ada??,

  25. Bagus…
    Berarti anda setuju bahwa Allah telah mengutus HMGA..
    nah selanjutnya adalah..

    1. Jika HMGA utusan Allah, apakah manusia boleh menolak segala utusan Nya tersebut?
    Anda masih menjalani rukun Iman? Rukun adalah wajib..
    Kita wajib beriman kepada semua utusan Allah…

    2. anda masih baca qur’an ?
    coba baca ayat2 Qur’an apa kata qur’an jika kita menolak utusan Allah
    anda mau membantah Qur’an?

    3. Anda masih mengaku sbg umatnya Muhammad?
    Jika ya apa kata hadist jika kita mengingkari Imam Mahdi?

    Padahal Anda mengaku Islam tapi tidak menjalankan apa kata qur’an apa kata hadist karena Kalo anda masih mempersoalkan fatwa BMA berarti anda sama sekali tidak membaca qur’an dan menjalankan apa kata hadist…
    jelas? fatwa BMA sejalan dgn Qur’an dan hadist…

    Utusan Allah artinya dia ditunjuk oleh Allah sebagai utusan Nya untuk memberi peringatan atau khabar dari Allah..
    Nah jika Imam Syafii dan para Mujadid lainnya menurut anda adalah utusan Allah berarti mereka mendapat otoritas dari Allah sbg utusan Nya
    mengaku sbg utusan Allah?
    Bisa anda berikan referensi dari mereka2 bahwa mereka benar2 mengaku sbg utusan Allah…
    jangan ngarang !

    Mengenai komentar anda agar qadiani membentuk syahadat baru, saya jawab : BENAR-BENAR MENGGELIKAN.
    Alasanya coba baca lagi komentar saya diatasnya lagi….
    kenapa komentar saya tsb tidak anda komentari ?
    tidak bisa menjawab atau memang sudah bungkam..?
    bukan itu saja anda sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa pernah ada syahadat2 yang anda tulis….Seperti syahadat Isa, Ibrahim dll…
    Jadi itu cuma karangan anda saja yang tidak bisa anda pertanggung jawabkan…

    Tidak aneh kalo Lahore pintar mengarang…
    Lha memang MMA jago ngarang koq..
    Hehehe menggelikan..

  26. 1. Jika HMGA utusan Allah, apakah manusia boleh menolak segala utusan Nya tersebut?
    Anda masih menjalani rukun Iman? Rukun adalah wajib..
    Kita wajib beriman kepada semua utusan Allah…
    2. anda masih baca qur’an ?
    coba baca ayat2 Qur’an apa kata qur’an jika kita menolak utusan Allah
    anda mau membantah Qur’an?

    Rasul yang saya gunakan disini adalah dalam arti istilah/etimologi (Kamus Arab) bukan dalam arti syari’at. HMGA menjelaskan:

    “Risalat in Arabic lexicology means to be sent.” (Letter dated 17 August 1899; published in Al-Hakam, vol. iii, no. 29, August 1899)

    Dalam arti Terminologi Islam, hal ini sangat berbeda:
    1. “According to the explanation of the Holy Quran, rasul is he who receives the commands and beliefs of the religion through the angel Gabriel.” (Izala Auham, p. 534)
    2. “It is part of the concept and essence of rasul that he receive religious knowledge through angel Gabriel.” (ibid., p. 614)
    HMGA menolak arti Rasul dalam artian terminologi, namun menerima dalam artian istilah/kamus
    1. “This humble one has never, at any time, made a claim of nubuwwat or risalat [prophethood or messengership] in the real sense. To use a word in a non-real sense, and to employ it in speech according to its broad, root meaning, does not imply heresy (kufr).” (Anjam Atham, footnote, p. 27)
    2. “These words [i.e. nabi, rasul] do not bear their real meaning, but have been used according to their literal meaning in a straight-forward manner.” (Majmu‘a Ishtiharat, vol. i, p. 313)
    3. “It is obvious that he who is sent by God is His envoy, and an envoy is called rasul in Arabic. And he who discloses news of the unseen received from God is called nabi in Arabic. The meanings in Islamic terminology are different. At this place, only the literal meaning is intended.” (Arba‘in, No. 2, footnote, p. 18)
    Dan karena arti “rasul” itu hanya istilah saja, bukan dalam artian Terminologi, maka yang menginkari kerasulan jenis ini tidak bisa disebut kafir:
    “The point is worth remembering that to call the denier of one’s claim as kafir is only the privilege of those prophets who bring a shariah and new commandments from God. But apart from possessors of shariah (sahib-i shariah), all the others who are muhaddas, no matter how high a rank they may have with God, and be exalted with the robe of Divine revelation, no one becomes a kafir by denying them.”
    — Tiryaq al-Qulub, October 1902, p. 130, footnote.

    Karena HMGA itu berada dalam kerasulan jenis ini maka HMGA menyatakan bahwa:
    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    3. Anda masih mengaku sbg umatnya Muhammad?
    Jika ya apa kata hadist jika kita mengingkari Imam Mahdi?

    Apakah Sekte Qadiyani itu menganggap Hadits lebih tinggi kedudukannya dari pada Qur’an Suci?, dalam Qur’an Suci dinyatakan bahwa Bila seorang Islam memberikan salam Islam tidak boleh kita sebut kafir
    Dan janganlah kamu berkata kepada orang yang memberi salam kepada kamu: Engkau bukan orang mukmin (Qs 4:94)
    Terlebih lagi dengan Imam Mahdi. Apakah nubuatan Imam Mahdi itu ada tersebut jelas dalam Kitab Suci Al-Qur’an?, jangankan QUr’an Suci. Bukhari dan Muslim, dua kitab paling Sahih menganggap hadits-hadits yang berkenaan dengan Imam Mahdi itu adalah lemah. Saya bukannya mengingkari kedatangan Mahdi, namun yang saya tolak adalah, seseorang tidak bisa menjadi Kafir dan diluar Islam hanya karena menolak Mahdi, dan kita juga tidak bisa menyebut seseorang itu kafir dan diluar Islam berdasarkan Hadits, terlebih lagi hadits ini dianggap lemah oleh Bukhari dan Muslim

    Mas Alif:

    Mengenai komentar anda agar qadiani membentuk syahadat baru, saya jawab : BENAR-BENAR MENGGELIKAN.
    Alasanya coba baca lagi komentar saya diatasnya lagi….
    kenapa komentar saya tsb tidak anda komentari ?
    tidak bisa menjawab atau memang sudah bungkam..?
    bukan itu saja anda sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa pernah ada syahadat2 yang anda tulis….Seperti syahadat Isa, Ibrahim dll…
    Jadi itu cuma karangan anda saja yang tidak bisa anda pertanggung jawabkan…

    Kedatangan seorang Nabi butuh pengakuan dari umatnya. Menurut mas Alif sendiri, bila kedatangan seorang Nabi, lalu seseorang yang ingin dianggap sebagai umat nabi itu bagaimana caranya? Menurut (menurut Imam Raghib) Ikrarur bil lisan tashdiqun bilqalbi wa ‘amalun bil-jawarih, yakni di ikrarkan dengan lisan, di benarkan oleh Hati dan diamalkan. Nah menurut Mas Alif sendiri apa bentuk “ikrar dengan lisan” bila kita meyakini seseorang itu sebagai utusan Allah??.
    HMGA menjelaskan:
    “If a person makes a claim to nubuwwat, it is necessary in that claim that … he form a religious nation (ummah) which considers him to be a nabi and regards his book as the book of God.” (Ainah Kamalat Islam, p. 344).
    Nah menurut Mas Alif sendiri, apa bentuk ucapannyanya (ikrarul bil lisannya) bila ummat menganggap seseorang itu nabi?.
    Quran menjelaskan tentang Syahadat umat terdahulu, seperti umatnya Nabi Isa as.
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan. (3:53)
    Nah perhatikan kalimat “maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan” bahasa Qurannya menyebutkan : Faktubna ma’asyahiddin bisa juga kita artikan, maka tulislah kami beserta orang-orang yang telah bersyahadat. Apa bentuk syahadat Nabi Isa as?, Injil menyebutkan:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
    Nah, kini Sekte Qadiyani menganggap bahwa HMGA itu adalah Nabi dan Rasul dalam artian HAKIKI, dan umat Islam yang telah bersyahadat adalah kafir dan diluar Islam, sama kafirnya dengan umat Kristen dan Yahudi. Kini meurut sekte Qadiyani dua kalimat Syahadat itu tidak lagi cukup untuk membuat orang itu Islam, melainkan dia tetap kafir dan diluar Islam, karena itu saya persilahkan Sekte Qadiyani itu membuat syahadat (kesaksian) baru yang membuat seseorang itu dianggap muslim oleh Sekte Qadiyani. Bila tidak maka tidak ada alasan untuk mengikuti BMA dengan menganggap 2 kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu Muslim.

  27. Mas Erwan:
    Karena HMGA itu berada dalam kerasulan jenis ini maka HMGA menyatakan bahwa:
    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)
    Saya jawab:
    Lalu kenapa MMA mengatakan THE GREAT LIAR kepada Orang yang menolak HMGA?
    Lupa ya…
    ————————-

    Mas erwan:
    Apakah Sekte Qadiyani itu menganggap Hadits lebih tinggi kedudukannya dari pada Qur’an Suci?, dalam Qur’an Suci dinyatakan bahwa Bila seorang Islam memberikan salam Islam tidak boleh kita sebut kafir
    Dan janganlah kamu berkata kepada orang yang memberi salam kepada kamu: Engkau bukan orang mukmin (Qs 4:94)
    Terlebih lagi dengan Imam Mahdi. Apakah nubuatan Imam Mahdi itu ada tersebut jelas dalam Kitab Suci Al-Qur’an?, jangankan QUr’an Suci. Bukhari dan Muslim, dua kitab paling Sahih menganggap hadits-hadits yang berkenaan dengan Imam Mahdi itu adalah lemah. Saya bukannya mengingkari kedatangan Mahdi, namun yang saya tolak adalah, seseorang tidak bisa menjadi Kafir dan diluar Islam hanya karena menolak Mahdi, dan kita juga tidak bisa menyebut seseorang itu kafir dan diluar Islam berdasarkan Hadits, terlebih lagi hadits ini dianggap lemah oleh Bukhari dan Muslim

    Saya jawab:
    Logika saja mas..kalao hadist mengenai Imam Mahdi itu lemah kenapa anda mempercayai Imam Mahdi kepada HMGA terlepas dari kafir tidaknya seseorang.
    Aneh sekali jika anda mengatakan semua Hadist Imam Mahdi adalah lemah tapi anda beriman kepada HMGA sbg Imam Mahdi…
    berdasarkan apa anda mempercayai adanya Imam mahdi?
    Aneh sekali pernyataan anda tsb…makin tidak jelas pemahaman anda…
    Menurut Hadist yang saya percaya Seseorang yang menolak Imam Mahdi adalah kufur..Jelas…?

    Anda menjawab HMGA adalah utusan Allah, saya berkali-kali tanyakan kepada anda Apa konsekwensi seseorang yang menolak utusan Allah? Anda tidak mau menjawab Cuma ngeyel terus..

    ———–
    Mas erwan:
    Kedatangan seorang Nabi butuh pengakuan dari umatnya. Menurut mas Alif sendiri, bila kedatangan seorang Nabi, lalu seseorang yang ingin dianggap sebagai umat nabi itu bagaimana caranya? Menurut (menurut Imam Raghib) Ikrarur bil lisan tashdiqun bilqalbi wa ‘amalun bil-jawarih, yakni di ikrarkan dengan lisan, di benarkan oleh Hati dan diamalkan. Nah menurut Mas Alif sendiri apa bentuk “ikrar dengan lisan” bila kita meyakini seseorang itu sebagai utusan Allah??.
    HMGA menjelaskan:
    “If a person makes a claim to nubuwwat, it is necessary in that claim that … he form a religious nation (ummah) which considers him to be a nabi and regards his book as the book of God.” (Ainah Kamalat Islam, p. 344).
    Nah menurut Mas Alif sendiri, apa bentuk ucapannyanya (ikrarul bil lisannya) bila ummat menganggap seseorang itu nabi?.
    Quran menjelaskan tentang Syahadat umat terdahulu, seperti umatnya Nabi Isa as.
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan. (3:53)
    Nah perhatikan kalimat “maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan” bahasa Qurannya menyebutkan : Faktubna ma’asyahiddin bisa juga kita artikan, maka tulislah kami beserta orang-orang yang telah bersyahadat. Apa bentuk syahadat Nabi Isa as?, Injil menyebutkan:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
    Saya jawab:
    Bolak-balik terus nih…
    Umat yang mana yang anda maksudkan..? Berkali-kali saya bilang bahwa HMGA adalah nabi umati sesuai pengakuan beliau, dan anda sendiri pun mengakuinya walaupun dlm berbagai dalih ..
    Lalu kenapa timbul pertanyaan anda tsb?
    Nah Anda meyakini Nabi Adam adalah nabi bukan?, lalu apa syahadat anda untuk menyatakan bahwa beliau adalah Nabi?
    Aneh dan Menggelikan logika anda tsb….
    ———
    Mas erwan:
    Nah, kini Sekte Qadiyani menganggap bahwa HMGA itu adalah Nabi dan Rasul dalam artian HAKIKI, dan umat Islam yang telah bersyahadat adalah kafir dan diluar Islam, sama kafirnya dengan umat Kristen dan Yahudi. Kini meurut sekte Qadiyani dua kalimat Syahadat itu tidak lagi cukup untuk membuat orang itu Islam, melainkan dia tetap kafir dan diluar Islam, karena itu saya persilahkan Sekte Qadiyani itu membuat syahadat (kesaksian) baru yang membuat seseorang itu dianggap muslim oleh Sekte Qadiyani. Bila tidak maka tidak ada alasan untuk mengikuti BMA dengan menganggap 2 kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu Muslim.

    Saya jawab:
    baiklah karena anda ngeyel terus dgn pertanyaan bodoh tsb…
    Saking ngeyelnya sampai salah tulis….
    Sekali lagi saya terangkan:
    Anda mengakui bahwa HMGA adalah utusan Allah dan sbg Imam Mahdi
    MMA mengakui bahwa HMGA mengkalim sbg Prophet (Nabi) dan yang menolaknya adalah The great Liar..(referensi suda saya berikan !)
    Qur’an mengatakan bahwa menolak utusan Allah adalah kafir sebenar-benarnya walaupun sebagain utusan diimani…

    Hadist Nabi mengatakan bahwa yang menolak Imam Mahdi adalah kufur,
    Jadi fatwa BMA tidak sembarangan mas menuruti Qur’an dan hadist, fatwa MMA bahkan lebih keras lagi…
    Lalu apa hak anda menyuruh kami bersyahadat lain?
    Sungguh Ironis Lahore yang katanya murid sejati HMGA malah menyuruh orang lain bersyahadat diluar Islam padahal HMGA berusaha mengajak orang-orang bersyahadat Islam…
    Pertanyaan sama buat anda ! Kalo anda merasa cukup dgn syahadat anda lalu untuk apa anda membentuk Ahmadiyah Lahore dan mengenal-ngenalkan Imam Mahdi anda kepada orang2 lain agar berbaiat kepada presiden anda..(Mana ada dlm Literatur Islam seorang presiden mengambil baiat?
    baiat kepada siapa? Memangnya ada pengganti HMGA dlm tubuh Lahore?
    Katanya tidak ada khalifah/penerus HMGA tapi koq…ada sistim baiat? Baiat kepada siapa mas lha HMGA sudah wafat koq…Aneh kan? }
    Lebih baik anda tanggalkan semua atribut Ahmadiyah..toh anda sama saja dgn ghair..
    Apa perlunya bertabligh kepada orang lain bahwa HMGA adalah Imam mahdi
    kalo anda sendiri tidak mengakui hadist2 kedatangan Imam Mahdi
    Akan banyak persoalan yang tidak akan pernah anda jawab..
    karena banyak hal yang saling bertolak belakang….
    Makanya lebih baik lepaskan atribut Ahmadi dlm tubuh Lahore daripada banyak kontroversi dlm pemahaman nanti karena berada ditengah2 artinya tidak ke ghair dan tidak juga ke Ahmadiyah

    Kalau ghairkan jelas mereka sama sekali tidak mengakui HMGA….

  28. Mas Erwan:
    1. Apakah Mas Alif punya bukti bahwa Khulafaur Rasyidin itu ada yang mengatakan bahwa dirinya diangkat oleh Allah?

    Saya jawab:
    Pantas saja anda tidak mengakui kekhalifahan Masih II diangkat oleh Tuhan
    Lha kepada Khulafaur Rasyidin yang jelas2 artinya khalifah yang mendapat petunjuk dari Allah saja anda tidak mengakuinya….
    Abu Bakar r.a., khalifah pertama dlm riwayat pernah berkata:

    Tuhan telah mengangkatku menjadi khalifah di antara kamu supaya aku menggalang kesatuan persaudaraan di antara kamu dan menegakkan kelestarian iman.
    Utsman r.a., Menurut riwayat, beliau pernah berbicara di muka suatu majlis sebagai berikut:

    Dan kemudian Tuhan mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah, dan demi Allah aku tidak pernah mendurhakai beliau, juga tidak pernah menipu beliau (Bukhari, Kitabul Hirat-ul-Hasya).
    Aku tidak akan berpisah dari jubah khilafat yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku (Tabari, jilid V, hlm. 121).

    Demikian juga Umar ra dan Ali ra dlm riwayat pernah mengaku sbg Khalifah pilihan Tuhan.
    ———
    Mas Erwan:
    2. Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu (24:55), apakah kata-kata diantara kamu ini merujuk kepada orang yang beriman kepada Nabi Suci Muhammad atau kepada orang yang beriman kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?

    Saya jawab:
    Tentu saja kepada orang-orang yang beriman baik kepada Nabi suci maupun kepada HMGA
    Memangnya boleh kita membeda-bedakan utusan Allah? Anda tahu konsekwensi orang yang beriman kepada sebagian utusan Allah dan tidak beriman kpd yang sebagian lagi?
    ——————————–
    Mas Erwan:
    3. Apakah nubuatan pada ayat tsb (24:55) -tentang tegaknya kekhalifahan itu- merujuk kepada kekhalifahan Nabi Suci atau kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?
    Saya jawab:
    Dua-duanya, karena ada nubuatan Nabi yang mengatakan adanya khalifah kenabian dlm 2 masa, Masa awal dan akhir zaman…
    ——————-
    Mas Erwan:
    4. Apakah Khalifah Sekte Qadiyani itu Khalifah Masih Mau’ud atau Khalifah Nabi Suci Muhammad saw?
    Saya jawab:
    Kekhalifahan Masih Mauud sesuai sabda Nabi akan adanya kekhalifahan yang mengikuti kenabian…
    Pertanyaan menggelikan, MMA sendiri dan anda mengakui kekhalifahan Nuruddin walaupun malu-malu..apakah Nuruddin itu khalifah Muhammad atau khalifatul Masih Maud?

    ———————————
    Mas Erwan:
    Karena bagi saya jelas sekali dan seluruh umat Islam melihat ayat itu (24:55) sebagai janji Tuhan untuk tegaknya kekhalifahan Islam, bukan kekhalifahan Sekte Qadiyani. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad pun mengatakan bahwa Kekhalifahan Nabi Suci itu adalah para Muhaddats dan Mujaddid:
    Saya jawab:
    Memang benar HMGA mengatakan bahwa semenjak tidak adanya kekhalifahan yang khulafaur Rasyidin maka sebagai gantinya adalah kedatangan para mujadid
    Namun setelah kedatangan dirinya maka diteruskan lagi oleh para khalifah. Dan hal itu sesuai dgn sabda Nabi suci..
    Buktinya beliau mengangkat Nuruddin sbg Khalifahnya…
    Anda dan guru master anda sendiri MMA mengaku Nuruddin sbg khalifah..pertanyaan sama kpd anda khalifah Nuruddin kalifahnya siapa?
    Gitu aja koq ditanyain…lupa ya kalo MMA mengakui kekhalifahan Nuruddin…bahkan MMA baiat kepada nya, pertanyaan menggelikan.
    ———–
    Mas Erwan:
    Setalah penjelasan oleh HMGA itu sendiri, bila Mas Alif beserta sekte Qadiyannya masih bandel juga, hal ini membuktikan bahwa Sekte Qadiyani itu tidak lagi mendengar ucapan HMGA melainkan taklid kepada Bashiruddin Mahmud Ahmad

    Saya jawab:
    Logikanya BMA hanya meneruskan khalifah Nuruddin yang diangkat oleh HMGA
    Kalo MMA mengakui khalifah Nuruddin..
    terus kenapa kepada BMA tidak mau mengakui?
    ————

    Mas Erwan:
    Allah memberikan usia yang lebih panjang kepada BMA adalah supaya BMA itu bertaubat, namun ketika tindakannya semakin menjadi-jadi, yakni ketika dia mendakwakah dirinya sebagai Muslih Mau’ud pada 28 januari 1944 ternyata tidak sampai 23 tahun yakni tepatnya November 1965, dia wafat. Sebelumnya tahun 1954 lehernya di tusuh hal ini membuktikan tepatnya surat Surat Al Haqqah (69:44-47) itu, yakni barang siapa yang berdusta atas nama Tuhan maka Tuhan akan memotong batang nadinya.
    Kisah Paulusnya Masih Mau’ud ini merupakan pengulangan dengan Paulusnya Masih Israel, dimana pada tahun 70 M dia lehernya disembelih oleh Jenderal Nero. Dan hingga kini pengikut Jemaat Pauluspun masih eksis bahkan merupakan agama mayoritas, namun tetap tidak bisa kita anggap bahwa agama kristen itu benar. Dan sedikitnya jumlah Hawariyyin (Murid sejati Nabi Isa as.) juga tidak bisa kita bilang bahwa mereka adalah salah
    Saya jawab:
    Bukan main…kepada ayat2 qur’an saja anda membantah coba baca ayat yang anda sodorkan bukankah sudah jelas bahwa Allah akan Memotong urat Nadinya (dibinasakan)
    bukannya dipanjangkan umurnya jika mengaku-ngaku mendapat wahyu/ilham dari Allah
    Sebelum mengaku sbg muslih Mauud BMA telah sering mengaku mendapat Ilham dari Allah dan semenjak pengakuannya tsb BMA telah melewati masa 23 tahun bahkan lebih…
    Apakah dgn ditusuk lehernya tsb kemudian batang nadi beliau terpotong?
    Buktinya beliau masih hidup bahkan kemudian bisa menyelesaikan tafsir qur’an..
    Justru kalau anda memakai hujah ditusuknya leher tsb untuk membuktikan BMA tidak benar berarti anda tidak mempercayai qur’an sbg pedoman hidup..

    seolah-olah Allah gagal dlm pemutusan urat Nadinya tsb karena BMA masih hidup bahkan sehat2 saja setelah penusukan tsb padahal dlm ayat tsb tidak ada seorangpun yang bisa menolong…masih ngeyel coba baca ayat2 selanjutnya dari ayat tsb…
    Masalah banyaknya anggota qadian dibandingkan lahore janganlah anda menyamakan dgn kaum kristen yang banyak mas…
    masalahnya karena HMGA mendapat wahyu akan tersebarnya tablighnya ke seluruh dunia…bahkan raja-raja mendapat berkahnya…
    dgn begitu justru lewat Qadian lah terjadinya pemenuhan wahyu tsb..kalao lewat Lahore maka bisa dikatakan wahyu HMGA tsb belum terpenuhi..
    Mengenai anda sbg kaum hawariyin, persis sekali yang anda katakan tsb…
    Ketika terjadi penyaliban Nabi Isa kaum hawariyyin lari menyelematkan diri mereka sendiri bahkan banyak yang murtad begitu juga ketika Ahmadiyah mendapat tekanan dari sana-sini maka Lahore lari menyelamatkan diri dgn mengubah seluruh ajaran HMGA (murtad) agar tidak mendapatkan tekanan dan mereka membentuk jemaah baru
    ————————
    Mas Erwan:
    Iya sebagaimana para Nabi dibangkitkan oleh Allah, maka para Muhaddats dan Mujadid yang merupakan Khalifah Nabi Suci, juga dibangkitkan oleh Nabi (Diangkat oleh Nabi). Namun hal ini berbeda dengan Sekte Qadiyani, yang jelas-jelas Khalifahnya diangkat oleh manusia.
    Saya jawab:
    Lalu bagaimana dgn Khalifah Nuruddin..Lupa ya…hehe
    makin kacau saja pemahamannya…satu-satunya jalan biar klop kenapa anda tidak mengakui Nuruddin saja sih sekalian..biar kloplah gitu…itu mungkin yang MMA lupa ajarkan kepada murid2nya…
    ————-
    Mas Erwan:
    Apa sih mas arti Khalifah itu??. Dalam artian tertentu kami bisa memahami penggunaan istilah Khalifah (Klik). Namun yang kita tolak adalah Khalifah yang diaku-aku oleh Sekte Qadiyani yakni sebagai pengejawantahan surat 24:55 tersebut. Karena jelas sekali dalam buku Syahadatul Quran, HMGA menyatakan bahwa surat 24:55 itu merupakan kesinambungan Khalifah Nabi Suci yang dijanjikan kepada umat Islam, yang merupakan para Muhaddats dan Mujaddid
    Saya jawab:
    Balik lagi keatas…
    Tidak aneh kalo anda menolak khalifatul masih diangkat oleh Allah
    kepada Khalifah Nabi suci yang empat saja anda tidak mengakuinya…
    tapi yang aneh justru anda mengakui khalifah Nuruddin diangkat oleh Allah..
    nah lho terjadi kontroversikan…?? Sekali lagi Satu-satunya jalan supaya klop…saran saya tolaklah juga khalifah Nuruddin tsb jadi saya tidak bingung dgn berbagai pemahaman anda…
    ———–
    Mas Erwan:

    Buktinya adalah bahwa menurut HMGA bahwa Khalifah sesudahnya adalah Anjuman.

    “13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”

    Dan penunjukan orang-orang dalam Anjuman itu diangkat langsung oleh HMGA, dan dijelaskan dalam Al-Wasyiat (Halaman terakhir)
    “At this time the Promised Messiah appoints the, following men as members and office-holders of the, Council of Trustees.”

    Lalu disambung dengan nama-nama ke 14 orang itu.

    Nah, senada dengan ucapan itu tidak salah bila Maulana Nuruddin mengatakan
    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)
    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)
    Sebab yang memilih Maulana Nuruddin menjadi Khalifah itu bukan atas keputusan Anjuman, melainkan penunjukan langsung oleh HMGA

    saya jawab:
    Piye toh mas?
    Anda tidak mengakui kekhalifahan 4 Nabi suci dipilih oleh Allah tetapi justru kepada
    Nurruddin dan 13 orang lainnya anda mengakuinya..
    sesuai pertanyaan anda sebelumnya, Khalifah nuruddin untuk khalifah siapa? Apakah Muhammad saw atau Masih Mauud ?
    hehehe
    ———-
    Mas Erwan:

    Gini ya mas Alif, kita tidak bisa menyamaratakan kepada kesemua orang. Kalau kita baca kronologisnya persidangan maka akan jelas, bahwa penentang HMGA adalah Maulvi Karam din, beliau adalah sama seperti Muhammad Hussain of Batala, beliau merupakan musuh HMGA, dalam hal ini dia telah mengeluarkan fatwa bahwa HMGA adalah kafir bukan hanya itu, HMGA juga merupakan Al-Kazzab, yakni seorang pendusta. Kini berdasarkan Hadits, bahwa bila seorang Muslim mengatakan seorang muslim lainnya kafir maka kekafirannya akan balik dengan sendirinya, begitupula dengan halnya Al-Kazzab, tidak mungkin dua-duanya (HMGA dan Maulvi Karam Din) merupakan orang yang benar, juga tidak mungkin dua-duanya Al Kazzab (Pendusta/LIAR), pastilah salah satunya ada yang benar dan ada yang Al Kazzab. HMGA diyakini oleh MMA, sebagai orang yang benar dan tulus, tentunya MMA akan mengatakan bahwa Maulvi Karam Din itulah yang pendusta, bahkan THE GREAT LIAR. Namun hal ini tidak bisa di sama ratakan oleh kesemua umat Islam. Sama Halnya HMGA akan berhenti menyebut Maulvi Hussain of Batala sebagai Yahudi, bila Hussain of Batala juga berhenti menyebut HMGA sebagai Kafir, Dajjal dsb. Namun hal ini tidak langsung menjadikan Hussain sebagai seorang Yahudi

    Saya jawab:
    Mencoba membela ya..
    anda lupa kalau MMA mengatakan ANYONE…..coba anda cari kamus…Apa itu ANYONE
    jelaslah fatwa tsb untuk SETIAP ORANG yang menolak HMGA adalah the Great liar, tidak ditujukan Cuma Muh Husen Batala saja…
    masih mau lari?

  29. Mas ALif:

    Pantas saja anda tidak mengakui kekhalifahan Masih II diangkat oleh Tuhan
    Lha kepada Khulafaur Rasyidin yang jelas2 artinya khalifah yang mendapat petunjuk dari Allah saja anda tidak mengakuinya….
    Abu Bakar r.a., khalifah pertama dlm riwayat pernah berkata:

    Tuhan telah mengangkatku menjadi khalifah di antara kamu supaya aku menggalang kesatuan persaudaraan di antara kamu dan menegakkan kelestarian iman.
    Utsman r.a., Menurut riwayat, beliau pernah berbicara di muka suatu majlis sebagai berikut:

    Dan kemudian Tuhan mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah, dan demi Allah aku tidak pernah mendurhakai beliau, juga tidak pernah menipu beliau (Bukhari, Kitabul Hirat-ul-Hasya).
    Aku tidak akan berpisah dari jubah khilafat yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku (Tabari, jilid V, hlm. 121).

    Demikian juga Umar ra dan Ali ra dlm riwayat pernah mengaku sbg Khalifah pilihan Tuhan.

    Terima kasih, ternyata Khalifahnya Nabi Suci baik bidang Rohani maupun bidang Duniawi (24:55) sama-sama diangkat oleh Allah

    Mas Alif:

    2. Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu (24:55), apakah kata-kata diantara kamu ini merujuk kepada orang yang beriman kepada Nabi Suci Muhammad atau kepada orang yang beriman kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?

    Saya jawab:
    Tentu saja kepada orang-orang yang beriman baik kepada Nabi suci maupun kepada HMGA
    Memangnya boleh kita membeda-bedakan utusan Allah? Anda tahu konsekwensi orang yang beriman kepada sebagian utusan Allah dan tidak beriman kpd yang sebagian lagi?
    ——————————–

    Apakah Qs 24:55 itu diturunkan kepada Nabi Suci atau kepada HMGA?

    Mas Alif:

    Mas Erwan:
    3. Apakah nubuatan pada ayat tsb (24:55) -tentang tegaknya kekhalifahan itu- merujuk kepada kekhalifahan Nabi Suci atau kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?
    Saya jawab:
    Dua-duanya, karena ada nubuatan Nabi yang mengatakan adanya khalifah kenabian dlm 2 masa, Masa awal dan akhir zaman…
    ——————-
    Mas Erwan:
    4. Apakah Khalifah Sekte Qadiyani itu Khalifah Masih Mau’ud atau Khalifah Nabi Suci Muhammad saw?
    Saya jawab:
    Kekhalifahan Masih Mauud sesuai sabda Nabi akan adanya kekhalifahan yang mengikuti kenabian…
    Pertanyaan menggelikan, MMA sendiri dan anda mengakui kekhalifahan Nuruddin walaupun malu-malu..apakah Nuruddin itu khalifah Muhammad atau khalifatul Masih Maud?

    Kenabian dalam hadits tsb apakah kenabian Nabi Suci ataukah kenabian selain Nabi Suci Muhammad???

    Mas ALif:

    Buktinya beliau mengangkat Nuruddin sbg Khalifahnya…
    Anda dan guru master anda sendiri MMA mengaku Nuruddin sbg khalifah..pertanyaan sama kpd anda khalifah Nuruddin kalifahnya siapa?
    Gitu aja koq ditanyain…lupa ya kalo MMA mengakui kekhalifahan Nuruddin…bahkan MMA baiat kepada nya, pertanyaan menggelikan.

    HMGA bukan hanya mengangkat Nuruddin sebagai pemimpin Anjuman, melainkan ke 14 orang juga ditunjuk oleh HMGA. Masalah bai’at juga telah saya jelaskan, apakah dalam wasiat HMGA mewajibkan untuk bai’at ulang???

    Mas Alif:

    Logikanya BMA hanya meneruskan khalifah Nuruddin yang diangkat oleh HMGA
    Kalo MMA mengakui khalifah Nuruddin..
    terus kenapa kepada BMA tidak mau mengakui?

    Jawabannya ada di

    http://www.muslim.org/qadis/faqq.htm

    http://www.muslim.org/qadis/khil1.htm

    http://www.muslim.org/qadis/faqq-1.htm

    Mas Alif:

    Bukan main…kepada ayat2 qur’an saja anda membantah coba baca ayat yang anda sodorkan bukankah sudah jelas bahwa Allah akan Memotong urat Nadinya (dibinasakan)
    bukannya dipanjangkan umurnya jika mengaku-ngaku mendapat wahyu/ilham dari Allah
    Sebelum mengaku sbg muslih Mauud BMA telah sering mengaku mendapat Ilham dari Allah dan semenjak pengakuannya tsb BMA telah melewati masa 23 tahun bahkan lebih…
    Apakah dgn ditusuk lehernya tsb kemudian batang nadi beliau terpotong?
    Buktinya beliau masih hidup bahkan kemudian bisa menyelesaikan tafsir qur’an..
    Justru kalau anda memakai hujah ditusuknya leher tsb untuk membuktikan BMA tidak benar berarti anda tidak mempercayai qur’an sbg pedoman hidup

    Apakah dia berhasil hidup selama lebih dari 23 tahun paska dakwahannya sebagai muslih Mau’ud?, yang ditantang HMGA dalam adalah seseorang yang mengaku “ diangkat Allah”(Arbaiin p 3) apakah bisa melewati 23 tahun. Sebelum menjadi Nabi, Nabi Suci pun kerap kali menerima wahyu.

    Mas Alif:

    Masalah banyaknya anggota qadian dibandingkan lahore janganlah anda menyamakan dgn kaum kristen yang banyak mas…
    masalahnya karena HMGA mendapat wahyu akan tersebarnya tablighnya ke seluruh dunia…bahkan raja-raja mendapat berkahnya…
    dgn begitu justru lewat Qadian lah terjadinya pemenuhan wahyu tsb..kalao lewat Lahore maka bisa dikatakan wahyu HMGA tsb belum terpenuhi..
    Mengenai anda sbg kaum hawariyin, persis sekali yang anda katakan tsb…
    Ketika terjadi penyaliban Nabi Isa kaum hawariyyin lari menyelematkan diri mereka sendiri bahkan banyak yang murtad begitu juga ketika Ahmadiyah mendapat tekanan dari sana-sini maka Lahore lari menyelamatkan diri dgn mengubah seluruh ajaran HMGA (murtad) agar tidak mendapatkan tekanan dan mereka membentuk jemaah baru

    Para Hawariyyin adalah Ansharallah mereka adalah penyelamat ajaran nabi Isa dari kesesatan Paulus. Oh iya, dari sekian banyak anggota Qadiyani itu, berapa persen yang mengetahui bahwa Qadiyani itu mengakui ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad saw? Berapa persen yang mengetahui bahwa Qadiyani mengafirkan orang yang telah bersyahadat? Sama seperti kafirnya orang Hindu dan orang Kristen??

    Mas Alif:

    Piye toh mas?
    Anda tidak mengakui kekhalifahan 4 Nabi suci dipilih oleh Allah tetapi justru kepada
    Nurruddin dan 13 orang lainnya anda mengakuinya..
    sesuai pertanyaan anda sebelumnya, Khalifah nuruddin untuk khalifah siapa? Apakah Muhammad saw atau Masih Mauud ?

    Jelas untuk Masih Mau’ud, sebab Maulana Nuruddin sendiri tidak pernah mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu dari Khalifah yang diangkat oleh Allah dalam Qs 24:55, dan HMGA sendiri menyatakan bahwa dirinya merupakan Khalifah yang diangkat oleh Tuhan, dan Anjuman itulah merupakan Khalifah, Khalifah yang diangkat oleh Tuhan:
    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”

    Mas Alif:

    Mencoba membela ya..
    anda lupa kalau MMA mengatakan ANYONE…..coba anda cari kamus…Apa itu ANYONE
    jelaslah fatwa tsb untuk SETIAP ORANG yang menolak HMGA adalah the Great liar, tidak ditujukan Cuma Muh Husen Batala saja…
    masih mau lari?

    Kalau MA muridnya BMA tentu saja ANYONE disini berarti setiap orang Ghair Ahmadi yang bersyahadat adalah Kafir dan Diluar Islam. Namun karena MA itu murid sejatinya HMGA maka ANYONE disini hanya diterapkan kepada orang-orang yang mengkafiri dan mengakatan Al Kazzab kepada orang yang bersyahadat.

    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    Mas Alif:

    Logika saja mas..kalao hadist mengenai Imam Mahdi itu lemah kenapa anda mempercayai Imam Mahdi kepada HMGA terlepas dari kafir tidaknya seseorang.
    Aneh sekali jika anda mengatakan semua Hadist Imam Mahdi adalah lemah tapi anda beriman kepada HMGA sbg Imam Mahdi…
    berdasarkan apa anda mempercayai adanya Imam mahdi?
    Aneh sekali pernyataan anda tsb…makin tidak jelas pemahaman anda…
    Menurut Hadist yang saya percaya Seseorang yang menolak Imam Mahdi adalah kufur..Jelas…?

    Anda menjawab HMGA adalah utusan Allah, saya berkali-kali tanyakan kepada anda Apa konsekwensi seseorang yang menolak utusan Allah? Anda tidak mau menjawab Cuma ngeyel terus..

    Memang menurut BMA kafir dan diluar Islam namun menurut HMGA tidak
    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar
    (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    Mas Alif:

    Bolak-balik terus nih…
    Umat yang mana yang anda maksudkan..? Berkali-kali saya bilang bahwa HMGA adalah nabi umati sesuai pengakuan beliau, dan anda sendiri pun mengakuinya walaupun dlm berbagai dalih ..
    Lalu kenapa timbul pertanyaan anda tsb?
    Nah Anda meyakini Nabi Adam adalah nabi bukan?, lalu apa syahadat anda untuk menyatakan bahwa beliau adalah Nabi?
    Aneh dan Menggelikan logika anda tsb….

    Kalau saya umatnya Nabi Adam, maka saya akan bersyahadat dengan Rasulnya adalah Adam, namun karena saya umatnya Nabi Akhir zaman maka saya bersyahadat kepada Nabi Suci Muhammad SAW.
    Nabi Wa Ummati, adalah bahasa lain dari Muhaddats, bukan nabi sesungguhnya, HMGA menyatakan
    “So the fact that he (the Messiah to come) has been called an ummati as well as nabi indicates that the qualities of both discipleship and prophethood will be found in him, as it is essential for both of these to be found in a muhaddas. The possessor of full prophethood, however, has only the quality of prophethood. To conclude, muhaddasiyyat is coloured with both colours. For this reason, in Barahin Ahmadiyya too, God named this humble one as ummati and as nabi.” (Izala Auham, p. 533; RK, v. 3, p. 386)
    Kalau Nabi yang sesungguhnya maka dia akan membentuk ummat yang menganggap dia itu nabi dan menganggap kitabnya sebagai Kitabullah. HMGA menyatakan:

    “If a person makes a claim to nubuwwat, it is necessary in that claim that … he form a religious nation (ummah) which considers him to be a nabi and regards his book as the book of God.” (Ainah Kamalat Islam, p. 344).

    Nah sekarang Sekte Qadiyani menganggap HMGA adalah Nabi, dan menyatakan Kalimah Syahadat sudah tidak cukup lagi buat seseorang menjadi Muslim. Lalu kalimat apa yang menurut Sekte Qadiyani itu membuat seseorang menjadi Muslim? Dan kalimat apa yang menganggap HMGA adalah Nabi?

  30. Mas Erwan:
    Terima kasih, ternyata Khalifahnya Nabi Suci baik bidang Rohani maupun bidang Duniawi (24:55) sama-sama diangkat oleh Allah
    Saya jawab:
    Kembali…makanya banyak baca agar banyak wawasan….
    Oh ya Memangnya ada Khalifah Nabi suci untuk bidang duniawi juga ya?
    wah baru denger… Berarti Nabi suci mengurusi masalah keduniaan juga ya?
    sampai harus diteruskan oleh seorang khalifah duniawi…
    ————————-
    Mas Erwan:
    Apakah Qs 24:55 itu diturunkan kepada Nabi Suci atau kepada HMGA?
    Saya jawab:
    Qur’an jelas diturunkan kepada Muhammad saw tapi berlaku untuk semua orang
    Termasuk HMGA, bukan Cuma Nabi suci saja…
    ——————

    Mas Erwan:
    Kenabian dalam hadits tsb apakah kenabian Nabi Suci ataukah kenabian selain Nabi Suci Muhammad???
    Saya Jawab:
    dua-duanya..
    ——————————–
    Mas Erwan:
    HMGA bukan hanya mengangkat Nuruddin sebagai pemimpin Anjuman, melainkan ke 14 orang juga ditunjuk oleh HMGA. Masalah bai’at juga telah saya jelaskan, apakah dalam wasiat HMGA mewajibkan untuk bai’at ulang???

    Saya jawab:
    Yang saya tanyakan adalah Khalifah Nuruddin (13 orang menurut anda) itu khalifahnya siapa? Muhammad saw atau HMGA ?
    padahal anda Lahore tidak mempercayai adanya khalifah HMGA pada ayat 24:55
    ————
    Mas Erwan:
    Apakah dia berhasil hidup selama lebih dari 23 tahun paska dakwahannya sebagai muslih Mau’ud?, yang ditantang HMGA dalam adalah seseorang yang mengaku “ diangkat Allah”(Arbaiin p 3) apakah bisa melewati 23 tahun. Sebelum menjadi Nabi, Nabi Suci pun kerap kali menerima wahyu.
    Saya jawab:
    Anda tidak mau membaca ayat tsb, baiklah saya copykan :
    Seandainya dia mengadakan sebagian perkataan atas Kami, (69:44)
    Disana dgn jelas disebutkan seandainya dia mengaku mendapat wahyu atau ilham
    bukannya pengakuan atau klaim thd sesuatu….

    Memangnya pada umur berapa Nabi suci mengaku pertama kali mendapat wahyu?
    Coba hitung berapa tahun terlewati dari semenjak Nabi suci mengaku Nabi sampai wafat?
    Bukankah perhitungan 23 tahun oleh HMGA itu, dari wahyu pertama di umur 40 tahun
    sampai wafatnya Nabi suci (umur 63 Tahun) 63-40 = 23 tahun
    ———————–
    Mas Erwan :
    Para Hawariyyin adalah Ansharallah mereka adalah penyelamat ajaran nabi Isa dari kesesatan Paulus. Oh iya, dari sekian banyak anggota Qadiyani itu, berapa persen yang mengetahui bahwa Qadiyani itu mengakui ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad saw? Berapa persen yang mengetahui bahwa Qadiyani mengafirkan orang yang telah bersyahadat? Sama seperti kafirnya orang Hindu dan orang Kristen??
    Saya jawab:
    Makin ngga jelas pemahaman anda…
    Apakah para Hawariyyin adalah penyelamat ajaran paus? Sejak kapan? Apakah mereka satu zaman?
    Sekarang ajaran Paus masih eksis, dimana para hawariyyin itu sekarang?
    ada-ada saja…
    Saya tidak akan membahas kaum tsb..yang pasti kaum hawariyyin banyak yang murtad dan bersikap pengecut dgn meninggalkan Yesus seorang diri..
    Dan saya tida perlu menjawab anda persen-persenan, memangnya Ahmadi satu dgn lainnya berbeda? Kami qadiani berada dlm satu khalifah, jadi tidak mungkin berbeda-beda keimanan…
    ——————-
    Mas Erwan:
    Jelas untuk Masih Mau’ud, sebab Maulana Nuruddin sendiri tidak pernah mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu dari Khalifah yang diangkat oleh Allah dalam Qs 24:55, dan HMGA sendiri menyatakan bahwa dirinya merupakan Khalifah yang diangkat oleh Tuhan, dan Anjuman itulah merupakan Khalifah, Khalifah yang diangkat oleh Tuhan:
    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”
    Saya jawab:
    Itulah jawaban atas pertanyaan anda sendiri…mengenai khalifah qadian itu khalifah Muhammad atau khalifah HMGA…coba baca diatas..
    dan semakin tidak jelas arah pemahaman Lahore…anda tidak mengakui adanya kekhalifahan HMGA, tapi mengakui khalifah I HMGA . Kacau sekali..
    Kalau Nuruddin tidak merujuk ke ayat tsb
    Jadi berdasarkan ayat berapa beliau diangkat sbg khalifah oleh Allah kalau tidak merujuk ayat 24:55
    Oh ya pertanyaan saya belum anda jawab: Kepada siapakah baiat anggota baru di Lahore? Sementara anda tidak mengakui adanya khalifah/pengganti HMGA? Dan untuk apa anda berdakwah mengenai Imam Mahdi anda, padahal menurut anda tidak ada konsekwensi apa-apa jika tidak mempercayai HMGA? dan kenapa masih membawa-bawa bendera Ahmadiyah ? toh tidak ada pengaruhnya…tolong anda jawab ini…

    ——————————-
    Mas Erwan:

    Kalau MA muridnya BMA tentu saja ANYONE disini berarti setiap orang Ghair Ahmadi yang bersyahadat adalah Kafir dan Diluar Islam. Namun karena MA itu murid sejatinya HMGA maka ANYONE disini hanya diterapkan kepada orang-orang yang mengkafiri dan mengakatan Al Kazzab kepada orang yang bersyahadat.

    Saya jawab:
    Jawaban ngawur !! Disana tidak disebutkan buat orang yang bersyahadat mas..siapa saja ! .MMA menyebutkan bahwa kepada setiap orang yang menolak kenabian HMGA adalah the great Liar dan disamakan dgn orang yang menolak kenabian Muhammad saw
    mau Lari kemana lagi?
    —————-
    Mas Erwan:
    Memang menurut BMA kafir dan diluar Islam namun menurut HMGA tidak
    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar
    (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    Saya jawab:
    ngeyel saya sudah jelaskan mengenai fatwa tsb…yang dimasalahkan oleh Lahore dari dulu adalah fatwa BMA yang sudah merujuk pada qur’an dan hadist,
    padahal fatwa guru anda malah lebih keras lagi: The great Liar ! Dan disamakan dgn orang2 yang menolak kenabian Muhammad saw…
    Berdasarkan apa MMA membuat fatwa tsb…? Jawab ini dulu..!
    ———-
    Mas Erwan:
    Kalau saya umatnya Nabi Adam, maka saya akan bersyahadat dengan Rasulnya adalah Adam, namun karena saya umatnya Nabi Akhir zaman maka saya bersyahadat kepada Nabi Suci Muhammad SAW.

    Nah sekarang Sekte Qadiyani menganggap HMGA adalah Nabi, dan menyatakan Kalimah Syahadat sudah tidak cukup lagi buat seseorang menjadi Muslim. Lalu kalimat apa yang menurut Sekte Qadiyani itu membuat seseorang menjadi Muslim? Dan kalimat apa yang menganggap HMGA adalah Nabi?

    Saya Jawab:
    pertanyaan menggelikan yang diulang-ulang terus…
    Anda jangan memfitnah dgn mengatakan bahwa Sekte Qadiyani menyatakan Kalimah syahdat sudah tidak cukup lagi buat seseorang menjadi muslim !!
    Berika referensi tsb…kalau tidak ada itu artinya anda telah memfitnah seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah yang tersebar diseluruh Dunia…!
    Lahore senengnya memfitnah orang ya?

    Dan Buktikan juga adanya syahadat Nabi Isa as, nabi Adam as, Musa as, Ibrahim as
    Apakah kalau ada orang mau masuk kristen atau yahudi, disuruh bersyahadat Isa as dulu atau syahadat Musa dulu ? Berikan referensinya..jangan asal ngarang…! Itu Cuma karangan MMA dan Lahore saja….
    salah satu syahadat artinya menyaksikan tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, buktinya Kristen menyembah Tuhan Lain yaitu yesus itu artinya mereka tidak mengenal syahadat

    seluruh umat Muslim didunia ini (kecuali Lahore saja kali) hanya mengenal syahadat yang diberikan kepada Muhammad saw..
    Dengan mengakui kenabian Muhammad saw maka itu artinya kita membenarkan seluruh Nabi -nabi yang diutus oleh Allah jadi tidak diperlukan adanya syahadat khusus kepada nabi lain..karena beliau mengesahkan/mencap seluruh Nabi-nabi yang diutus oleh Allah…

    Apakah kepada Umat Muslim lain anda akan menyuruhnya sama untuk membuat syahadat baru jika Nabi Isa yang dijanjikan turun kepada mereka?
    Aneh makin tidak jelas arah pemahaman Lahore…
    Logika bodoh…benar-benar tidak masuk akal !
    Siapakah anda? Koq sudah bertindak seperti Allah saja…(nauzubillah)
    Rusak sudah pemahaman Lahore..

    Ketika MMA memisahkan diri dari Qadian dan untuk menyaingi jumlah Qadian maka dirubahlah ajaran2 HMGA agar bisa menarik minat orang2 Islam lainnya dan untuk menghindari pertentangan2 dari golongan Islam lain….
    namun rupanya Allah tidak meridloi Lahore ..Justru dgn merubah ajaran HMGA bukannya menarik minat justru makin banyak terjadi pertentangan dlm ajaran anda…
    Hal ini sudah dibuktikan dgn diskusi saya dgn anda…banyak pertanyaan yang tidak bisa anda jelaskan…
    Sebaliknya dgn qadian yang tetap setia kepada ajaran HMGA justru mengalami peningkatan baik jumlah maupun kualitas dibanding Lahore: 200 juta berbanding : 100 ribuan,
    Maaf itu kesimpulan saya setelah diskusi dgn anda…

  31. Kembali…makanya banyak baca agar banyak wawasan….
    Oh ya Memangnya ada Khalifah Nabi suci untuk bidang duniawi juga ya?
    wah baru denger… Berarti Nabi suci mengurusi masalah keduniaan juga ya?
    sampai harus diteruskan oleh seorang khalifah duniawi…

    Dalam 24:55 adalah persamaan Kekhalifahan antara Bani Israel dengan Khalifah Nabi Suci, dalam konteks sejarah, kita bisa mengetahui bahwa Saul merupakan khalifah Bani Israel paska nabi Musa as. Dan Saul bukan seorang Nabi dia merupakan Raja Israel.

    Mas Erwan:
    Apakah Qs 24:55 itu diturunkan kepada Nabi Suci atau kepada HMGA?
    Saya jawab:
    Qur’an jelas diturunkan kepada Muhammad saw tapi berlaku untuk semua orang
    Termasuk HMGA, bukan Cuma Nabi suci saja… …

    Alhamdulillah, disini kita sepakat. Jadi kata-kata “minkum “ dalam surat itu TIDAK ditujukan kepada pengikut BMA, melainkan kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw bukan pengikut nabi yang lain, berikut ini penjelasan HMGA:

    “Thus God Almighty says that He shall send khalifas of the Holy Prophet from time to time. … [A critic] raises the objection that since religion has reached perfection and the favour has been completed, there is then no need of a mujaddid, or of a prophet. But it is regrettable that, by believing this, the critic has raised an objection against the Holy Quran itself, for the Quran has promised the appearance of khalifas among the Muslims”.

    Jadinya surat 24:55 itu merupakan janji Ilahi kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw (umat Islam), bukan nabi yang lain

    Mas Erwan:
    Kenabian dalam hadits tsb apakah kenabian Nabi Suci ataukah kenabian selain Nabi Suci Muhammad???
    Saya Jawab:
    dua-duanya.. …

    kalau ada 3 nabi? Nanti mas jawab tiga-tiganya, kalau ada seratus nabi, nanti mas jawab seratus-seratusnya??? Wah banyak sekali khalifahnya??, baca lagi penjelasan HMGA diatas.

    Yang saya tanyakan adalah Khalifah Nuruddin (13 orang menurut anda) itu khalifahnya siapa? Muhammad saw atau HMGA ?
    padahal anda Lahore tidak mempercayai adanya khalifah HMGA pada ayat 24:55…

    Jelas Anjuman merupakan Khalifah Mujadid abad 14 Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, dan HMGA sendiri merupakan salah satu Khalifah yang diangkat oleh Allah berdasarkan 24:55

    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”

    Saya jawab:
    Anda tidak mau membaca ayat tsb, baiklah saya copykan :
    Seandainya dia mengadakan sebagian perkataan atas Kami, (69:44)
    Disana dgn jelas disebutkan seandainya dia mengaku mendapat wahyu atau ilham
    bukannya pengakuan atau klaim thd sesuatu….

    Memangnya pada umur berapa Nabi suci mengaku pertama kali mendapat wahyu?
    Coba hitung berapa tahun terlewati dari semenjak Nabi suci mengaku Nabi sampai wafat?
    Bukankah perhitungan 23 tahun oleh HMGA itu, dari wahyu pertama di umur 40 tahun
    sampai wafatnya Nabi suci (umur 63 Tahun) 63-40 = 23 tahun

    Penjelasan HMGA:
    Thousand of Muslim savants and spiritual leaders have always advanced this argumen before the infidels, and no Christian or Jet has yet come forward to identify or point out one suci person lho having fabricated a claim to bea n “Appointee of Allah” (as per prophecy), had then passed twenty three years of his remaining life” (Arbaeen p 3)

    Sebelum menjadi Nabi, Muhammad bin Abdullah kerap kali menerima wahyu, berikut hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah ra
    “an ‘aisyah annha qalat awwalu maa budiyya rasuulullahu saw minal wahyi ir ru’yash shalichaatu finnaw mi fa kaa na la yara ru’yaa illa jaa at mitsla falakhi shubchi
    ‘Aisyah berkata bhw wahyu pertama yg diturunkan kpd Rasulullah saw. adl berupa Ru’ya Shalihah dlm keadaan tidur, demikanlah beliau maka beliau tdk pernah bermimpi kecuali yg benar bersinar seperti fajar pagi….(Bukhari)
    Hadits ini selanjutnya mengisahkan pengalaman Nabi Suci menerima wahyu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dalam Gua Hira tsb

    Jadinya, hanya mengaku mendapat wahyu/Ilham maka belum tentu Allah akan memotong urat nadinya, namun ketika dia mengaku sebagai salah seorang yang diangkat oleh Allah sebagai Muslih Mau’ud, kita bisa hitung, apakah BMA berhasil hidup selama 23 tahun??

    Makin ngga jelas pemahaman anda…
    Apakah para Hawariyyin adalah penyelamat ajaran paus? Sejak kapan? Apakah mereka satu zaman?
    Sekarang ajaran Paus masih eksis, dimana para hawariyyin itu sekarang?
    ada-ada saja…
    Saya tidak akan membahas kaum tsb..yang pasti kaum hawariyyin banyak yang murtad dan bersikap pengecut dgn meninggalkan Yesus seorang diri..

    Quran Suci menjelasakan bahwa Hawariyyin adalah Ansharallah,
    Tetapi tatkala ‘Isa menyadari akan kekafiran mereka, ia berkata: Siapakah yang akan menjadi penolongku di jalan Allah? Para murid433 berkata: Kami adalah penolong Allah; kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa kami adalah orang yang berserah diri. (3:53)

    dan orang yang beriman wajib mengikuti jejak-jejak Hawariyyin tersebut. Allah berfirman:

    Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (dalam perkara) Allah, seba¬gaimana ‘Isa bin Maryam berkata kepada para muridnya: Siapakah yang menjadi penolongku dalam perkara Allah? Para murid berkata: Kami adalah penolong (dalam perkara) Allah. Maka segolongan dari kaum Bani Israel beriman, dan segolongan yang lain kafir; lalu Kami membantu orang-orang yang beriman melawan musuh mereka, maka jadilah mereka orang yang menang (62:14)

    Menurut Sekte Qadiyani, Hawariyyin itu seorang pengecut, murtad dsb, namun menurut Quran Suci Hawariyyin itu Penolong Agama Allah. Sama Halnya ketika Ajaran Masih Mau’ud hendak dirusak oleh Paulus, maka datang penolong agama Allah yang akan membersihkan kerusakan-kerusakan yang disebabkan penyelewengan ajaran Paulus. Paulus dahulu mengangkat seorang Nabi ke derajat Tuhan, karena ketidak mengertiannya tentang ajaran sufistik Mesias bani Israil tentang Fana Fillah. Kini Paulus akhir zaman mengangkat seorang Mujaddid ke derajat Nabi, karena ketidak mengertiannya tentang ajaran sufistik Mesias Muhammadi tentang Fana fi Rasul.

    Dan saya tida perlu menjawab anda persen-persenan, memangnya Ahmadi satu dgn lainnya berbeda? Kami qadiani berada dlm satu khalifah, jadi tidak mungkin berbeda-beda keimanan…

    Jadinya sama dalam hal kenabian dan mengafirkan Ahlusyahadat, yakni dalam artian Kafir dan diluar Islam???, jadinya penjelasan Sekte Qadiyani bahwa yang kita menyebut kafir karena mereka terlebih dahulu mengatakan kafir kepada kita, merupakan sikap muka duanya sekte Qadiyan??, sebab yang dimaksud adalah Umat Islam diseluruh Dunia telah menjadi MURTAD dan KAFIR DILUAR ISLAM disebabkan karena mereka tidak mau mengakui nabi barunya itu, begitukan maksudnya?

    Saya jawab:
    Itulah jawaban atas pertanyaan anda sendiri…mengenai khalifah qadian itu khalifah Muhammad atau khalifah HMGA…coba baca diatas..
    dan semakin tidak jelas arah pemahaman Lahore…anda tidak mengakui adanya kekhalifahan HMGA, tapi mengakui khalifah I HMGA . Kacau sekali..
    Kalau Nuruddin tidak merujuk ke ayat tsb
    Jadi berdasarkan ayat berapa beliau diangkat sbg khalifah oleh Allah kalau tidak merujuk ayat 24:55

    Sebenarnya yang mas Alif bantah itu merupakan tulisan dan petuah HMGA itu sendiri. Sekali lagi saya jelaskan:
    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”
    Jelas sekali bahwa kalimat Khalifa appointed by God adalah HMGA itu sendiri berdasarkan surat 24:55 (Baca Syahadatul Quran) sementara successor dari Khalifa appointed by God adalah Anjuman. Jadi keberadaan Anjuman itu bukan berdasar kepada 24:55, namun merupakan Khalifahnya Mujadid abad 14 H Hazrat Mirza Ghulam Ahmad

    Oh ya pertanyaan saya belum anda jawab: Kepada siapakah baiat anggota baru di Lahore? Sementara anda tidak mengakui adanya khalifah/pengganti HMGA? …

    Berikut adalah Jawaban dari Maulana Nuruddin

    “In the writing of Hazrat sahib [i.e. the Promised Messiah] there is a point of deep knowledge which I will explain to you fully. He left it up to God as to who was going to be the khalifa. On the other hand, he said to fourteen men: You are collectively the Khalifat-ul-Masih, your decisions are final and binding, and the government authorities too consider them as absolute. Then all those fourteen men became united in taking the bai’at (pledge) at the hand of one man, accepting him as their khalifa, and thus you were united. And then not only fourteen, but the whole community agreed upon my khilafat. (Newspaper Badr, Qadian, 21 October 1909, p. 11, col. 1.)

    Dan untuk apa anda berdakwah mengenai Imam Mahdi anda, padahal menurut anda tidak ada konsekwensi apa-apa jika tidak mempercayai HMGA? dan kenapa masih membawa-bawa bendera Ahmadiyah ? toh tidak ada pengaruhnya…tolong anda jawab ini…

    Konsekuensi jelas ada, dalam hadits dijelaskan orang yang mati dalam keadaan tidak mengenal Imam Zamannya mati dalam keadaan jahilliyah (Al Hadits)
    Yang kami tolak adalah bahwa seseorang menjadi kafir dan murtad dari Islam bila tidak mempercayai Imam Mahdi. Seseorang masuk Islam adalah HANYA dengan membaca 2 kalimah syahadat. Dan tidak ada satu organisasi seperti MUI yang bisa mengeluarkan orang yang telah bersyahadat dari Islam, Nabi Suci bersabda:
    “Tidak seorangpun keluar dari keimanan kecuali bahwa mereka mengelak dengan apa yang dia telah masuk ke dalamnya, yakni membaca Kalimah” (Majma’ az-Zawa’id, jil. I, hal. 43)

    Saya jawab:
    Jawaban ngawur !! Disana tidak disebutkan buat orang yang bersyahadat mas..siapa saja ! .MMA menyebutkan bahwa kepada setiap orang yang menolak kenabian HMGA adalah the great Liar dan disamakan dgn orang yang menolak kenabian Muhammad saw
    mau Lari kemana lagi?
    Saya jawab:
    ngeyel saya sudah jelaskan mengenai fatwa tsb…yang dimasalahkan oleh Lahore dari dulu adalah fatwa BMA yang sudah merujuk pada qur’an dan hadist,
    padahal fatwa guru anda malah lebih keras lagi: The great Liar ! Dan disamakan dgn orang2 yang menolak kenabian Muhammad saw…
    Berdasarkan apa MMA membuat fatwa tsb…? Jawab ini dulu..!

    Lucu sekali nih Mas Alif, cari dukungan untuk BMA????,
    1. Muhammad Ali merupakan muridnya HMGA, bahkan Sekretarisnya yang dipercayakan untuk tablig dalam bahasa Inggris, Tidak mungkin Muhammad Ali mempunyai pendapat yang berbeda dengan HMGA
    2. Situasi pada saat itu adalah berhadapan dengan PENENTANG HMGA yang mengatakan KAFIR DAN AL KAZZAB kepada HMGA
    3. Saya pribadi TIDAK mempercayai sepenuhnya literatur Sekte Qadiyani tersebut, dengan alasan, HMGA tidak mengutip sama sekali pernyataan MA itu dalam penjelasannya di 265-266 buku Haqiqat-ul-Wahy, yang ada hanyalah penjelasan:

    “After this, when we went into the court-room the attorney of the opposite party asked me the question: ‘Is your rank and status as you have described it in the book Tiryaq-ul-Qulub?’ I replied: Yes, by the grace of God this is the status He has bestowed upon me.”

    ” Nah bila penjelasan MA itu seperti itu tentunya akan bertentangan dengan buku Tiryaq Al Qulub, yang jelas-jelas menyatakan:

    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    , ditempat lain dijelaskan:

    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar

    Gimana???, masih cari dukungan untuk BMA???, karena jelas sekali dia menyatakan orang yang tidak percaya kepada HMGA, bahkan orang yang belum pernah mendengar namanya adalah kafir dan diluar islam

    pertanyaan menggelikan yang diulang-ulang terus…
    Anda jangan memfitnah dgn mengatakan bahwa Sekte Qadiyani menyatakan Kalimah syahdat sudah tidak cukup lagi buat seseorang menjadi muslim !!
    Berika referensi tsb…kalau tidak ada itu artinya anda telah memfitnah seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah yang tersebar diseluruh Dunia…!
    Lahore senengnya memfitnah orang ya?

    Dan Buktikan juga adanya syahadat Nabi Isa as, nabi Adam as, Musa as, Ibrahim as
    Apakah kalau ada orang mau masuk kristen atau yahudi, disuruh bersyahadat Isa as dulu atau syahadat Musa dulu ? Berikan referensinya..jangan asal ngarang…! Itu Cuma karangan MMA dan Lahore saja….
    salah satu syahadat artinya menyaksikan tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, buktinya Kristen menyembah Tuhan Lain yaitu yesus itu artinya mereka tidak mengenal syahadat

    seluruh umat Muslim didunia ini (kecuali Lahore saja kali) hanya mengenal syahadat yang diberikan kepada Muhammad saw..
    Dengan mengakui kenabian Muhammad saw maka itu artinya kita membenarkan seluruh Nabi -nabi yang diutus oleh Allah jadi tidak diperlukan adanya syahadat khusus kepada nabi lain..karena beliau mengesahkan/mencap seluruh Nabi-nabi yang diutus oleh Allah…

    Apakah kepada Umat Muslim lain anda akan menyuruhnya sama untuk membuat syahadat baru jika Nabi Isa yang dijanjikan turun kepada mereka?
    Aneh makin tidak jelas arah pemahaman Lahore…
    Logika bodoh…benar-benar tidak masuk akal !
    Siapakah anda? Koq sudah bertindak seperti Allah saja…(nauzubillah)
    Rusak sudah pemahaman Lahore..

    Buktinya adalah, HMGA menyatakan:
    “If a person makes a claim to nubuwwat, it is necessary in that claim that … he form a religious nation (ummah) which considers him to be a nabi and regards his book as the book of God.” (Ainah Kamalat Islam, p. 344)
    Adalah penting sekali pengakuan Ummat yang menganggap Nabinya itu dan menganggap bukunya sebagai buku Tuhan, nah apa bentuk pengakuannya itu?, hal ini biasa kita sebut syahadat (Kesaksian), yakni syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Quran Suci menjelaskan:
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan (Syahadat). (3:52)
    Injil Yohanes menjelaskan:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)

    Sekarang apa sih, bentuk pengakuan (Ikrarul bil lisan) Sekte Qadiyani bahwa HMGA adalah Nabi??,
    Bukankah hal ini sejalan dengan pandangan BMA bahwa dua kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu menjadi Muslim, melainkan dia tetap kafir dan diluar islam bila tidak mempercayai nabi barunya itu???,
    Atau bila Mas Alif tidak mengerti juga, nih saya terjemahkan biar lebih bisa mudah dicerna,
    Kalimah apa yang bisa membuat seseorang itu diakui muslim oleh sekte Qadiyani??

    Ketika MMA memisahkan diri dari Qadian dan untuk menyaingi jumlah Qadian maka dirubahlah ajaran2 HMGA agar bisa menarik minat orang2 Islam lainnya dan untuk menghindari pertentangan2 dari golongan Islam lain….
    namun rupanya Allah tidak meridloi Lahore ..Justru dgn merubah ajaran HMGA bukannya menarik minat justru makin banyak terjadi pertentangan dlm ajaran anda…
    Hal ini sudah dibuktikan dgn diskusi saya dgn anda…banyak pertanyaan yang tidak bisa anda jelaskan…
    Sebaliknya dgn qadian yang tetap setia kepada ajaran HMGA justru mengalami peningkatan baik jumlah maupun kualitas dibanding Lahore: 200 juta berbanding : 100 ribuan,
    Maaf itu kesimpulan saya setelah diskusi dgn anda…

    Saya mohon maaf, bila penjelasan saya malah di buat bingung sendiri oleh Mas Alif, namun sejauh yang saya pantau, referensi Mas Alif itu minim sekali dengan tulisan-tulisan HMGA, dari sini terlihat jelas, siapa yang tetap berpegang teguh terhadap ajaran HMGA dan siapa yang mulai ngelantur. Maaf

  32. Mas Erwan:
    Dalam 24:55 adalah persamaan Kekhalifahan antara Bani Israel dengan Khalifah Nabi Suci, dalam konteks sejarah, kita bisa mengetahui bahwa Saul merupakan khalifah Bani Israel paska nabi Musa as. Dan Saul bukan seorang Nabi dia merupakan Raja Israel.
    Saya Jawab:
    Sebenarnya saya males melanjutkan diskusi ini karena apa yang anda jawab jauh dari konteks yang saya tanyakan
    Pertanyaan saya adalah: Adakah Khalifah Duniawi untuk Nabi Suci Muhammad saw?
    Berikan referensi
    —————-
    Mas Erwan:
    Alhamdulillah, disini kita sepakat. Jadi kata-kata “minkum “ dalam surat itu TIDAK ditujukan kepada pengikut BMA, melainkan kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw bukan pengikut nabi yang lain, berikut ini penjelasan HMGA:
    Jadinya surat 24:55 itu merupakan janji Ilahi kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw (umat Islam), bukan nabi yang lain
    Saya jawab:
    Anda bicara apa? Tambah ngawur ! Coba baca lagi ayat tsb !
    Jika kesimpulan anda begitu itu sama saja artinya dengan menganggap HMGA bukanlah pengikut Nabi Suci
    karena Khalifah Qadiani adalah kekhalifahan untuk HMGA pengikut Nabi Suci..

    Anda sendiri meyakini kalau Khalifahtul Masih I adalah seorang khalifah untuk HMGA bukan khalifah Nabi Suci
    Koq jadi kacaua sekali sih pemahamannya…

    ——————
    Mas Erwan:
    kalau ada 3 nabi? Nanti mas jawab tiga-tiganya, kalau ada seratus nabi, nanti mas jawab seratus-seratusnya??? Wah banyak sekali khalifahnya??, baca lagi penjelasan HMGA diatas.
    Saya jawab:
    Sesuai hadist Nabi hanya mengisyaratkan 2 periode khalifah yang mengikuti kenabian
    Jadi tidak mungkin ada lagi kekhalifahan lagi. Setelah ini..
    —–

    Mas Erwan:
    Jelas Anjuman merupakan Khalifah Mujadid abad 14 Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, dan HMGA sendiri merupakan salah satu Khalifah yang diangkat oleh Allah berdasarkan 24:55
    Saya jawab:
    Kekhalifahan model apa? Berikan referensi bahwa seorang Mujadid harus diteruskan oleh kekhalifahan…
    Qur’an dan hadist hanya merefer kepada kekhalifahan yang mengikuti Kenabian
    Ingat biar tidak ngeyel saya minta referensi dari Qur’an dan hadist kalau anda memang mengaku pengikut Nabi suci…
    ————————–

    Mas Erwan:
    Sebelum menjadi Nabi, Muhammad bin Abdullah kerap kali menerima wahyu, berikut hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah ra
    “an ‘aisyah annha qalat awwalu maa budiyya rasuulullahu saw minal wahyi ir ru’yash shalichaatu finnaw mi fa kaa na la yara ru’yaa illa jaa at mitsla falakhi shubchi
    ‘Aisyah berkata bhw wahyu pertama yg diturunkan kpd Rasulullah saw. adl berupa Ru’ya Shalihah dlm keadaan tidur, demikanlah beliau maka beliau tdk pernah bermimpi kecuali yg benar bersinar seperti fajar pagi….(Bukhari)
    Hadits ini selanjutnya mengisahkan pengalaman Nabi Suci menerima wahyu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dalam Gua Hira tsb

    Jadinya, hanya mengaku mendapat wahyu/Ilham maka belum tentu Allah akan memotong urat nadinya, namun ketika dia mengaku sebagai salah seorang yang diangkat oleh Allah sebagai Muslih Mau’ud, kita bisa hitung, apakah BMA berhasil hidup selama 23 tahun??
    ———————–
    Bukan main….
    Pada umur berapa Nabi Suci diangkat menjadi Nabi dan pada umur berapa beliau pertama menerima wahyu..? Harap jawab pakai referensi !
    benarkah hanya mengaku mendapat wahyu Allah tidak akan memotong urang Nadinya?
    Anda kelihatannya sudah tidak meyakini qur’an? Sudah jelas di qur’an siapa saja yang mengatakan perkataan Allah (wahyu)… Kalau tidak percaya qur’an silahkan anda buktikan sendiri dgn mengaku mendapat wahyu dari Allah? Anda berani?
    —————————-
    Mas Erwan:
    Menurut Sekte Qadiyani, Hawariyyin itu seorang pengecut, murtad dsb, namun menurut Quran Suci Hawariyyin itu Penolong Agama Allah. Sama Halnya ketika Ajaran Masih Mau’ud hendak dirusak oleh Paulus, maka datang penolong agama Allah yang akan membersihkan kerusakan-kerusakan yang disebabkan penyelewengan ajaran Paulus. Paulus dahulu mengangkat seorang Nabi ke derajat Tuhan, karena ketidak mengertiannya tentang ajaran sufistik Mesias bani Israil tentang Fana Fillah. Kini Paulus akhir zaman mengangkat seorang Mujaddid ke derajat Nabi, karena ketidak mengertiannya tentang ajaran sufistik Mesias Muhammadi tentang Fana fi Rasul.
    Saya jawab:
    Yang ditanyakan adalah kaum hawariyyin itu dimana sekarang Padahal ajaran paus masih Eksis?
    Yang ditanyakan apa yang dijawab apa…
    Oh ya anda mengatakan sekte qadiyani bahwa hawariyyin pengecut dan murtad…silahkan anda baca Al wasiyyat dari Lahore sendiri, disana disebutkan bahwa Hawariyyin banyak yang Murtad…

    http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Lahore/Washiyyat/Washiyyat1.html

    Makanya jangan asal fitnah…kena sendiri tuh…
    Anda mengaku sbg kaum hawariyyin itu? Yang ada malah sebaliknya..bukti tidak bisa di bantah bahwa justru tadinya MMA mengikuti ajaran Almasih Maud namun karena haus kekuasaan maka dia merubah ajarannya persis PAUS
    ————-
    Mas Erwan:

    Jadinya sama dalam hal kenabian dan mengafirkan Ahlusyahadat, yakni dalam artian Kafir dan diluar Islam???, jadinya penjelasan Sekte Qadiyani bahwa yang kita menyebut kafir karena mereka terlebih dahulu mengatakan kafir kepada kita, merupakan sikap muka duanya sekte Qadiyan??, sebab yang dimaksud adalah Umat Islam diseluruh Dunia telah menjadi MURTAD dan KAFIR DILUAR ISLAM disebabkan karena mereka tidak mau mengakui nabi barunya itu, begitukan maksudnya?
    saya jawab:
    Itu kesimpulan anda sendiri, silahkan membuat fitnah kesana kemari, toh nanti akan dimintai pertanggung jawaban kelak…
    ————-
    Mas Erwan:
    Sebenarnya yang mas Alif bantah itu merupakan tulisan dan petuah HMGA itu sendiri. Sekali lagi saya jelaskan:
    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”
    Jelas sekali bahwa kalimat Khalifa appointed by God adalah HMGA itu sendiri berdasarkan surat 24:55 (Baca Syahadatul Quran) sementara successor dari Khalifa appointed by God adalah Anjuman. Jadi keberadaan Anjuman itu bukan berdasar kepada 24:55, namun merupakan Khalifahnya Mujadid abad 14 H Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
    saya jawab:
    Jika pengertian Lahore begitu maka akan merusak seluruh ajaran HMGA sendiri..dari tadi anda tidak bisa membuktikan dgn merujuk qur’an maupun Hadist
    Saya sudah jelaskan bahwa setelah tidak adanya kekhalifahan maka sebagai gantinya adalah para Mujadid itu sendiri…
    Sekarang saya minta bukti dari referensi Qur’an dan hadist dan dari literatur Islam bahwa seorang mujadid diteruskan oleh seorang khalifah…(dari dulu anda sama sekali tidak bisa membuktikannya)
    ——————

    Oh ya pertanyaan saya belum anda jawab: Kepada siapakah baiat anggota baru di Lahore? Sementara anda tidak mengakui adanya khalifah/pengganti HMGA? …
    Mas Erwan:
    Berikut adalah Jawaban dari Maulana Nuruddin

    “In the writing of Hazrat sahib [i.e. the Promised Messiah] there is a point of deep knowledge which I will explain to you fully. He left it up to God as to who was going to be the khalifa. On the other hand, he said to fourteen men: You are collectively the Khalifat-ul-Masih, your decisions are final and binding, and the government authorities too consider them as absolute. Then all those fourteen men became united in taking the bai’at (pledge) at the hand of one man, accepting him as their khalifa, and thus you were united. And then not only fourteen, but the whole community agreed upon my khilafat. (Newspaper Badr, Qadian, 21 October 1909, p. 11, col. 1.)

    Saya jawab:
    yang ditanya apa yang dijawab apa…
    Kepada siapa anggota Lahore baru sekarang berbaiat? Sementara anda tidak mengakui adanya sistem kekhalifahan? Buktinya anda sekarang dipimpin oleh presiden bukan khalifah? Padahal baik HMGA maupun Nuruddin sekarang sudah wafat?
    Tolong jawab jangan kemana-mana…
    ————–

    Mas Erwan:
    Konsekuensi jelas ada, dalam hadits dijelaskan orang yang mati dalam keadaan tidak mengenal Imam Zamannya mati dalam keadaan jahilliyah (Al Hadits)
    Saya jawab:
    Anda tahu apa itu jahiliyah? Jahiliyah adalah sesat, bodoh dan jahil…coba baca dikamus
    tidak mengenal norma-norma agama atau atheis…Karena kepada mereka belum pernah kedatangan Nabi
    Dibandingkan fatwa BMA fatwa MMA dan anda sendiri yang merefer kepada hadist diatas..Jahiliyah…lebih keras dari fatwa yang anda dan Lahore ributkan selama ini..hehehe.. masih mau meributkan fatwa BMA?
    Oh ya kalau begitu kenapa dlm sholat anda bisa bermakmum kepada orang jahiliyah?

    —————–
    Mas Erwan:
    Lucu sekali nih Mas Alif, cari dukungan untuk BMA????,
    1. Muhammad Ali merupakan muridnya HMGA, bahkan Sekretarisnya yang dipercayakan untuk tablig dalam bahasa Inggris, Tidak mungkin Muhammad Ali mempunyai pendapat yang berbeda dengan HMGA
    2. Situasi pada saat itu adalah berhadapan dengan PENENTANG HMGA yang mengatakan KAFIR DAN AL KAZZAB kepada HMGA
    3. Saya pribadi TIDAK mempercayai sepenuhnya literatur Sekte Qadiyani tersebut, dengan alasan, HMGA tidak mengutip sama sekali pernyataan MA itu dalam penjelasannya di 265-266 buku Haqiqat-ul-Wahy, yang ada hanyalah penjelasan:
    Gimana???, masih cari dukungan untuk BMA???, karena jelas sekali dia menyatakan orang yang tidak percaya kepada HMGA, bahkan orang yang belum pernah mendengar namanya adalah kafir dan diluar islam
    ——
    Saya jawab:
    1. Mungkin saja koq…namanya manusia…
    2. Oh Ya? Anda lupa ref. MMA tsb? Yang kesimpulannya menyebutkan bahwa SIAPA SAJA YANG MENOLAK KENABIAN HMGA ADALAH PENDUSTA BESAR (DAJJAL) SAMA DGN KAUM KRISTIAN YANG MENOLAK KENABIAN MUHAMMAD SAW?
    3. Hak anda untuk tidak percaya, tapi logika saja kalau memang tidak ada kenapa anda Lahore berusaha menjawab dgn berbagai dalih…dalih karena dipengadilan lah…
    ——
    Mas Erwan:
    Adalah penting sekali pengakuan Ummat yang menganggap Nabinya itu dan menganggap bukunya sebagai buku Tuhan, nah apa bentuk pengakuannya itu?, hal ini biasa kita sebut syahadat (Kesaksian), yakni syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Quran Suci menjelaskan:
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan (Syahadat). (3:52)
    Injil Yohanes menjelaskan:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)

    Sekarang apa sih, bentuk pengakuan (Ikrarul bil lisan) Sekte Qadiyani bahwa HMGA adalah Nabi??,
    Bukankah hal ini sejalan dengan pandangan BMA bahwa dua kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu menjadi Muslim, melainkan dia tetap kafir dan diluar islam bila tidak mempercayai nabi barunya itu???,
    Atau bila Mas Alif tidak mengerti juga, nih saya terjemahkan biar lebih bisa mudah dicerna,
    Kalimah apa yang bisa membuat seseorang itu diakui muslim oleh sekte Qadiyani??

    Saya jawab:
    Saya akan terus minta bukti bahwa adalah kalimat syahadat buat Adam as,Isa as, Ibrahim As seperti kata anda..mana?
    Itu bukan syahadat mas? Syahadat diucapkan secara lisan..apakah mereka mengucapkan secara lisan
    Mana buktinya….?

    Mas Erwan:
    Saya mohon maaf, bila penjelasan saya malah di buat bingung sendiri oleh Mas Alif, namun sejauh yang saya pantau, referensi Mas Alif itu minim sekali dengan tulisan-tulisan HMGA, dari sini terlihat jelas, siapa yang tetap berpegang teguh terhadap ajaran HMGA dan siapa yang mulai ngelantur. Maaf
    Saya jawab:
    Jelas buat saya membingungkan lah…kalao satu sama lain saling bertolak belakang,
    Anda pertama tidak mengakui adanya khalifah, tapi setelah terdesak akhirnya harus mengakui,
    dan buktinya anda tidak bisa memberikan referensi baik dari quran maupun hadist kecuali tulisan2 HMGA versi Lahore
    Saya tidak butuh tulisan HMGA karena diliteratur JAI juga banyak namun sejauh yang saya lihat justru pemahaman anda tidak didukung qur’an dan hadist atau literatur Islam padahal mustahil HMGA merusak ajaran Islam dan pembuat Bid’ah…
    Mau bukti?
    coba Buktikan menurut qur’an dan hadist atau Literatur Islam akan adanya khalifah yang mengikuti MUJadid…
    itu saja dulu..
    mari kita lihat siapa yang menjawab ngelantur…
    saya tunggu.

  33. Sebenarnya saya males melanjutkan diskusi ini karena apa yang anda jawab jauh dari konteks yang saya tanyakan
    Pertanyaan saya adalah: Adakah Khalifah Duniawi untuk Nabi Suci Muhammad saw?
    Berikan referensi

    Khulafa ur Rasyiddin merupakan Khalifah Nabi Suci dibidang Duniawi/pemerintahan. Salah satu persamaan Nabi Suci dengan Nabi Musa adalah Nabi Suci dan Nabi Musa selain membawa kerajaan Rohani juga membawa kerajaan Duniawi. Khalifah Bani Israel dibidang Duniawi merupakan Raja-Raja, sedangkan dibidang Rohani merupakan para Nabi. Sedangkan dalam Kekhalifahan umat Islam, dikarenakan Nabi Suci Muhammad saw merupakan Nabi terakhir dimana setelah beliau tidak akan datang lagi baik Nabi baru maupun Nabi lama, maka posisi kenabian ini dalam umat Islam digantikan oleh para Mujaddid dan Muhaddats, Nabi Suci bersabda, “Ulama fi Ummati Ka Ambiyaa Bani Israel”

    Mas Erwan:
    Alhamdulillah, disini kita sepakat. Jadi kata-kata “minkum “ dalam surat itu TIDAK ditujukan kepada pengikut BMA, melainkan kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw bukan pengikut nabi yang lain, berikut ini penjelasan HMGA:
    Jadinya surat 24:55 itu merupakan janji Ilahi kepada pengikut Nabi Suci Muhammad saw (umat Islam), bukan nabi yang lain
    Saya jawab:
    Anda bicara apa? Tambah ngawur ! Coba baca lagi ayat tsb !
    Jika kesimpulan anda begitu itu sama saja artinya dengan menganggap HMGA bukanlah pengikut Nabi Suci
    karena Khalifah Qadiani adalah kekhalifahan untuk HMGA pengikut Nabi Suci..

    Anda sendiri meyakini kalau Khalifahtul Masih I adalah seorang khalifah untuk HMGA bukan khalifah Nabi Suci
    Koq jadi kacaua sekali sih pemahamannya…

    Jelas sekali Khalifah Sekte Qadiyan untuk Nabi selain Nabi Suci, Mas Alif sendiri kan bilang bahwa “berdasarkan hadits” bahwa nanti akan datang kekhalifahan yang berdasarkan kenabian (Minhaj Nubuwwat), disini sekte Qadiyan bilang bahwa nabinya itu merujuk kepada Nabi selain Nabi Suci Muhammad saw, yakni HMGA.

    Mas Erwan:
    kalau ada 3 nabi? Nanti mas jawab tiga-tiganya, kalau ada seratus nabi, nanti mas jawab seratus-seratusnya??? Wah banyak sekali khalifahnya??, baca lagi penjelasan HMGA diatas.
    Saya jawab:
    Sesuai hadist Nabi hanya mengisyaratkan 2 periode khalifah yang mengikuti kenabian
    Jadi tidak mungkin ada lagi kekhalifahan lagi. Setelah ini..

    Masa?, Sekte Qadiyan sendiri sering berdalih dengan menggunakan Hadits, bahwa tidak ada kenabian yang tidak diikuti oleh Kekhalifahan (Afwan saya lupa isi persis konteks haditsnya), Nah bila kita sandingkan dengan pernyataannya BMA

    “Likewise they say that however much a person may advance in virtue and goodness, nay even surpass many prophets in righteousness and piety, may attain the utmost knowledge of God, but God will never make him a prophet, never raise him to that dignity. Their thinking thus is due to not assigning to Allah the attributes due to Him; otherwise to say nothing of one prophet, I say there shall be thousands of prophets, and a person who rises to the dignity of prophets like John can become a prophet. They question the prophethood of the Promised Messiah, on whom be peace, but I say, even now there can be a prophet.” (Anwari Khilafat p. 62)

    Maka, nantinya akan ada puluhan, bahkan ratusan Khilafat, bukan, bukan, bukan maaf saya salah BAHKAN RIBUAN KHILAFATwah-wah-wah, makin bingung aja neh??? akan ada ribuan Khilafat, dimana yang satu mengkafirkan (menganggap MURTAD) yang lain, hmm, mau jadi apa umat Islam, alih-alih mau mempersatukan umat manusia (ummatan wahidatan) ujung-ujungnya malah ribut sendiri…..

    Pada umur berapa Nabi Suci diangkat menjadi Nabi dan pada umur berapa beliau pertama menerima wahyu..? Harap jawab pakai referensi !
    benarkah hanya mengaku mendapat wahyu Allah tidak akan memotong urang Nadinya?
    Anda kelihatannya sudah tidak meyakini qur’an? Sudah jelas di qur’an siapa saja yang mengatakan perkataan Allah (wahyu)… Kalau tidak percaya qur’an silahkan anda buktikan sendiri dgn mengaku mendapat wahyu dari Allah? Anda berani?

    Waduh, saya tidak senekat BMA, ngaku-ngaku mendapat wahyu diangkat menjadi Muslih Mau’ud, nanti ujung-ujungnya leher saya dipenggal sama Allah, saya ndak berani mas, Kwualat, Na’udzubillahi min dzalik!, yang saya kutip adalah pernyataan HMGA sendiri:
    Thousand of Muslim savants and spiritual leaders have always advanced this argumen before the infidels, and no Christian or Jet has yet come forward to identify or point out one suci person lho having fabricated a claim to be an “Appointee of Allah” (as per prophecy), had then passed twenty three years of his remaining life” (Arbaeen p 3)
    Nah perhatikan kalimat yang saya beri hufup tebal itu, itu artinya seseorang yang mengaku diangkat oleh Allah berdasarkan Ramalan, maka bisakah dia hidup selama 23 tahun. Kalau hanya mendapatkan wahyu, Nabi Suci sendiri sebelum pengangkatan dirinya menjadi Nabi, juga mendapatkan wahyu, hal ini berdasarkan penuturan Siti Aishah
    Sebelum menjadi Nabi, Muhammad bin Abdullah kerap kali menerima wahyu, berikut hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah ra
    “an ‘aisyah annha qalat awwalu maa budiyya rasuulullahu saw minal wahyi ir ru’yash shalichaatu finnaw mi fa kaa na la yara ru’yaa illa jaa at mitsla falakhi shubchi
    ‘Aisyah berkata bhw wahyu pertama yg diturunkan kpd Rasulullah saw. adl berupa Ru’ya Shalihah dlm keadaan tidur, demikanlah beliau maka beliau tdk pernah bermimpi kecuali yg benar bersinar seperti fajar pagi….(Bukhari)
    mengenai kapannya tidak ada referensi, tapi yang pasti sebelum peristiwa Gua Hira itu Nabi Suci juga mendapatkan Wahyu berupa Ru’ya Shalihah. Nah, kini yang saya pertanyakan adakah BMA setelah mengaku sebagai Muslih Mau’ud yang kedatangannya telah dinubuatkan oleh HMGA bisa bertahan hidup selama 23 tahun????

    Saya jawab:
    Yang ditanyakan adalah kaum hawariyyin itu dimana sekarang Padahal ajaran paus masih Eksis?
    Yang ditanyakan apa yang dijawab apa…
    Oh ya anda mengatakan sekte qadiyani bahwa hawariyyin pengecut dan murtad…silahkan anda baca Al wasiyyat dari Lahore sendiri, disana disebutkan bahwa Hawariyyin banyak yang Murtad…

    http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Lahore/Washiyyat/Washiyyat1.html

    Makanya jangan asal fitnah…kena sendiri tuh…
    Anda mengaku sbg kaum hawariyyin itu? Yang ada malah sebaliknya..bukti tidak bisa di bantah bahwa justru tadinya MMA mengikuti ajaran Almasih Maud namun karena haus kekuasaan maka dia merubah ajarannya persis PAUS

    Bila ada (nampaknya) pertentangan, maka yang harus didahulukan adalah Qur’an Suci sebagai sumber tertinggi dalam Islam, jangankan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Nabi Suci Muhammad saw, sendiri bersabda:
    “Kata-kataku tak dapat menghapus firman Allah, tetapi firman Allah dapat menghapus kata-kataku” (MM. 1:6-III). Itu kalau dianggap ucapan HMGA bertentangan dengan Qur’an Suci, namun kalau kita lihat sejarahnya maka Hawariyyin itu adalah Sekte Essenna, ke 12 murid Yesus itu BUKAN anggota Sekte Essenna, mengingat keimanan mereka yang sangat lemah saya meragukan penjelasan bibel. Dalam sejarah Sekte Essenna lebih banyak menyepi dalam gua-gua, tidak keliaran kaya ke 12 murid Yesus tsb

    Jadinya sama dalam hal kenabian dan mengafirkan Ahlusyahadat, yakni dalam artian Kafir dan diluar Islam???, jadinya penjelasan Sekte Qadiyani bahwa yang kita menyebut kafir karena mereka terlebih dahulu mengatakan kafir kepada kita, merupakan sikap muka duanya sekte Qadiyan??, sebab yang dimaksud adalah Umat Islam diseluruh Dunia telah menjadi MURTAD dan KAFIR DILUAR ISLAM disebabkan karena mereka tidak mau mengakui nabi barunya itu, begitukan maksudnya?
    saya jawab:
    Itu kesimpulan anda sendiri, silahkan membuat fitnah kesana kemari, toh nanti akan dimintai pertanggung jawaban kelak…

    Jadinya kesimpulan yang benar bagaimana??? apa makna kafir menurut Sekte Qadiyani sekarang??? supaya bisa saya cocokkan dengan pernyataan BMA itu sendiri? saya mohon maaf bila salah menilai bahwa SEKARANG ternyata Sekte Qadiyani telah berubah,

    1. Mungkin saja koq…namanya manusia…
    2. Oh Ya? Anda lupa ref. MMA tsb? Yang kesimpulannya menyebutkan bahwa SIAPA SAJA YANG MENOLAK KENABIAN HMGA ADALAH PENDUSTA BESAR (DAJJAL) SAMA DGN KAUM KRISTIAN YANG MENOLAK KENABIAN MUHAMMAD SAW?
    3. Hak anda untuk tidak percaya, tapi logika saja kalau memang tidak ada kenapa anda Lahore berusaha menjawab dgn berbagai dalih…dalih karena dipengadilan lah…

    Nih saya jawab sekali lagi biar mas lebih paham:
    1. Muhammad Ali merupakan muridnya HMGA, bahkan Sekretarisnya yang dipercayakan untuk tablig dalam bahasa Inggris, Tidak mungkin Muhammad Ali mempunyai pendapat yang berbeda dengan HMGA
    2. Situasi pada saat itu adalah berhadapan dengan PENENTANG HMGA yang mengatakan KAFIR DAN AL KAZZAB kepada HMGA
    3. Saya pribadi TIDAK mempercayai sepenuhnya literatur Sekte Qadiyani tersebut, dengan alasan, HMGA tidak mengutip sama sekali pernyataan MA itu dalam penjelasannya di 265-266 buku Haqiqat-ul-Wahy, yang ada hanyalah penjelasan:

    “After this, when we went into the court-room the attorney of the opposite party asked me the question: ‘Is your rank and status as you have described it in the book Tiryaq-ul-Qulub?’ I replied: Yes, by the grace of God this is the status He has bestowed upon me.”

    Nah bila penjelasan MA itu seperti itu tentunya akan bertentangan dengan buku Tiryaq Al Qulub, yang jelas-jelas menyatakan:

    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar (Tiryaq al-Qulub, published October 1902, pages 130-131)

    ditempat lain dijelaskan:
    my belief from the beginning has been that no person becomes a kafir or antichrist by denying my claim. I do not apply the term kafir to any person who professes the Kalima, unless he makes himself a kafir by calling me a kafir and a liar
    Saya terus terang kurang mempercayai begitu saja referensi dari Sekte Qadiyan ini, karena banyak bohongnya mengenai Lahore, saya bisa membuktikannya (paling tidak ada dua)

    Saya akan terus minta bukti bahwa adalah kalimat syahadat buat Adam as,Isa as, Ibrahim As seperti kata anda..mana?
    Itu bukan syahadat mas? Syahadat diucapkan secara lisan..apakah mereka mengucapkan secara lisan
    Mana buktinya….?

    Bukti telah saya utarakan, tapi mungkin agak kurang dalam hal pemahaman, baiklah saya jelaskan:
    Murid Nabi Isa bersaksi (Syahadat) dalam Qur’an Suci dengan tegas bahwa
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan (Syahadat). (3:52)
    Apakah ayat Quran Suci itu diucapkan oleh murid Nabi Isa atau tidak?, kalau saya melihat, mereka mengucapkan secara zhahir.
    Dalam Injil bisa kita dapati isi dari Syahadat Nabi Isa:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
    Bukankah kalimah yang saya tebalkan itu semakna dengan Laila Ha Illa Allah, Isa Rasulullah ???

    Nah, kembali saya mengulangi pertanyaan saya:
    Sekarang apa sih, bentuk pengakuan (Ikrarul bil lisan) Sekte Qadiyani bahwa HMGA adalah Nabi??,
    Bukankah hal ini sejalan dengan pandangan BMA bahwa dua kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu menjadi Muslim, melainkan dia tetap kafir dan diluar islam bila tidak mempercayai nabi barunya itu???,
    Atau bila Mas Alif tidak mengerti juga, nih saya terjemahkan biar lebih bisa mudah dicerna:
    Kalimah apa yang bisa membuat seseorang itu diakui muslim oleh sekte Qadiyani??
    mohon dijawab ya?

    coba Buktikan menurut qur’an dan hadist atau Literatur Islam akan adanya khalifah yang mengikuti MUJadid…
    itu saja dulu..

    Nih, saya buktikan berdasarkan tulisan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri bahwa kekhalifahan itu tidak hanya Rasul melainkan juga para guru Rohani (Syeh):

    “The Sufis have written that whoever is to be a khalifah after a spiritual leader (Shaikh) or messenger and prophet (rasul, nabi), first of all God makes truth to enter his heart. When some messenger (rasul) or spiritual leader (Shaikh) dies, the world is shaken, and it is a very dangerous moment, but God stablises the situation through some khalifah …. His Holiness (Hadzrat Mirza Sahib) added that, in a Divine inspiration,he too had been named Shaikh by Almighty God: Anta al-shaikhu al-Masihu alladhi la yuda’u waqtuhu.” (Al-Hakam, 14th April 1908)

  34. Mas Erwan:
    Khulafa ur Rasyiddin merupakan Khalifah Nabi Suci dibidang Duniawi/pemerintahan. Salah satu persamaan Nabi Suci dengan Nabi Musa adalah Nabi Suci dan Nabi Musa selain membawa kerajaan Rohani juga membawa kerajaan Duniawi. Khalifah Bani Israel dibidang Duniawi merupakan Raja-Raja, sedangkan dibidang Rohani merupakan para Nabi. Sedangkan dalam Kekhalifahan umat Islam, dikarenakan Nabi Suci Muhammad saw merupakan Nabi terakhir dimana setelah beliau tidak akan datang lagi baik Nabi baru maupun Nabi lama, maka posisi kenabian ini dalam umat Islam digantikan oleh para Mujaddid dan Muhaddats, Nabi Suci bersabda, “Ulama fi Ummati Ka Ambiyaa Bani Israel”
    Saya jawab:
    Oh jadi Khulafa Ur Rasyiddin itu hanya mengurusi masalah keduniaan saja dan tidak untuk masalah Rohani…Lalu siapakah khalifah Rohaninya ketika Nabi suci wafat?
    Apakah ketika itu ada orang yang lebih tinggi derajatnya dlm bidang rohani selain mereka?
    dan jikalau mereka itu adalah khalifah duniawi dlm bidang pemerintahan saja kenapa orang2 muslim menganggapnya sbg pemimpin agama? Meminta fatwa?
    Kok kelihatannya ajaran Lahore berlainan dgn ajaran Islam mainstream?
    Padahal Islam justru berkembang ketika masa para khalifah tsb dan qur’an yang anda baca adalah qur’an yang disusun pada masa kekhalifahan Ustman ra
    Itu artinya mereka adalah khalifah Rohani (keagamaan) penerus Nabi suci..
    ———————————–
    Mas Erwan:
    Jelas sekali Khalifah Sekte Qadiyan untuk Nabi selain Nabi Suci, Mas Alif sendiri kan bilang bahwa “berdasarkan hadits” bahwa nanti akan datang kekhalifahan yang berdasarkan kenabian (Minhaj Nubuwwat), disini sekte Qadiyan bilang bahwa nabinya itu merujuk kepada Nabi selain Nabi Suci Muhammad saw, yakni HMGA.
    Saya jawab:
    Benar karena akan ada 2 masa kekhalifahan yang mengikuti kenabian.
    Kekhalifahan untuk siapa bagi qadiani itu tidak masalah karena nabi suci hanya menyebutkan akan ada 2 masa kekhalifahan yang mengikuti kenabian…dan bila diruntut HMGA adalah pengikut Muhammad saw juga….jadi tidak ada masalah..
    Justru yang saya tanyakan dan menjadi masalah besar buat anda Lahore adalah:
    Anda mengakui bahwa Nuruddin adalah khalifah, nah khalifah untuk siapa? Karena khalifah dihadist tsb hanya menyebutkan khalifah kenabian..sementara anda tidak mengakui adanya kenabian HMGA, apakah khalifah Nuruddin yang diangkat oleh Allah (anda dan saya sudah sepakat bahwa bliau diangkat oleh Allah) itu untuk Nabi suci Muhammad saw?
    jawab ya biar jelas…jangan muter-muter….
    ————————-

    Mas Erwan:
    Masa?, Sekte Qadiyan sendiri sering berdalih dengan menggunakan Hadits, bahwa tidak ada kenabian yang tidak diikuti oleh Kekhalifahan (Afwan saya lupa isi persis konteks haditsnya), Nah bila kita sandingkan dengan pernyataannya BMA
    Maka, nantinya akan ada puluhan, bahkan ratusan Khilafat, bukan, bukan, bukan maaf saya salah BAHKAN RIBUAN KHILAFATwah-wah-wah, makin bingung aja neh??? akan ada ribuan Khilafat, dimana yang satu mengkafirkan (menganggap MURTAD) yang lain, hmm, mau jadi apa umat Islam, alih-alih mau mempersatukan umat manusia (ummatan wahidatan) ujung-ujungnya malah ribut sendiri…..
    Saya jawab:
    Apakah Nabi ada mengabarkannya demikian dlm hadist bahwa akan ada ribuan khilafat kenabian ? Nabi hanya mengabarkan akan adanya 2 masa kekhalifahan kenabian
    Anda sendiri yang bilang kalau hukum tertinggi adalah Qur’an dan hadist nah kenapa anda tidak mau mengikuti apa kata qur’an dan hadist?
    dan anda tidak usah bingung dgn pernyataan anda sendiri jika ada ribuan khilafat…
    Jangankan ribuan khilafat, tidak ada khilafatpun umat Islam sekarang saling mengkafirkan satu sama lain…jadi kebingungan yang tidak beralasan..
    justru anda harusnya bingung mengenai hadist tentang adanya khilafat kenabian diakhir zaman, padahal anda tidak meyakini adanya nabi lagi setelah Muhammad saw..
    Apakah nabi berbohong? Tidak mungkinlah…
    ———————————
    Mas Erwan:
    Waduh, saya tidak senekat BMA, ngaku-ngaku mendapat wahyu diangkat menjadi Muslih Mau’ud, nanti ujung-ujungnya leher saya dipenggal sama Allah, saya ndak berani mas, Kwualat, Na’udzubillahi min dzalik!, yang saya kutip adalah pernyataan HMGA sendiri:
    Thousand of Muslim savants and spiritual leaders have always advanced this argumen before the infidels, and no Christian or Jet has yet come forward to identify or point out one suci person lho having fabricated a claim to be an “Appointee of Allah” (as per prophecy), had then passed twenty three years of his remaining life” (Arbaeen p 3)
    Nah perhatikan kalimat yang saya beri hufup tebal itu, itu artinya seseorang yang mengaku diangkat oleh Allah berdasarkan Ramalan, maka bisakah dia hidup selama 23 tahun. Kalau hanya mendapatkan wahyu, Nabi Suci sendiri sebelum pengangkatan dirinya menjadi Nabi, juga mendapatkan wahyu, hal ini berdasarkan penuturan Siti Aishah
    Sebelum menjadi Nabi, Muhammad bin Abdullah kerap kali menerima wahyu, berikut hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah ra
    “an ‘aisyah annha qalat awwalu maa budiyya rasuulullahu saw minal wahyi ir ru’yash shalichaatu finnaw mi fa kaa na la yara ru’yaa illa jaa at mitsla falakhi shubchi
    ‘Aisyah berkata bhw wahyu pertama yg diturunkan kpd Rasulullah saw. adl berupa Ru’ya Shalihah dlm keadaan tidur, demikanlah beliau maka beliau tdk pernah bermimpi kecuali yg benar bersinar seperti fajar pagi….(Bukhari)
    mengenai kapannya tidak ada referensi, tapi yang pasti sebelum peristiwa Gua Hira itu Nabi Suci juga mendapatkan Wahyu berupa Ru’ya Shalihah. Nah, kini yang saya pertanyakan adakah BMA setelah mengaku sebagai Muslih Mau’ud yang kedatangannya telah dinubuatkan oleh HMGA bisa bertahan hidup selama 23 tahun????

    Saya jawab:
    ditanya apa dijawab apa..
    Yang saya tanyakan adalah:
    Umur berapa Nabi suci menerima wahyu dan pada umur berapa beliau diangkat Nabi?

    Anda mengaku pengikut Muhammad saw tapi dgn berani sekali membantah apa kata qur’an,
    Silahkan anda bantah Qur’an! …kalau anda tidak percaya qur’an ya sudah….
    Benar kata guru anda MMA bahwa seseorang yang tidak mengakui kenabian HMGA adalah seorang pendusta besar (the great liar !) sama dengan kristen yang mendustakan Nabi Muhammad saw… Buktinya Anda Lahore sekarang malah mendustakan ayat2 Allah dan hadist Nabi.. Senjata makan tuan…

    Kalau anda tidak percaya dan untuk membuktikan ayat tsb bahwa seseorang yang mengaku mendapat wahyu akan di hukum oleh Allah..anda saya tantang untuk mengaku telah mendapat wahyu dari Allah….berani?
    kenapa anda tidak berani? Saya tidak menyuruh anda untuk mengklaim sbg muslih mauud atau apapun cukup mengaku mendapat wahyu kemudian anda umumkan ke khalayak ramai…
    berani?
    Sudah berkali-kali dikasih tahu bahwa BMA sebelum mengaku sbg Muslih Mauud kerap mengaku mendapat Ilham/kahsyaf dari Allah dan telah melewati masa 23 tahun bahkan lebih…
    ————————–

    Mas Erwan:
    Bila ada (nampaknya) pertentangan, maka yang harus didahulukan adalah Qur’an Suci sebagai sumber tertinggi dalam Islam, jangankan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Nabi Suci Muhammad saw, sendiri bersabda:….

    Saya jawab:
    Ref itu yang buat orang lahore sendiri, bahwa kaum Hawariyyin itu banyak yang murtad dan bersikap pengecut dgn melarikan diri ketika terjadi penyaliban Isa as
    Itulah kepada referensi sendiri saja tidak percaya malah menuduh HMGA telah bertentangan dgn qur’an, dasar Lahore masih saja mengaku sbg pengikut HMGA…

    dan saya tidak menanyakan sekte essena atau sekte2 yang lain…
    Yang ditanyakan apa yang dijawab apa…
    sesuai dgn pengakuan anda bahwa anda adalah seperti pengikut Hawariyyin penolong Isa ketika menolong ajaran2 Isa as dari kesalahan2 ajaran paus, Nah pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah mereka Hawariyyin itu satu zaman dgn Paus ?
    2. Sekarang ajaran paus (kristen) masih eksis, dimana para kaum hawariyyin itu?
    jawab gitu aja koq repot ? Padahal itu adalah pernyataan anda sendiri lho…
    makanya jangan suka berdusta….atau ini karena kebenaran fatwa guru anda sendiri !
    ————————–
    Mas Erwan:
    Nih saya jawab sekali lagi biar mas lebih paham:
    1. Muhammad Ali merupakan muridnya HMGA, bahkan Sekretarisnya yang dipercayakan untuk tablig dalam bahasa Inggris, Tidak mungkin Muhammad Ali mempunyai pendapat yang berbeda dengan HMGA
    2. Situasi pada saat itu adalah berhadapan dengan PENENTANG HMGA yang mengatakan KAFIR DAN AL KAZZAB kepada HMGA
    3. Saya pribadi TIDAK mempercayai sepenuhnya literatur Sekte Qadiyani tersebut, dengan alasan, HMGA tidak mengutip sama sekali pernyataan MA itu dalam penjelasannya di 265-266 buku Haqiqat-ul-Wahy, yang ada hanyalah penjelasan:

    Saya jawab:
    Masih saja membela diri padahal jelas-jelas MMA mengatakan fatwa tsb terlepas apapun itu dalihnya…justru saya sekarang mulai percaya omongan guru anda MMA bahwa siapa saja yang menolak kenabian HMGA adalah pendusta besar, sama seperti kaum kristen yang menolak kenabian Muhammad saw…
    Nah.. Hal tsb sudah anda buktikan sendiri…senjata makan tuan…
    dari mulai mendustakan Qur’an dan hadist nabi mengenai kekhalifahan sampai mendustakan ayat mengenai hukuman bagi yang mengaku-ngaku mendapat wahyu…(baca lagi diatas)
    ——————————
    Mas erwan:
    Bukti telah saya utarakan, tapi mungkin agak kurang dalam hal pemahaman, baiklah saya jelaskan:
    Murid Nabi Isa bersaksi (Syahadat) dalam Qur’an Suci dengan tegas bahwa
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan (Syahadat). (3:52)
    Apakah ayat Quran Suci itu diucapkan oleh murid Nabi Isa atau tidak?, kalau saya melihat, mereka mengucapkan secara zhahir.
    Dalam Injil bisa kita dapati isi dari Syahadat Nabi Isa:
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh 17:3)
    Bukankah kalimah yang saya tebalkan itu semakna dengan Laila Ha Illa Allah, Isa Rasulullah ???
    Saya jawab:
    Anda yang tidak faham,
    Anda menulis adanya syahadat Isa: Laila Ha Illa Allah, Isa Rasulullah.
    Nah yang saya tanyakan adalah bukti adanya kalimat2 tsb yang diucapkan para murid Isa as
    Coba baca injil yang anda sodorkan, yang bicara diayat tsb Yesus atau Murid nya?
    itu adalah perkataan Yesus sendiri bukan murid-muridnya..
    Berikan bukti adanya syahadat kaum Isa yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Isa Rasulullah sebagai syarat bagi mereka ketika akan menerima ajaran Yesus.
    sama seperti orang islam ketika bersyahadat yang harus diucapkan ketika akan masuk Islam…
    adakah….????
    berdusta lagi ya?
    ————————————–

    Mas Erwan:
    Nah, kembali saya mengulangi pertanyaan saya:
    Sekarang apa sih, bentuk pengakuan (Ikrarul bil lisan) Sekte Qadiyani bahwa HMGA adalah Nabi??,
    Bukankah hal ini sejalan dengan pandangan BMA bahwa dua kalimat Syahadat tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu menjadi Muslim, melainkan dia tetap kafir dan diluar islam bila tidak mempercayai nabi barunya itu???,
    Atau bila Mas Alif tidak mengerti juga, nih saya terjemahkan biar lebih bisa mudah dicerna:
    Kalimah apa yang bisa membuat seseorang itu diakui muslim oleh sekte Qadiyani??
    mohon dijawab ya?
    Saya jawab:
    Syarat seseorang masuk Islam adalah mengucapkan Kalimat syahadat namun kalimah tsb bisa saja batal ketika anda tidak lagi mengakui utusan-utusan Allah..baca qur’an ayat An Nissa ayat 150-151..itu kata Qur’an wahyu Allah lho…anda meyakini akan Qur’an wahyu Allah? atau mau membantahnya? Kalau tidak yakin Qur’an itu artinya anda keluar Islam walaupun anda telah bersyahadat. HMGA mengaku sebagai utusan Allah…
    Puas? Kalau belum puas keterlaluan…
    Sekarang silahkan anda jawab pertanyaan saya:
    Adakah Syahadat Nabi-nabi lain yang harus diucapkan sbg syarat yang diberikan para Nabi tsb kepada para pengikutnya
    berikan referensi…
    ——————-
    Mas Erwan:
    Nih, saya buktikan berdasarkan tulisan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri bahwa kekhalifahan itu tidak hanya Rasul melainkan juga para guru Rohani (Syeh):

    “The Sufis have written that whoever is to be a khalifah after a spiritual leader (Shaikh) or messenger and prophet (rasul, nabi), first of all God makes truth to enter his heart. When some messenger (rasul) or spiritual leader (Shaikh) dies, the world is shaken, and it is a very dangerous moment, but God stablises the situation through some khalifah …. His Holiness (Hadzrat Mirza Sahib) added that, in a Divine inspiration,he too had been named Shaikh by Almighty God: Anta al-shaikhu al-Masihu alladhi la yuda’u waqtuhu.” (Al-Hakam, 14th April 1908)
    Saya jawab:
    Ditanya lain dijawab lain…yang ditanyakan adalah referensi Qur’an dan hadists akan adanya kekhalifahan yang mengikuti mujadid bukan berupa keterangan dari HMGA karena hadist nabi hanya menyebutkan akan adanya kekhalifahan kenabian..bukan kekhalifahan Mujadid…
    Apalagi kepresidenan Mujadid….
    Tapi tidak apa..referensi tsb justru menguatkan bahwa para khalifah itu diangkat oleh Allah jadi sudah tidak ada lagi alasan bahwa BMA bukan khalifah yang diangkat oleh Allah….
    Karena menurut ref tsb kekhalifahan shaikh saja diangkat oleh Allah…

    Nah sekarang Lahore itu dipimpin oleh khalifah atau presiden?
    Apakah ada pengakuan dari seorang presiden bahwa dia diangkat oleh Allah?
    Kalau tidak ada untuk apa Lahore mendirikan Ahmadiyah Lahore?
    Toh tidak ada pengakuan dari Tuhan..
    Oh ya Pertanyaan saya belum anda jawab:
    Kepada siapa anggota Lahore baiat?
    bukankah sudah tidak ada penerus/khalifah HMGA di tubuh Lahore? Baik HMGA maupun Nuruddin yang anda anggap khalifah sudah wafat.
    Tidak ada baiat kepada orang yang sudah wafat..
    hehehe
    Jawab ya…saya tunggu…jangan muter-muter terus…

  35. Oh jadi Khulafa Ur Rasyiddin itu hanya mengurusi masalah keduniaan saja dan tidak untuk masalah Rohani…Lalu siapakah khalifah Rohaninya ketika Nabi suci wafat?
    Apakah ketika itu ada orang yang lebih tinggi derajatnya dlm bidang rohani selain mereka?
    dan jikalau mereka itu adalah khalifah duniawi dlm bidang pemerintahan saja kenapa orang2 muslim menganggapnya sbg pemimpin agama? Meminta fatwa?
    Kok kelihatannya ajaran Lahore berlainan dgn ajaran Islam mainstream?
    Padahal Islam justru berkembang ketika masa para khalifah tsb dan qur’an yang anda baca adalah qur’an yang disusun pada masa kekhalifahan Ustman ra
    Itu artinya mereka adalah khalifah Rohani (keagamaan) penerus Nabi suci..

    Khalifah bidang Rohani Nabi Suci, sebagaimana para Nabi Bani Israel merupakan para Muhaddats dan Mujaddid,

    Berikut ini merupakan penjelasan HMGA, dalam bukunya Shahadatul Quran
    “… we say that when, after the passage of a period of time, the dust of corrupted notions settles upon the holy teachings, and the face of the pure truth is hidden, then to show that beautiful face there come mujaddids, muhaddases and spiritual khalifas. It is not known from where and from whom the poor critic heard that mujaddids and spiritual khalifas come into the world to amend and revoke the religion to some extent. …

    Unfortunately however, the critic does not understand that mujaddids and spiritual khalifas are needed by the Muslim people in the same way as were the prophets required from ancient times. …

    And to say that it is not obligatory to believe in the mujaddids is to deviate from the command of God because He says: ‘And whoever disbelieves after this, they are the transgressors’ (24:55), i.e. after the sending of the khalifas, whoever remains a denier of them, he is among the transgressors.”
    Saya sama sekali tidak menemukan dakwahan Khalafaur Rasyidin sebagai mujaddid

    “… we say that when, after the passage of a period of time, the dust of corrupted notions settles upon the holy teachings, and the face of the pure truth is hidden, then to show that beautiful face there come mujaddids, muhaddases and spiritual khalifas. It is not known from where and from whom the poor critic heard that mujaddids and spiritual khalifas come into the world to amend and revoke the religion to some extent. …

    Unfortunately however, the critic does not understand that mujaddids and spiritual khalifas are needed by the Muslim people in the same way as were the prophets required from ancient times. …

    And to say that it is not obligatory to believe in the mujaddids is to deviate from the command of God because He says: ‘And whoever disbelieves after this, they are the transgressors’ (24:55), i.e. after the sending of the khalifas, whoever remains a denier of them, he is among the transgressors.”

    Benar karena akan ada 2 masa kekhalifahan yang mengikuti kenabian.
    Kekhalifahan untuk siapa bagi qadiani itu tidak masalah karena nabi suci hanya menyebutkan akan ada 2 masa kekhalifahan yang mengikuti kenabian…

    Yakin cuma 2??, sebab yang saya tahu keyakinan Sekte Qadiyani itu akan datang ribuan nabi setelah Nabi Suci Muhammad saw, bila setelah Nabi akan diganti Khalifah maka tentunya akan datang ribuan Khalifah, jadi jangan cuma 2 aja, melainkan ribuan. Sekte Qadiyani Kekhalifahannya bukan Kekhalifahan Nabi Muhammad saw, melainkan merujuk kepada Nabi selain Nabi Suci Muhammad saw.

    Anda mengakui bahwa Nuruddin adalah khalifah, nah khalifah untuk siapa? Karena khalifah dihadist tsb hanya menyebutkan khalifah kenabian..sementara anda tidak mengakui adanya kenabian HMGA, apakah khalifah Nuruddin yang diangkat oleh Allah (anda dan saya sudah sepakat bahwa bliau diangkat oleh Allah) itu untuk Nabi suci Muhammad saw?
    jawab ya biar jelas…jangan muter-muter….

    Nih berulang-ulang saya jawab dengan pernyataan HMGA supaya pembaca tahu siapa yang nglantur dan siapa yang berdalil dengan penjelasan HMGA:
    13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”
    Jadi Anjuman itu merupakan Khalifahnya Khalifah yang diangkat oleh Tuhan, yakni HMGA itu sendiri, sementara HMGA merupakan Khalifah Nabi Suci yang terdapat dalam 24:55

    Apakah Nabi ada mengabarkannya demikian dlm hadist bahwa akan ada ribuan khilafat kenabian ? Nabi hanya mengabarkan akan adanya 2 masa kekhalifahan kenabian
    Anda sendiri yang bilang kalau hukum tertinggi adalah Qur’an dan hadist nah kenapa anda tidak mau mengikuti apa kata qur’an dan hadist?
    dan anda tidak usah bingung dgn pernyataan anda sendiri jika ada ribuan khilafat…
    Jangankan ribuan khilafat, tidak ada khilafatpun umat Islam sekarang saling mengkafirkan satu sama lain…jadi kebingungan yang tidak beralasan..
    justru anda harusnya bingung mengenai hadist tentang adanya khilafat kenabian diakhir zaman, padahal anda tidak meyakini adanya nabi lagi setelah Muhammad saw..
    Apakah nabi berbohong? Tidak mungkinlah…

    Bukan Nabi Suci yang berbohong, Na’udzubillahi min dzalik, tetapi Basyiruddin Mahmud Ahmad lah yang berbohong, karena beliaulah yang mengatakan bahwa akan datang lagi RIBUAN nabi, berkut ucapan BMA:
    “Likewise they say that however much a person may advance in virtue and goodness, nay even surpass many prophets in righteousness and piety, may attain the utmost knowledge of God, but God will never make him a prophet, never raise him to that dignity. Their thinking thus is due to not assigning to Allah the attributes due to Him; otherwise to say nothing of one prophet, I say there shall be thousands of prophets, and a person who rises to the dignity of prophets like John can become a prophet. They question the prophethood of the Promised Messiah, on whom be peace, but I say, even now there can be a prophet.” (Anwari Khilafat p. 62)
    dimana setelah kedatangan Nabi akan datang ribuan Khilafat yang merujuk kepada masing-masing nabi. Umat Islam saat ini bila mereka mengkafirkan sesama Muslim yang telah bersyahadat, itu dikarenakan ke awaman mereka tentang agama, namun bila para nabi datang maka maka tentunya mereka mempunyai landasan kuat untuk mengkafirkan dan memurtadkan. Hal ini telah terbukti dengan kedatangan Sekte Qadiyan yang dengan enaknya mengkafirkan ratusan ribu umat Islam yang telah bersyahadat.

    ditanya apa dijawab apa..
    Yang saya tanyakan adalah:
    Umur berapa Nabi suci menerima wahyu dan pada umur berapa beliau diangkat Nabi?

    Anda mengaku pengikut Muhammad saw tapi dgn berani sekali membantah apa kata qur’an,
    Silahkan anda bantah Qur’an! …kalau anda tidak percaya qur’an ya sudah….
    Benar kata guru anda MMA bahwa seseorang yang tidak mengakui kenabian HMGA adalah seorang pendusta besar (the great liar !) sama dengan kristen yang mendustakan Nabi Muhammad saw… Buktinya Anda Lahore sekarang malah mendustakan ayat2 Allah dan hadist Nabi.. Senjata makan tuan…

    Kalau anda tidak percaya dan untuk membuktikan ayat tsb bahwa seseorang yang mengaku mendapat wahyu akan di hukum oleh Allah..anda saya tantang untuk mengaku telah mendapat wahyu dari Allah….berani?
    kenapa anda tidak berani? Saya tidak menyuruh anda untuk mengklaim sbg muslih mauud atau apapun cukup mengaku mendapat wahyu kemudian anda umumkan ke khalayak ramai…
    berani?
    Sudah berkali-kali dikasih tahu bahwa BMA sebelum mengaku sbg Muslih Mauud kerap mengaku mendapat Ilham/kahsyaf dari Allah dan telah melewati masa 23 tahun bahkan lebih…

    Usia berapa pertama kali Nabi Suci mendapatkan wahyu, saya tidak tahu, disini saya hanya membuktikan bahwa sebelum peristiwa gua Hira itu Nabi Suci juga telah mendapatkan wahyu. Apakah tantangan HMGA itu setelah beliau menerima wahyu atau pengangkatan beliau sebagai Mujaddid????
    Kembali kemasalah BMA, setelah belliau mengaku diangkat Allah sebagai Muslih Mau’ud TERBUKTI beliau tidak bisa membuktikan kebenarannya selama 23 tahun, melainkan sebelum 23 tahun leher beliau di sembeliih

    Mas Erwan:
    Bila ada (nampaknya) pertentangan, maka yang harus didahulukan adalah Qur’an Suci sebagai sumber tertinggi dalam Islam, jangankan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Nabi Suci Muhammad saw, sendiri bersabda:….

    Saya jawab:
    Ref itu yang buat orang lahore sendiri, bahwa kaum Hawariyyin itu banyak yang murtad dan bersikap pengecut dgn melarikan diri ketika terjadi penyaliban Isa as
    Itulah kepada referensi sendiri saja tidak percaya malah menuduh HMGA telah bertentangan dgn qur’an, dasar Lahore masih saja mengaku sbg pengikut HMGA…

    dan saya tidak menanyakan sekte essena atau sekte2 yang lain…
    Yang ditanyakan apa yang dijawab apa…
    sesuai dgn pengakuan anda bahwa anda adalah seperti pengikut Hawariyyin penolong Isa ketika menolong ajaran2 Isa as dari kesalahan2 ajaran paus, Nah pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah mereka Hawariyyin itu satu zaman dgn Paus ?
    2. Sekarang ajaran paus (kristen) masih eksis, dimana para kaum hawariyyin itu?
    jawab gitu aja koq repot ? Padahal itu adalah pernyataan anda sendiri lho…
    makanya jangan suka berdusta….atau ini karena kebenaran fatwa guru anda sendiri !

    Bukankah Quran Suci itu Rujukan utama dan terutama? lalu kedua adalah Hadits?, atau dalam Sekte Qadiyan itu telah berbeda dengan ajaran Islam????.
    Jawaban
    1. Saya kurang tahu pasti sejarah Hawariyyin, namun ada theori bahwa melihat asal kata Hawariyyin mereka adalah Sekte Essena yang memang ciri khas mereka mengenakan pakaian Putih bersih, dalam buku Saksi mata Penyaliban, terlihat bahwa yang disebut-sebut malaikat ketika Yesus bangkit adalah Sekte Essena
    2. Anda bertanya kepada saya atau kepada Quran Suci???, Quran Suci jelas menyebut 2x Hawariyyin sebagai penolong Agama Allah, kalau Kaum Hawariyyin itu tidak exis sekarang bukan berarti Quran Suci berdusta, Naudzubillahi min dzalik!!!. JElas sekali Kaum Hawariyyin itu penyelamat Ajaran Nabi Isa dari kemusyrikan Paulus, dimasa sekarang pun terulang lagi kepada Al Masih Nya Nabi Suci, dimana Paulus masa kini mengangkat seorang Mujaddid menjadi Nabi setelah selama 15 tahun menolak disebut nabi, kini seenaknya Paulus mengatakan tullisan-tulisan sebelum 1902 (lalu diralat 1901) dinyatakan telah dimansukh/dihapus. Naudzubillahi min dzalik!

    Masih saja membela diri padahal jelas-jelas MMA mengatakan fatwa tsb terlepas apapun itu dalihnya…justru saya sekarang mulai percaya omongan guru anda MMA bahwa siapa saja yang menolak kenabian HMGA adalah pendusta besar, sama seperti kaum kristen yang menolak kenabian Muhammad saw…
    Nah.. Hal tsb sudah anda buktikan sendiri…senjata makan tuan…
    dari mulai mendustakan Qur’an dan hadist nabi mengenai kekhalifahan sampai mendustakan ayat mengenai hukuman bagi yang mengaku-ngaku mendapat wahyu…(baca lagi diatas)

    Perlu saya buktikan kebohongan Qadiyan dalam buku Truth prevails??, apakah Mas Alif bisa membuktikan bahwa ucapan MA itu terdapat dalam Ainai Shadaqat tulisan BMA???, saat itu saat Maulana Muhammad Ali masih hidup kenapa BMA tidak mengutip pernyataan MMA dalam buku itu?? bukankah itu argumen yang kuat? (bila itu suatu kebenaran) karena terjadi perdebatan sengit diamana MMA menuduh BMA merubah keyakinan, dan bantahan BMA dalam buku Ainai Shadaqat adalah perubahan keyakinan itu terjadi setelah tahun 1901/1902, yang seharusnya ucapan BMA itu menjadi argumen yang meyakinkan. Dengan ke absenan dalil itu dalam buku BMA tersebut, hal ini menyatakan Pernyataan MMA itu hanyalah karangan BMA, cari temen ya??

    Saya jawab:
    Anda yang tidak faham,
    Anda menulis adanya syahadat Isa: Laila Ha Illa Allah, Isa Rasulullah.
    Nah yang saya tanyakan adalah bukti adanya kalimat2 tsb yang diucapkan para murid Isa as
    Coba baca injil yang anda sodorkan, yang bicara diayat tsb Yesus atau Murid nya?
    itu adalah perkataan Yesus sendiri bukan murid-muridnya..
    Berikan bukti adanya syahadat kaum Isa yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Isa Rasulullah sebagai syarat bagi mereka ketika akan menerima ajaran Yesus.
    sama seperti orang islam ketika bersyahadat yang harus diucapkan ketika akan masuk Islam…
    adakah….????
    berdusta lagi ya?

    Saya tidak berdusta, tapi keyakinan Mas Alif dan Sekte Qadiyan terhadap Quran sucilah yang harus dipertanyakan, berulang kali saya kutip ayat Suci:
    Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan, dan kami mengikuti Utusan, maka tulislah kami beserta orang yang menyaksikan (Syahadat). (3:52)
    Kalimat terakhir itu bila dibaca dalam bahasa Arabnya berbunyi:
    FAKTUBUNA MA’A SYAHIDIIN
    artinya maka tulislah kami bersama-sama orang yang telah bersyahadat.

    Saya jawab:
    Syarat seseorang masuk Islam adalah mengucapkan Kalimat syahadat namun kalimah tsb bisa saja batal ketika anda tidak lagi mengakui utusan-utusan Allah..baca qur’an ayat An Nissa ayat 150-151..itu kata Qur’an wahyu Allah lho…anda meyakini akan Qur’an wahyu Allah? atau mau membantahnya? Kalau tidak yakin Qur’an itu artinya anda keluar Islam walaupun anda telah bersyahadat. HMGA mengaku sebagai utusan Allah…
    Puas? Kalau belum puas keterlaluan…
    Sekarang silahkan anda jawab pertanyaan saya:
    Adakah Syahadat Nabi-nabi lain yang harus diucapkan sbg syarat yang diberikan para Nabi tsb kepada para pengikutnya
    berikan referensi…

    Iya, saya tahu itu, itupun dalam khazanah Para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Suci Muhammad. Kini yang menjadi pertanyaan saya adalah bagi Sekte Qadiyan 2 kalimah syahadat (kesaksian) tidak lagi cukup untuk membuat seseorang itu menjadi Islam, kini kalimat kesaksian apa yang bisa membuat seseorang itu dianggap muslim? tolong dijawab jangan berbelit-belit.

    Ditanya lain dijawab lain…yang ditanyakan adalah referensi Qur’an dan hadists akan adanya kekhalifahan yang mengikuti mujadid bukan berupa keterangan dari HMGA karena hadist nabi hanya menyebutkan akan adanya kekhalifahan kenabian..bukan kekhalifahan Mujadid…
    Apalagi kepresidenan Mujadid….
    Tapi tidak apa..referensi tsb justru menguatkan bahwa para khalifah itu diangkat oleh Allah jadi sudah tidak ada lagi alasan bahwa BMA bukan khalifah yang diangkat oleh Allah….
    Karena menurut ref tsb kekhalifahan shaikh saja diangkat oleh Allah…

    Nah sekarang Lahore itu dipimpin oleh khalifah atau presiden?
    Apakah ada pengakuan dari seorang presiden bahwa dia diangkat oleh Allah?
    Kalau tidak ada untuk apa Lahore mendirikan Ahmadiyah Lahore?
    Toh tidak ada pengakuan dari Tuhan..
    Oh ya Pertanyaan saya belum anda jawab:
    Kepada siapa anggota Lahore baiat?
    bukankah sudah tidak ada penerus/khalifah HMGA di tubuh Lahore? Baik HMGA maupun Nuruddin yang anda anggap khalifah sudah wafat.
    Tidak ada baiat kepada orang yang sudah wafat..
    hehehe
    Jawab ya…saya tunggu…jangan muter-muter terus…

    Yang saya kutip adalah penjelasan HMGA sendiri
    “The Sufis have written that whoever is to be a khalifah after a spiritual leader (Shaikh) or messenger and prophet (rasul, nabi), first of all God makes truth to enter his heart. When some messenger (rasul) or spiritual leader (Shaikh) dies, the world is shaken, and it is a very dangerous moment, but God stablises the situation through some khalifah …. His Holiness (Hadzrat Mirza Sahib) added that, in a Divine inspiration,he too had been named Shaikh by Almighty God: Anta al-shaikhu al-Masihu alladhi la yuda’u waqtuhu.” (Al-Hakam, 14th April 1908)
    Kok masih dibantah ya???, disini saya membuktikan bahwa ada Shaikh yang meninggalkan Khalifahnya pasca wafatnya. Perlu diluruskan disini, Nuruddin pada saat Wasiyat ditulis oleh HMGA, beliau ditunjuk menjadi President bukan hanya Nuruddin melainkan ke 14 anggota Anjuman, penunjukan langsung oleh HMGA, apakah penunjukan HMGA ke 14 anggota Anjuman itu berdasarkan wahyu atau tidak, saya tidak mempunyai referensi. Namun yang pasti Maulana Nuruddin tidak pernah menganggap sebagai Khalifah yang dijanjikan dalam 24:55 seperti BMA. Masalah Baiat juga dijelaskan oleh Maulana Nuruddin:
    “In the writing of Hazrat sahib [i.e. the Promised Messiah] there is a point of deep knowledge which I will explain to you fully. He left it up to God as to who was going to be the khalifa. On the other hand, he said to fourteen men: You are collectively the Khalifat-ul-Masih, your decisions are final and binding, and the government authorities too consider them as absolute. Then all those fourteen men became united in taking the bai’at (pledge) at the hand of one man, accepting him as their khalifa, and thus you were united. And then not only fourteen, but the whole community agreed upon my khilafat. (Newspaper Badr, Qadian, 21 October 1909, p. 11, col. 1.)
    Kalau Mas Alif tidak percaya silahkan lihat tulisan ASLI nya di http://www.muslim.org/qadis/khil2.htm kita tidak seperti Sekte Qadiyan, yang menyebar kebohongan namun tidak bisa melampirkan bukti naskah aslinya

  36. Menurut sy, ahmadiyah qodiyan terlalu berlebihan mengunakan kata nabi untuk MGA..atau dengan kata lain ke GRan….sy berhusnudzon bahwa yang dimaksud nabi untuk MGA adalah nabi dalam pengertian BAHASA dan bukan dalam pengertian ISTILAH SYAR”I ATAU A’DI…secara bahasa, nabi itu kan dari nabaa yanbau yang berati tumbuh atau muncul atau bangkit atau orang yang mengabarkan. ini berarti secara bahasa siapapun bisa kita panggil sebagai nabi termasuk si KIWIL sekalipun..just that…sedangkan pengertian nabi menurut ISTILAH SYAR’I adalah pengertian sakral yang kita ketahui sekarang. kalo MGA disebut nabi dalam pengertian ISTILAH SYARI’..soryy kayanya kejauhan deh…..gak nyampe lah …..cukup mujaddid aja buat beliau mah..itu sudah sangat mulia..

    Sy kasih contoh seperti sebutan MASJID..secara bahasa,masjid artinya adalah tempat sujud.ini berarti apapun nama tempatnya, secara bahasa bisa kita sebut masjid, bahkan lapangan terbuka sekalipun yang penting bs buat sujud.. Sedangkan pengertian MASJID menurut ISTILAH adalah tempat suci yang dipergunakan umat islam untuk melaksanakan sholat menghadap qiblat..beda lagi kalo menurut istilah ADAT..ini tergantung persepsi budaya lokal..bisa saja pengertian masjid adalah ; Bangunan yang diatasnya ada kubah dan bintang, dan pengeras suara..orang amerika mungkin beda lagi persepsi bangunan masjidnya dll…

    Intinya…akan terasa janggal dan meragukan kalo ada orang yang mengaku sendiri dirinya adalah orang sholeh apalagi mengaku nabi..AHMAD MUSODDEQ adalah contoh nyata betapa mudahnya orang mengaku nabi dan terbukti ssecara jujur dia menyatakan kekeliruannya..beruntunglah Ahamad Musoddeq diberikan Allah umur panjang dan sekarang bertobat..Bagaiomana dengan MGA ? kalo betul dia mengaku nabi secara istilahi ????semoga Allah mengampuninya,,,..aminnn

    Satu lagi…
    Belajarlah untuk menempatkan setiap kata pada tempatnya..masih banyak orang awam yang belum banyak mnegrti tentang semua hal…kalau tidak…tanpa kita sadari kita akan banyak membuat kekliruan di tengah umat..terlalu berat sangsinya di sisi Allah kawan..terlebih kita tidak sempat mengklarifikasi karena keburu mati…

    Ya Allah bimbinglah kami untuk lebih mengenal-Mu dan ajaran suciMU..Aminnnnnnn

  37. Assalammu’alaikum wbt.

    Adakah Tuan Rumah cuba menyembunyikan sambungan daripada terjemahan Surah An-Nisaa’ ayat 157 di atas:

    [4.157] dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    [4.158] Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    dan bagaimana pula dengan ayat 55 dari Surah Ali-‘Imran (terejemahan) di bawah:

    [3.55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

    Secara peribadi saya berpendapat, istilah ‘wafat’ Isa AS adalah berlainan. Dan bagaimana pula dengan tanda2 besar hari Qiamat; Isa AS akan turun di sebuah kubah putih dan memerangi Dajjal Laknatullah?

    Sila ulas.

    …di mana ada aku, di situ ada DIA…

  38. Ikhwan Mahmudsyah Yth,
    Assalamu’alaikum wr wb.
    Mengenai pertanyaan pertama adakah kami mencoba menyembunyikan atau mengurangi terjemah Qs 4:157, Justeru disinilah kami memberikan terjemahan yang apa adanya, karena kami belum memasukkan tafsir dari kata-kata yang diterjemahkan. Bila kita teliti lebih lanjut maka bunyi ayat tsb adalah sbb:

    “Waqoulihim inna qotallnal masikha ‘isabbna maryama rasulullah, — Dan karena ucapan mereka (Kaum Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Masih Isa ibnu Maryam, Utusan Allah –;

    Wamaa Qotaluuhu — Mereka (kaum yahudi) tak membunuh dia (Isa)–

    wamma solabuuhu — dan tak menyebabkan dia (Isa) mati di salib (kayu palang) —

    wallakinnsubbihalahum — melainkan ditampakkan (Isa) kepada mereka (kaum Yahudi) seperti demikian–

    wainnaladzii nakhtalafuu fiihi lafii tsyakimminhu — Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kematian) itu, mereka berada dalam kebimbangan–

    maalahum bihim min ‘ilmi illatibaa dzhon — mereka tak mempunyai pengetahuan tentang itu, selain hanya mengikuti dugaan;–

    wamaa qotaluuhu yaqinna — dan mereka tak membunuh dia (Isa) dengan yakin.

    Penjelasan dari ayat tersebut adalah; bahwasannya Isa bin Maryam memang jelas-jelas dinaikkan ke kayu palang (sebagian kaum muslimin tidak meyakini yang demikian, maka bertentangan dengan ayat ini), namun pelaksanaan percobaan pernyaliban tersebut tidak berhasil. Kenapa dikatakan demikian, karena maksud DISALIB adalah hukuman kepada seseorang dengan menaikkan dia ke kayu palang hingga mati. Lane Lexicon,dan Tajul Arus memberi arti shalb adalah cara membunuh yang sudah terkenal. Maka nasib Isa bin Maryam yang dinaikkan ke kayu palang dan tak menyebabkan mati, merupakan rencana penyaliban yang gagal yang hal ini dijelaskan oleh Allah pada lanjutan ayat.

    Perlu diketahui bahwasanya kematian dikayu palang merupakan kematian yang hina, dan bila hal ini benar-benar terjadi maka benarlah persangkaan kaum yahudi bahwa Isa bin Maryam adalah Nabi Palsu, namun karena beliau adalah benar-benar Utusan Allah maka Ia diselamatkan oleh Allah. Bandingkan dengan keyakinan Kristen yang justeru dengan kematiannya merupakan dogma dan iman kristen yang dasar dari agama ini. Dan hal ini sangat bertolak belakang dengan keyakinan yesus.

    Penjelasan mengenai penyaliban Isa dan bagaimana setelah peristiwa itu dapat dibaca pada tema penyaliban yang gagal. terimakasih. Wassalamu’alaikum wr wb.

    • BUKTI KEDUA : Kehidupan jasmani tergantung pada makanan dan minuman.

      Tuhan telah menjelaskan bahwa undang-undang-Nya berlaku bukan hanya untuk orang biasa saja namun juga untuk para Nabi, bahwa hidup itu sangat bergantung pada makanan dan minuman:

      *
      1. “Kami tidak mengutus sebelum engkau (wahai Muhammad) setiap Rasul kecuali mereka itu makan-makanan.” (25:20)
      *
      2. “Dan Kami tak membuat mereka (yakni para Nabi) tubuh yang tak makan-makanan.” (21:8)

      Pernah ada riwayat yg menjelaskan tiga manusia yg tertidur di goa selama 300 tahun kalo ukuran manusia biasa pasti mati tapi toh tidak kan.. itu kekuasaan ALLAH SWT apa yg tidak mungkin Bagi Dia di Dunia yg cuma kecil ini

      • Sdr fafalala yth, Perlu dipahami konteks masalah disini yakni, Allah menciptakan manusia itu berdasarkan hukum2 yang telah Allah tetapkan dialam semesta ini (Sunatullah), maka dari itu Qur’an suci menegaskan, manusia2 terpilih yang diutus oleh Allah saja tetap mengikuti hukum2 tersebut dan tidak bisa menghindari ketentuan hukum tersebut. Maka menjadi penting bahwa Qur’an Suci menegaskan secara “Muhkam” bahwa hukum tersebut berlaku dan mengikat siapa saja didunia ini dan tidak bisa terhindar dari padanya. Jika kita kaitkan dengan riwayat Askhabul Kahfi yang anda maksud tentu berlainan konteksnya karena dalam riwayat askhabul kahfi adalah ayat2 mutasyabihat (ayat2 yang mengandung sifat perumpamaan atau kalam ibarat) dan dalam inti riwayat tersebut yang dimaksud adalah bangsa yang dibahas pada 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir dari surat tersebut, untuk lebih mendalami masalah ini bisa di buka Tafsir Qur’an Maulana Muhammad Ali yang bisa didownload pada buku gratis dalam webblog ini. terimakasih, semoga bermanfaat.

  39. Ulasan: Wa’alaikummussalam.. Alhamdulillah. Kesimpulannya, kita dapat lihat jua akan cara ‘kewafatan’ Nabi Isa AS adalah berbeza istilahnya. Saya terpanggil untuk mengulas semula akan pengertian ayat yang saudara lampirkan iaitu:

    “Waqoulihim inna qotallnal masikha ‘isabbna maryama rasulullah, — Dan karena ucapan mereka (Kaum Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Masih Isa ibnu Maryam, Utusan Allah –;”

    Pengertian ayat di atas secara jelas menunjukkan Isa AS telah Allah ‘wafatkan’ dengan cara berbeza dan bukanlah di tiang salib. Dan di dalam kebanyakan tafsiran terjemahan ayat di atas, saya dapat lihat adanya istilah ‘wafat’ di situ dan di sambung pula dengan terjemahan ayat yang seterusnya iaitu:

    “[4.158] Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    Secara peribadi saya melihat bahawa Isa AS ‘dibunuh’ atau ‘diwafatkan’ dengan cara yang hanya Allah mengetahuinya; dan bukanlah dibunuh di kayu salib; kerana baginda telah digantikan Allah dengan org lain (ada yang mengatakan salah seorang muridnya dan ada juga pendapat yang mengatakan ‘org yang mengkhianatinya). Dan sesungguhnya hanya Allah yang mengetahuinya.

    Dan dengan kedatangan ayat seterusnya itu, kita dapat lihat penjelasan dari Allah Ta’ala bahawa Isa AS tidaklah dibunuh melainkan ‘diangkat’ ke langit. Kesimpulannya, Isa AS telah ‘wafat’ di dunia ini dengan cara yang dalam pengetahuan Allah. Dan bukanlah baginda wafat akibat tiang salib itu. Penjelasan ini perlu bagi menolak pengaruh Ahli Kitab yang ingin memesongkan akidah Islamiah hanya dengan memperselisihkan pendapat daripada ayat di atas.

    Namun demikian, terjemahan daripada Surah Ali-‘Imran ayat 55 pula menegaskan:

    [3.55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku…

    Lihat pada istilah ‘akan’. Akan bermaksud belum dilaksanakan tetapi pasti dilaksanakan pada masa yang lain. Di situ juga sudah cukup kita mengerti bahawasanya Isa AS belum lagi sampai ajalnya. Melainkan diangkat Allah ke hadrat-Nya. Dan keyakinan itu adalah bermaksud Diri zahir dan rohaninya jua turut diangkat.

    …di mana ada aku, di situ ada DIA…

  40. Assalamu’alaikum wr wb.
    Ikhwan MahmudShah MY Yth, didalam menafsir ayat yang ikhwan maksud memang beberapa mufasir berbeda pendapat. Akan tetapi kami mengambil tafsiran yang selaras dengan jiwa Al-Quran, yakni suatu ayat yang mutasyabihat sudah seharusnya disandarkan pada ayat yang muhkam. Adapun berbagai penafsiran dari ayat tersebut dapat dibaca pada judul PERSAMAAN & PERBEDAAN AHMADIYAH (LAHORE) DENGAN LAINNYA. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr wb.

  41. katanya apa benar jasadnya telah mati tetapi ruhnya tetap hidup???? alam ruh para nabi dimana yach???

    • Ikhwan fandi Yth, di dalam Al-Quran Allah berfirman “kullu nafsin dza iqotul maut (QS 3:184)” artinya “setiap yang bernyawa akan mengalami mati”. Jadi menurut hukum yang telah ditetapkan Allah dialam semesta (sunatullah) ini setiap makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian secara jasadiyah atau badaniahnya sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melawan hukum ini termasuk para nabi utusan Allah semua mengalami kematian, tidak terkecuali nabi Isa AS. sedangkan berkaitan dengan perkara Ruh, Ruh manusia itu berasal dari Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya, namun tahapan ruh untuk kembali kepada Allah akan melalui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh Allah yakni sebagaimana perjalanan manusia hidup didunia ini secara bertahap dari alam barzah, lalu ke alam dunia, lalu alam kubur dan terakhir alam akherat, kesemuanya itu dilalui setiap ruh manusia dan tidak ada terkecualinya bahkan ruh para nabi sekalipun. Sedangkan yang membeda-bedakan kondisi ruh adalah perbuatan mereka didunia ini, ketika banyak berbuat kebaikan maka ruh itu akan merasa senang dan nyaman (khusnul khatimah) sejak dunia ini hingga masuk ke alam kubur dan hingga diakherat akan masuk syurga dan kembali kepada Allah penuh kegembiraan (ya ayuhannafsul muthmainah irjingi ila rabbi radliatan mardiah, Wahai nafs/jiwa/ruh yang tenang kembalilah kapada Rabb mu dengan tenang/sukacita). Sedangkan orang yang banyak berbuat dosa (su’ul Khatimah) akan menderita sejak didunia ini hingga masuk ke alam kubur hingga sampai diakherat terlebih dahulu mengalami pembersihan di neraka dan setelah kembali suci baru masuk syurga dan kembali kepada Allah SWT. jadi begitulah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dari alam barzakh hingga di dunia ini dan sampai di akherat kelak. Lalu apakah kita yang sudah berada dalam tahapan hidup didunia ini merasakan? Gambaran sederhana dari peristiwa ini adalah tatkala bayi masih berada didalam kandungan ibu, betapa bahagianya dia, ruang sempit yang ada dalam perut itu terasa lapang bahkan untuk jungkir balik, dan beraktifitas sesukanya bayi itu merasa bahwa didalam kandungan itu tempat yang begitu indah dan nyaman sehingga tiba saatnya untuk dilahirkan dan hadir didunia ini sang bayi pun gamang dan menangis sekencang-kencangnya seolah-olah dia meninggalkan tempat yang indah dan hadir ditempat lain yang begitu asing baginya. Akan tetapi dengan berjalannya waktu dapat kita saksikan bayi-bayi yang dahulu kala takut untuk menginjak dunia ini setelah dewasa dan ia harus kembali melanjutkan perjalanannya, seakan gamang dan ketakutan untuk menghadapinya. Didunia seolah-olah akan hidup selamanya, berbuat semaunya dan lupa akan hakikat hidupnya.

  42. Lalu dimana meninggal yh? dimana dimakam kan yh?

  43. saya simak penjelasan artikel ini tentang kematian nabi isa As,,sebelum membukanya dengan hadist,disini jelas sakali anda mengajak untuk memakai logika dimana dijelaskan tentang Sunatulloh,,(ketentuan ALlah).tapi anda lupa kalau nabi Isa itu lahir tanpa percampuran laki2 dengan perempuan,disini jelas sunatullah tidak berlaku,,lalu nabi Isa bebrbicara ketika masih dalam buaian,,dsini skali lagi sunatullah tidak berlaku..jadi kadang Allah menunjukan kebesaran Nya dengan hal yg di luar kewajaran(sunatullah).jadi mengapa kita harus mempertanyakan jika isa diangkat bagaimana dia makan,bagaimana dia beribadah,bagaimana dia minum,,ini pertanyaan yg melecehkan keagungan dan kekuasaan Allah,,,anda pasti tahu bahwa pemuda Ashabul kahfi tidur di goa selama lbh dari 300 tahun..apakah mereka mati????tidak sama sekali,,ini bukti kebesaran Allah…

  44. apakah Nabi Isa as Saat Ini ‘Sedang’ Wafat?

    Sementara itu di kalangan para ulama sendiri masih berkembang perdebatan tentang status kematian beliau. Benarkah nabi Isa as telah wafat, ataukah beliau hidup sekarang ini namun di atas langit.

    Ada ayat Al-Quran yang menyebutkan kematian beliau antara lain adalah:

    Ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku mematikan kamu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku nya yaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu , dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Pada surat Ali Imran ayat 55 di atas juga disebutkan tentang ‘pengangkatan’ beliau. Di mana para ulama kemudian berbeda pendapat tentang yang dimaksud dengan pengangkatan ini. Apakah diangkat derajatnya ataukah diangkat pisiknya.

    Kalau diangkat derajatnya, bukankah semua nabi pun diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Sehingga yang lebih kuat terlintas dalam benak tentang pengangkatan ini adalah pengankatan secara pisik. Dan secara umum, yang namanya diangkat itu adalah ke atas, yaitu ke langit. Pendapat ini kelihatan lebih kuat, yaitu bahwa nabi Isa as diangkat ke langit sebagai sebuah bentuk penyelamatan dari Allah atas upaya pembunuhan.

    Dan kalau dikatakan bahwa saat itu nabi Isa dimatikan Allah SWT, juga kurang tepat. Sebab buat apa Allah SWT menyelamatkannya, tetapi kemudian dimatikan? Yang namanya penyelamatan itu adalah selamat dari kejahatan dan kematian. Sehingga umumnya ulama berpandangan bahwa nabi Isa as tidak wafat dalam peristiwa itu, melainkanbeliau diselamatkan dengan cara diangkat ke langit dan hidup di sana.

    Sampai akhir zaman nanti beliau akan kembali diturunkan ke bumi menjadi bagian dari umat Islam.

    والذي نفسي بيده ليُوشِكَنَّ أن ينزل فيكم ابن مريم حَكَمًا عدلاً مُقْسطًا، فيكسر الصليب، ويقتل الخنزير ويضع الجزية

    Rasulullah SAW bersabda, Demi Allah Yang jiwaku berada di tangan-Nya, nyaris akan segera diturunkan di tengah kalian Isa putera Maryam menjadi hakim yang adil dan menegakkan keadilan. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, menetapkan jizyah.

    Namun semua ini memang menarik banyak kalangan untuk berpendapat,serta ada banyak wacana yang diajukan tentang hal-hal seperti ini. Namun perbedaan pendapat dalam hal seperti ini sama sekali tidak terkait dengan masalah iman yang mendasar, lebih merupakan masalah tambahan yang bersifat informatif. Untuk itu Anda boleh membaca beberapa kita yang menampung sekian banyak versi penafsiran tentang keadaan Nabi Isa as di dalam kitab Syarah Az-Zarqani ‘ala Mawabih Al-Ladunniyyah dan juga kitab At-Taudhih fi Tawatur Ma Jaa’a fi Muntazhar wa Ad-Dajjal wa Al-Masih karya Asy-Syaukani.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  45. asw. maaf situs ini punya teman2 ahmadiyah ya? syukron

  46. Alhamdulillahi rabbil al amin……komentar, debat, diskusi maupun dialog mengenai pemahaman Islam betul-betul dapat menambah wawasan bagi siapapun yang mau mengikuti di situs ini…….

    Terima kasih kepada segenap kawan-kawan para pengunjung di situs ini dan khususnya tim redaksistudiislam yang tanpa kenal lelah selalu melayani para musafir ilmu, dan saling berinteraksi dalam mengelola situs ini…., pemahaman saya bertambah dan merasa harus banyak belajar lagi

  47. tidak ada yang hidup kekal abadi .,,,.
    hanya ALLAH lah yang kekal abadi

  48. Ya semoga kaum muslimim mengetahui kebenaran tentang Isa di alam sana………..Isa mengalami 3 hal sesuai Alquran : KELAHIRAN …KEMATIAN….DAN KEBANGKITAN

    وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal, dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali.
    Sura Maryam 19:33,

    Dalam Sura 3:54-55 kita membaca:
    وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
    إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu-daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ingatlah) ketika Allah berfirman: ”Hai Isa, sesungguhnya kami akan menyampaikan Kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat Kamu kepadaKu serta membersihkan Kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti Kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembaliMu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya.”

  49. Memang benar bahwa ada beberapa keterangan saling berbeda tentang wafat atau dinaikkannya nabi Isa alaihissalam. Bahkan di dalam Al-Quran sendiri secara sepintas terdapat tiga keterangan, dimana satu sama lain sepintas terkesan saling berbeda.

    Maka wajar bila banyak orang yang agak dibikin bingung dengan hal ini. Bahkan para mufassirin sekali pun masih berbeda pendapat dalam masalah yang satu ini. Dan semua ini normal saja, karena yang namanya ijtihad bukan barang asing di dalam khazanah keilmuan Islam.

    Namun kita tidak perlu khawatir, sebab masalah ini tidak terkait dengan masalah keimanan yang fundamental, melainkan lebih kepada tsaqafah yang bersifat umum. Perbedaan pendapat atau ketidak-tahuan akan masalah ini, sama sekali tidak akan mempengaruhi syahadat dan iman kita kepada agama ini.

    Meski tidak terkait dengan urusan masalah iman yang paling fundamental, tidak ada salahnya kita ikut mengkaji beberapa kitab tafsir, untuk sekedar mengetahui adanya perbedaan pendapat itu di kalanganpara ulama.

    Ketiga ayat yang terkesan berbeda itu adalah:

    (Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS Ali Imran: 55)

    Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS An-Nisa: 58)

    Yang dimaksud Allah mematikan nabi Isa ‘alaihissalam dalam ayat ini adalah pada saat kiamat datang nanti. Di mana semua makhluk yang bernyawa akan menghadapi kematian pada akhirnya.

    Sedangkan ayat pertama dan kedua, memberikan penjelasan bahwa nabi Isa alaihissalam itu tidak dibunuh oleh para Yahudi. Juga menegaskan bahwa beliau tidak pernah disalib, seperti keyakinan para Nasrani di zaman sekarang ini. Semoga Allah menyadarkan mereka.

    Khusus ayat pertama, para ulama berbeda pendapat tentang masalah pengangkatan dan pewafatan beliau. Manakah yang lebih dahulu, apakah diangkat terlebih dahulu baru diwafatkan, ataukah sebaliknya.

    Mengapa demikian?

    Sebab menurut para mufassir, antara wafat dan pengangkatan dalam ayat itu dihubungkan dengan harfu-‘athf yaitu al-waw. Huruf ini tidak secara eksplisit bermakna urutan kejadian, melainkan bisa saja keduanya adalah satu kesatuan.

    Dengan demikian, ada pendapat di kalangan mufassirin bahwa nabi Isa diangkat ke langit terlebih dahulu, baru diwafatkan. Baik diwafatkan saat di langit itu, atau bisa saja diwafatkan nanti pada hati kiamat, di mana semua orang juga akan diwafatkan.

    Sementara itu juga ada pendapat di kalangan mufassirin yang mengatakan bahwa nabi Isa diwafatkan terlebih dahulu baru diangkat ke langit. Namun makna diwafatkan di dalam ayat itu bukan wafat sebenarnya, melainkan hanya dibuat tertidur.

    Penafsiran makna wafat menjadi tidur bukan sekedar mengada-ada, lantaran di dalam Al-Quran Allah menjelaskan hal tersebut, seperti yang terdapat dalam ayat-ayat berikut ini:

    Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS Az-Zumar: 42)

    Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS Al-An’am: 60)

    Mengapa mereka menafsirkan bukan wafat sesungguhnya, melainkan hanya ditidurkan?

    Sebab bila diwafatkan dulu baru diangkat ke langit, agak mengusik logika. Bukankah Allah melakukan semua itu dalam rangka menyelamatkan beliau dari upaya pembunuhan? Lalu mengapa dimatikan? Bukankah tujuan penyelamatan itu agar terhindar dari kematian?

    Di sisi lain, kita juga mendapatkan riwayat dari sumber yang shahih, keterangan tentang akan turunnya nabi Isa kembali ke muka bumi. Yaitu pada saat menjelang terjadinya hari kiamat. Keterangan ini adlah hadits yang derajat keshahihannya disepakati oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, penyusun kitab tershahih kedua dan ketiga setelah Al-Quran.

    Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, nyaris akan segera turun Nabi Isa kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Maka beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, menetapkan jizyah, dan harta akan berlimpah sehingga tidak ada seorangpun yang akan menerimanya.” (HR Bukhari dan Musim).

    Bila hadits ini dikaitkan dengan ayat-ayat di atas, maka gambaran yang paling dekat adalah bahwa beliau alaihissalam belum dimatikan, namun ada di atas.

    Perbedaan Pendapat tentang Makna Pengangkatan

    Para ulama tafsir juga berbeda pendapat tentang makna pengangkatan, apakah maksudnya beliau diangkat ke langit ataukah diangkat derajatnya.

    Ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa beliau bukan dinaikkan ke langit, melainkan ditinggikan derajatnya saja. Namun pendapat ini dibantah, lantaran semua nabi pun juga diangkat derajatnya. Sehingga untuk apa Allah menyebutkan secara khusus tentang pengangkatan Nabi Isa?

    Sebagian lagi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pengangkatan itu adalah diangkatnya jasad beliau ke atas. Dalam hal ini kalau dikatakan ‘atas’ biasanya adalah langit. Namun tidak ada kejelasan yang pasti, apakah yang dimaksud itu di dalam atmosfir bumi, di luar atmoster, di lingkungan tata surya (solar system), di lingkungan galaksi kita atau mungkin saja jauh di luar dari galaksi kita.Semua nash Al-Quran menyebutkan semua wilayah itu dengan satu ungkapan, yaitu langit.

    Tetap Sebuah Perbedaan

    Namun yang harus kita sadari adalah bahwa sebanyak apapun perbedaan yang berkembang di tengah para ulama, ada beberapa hal yang perlu kita ingat.

    1. Semua perbedaan pendapat itu berangkat dari dalil yang shahih, Baik Al-Quran maupun sunnah. Seandainya terjadi perbedaan pendapat, bukan karena kesalahan dalilnya, melainkan kekurangan para ulam dalam memahaminya.

    2. Semua yang diperdebatkan ini sama sekali jauh dari lingkaran wilayah keimanan yang mendasar, sehingga pendapat manapun yang kita pilih, selama masih dilandasi sumber-sumber yang shahih, tidak akan menggugurkan iman.

    3. Untuk lebih mendalam lagi pembahasan ini, silahkan anda buka kitab At-Taudhih fi Tawatur Maa Jaa’a fi Al-Muntadhzar Waddajjal Walmasih, karya Al-Imam Asy-Syaukani. Juga kitab Syarah Az-Zarqani’ala Al-Mawahib Al-Ladunniyah jiid 1 halaman 34 dan 35.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    • Assalamualaikum wr wb,
      ikhwan dan ukhti yth pengunjung web kami, kami setuju dengan pendapat ikhwan jawara bahwasannya persoalan Nabi Isa AS bukanlah masalah pokok dalam iman islam kita, karena memang para mufasir pun dari zaman salafus salih berbeda pendapat dalam masalah ini yang tidak menyebabkan rusaknya iman seseorang jika berbeda pendapat antara madzab yang satu dengan madzab yang lain sehingga kita tidak perlu risau. akan tetapi sebaiknya perbedaan itu kita ambil hikmahnya yakni akan semakin memacu kita untuk belajar mempelajarinya sehingga semakin menambah kuat dan tegaknya iman kita. tak ada manfaatnya jika perbedaan itu justru mendatangkan mudharat karena sejatinya yang diminta oleh Allah ta’ala adalah dengan perbedaan semakin menambah semangat kita untuk berlomba lomba dalam kebajikan.
      Pada dasarnya apa yang dikemukakan oleh Gerakan Ahmadiyah telah disampaikan oleh para ulama salaf dan GAI berusaha mendudukan pemahaman kita berdasar ayat-ayat Quran Suci. Dasarnya adalah dalam QS. 3:7 sbb “Dia ialah yang menurunkan Kitab kepada engkau; sebagian ayat-ayatnya bersifat menentukan (mukhamat) – inilah landasan Kitab – dan yang lain bersifat ibarat (mutasyabihat). Adapun orang yang hatinya busuk, mereka mengikuti bagian yang bersifat ibarat, karena ingin menyesatkan dan ingin memberi tafsir (sendiri). Dan tak ada yang tahu tafsirnya selain Allah, dan orang yang kuat sekali ilmunya, mereka berkata: kami beriman kepadanya, semua ini adalah dari Tuhan kami. Dan tak ada yang mau berfikir, selain orang yang mempunyai akal. ” untuk lebih jelasnya dasar dasar pemahaman yang dikemukakan oleh GAI adalah sbb:
      1. Penafsiran ayat mutasyabihat tidak boleh bertentangan dengan ayat muhkamat, dan ayat muhkamat ini menjadi hakim dari semua ayat-ayat yang lainnya.
      2. Ayat yang berbeda dan seolah olah bertentangan pada dasarnya tidak bertentangan hanya cara pemahaman kita saja yang belum sampai untuk memahami ayat tersebut karena ayat Quran Suci itu mutlak kebenarannya sedengkan pemikiran atau pemahaman seseorang bisa keliru atau salah karena faktor ilmu, kondisi keadaan zaman dll, sehingga semakin majunya ilmu pengetahuan akan semakin membuka hijab rahasia ayat-ayat Al Quran.
      3. kata-kata hadist sesahih apapun harus tunduk kepada ayat suci Al-Quran dan tidak bisa hadist menghakimi Al-Quran.
      untuk lebih jelasnya cara penafsiran ayatdapat dibaca disini.
      Sedangkan yang berkaitan dengan Nabi Isa AS. dapat dibaca disini dan disini.
      Demikian semoga bermanfaat, terimakasih
      Wassalam wrwb

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: