Jawaban Atas Fitnah Atas HMGA

Oleh:Erwan 

Dalam Majalah Sabili ada tertulis

Mirza Ghulam Ahmad, muncul di akhir 1800-awal 1900an. ‘Diangkat’ menjadi nabi oleh Inggris dengan agama Ahmadiyah (ndompleng Islam tapinya) di akhir hayatnya mati sakit di kamar mandi (beberapa sumber menyatakan di wc) dengan kondisi menyedihkan

Jawaban:

Isi tulisan itu adalah rangkaian yang wajar dari fitnah-fitnah yang beredar lalu dirangkai menjadi satu. Namun yang tidak wajar adalah kebenaran isi itu bila ditinjau dari kenyataannya.

1. Bagaimana kondisi wafatnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?,

Pada tanggal 25 maret 1908 jam 10 malam tiba-tiba dia merasa sakit, terserang diarrhoea, dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya jam 10 pagi tanggal 26 Maret 1908, sakitnya pun seperti yang sertifikat yang dikeluarkan oleh Civil Surgeon of Lahore, bukan karena wabah penyakit menular atau apapun, dan karena sertifikat inilah Jenazah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad diizinkan oleh otoritas, untuk dibawa dan dimakamkan di Qadiyan (sumber: http://www.muslim.org/books/f-ahm-mv/ch7.htm )

2. Benarkah dia antek-antek Inggris?

Hingga kini tuduhan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad belum bisa dibuktikan. Tidak ada arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad merupakan kaki tangan pihak Inggris yang ada justru sebaliknya, karena pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi pihak Inggris senantiasa menaruh curiga terhadap Jemaatnya yakni dengan cara:

  1. menaruh intel 2xnya di Qadian dan berpura-pura menjadi salah seorang Jemaatnya
  2. Surat-suratnya senantiasa di sensor terlebih dahulu
  3. Para pendatang dan yang keluar dari Qadian senantiasa dicatat dan dilaporkan ke Pemerintah. (sumber: http://aaiil.org/text/books/others/naseerahmadfaruqui/ahmadiyyatserviceislam/othercharges.shtml )

Lagipula bagaimana mungkin Hazrat Mirza Ghulam Ahmad merupakan antek-antek Inggris bila dia mengatakan bahwa Inggris merupakan Dajjal yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Suci dan kepada umat Islam hendaknya memeranginya?

3. Tuduhan dakwahan sebagai Nabi dan Rasul

Untuk melihat permasalahan ini hendaklah dilihat dari sudut pandang ramalan Nabi Suci bahwa diakhir zaman akan turun “Nabi Isa”  yang akan memenangkan perkara Islam dan mengalahkan Dajjal. Disini keyakinan segenap kaum Ahmadi berdasarkan Quran Suci dan Hadits bahwasannya Nabi Isa telah wafat, dan yang Al-masih yang dijanjikan itu merupakan salah seorang Imam dari umat Islam itu sendiri (kaifa antum idza nazalal ibnumaryama minkum wa imamukum minkum Bagaimana keadaan kamu semua bila turun Ibnu Maryam diantara kamu dan merupakan imam kamu dari kamu sendiri Hr Bukhari). Karena itu istilah-istilah nabi dan rasul, hendaklah dilihat dari kacamata Ijtihad Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dalam rangka mensinkronisasikan kenyataan bahwa:

  1. Banyak penjelasan dalam Qur’an Suci sebagai sumber hukum tertinggi dalam Islam yang menyatakan bahwa Nabi Isa telah wafat, dan orang yang telah wafat tidak mungkin hidup kembali
  2. Kalimat Khataman-Nabiyyin (Penutup para nabi) tertulis jelas dalam Quran Suci sebagai sumber hukum tertinggi dalam Islam dan diartikan sendiri oleh banyak Sabda Nabi Suci sebagai La Nabiyya Ba’di Tidak ada lagi nabi setelah ku
  3. Nuzulul Masih hanya terdapat dalam Hadits

Artinya karena posisi Qur’an Suci harus berada diatas Hadits , maka apapun arti yang dikenakan dalam memahami hadits-hadits nuzulul masih itu tidak boleh menyimpang dari apa yang telah dijelaskan secara terang benderang yang terdapat dalam Qur’an Suci bahwa:

  1. Nabi Isa telah wafat, dan orang yang telah wafat tidak mungkin hidup kembali
  2. Nabi Suci Muhammad merupakan Khataman nabiyyin, yakni penutup para nabi/ nabi terakhir

Karena landasan kedua dalil muhkamat diatas itulah makanya, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dan segenap kaum ahmadi meyakini bahwa nuzulul masih itu bukanlah Nabi Isa yang dahulu diutus kepada Bani Israel, karena selain telah wafat, Nabi Isa merupakan Nabi & Rasul dan dinding Khataman Nabiyyin telah menghalanginya untuk datang. Karena itu Ramalan Nuzulul Masih itu tiada lain salah seorang Imam dari kalangan umat nabi Muhammad (Umat Islam) hal ini dijelaskan dalam hadits dengan kata-kata Imamukum minkum (Bukhari) dan Fa ammakum minkum (Muslim). Setelah masalah pertama selesai maka persoalan kedua datang, yakni apakah Nuzulul Masih –yang merupakan Imam dari umat islam– itu nabi?, (mengingat dalam hadits yang disampaikan oleh ibn Saman dan diriwayatkan oleh Muslim menyebutkan kata-kata Nabiyullah untuk Al Masih-nya umat Islam). Nah, kata ‘nabi’ untuk Al-Masih yang dijanjikan inilah yang ditafsirkan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai

  1. Nabi dan Rasul dalam arti kamus (tata bahasa/etimologi): yakni ‘Nabi’ artinya orang yang mendapatkan An-naba, dan Rasul secara etimologi berarti ‘orang yang diutus’
  2. Nabi dalam literatur Sufi, yakni Nabi Zilli, Nabi Buruz, Nabi Ghair Mustaqil, Nabi Ghair Syari’at, Nabi Majazi, Nabi wa Ummati. Namun kesemua itu merujuk kepada Wali dan Muhaddats (orang yang kepadanya Allah berkenan ber mutakallim, meskipun bukan nabi)

Namun pada hakikatnya kesemua itu bukanlah Nabi dalam artian yang sesungguhnya, berikut penjelasan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad:

Do not level false allegations against me that I have claimed to be a prophet in the real sense. Have you not read that a muhaddas [saint] too is a mursal [messenger]?… It is true that, in the revelation which God has sent upon this servant, the words nabi, rasul and mursal occur about myself quite frequently. However, they do not bear their real sense. …

We believe and acknowledge that, according to the real meaning of nubuwwat [prophethood], after the Holy Prophet Muhammad no new or former prophet can come. The Holy Quran forbids the appearance of any such prophets. But in a metaphorical sense God can call any recipient of revelation as nabi or mursal. Have you not read those Sayings of the Holy Prophet in which occur the words: rasulu rasul-illah ['messenger of the Messenger of God']? The Arabs to this day call even the message-bearer of a man as a rasul, so why is it forbidden for God to use the word mursal [messenger] in a metaphorical sense too?…

“I say it repeatedly that these words rasul and mursal and nabi undoubtedly occur about me in my revelation from God, but they do not bear their real meanings. And just as these do not, similarly the Promised Messiah being called nabi in Hadith is not meant in a real sense. This is the knowledge which God has given me. Let him understand, who will. This very thing has been disclosed to me that the doors of real prophethood are fully closed after the Khatam an-nabiyyin, the Holy Prophet Muhammad. According to the real meaning, no new prophet nor an ancient prophet can now come.” (Siraj Munir, pages 2 - 3, published March 1897). Dikutip dari http://www.muslim.org/noclaim/state3.htm

karena itulah HANYA Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dan para muridnya yang setia yakni Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam Lahore yang berpendapat bahwa, Nabi Suci Muhammad saw adalah khataman-nabiyyin yang berarti nabi terakhir dalam artian tidak akan datang lagi baik nabi baru maupun nabi lama disamping tetap mempercayai sepenuhnya hadits-hadits tentang kedatangan Al Masih di akhir zaman

25 Responses to “Jawaban Atas Fitnah Atas HMGA”

  1. Assalamualaikum wr wb,
    Jika tidak ada persamaan dgn Nabi Isa sama sekali baik dilihat dari sifat maupun fisik
    Kenapa beliau dikatakan sbg Nabi Isa yang dijanjikan?
    Wassalam,

  2. Seorang nabi dikatakan palsu apabila nubuwah2nya tidak tejadi..
    Seorang rosul dikatakan palsu apabila dia tidak berhasil menegakkan Diin Allah diatas semua diin-diin di muka bumi ini…
    Lalu bagaimana dengan Mirza Ghulam?

  3. Mas Alif:

    Assalamualaikum wr wb,
    Jika tidak ada persamaan dgn Nabi Isa sama sekali baik dilihat dari sifat maupun fisik
    Kenapa beliau dikatakan sbg Nabi Isa yang dijanjikan?
    Wassalam,

    1. Dibangkitkan ketika kondisi umat Islam seperti umat Yahudi
    2. Nabi Isa Dibangkitkan 14 abad setelah Nabi Musa sedangkan HMGA dibangkitkan 14 abad setelah Nabi Muhammad
    3. Sebagian besar umat Yahudi menolak kedatangan Nabi Isa Al Masih, begitupula dengan Umat Islam sebagian besar menolak HMGA
    4. Pecahnya pengikut Nabi Isa as, sebagian besar pengikut Nabi Isa menuhankan Nabi Isa, meskipun Nabi Isa tidak pernah mendakwahkan diri sebagai Tuhan dalam artian Hakiki. Begitupula sebagian besar pengikut HMGA menabikan beliau, mesikipun beliau tidak pernah mendakwahkan diri sebagai Nabi Hakiki
    5. Umat Yahudi mencurigai Nabi Isa sebagai orang yang memihak kepada kepentingan penjajah(bangsa Romawi) begitupula dengan umat Islam mencurigai memihak kepada penjajah (Inggris)

    Mas Thogut

    Seorang nabi dikatakan palsu apabila nubuwah2nya tidak tejadi..
    Seorang rosul dikatakan palsu apabila dia tidak berhasil menegakkan Diin Allah diatas semua diin-diin di muka bumi ini…
    Lalu bagaimana dengan Mirza Ghulam?

    Setiap pernyataan, lalu pernyataan palsu itu disandarkan kepada Allah maka tentunya Allah akan memotong urat nadi lehernya

    Dan sekiranya ia membuat-buat sesuatu cerita melawan Kami, Niscaya ia akan Kami tangkap dengan tangan kanan, Lalu Kami potong urat jantungnya. Dan tak seorang pun di antara kamu dapat menahan Kami dari dia. Dan sesungguhnya itu Peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa (69:44-48)
    Kini sejak HMGA mendakwahkan diri sebagai Mujaddid, berhasil melewati masa 23 tahun (usia kenabian Nabi Suci adalah 23 tahun), tentunya apa yang dia dakwahkan bukanlah suatu kebohongan

  4. Mas Erwan, bagaimana mungkin sama seorang dgn pangkat keNabian dgn seorang mujadid (menurut Lahore) walaupun sama2 dibangkitkan 14 abad?
    Anda malah meyamakan pecahnya kaum kristen yang menyembah sbg Tuhan disamakan dgn qadian yang menganggap HMGA sbg Nabi itu adalah fitnah yang luar biasa mas…Apakah menurut anda ada persamaan ‘menyembah nabi’ itu dgn ‘menganggap nabi’ padahal orang tsb memang mengaku sbg nabi..
    Justru menurut saya LAhore itu ibarat sama dgn kaum syiah ketika mereka tidak mengakui kekhalifahan yang tiga karena ingin berebut kekuasaan bahkan sampai sekarang mereka benci kpd 3 khalifah ..dan Alhamdulillah bahwa sunnatullah akan senantiasa berlaku sampai kiamat…
    wassalam,

  5. Oh bukan, maksud saya pada point 4 adalah pecahnya ke dua kelompok karena pengikut Paulus tidak bisa membedakan ayat-ayat yang sifatnya mutasyabihat (multitafsir) dengan ayat-ayat yang muhkamat. Begitupula dengan Jemaat Qadiyan, ucapan-ucapan HMGA yang sifatnya multitafsir dijadikan landasan (muhkamat) untuk kepentingan kekhalifahan Qadiyan, bila terbukti HMGA itu bukan nabi maka atas dasar apa kekhalifahan otoriter Qadiyan itu berdiri????

  6. Apakah pernah HMGA memakai kata2 Mustasyabihat dan Muhkamat spt layaknya ALlah dlm menjelaskan sesuatu kepada murid2 nya…?

  7. Justru adanya kekhalifahan yang hampir berusia 100 tahun sekarang ini membuktikan bahwa beliau adalah seorang Nabi, karena memang sudah sunatullah bahwa para nabi akan diteruskan dgn sistem kekhalifahan, dan kekhalifahan qadian sudah sesuai dgn literatur Islam dan sudah dinubuatkan dlm hadist Nabi…

    Pertanyaan dibalik buat anda: Jika HMGA bukan Nabi (mujadid) atas dasar apa Lahore membentuk sistem Anjuman sbg pengganti HMGA (Khalifah) karena tidak pernah dikenal sebelumnya dalam litertaur Islam…

  8. Mas Alif:

    Pertanyaan dibalik buat anda: Jika HMGA bukan Nabi (mujadid) atas dasar apa Lahore membentuk sistem Anjuman sbg pengganti HMGA (Khalifah) karena tidak pernah dikenal sebelumnya dalam litertaur Islam

    Atas dasar ucapan HMGA sendiri bahwa sepeninggal beliau yang menggantikan adalah Anjuman

    “If Allah wills, this system will continue to function after the death of us all. For this purpose, an Anjuman is required which shall spend, as it determines fit, the funds which shall accumulate from this income, coming in from time to time, on proclaiming the teachings of Islam and propagating the message of the Oneness of God.”
    Al-Wasiyya, published December 1905, p. 17.

    Dalam apendix no 13 tertulis:
    “13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”

    Jelas sekali bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang merupakan Khalifah yang diangkat oleh Allah, menyatakan bahwa penerusnya adalah Anjuman

  9. Mas ALif:

    Apakah pernah HMGA memakai kata2 Mustasyabihat dan Muhkamat spt layaknya ALlah dlm menjelaskan sesuatu kepada murid2 nya…?

    Dalam segala hal dan bahasa istilah-istilah yang multi tafsir (Mutasyabihat) susah untuk dihindari, contohnya ketika ada tulisan “Akhirnya Koruptur itu berhasil diseret kepengadilan” didalam benak anak-anak karena tidak memahami arti diseret secara mutasyabihat maka yang tergambar adalah sang koruptor merupakan Kambing. Begitupula dengan perkataan HMGA tentang Nabi dan Rasul, betapa beliau sering mengatakan bahwa ucapan Nabi dan Rasul itu hanya dalam istilah Lughawinya saja (Etimologi) bukan dalam artian yang sebenarnya (Terminologi Islam)

  10. Kalo begitu siapa orang yang menjadi anjuman /khalifah sebelum MBA ?
    dan knapa Nuruddin mengaku2 sbg Khalifah jika begitu? bisa dijelaskan?

  11. Setelah menulis buku Al Wasiyat pada 6 Januari 1906 HMGA mendirikan Anjuman yang dipersiapkan bila kelak dia wafat, Anjuman itu terdiri dari:

    1. Maulana Nur-ud-Din — President
    2. Maulana Muhammad Ali — Secretary
    3. Khwaja Kamal-ud-Din — Legal Advisor
    4. Maulana Syed Muhammad Ahsan of Amroha
    5. Mirza Bashir-ud-Din Mahmud Ahmad
    6. Nawab Muhammad Ali Khan of Malir Kotla
    7. Seth Abdur Rahman of Madras
    8. Maulana Ghulam Hasan Khan of Peshawar
    9. Mir Hamid Shah of Sailkot
    10. Shaikh Rahmatullah of Lahore
    11. Dr. Mirza Yaqub Baig of Lahore
    12. Dr. Syed Muhammad Husain Shah of Lahore
    13. Dr. Khalifa Rashid-ud-Din
    14. Dr. Mir Muhammad Ismail

    Dalam batas tertentu ketua dari Anjuman bisa juga diterapkan kata Khalifa, dan dalam artian ini Lahore menerima Hazrat Nuruddin sebagai Khalifa, namun penyelewengan makna terjadi ketika BMA terpilih menjadi ketua Anjuman, berbalik dia merasa sebagai salah satu dari Khalifah dalam surat 24:55, padahal khalifah dalam surat tsb adalah Khalifa Nabi Suci yang diangkat oleh Allah. Untuk lebih jelasnya silahkan baca di: http://www.muslim.org/qadis/faqq-1.htm

  12. mas Erwan,
    Alasan tsb hanya untuk memfitnah BMA saja..
    Memangnya khalifah itu dipilih oleh siapa mas?
    Bukankah khalifah itu sebenarnya dipilih oleh Tuhan
    Wassalam

  13. Khalifah yang dimaksud dalam 24:55 adalah janji Tuhan bahwa Allah akan mengangkat seorang Khalifah sebagaimana Allah juga mengangkat Khalifah dalam Bani Israel.

    Sedangkan Khalifah Sekte Qadiyan itu dipilih berdasarkan musyawarah dan kesepakatan manusia.

  14. Lalu apakah khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, ALi Ra juga tidak dipilih oleh Tuhan?

  15. Mari kita baca apa akat Khalifah Masih I Nuruddin ra yang juga dianggap khalifah oleh MMA
    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)

    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)

    Jelas sekali khalifah Masih itu diangkat oleh Tuhan…

  16. Memang saya memaklumi keinginan MMA untuk menjadi seorang khalifah Masih ke II, disamping krn beliau adalah murid senior HMGA juga adalah sbg sekretaris anjuman..hanya sayang mungkin Allah belum berkehendak..
    dan karena tidak terpilihnya beliau menjadi khalifah maka terpilihlah seorang anak yang masih hijau (anggapan MMA) yaitu Basiruddin Mahmud Ahmad ra menjadi khalifah ke 2, tapi justru ditangan beliaulah Ahmadiyah telah berkembang pesat ke seluruh dunia sesuai nubuwatan HMGA melalui wahyunya bahwa ajarannya akan menyebar ke seluruh pelosok dunia, bukankah itu membuktikan bahwa BMA memang dipilih oleh Allah sbg Khalifah Masih ke II? sekarang anda boleh bandingkan antara qadian dan Lahore baik kualitas dan kuantitasnya..
    Mana yang menurut anda yang menjadi perwujudan wahyu2 dan nubuwatan HMGA tsb?

    Karena merasa sbg senior dan tidak terpilihnya sbg khalifah itulah konsekwensi yang diambil oleh MMA adalah
    tidak mengakui kekhalifaha ke 2 dan konsekwensi tsb mengakibatkan beliau HARUS meninggalkan ajaran2 HMGA.

    Pertama masalah kekhalifahan yang tidak diakuinya namun sayang beliau terlanjur mengakui kekhalifahan I dan berbaiat kpdnya. sesuatu hal yang tidak bisa dipungkiri kenyataannya. dgn dibuatlah alasan2 yang tidak masuk akal spt beliau terpaksa berbaiat kpd khalifah I untuk menjaga keutuhan jemaat padahal pada waktu itu semua tahu kalau jemaat pada waktu itu masih solid belum lahir adanya perbedaan2.
    anggaplah alasan tsb diterima maka bisa dipastikan bahwa MMA telah bersebrangan dgn khalifah pertama bukan khalifah kedua padahal khalifah pertama ditunjuk oleh HMGA sendiri.

    Kedua karena kekhalifahan tidak diakui maka konsekwensinya masalah kenabian tanpa syariat HMGA yang harus di tanggalkan dgn begitu tidak boleh ada sistim kekhalifahan
    dan menuduh qadian memakai sistim kekhalifahan otoriter, padahal Lahore sendiri memakai sistem presiden yang bertindak bagai seorang khalifah..

    Ketiga karena MMA menganggap HMGA bukan Nabi maka konsekwensinya adalah dgn memfitnah BMA khalifah ke II terpilih dgn selalu menghadirkan masalah pentakfiran..

    Akibat dari konsekwensi2 diatas maka selanjutnya timbulah gagasan gagasan yang tidak pernah diajarkan baik oleh HMGA maupun oleh Rasulullah (bid’ah) hanya untuk sekedar menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh J/A

    bahkan yang lebih aneh adalah bisa-bisanya seorang lahore duduk manis dgn orang-orang yang sering menhujat Imam Mahdinya tapi tidak bisa duduk manis dgn orang-orang qadian/JA…bahkan mengatakan qadian diluar Islam (nauzubillah)

    Alhamdulillah J/A berada di jalur sunnah Nabi dan sahabat2 dgn banyaknya persekusi yang dialaminya
    dahulupun Nabi dan sahabat dikejar-kejar, dilempari batu, dihancurkan tempat ibadahnya, disesatkan dll.
    J/A tidak pernah membuat bid’ah2
    adanya berkat khilafat yang menaungi orang2 J/A

    Terakhir karena anda telah menganggap J/A diluar Islam maka saya ucapkan terima kasih atas kesediaan anda berdiskusi dgn saya..
    wassalam,

  17. Mas Alif

    Mari kita baca apa akat Khalifah Masih I Nuruddin ra yang juga dianggap khalifah oleh MMA
    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)

    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)

    Jelas sekali khalifah Masih itu diangkat oleh Tuhan…

    Yah memang, Anjuman itu dibentuk oleh HMGA, penunjukan jabatannya pun langsung ditunjuk oleh HMGA pada tahun 1905, dan besar kemungkinan penunjukan HMGA itu berdasarkan Wahyu Ilahi, jadi tidak ada yang salah dengan pernyataan Maulana Nuruddin. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika HMGA telah wafat, apakah pengangkatan BMA itu berdasarkan Wahyu Ilahi?, yang saya tahu tidak demikian adanya

  18. MMA sama sekali tidak pernah berhasrat menjadi pemimpin, hujatan ini sama halnya dengan hujatan orang-orang Syiah yang menuduh sama persis kepada Abu Bakar, Umar dan Utsman, yang terkesan haus sekali dengan kekuasaan. Komentar Mas Alif terlihat jelas kontradiktifnya. BIla memang MMA itu sakit hati, maka tentunya dia akan membangun suatu kerajaan yang sama persis dengan Qadiyani, yakni membangun otoriter Khalifah. Dan tentunya Issue yang dikeluarkan bukanlah masalah doktrin. Apalah artinya posisi pada ketua Anjuman dibandingkan otoriter Khalifah?? dengan gelimangan Harta yang segala bentuk kekuasaan berada pada Khalifah, bukan berada kepada keputusan Anjuman???. Masalah Baiat Ulang sudah pernah saya bahas, yakni untuk menyelamatkan perpecahan dalam Kubu Ahmadiyah, karena tokh dalam Al-wasyiat tidak ada pernyataan sama sekali tentang Bai’at Ulang kepada Pemimpin yang baru.
    Masalah Kenabian HMGA dan takfirul Muslimin adalah sumber kesesatan BMA dan Qadiyani, Sayyid Ahsan Amroha, salah satu sahabat dekat HMGA juga menyatakan hal yang sama. Dan juga seluruh 70 orang sahabat HMGA yang bai’at sebelum tahun 1901 juga menyatakan hal yang sama Lihat disini .
    Jadinya Mas ALif, bukan masalah MA tidak terpilih menjadi Khalifah/Amir, melainkan karena memang BMA itu dimata para Sahabat HMGA lainnya telah sesat, bahkan Sayyid Ahsan Amroha menyatakan bahwa

    Seluruh doktrin tersebut adalah sumber kerusakan didalam agama Islam, dan merupakan tugas setiap Ahmadi untuk berdiri dan menentang doktrin tersebut.

  19. pertanyaan sana buat anda
    Apakah ABu Bakar, Umar, Usman dan Ali tidak dipilih oleh Allah?

    Akhirnya anda mengakui bahwa Nuruddin itu adalah seorang khalifatul masih pilihan Allah melalui wahyu kpd HMGA
    lalu bagaimana dgn yang 13 orang lagi kalau khalifah itu dipimpin oleh 14 orang anjuman?

    Nyatalah bahwa kahlifah itu harus dipimpin oleh seorang bukan 14 orang seperti anda bilang…
    Mengenai pentakfiran:
    Coba anda komentari fatwa dari MMA yang mengatakan The great liar bagi orang2 yang tidak mengakui kenabian HMGA bahkan menyebut sama sbg kaum kristian (diluar Islam)

    Bagaimana mungkin anda dalam posisi menentang doktrin yang memang sudah tercantum dlm qur’an (baca An Nissa ayat 150-151)? bahkan anda berdiri diatas hujah-hujah yang rapuh karena hujah tsb cuma hujah berisi fitnah saja kpd BMA…
    Buktinya tidak ada dlm sejarah bahwa seorang Ahmadi Lahore berhasil dgn tugasnya tsb…

  20. Mas Alif:

    pertanyaan sana buat anda
    Apakah ABu Bakar, Umar, Usman dan Ali tidak dipilih oleh Allah?

    Dari sejarah buku yang saya baca, Khulfaur Rasyidin itu terpilih secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

    Mas Alif:

    Akhirnya anda mengakui bahwa Nuruddin itu adalah seorang khalifatul masih pilihan Allah melalui wahyu kpd HMGA
    lalu bagaimana dgn yang 13 orang lagi kalau khalifah itu dipimpin oleh 14 orang anjuman?

    Saya membicarakan secara Anjuman, yakni yang berisi 14 orang. Besar kemungkinan (saya katakan kemungkinan, karena saya belum ada referensi) penunjukannya ke 14 orang tersebut berdasarkan wahyu Ilahi

    Mas Alif:

    Mengenai pentakfiran:
    Coba anda komentari fatwa dari MMA yang mengatakan The great liar bagi orang2 yang tidak mengakui kenabian HMGA bahkan menyebut sama sbg kaum kristian (diluar Islam)

    Maaf, bisa tunjukan dari referensi mas Alif “bahkan menyebut sama sbg kaum kristian (diluar Islam)”. Kalau tidak bisa berarti anda telah memfitnah MMA, yang dikatakan oleh MMA hanyalah “the great liar”, pernyataan ini sama dengan mengkafirkan seseorang, yakni bila seorang muslim mengkafirkan muslim lainnya maka bila pengkafirannya itu tidak benar maka tentunya kekafirannya akan berbalik kepada dirinya sendiri (orang yang menuduh). Sama halnya bila seorang Muslim mengatakan Al Kazzab (Pendusta), kepada Muslim lainnya, maka dalam hal ini tidak mungkin kedua-dua Muslim itu yang benar, pasti ada salah satu yang berdusta, tentu saja dalam persidangan ini MMA sebagai utusan HMGA membela HMGA dan mengatakan bahwa HMGA yang benar dan pihak lawan yang pendusta, tidak bahkan The Great Liar. Namun tidak pernah MMA mengkafirkan orang yang tidak mengkafirkan terlebih lagi menganggap diluar Islam, Na’udzubillahi min dzalik!

  21. Menurut Qur’an siapa yang memilih khalifah ? manusia atau Allah?
    manusia cuma sarana sbg pemilih…
    Khalifah Abu Bakar, Usman Umar dan Ali semua orang Islam sepakat bahwa beliau2 adalah “khulafaur rasyidin” anda tahu apa itu artinya? Siapa yang memberi petunjuk kepada khalifah2 tsb kalau bukan Allah?
    Jelas?

    Mengenai Nuruddin mengaku dipilih sbg khalifah oleh Allah:
    Saya bicara khalifah bukan anjuman..karena menurut referensi yang saya berikan hanya khalifah Nuruddin yang mengaku sbg khalifah yang dipilih oleh Allah, beliau sendiri mengaku demikian.
    Apakah yang 13 orang juga ada pengakuan sama? coba buktikan..kalo tidak ada…
    terbuktilah bahwa didalam literatur Islam maupun sejarah tidak ada khalifah itu dipimpin oleh 14 orang…
    Lama-lama anda Lahore persis syiah yang tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Usman, Umar
    yang diakui cuma Ali dan imam dua belas
    bedanya Lahore 14 bukan 12

    mengenai The great liar
    Referensinya:
    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him false. The Holy Prophet saw is true according to Muslims and false according to the Christians.

    Bisakah anda mencerna kata-kata MMA tsb..terutama kalimat terakhirnya…beliau membandingkan antara pengikut HMGA dgn para penentangnya dgn memberi gambaran Nabi suci adalah Nabi yang benar menurut muslim dan salah menurut Kristen…lalu apa bedanya?

    Menurut anda sekarang fatwa siapa yang lebih keras,
    MMA atau BMA? Lebih dahulu mana MMA atau BMA yang mengeluarkan fatwa? dilihat penjelasan anda sepertinya MMA malah lebih dahulu mengeluarkan fatwa tsb..

    dan apakah fatwa sb tidak berlaku secara umum hanya dipersidangan?
    coba anda terjemahkan kalimat tsb seluruhnya biar menjadi jelas..

    coba baca lagi
    “Any one who denies….blablabla
    Setiap orang yang menolak seorang Nabi (berlaku umum untuk siapa saja yang menolak seorang Nabi)

    DGn begitu jelaslah fatwa the great liar lebih keras dari pada kata-kata kafir itu sendiri….anda menyebutnya malah sama saja tapi tidak masalah padahal sudah dijelaskan kafir itu belum tentu keluar dari Islam, saya hanya ingin membuktikan bahwa MMA pun pernah mengeluarkan fatwa kurang lebih sama bahkan bukan itu saja dari kalimat tsb jelaslah bahwa HMGA mengaku sbg Nabi dan diamini pengikutnya (Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him false.
    so what the problem MMA?
    Wassalam,

  22. Mas Alif:

    Menurut Qur’an siapa yang memilih khalifah ? manusia atau Allah?
    manusia cuma sarana sbg pemilih…
    Khalifah Abu Bakar, Usman Umar dan Ali semua orang Islam sepakat bahwa beliau2 adalah “khulafaur rasyidin” anda tahu apa itu artinya? Siapa yang memberi petunjuk kepada khalifah2 tsb kalau bukan Allah?
    Jelas?

    Tolong masalah jangan diperluas. Khalifah itu ada banyak macamnya. Namun yang saya permasalahkan disini adalah bahwa Kekhalifahan Sekte Qadiyan adalah berdasarkan surat 24:55 yang mana ayat itu jelas sekali bahwa Allah yang mengangkat, sebagaimana Khalifah Israel (Para Nabi Israel) itu juga diangkat oleh Allah. Pada kenyataannya menurut HMGA dalam buku Syahadatul Qur’an mengatakan para Khalifah yang dimaksud adalah Mujaddid, sebab pengangkatan Mujaddid itu bukan hasil musyawarah, melainkan dia diangakat lansung oleh Allah Ta’ala:

    “Thus God Almighty says that He shall send khalifas of the Holy Prophet from time to time. … [A critic] raises the objection that since religion has reached perfection and the favour has been completed, there is then no need of a mujaddid, or of a prophet. But it is regrettable that, by believing this, the critic has raised an objection against the Holy Quran itself, for the Quran has promised the appearance of khalifas among the Muslims”.

    Jadi aneh sekali bila sekte Qadiyan mengklaim kekhalifahannya (kediktatorannya) itu berdasarkan Surat 24:55. Itu suatu Bid’ah pembodohan.

    Mas Alif:

    Mengenai Nuruddin mengaku dipilih sbg khalifah oleh Allah:
    Saya bicara khalifah bukan anjuman..karena menurut referensi yang saya berikan hanya khalifah Nuruddin yang mengaku sbg khalifah yang dipilih oleh Allah, beliau sendiri mengaku demikian.
    Apakah yang 13 orang juga ada pengakuan sama? coba buktikan..kalo tidak ada…
    terbuktilah bahwa didalam literatur Islam maupun sejarah tidak ada khalifah itu dipimpin oleh 14 orang…
    Lama-lama anda Lahore persis syiah yang tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Usman, Umar
    yang diakui cuma Ali dan imam dua belas
    bedanya Lahore 14 bukan 12

    Mari kita lihat cuplikannya referensi anda:

    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)

    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)

    Jawaban saya waktu itu juga sangat jelas, bahwa Mauluana Nuruddin dijadikan Pemimpin, bukan hasil musyawarah Mufakat Anjuman, melainkan langsung ditunjuk oleh HMGA sewaktu menulis buku wasiyat. Nah dalam buku wasiyat itu dikatakan bahwa pembentukan Anjuman itu atas dasar perintah Ilahi. Jadi wajar saja bila Maulana Nurudin berkata seperti itu. Namun yang tidak wajar adalah bila BMA mengaku-ngaku Kediktatorannya dia itu diangkat oleh Allah, sebab dalam wasiyat dijelaskan bahwa:

    “After me, the righteous ones in the Jama‘at, possessing pure souls, should take the bai‘at from people in my name. — Such persons shall be chosen by mutual agreement among the faithful. So any person in respect of whom forty faithful agree that he is fit to take from people the bai‘at in my name, he shall be entitled to take the bai‘at.”

    Jelas sekali bahwa pemilihan Pemimpin Anjuman itu berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Paham?

    Mas Alif:

    “Anyone who denies the truthfulness of a Prophet is a great liar, Mirza Sahib has claimed to be a Nabi. His followers believe him to be true in his claim and his opponenets conside him false. The Holy Prophet saw is true according to Muslims and false according to the Christians.

    Bisakah anda mencerna kata-kata MMA tsb..terutama kalimat terakhirnya…beliau membandingkan antara pengikut HMGA dgn para penentangnya dgn memberi gambaran Nabi suci adalah Nabi yang benar menurut muslim dan salah menurut Kristen…lalu apa bedanya?

    Kalimat itu tidak harus diartikan yang menolak HMGA menjadi Kristen. Persoalan sederhana, bahwa Nabi Suci adalah kebenaran menurut Nabi Suci dan kesalahan menurut Kristen. Posisi disini adalah sang penentang mengatakan bahwa HMGA adalah Mukazzab hal ini lebih parah dari mengatakan kafir. HMGA pun mengatakan orang yang mengkafirkan beliau itu dengan Yahudi, namun tidak berarti orang yang mengkafirkan HMGA itu menjadi Yahudi.
    Sebenarnya saya meragukan Referensi dari Qadiyan ini. Sebab yang saya dapati dari Referensi Ahmadiyah ada penjelasan yang sengaja dihilangkan oleh Sekte Qadiyan

    “It is a nabi, a saint, that is, a wali which is the claim of Mirza sahib.”

  23. Mas Erwan:
    Jadi aneh sekali bila sekte Qadiyan mengklaim kekhalifahannya (kediktatorannya) itu berdasarkan Surat 24:55. Itu suatu Bid’ah pembodohan.

    Saya jawab :
    Baiklah kalau anda tidak bisa menjawab pertanyaan2 saya spt: Apakah para khulafaurasyiddin itu bukan diangkat oleh Allah..
    Komentar anda menunjukan bahwa anda tidak pernah mau membaca Qur’an dan sejarah kekhalifahan dalam Islam
    Menurut Qur’an Khalifah memang diangkat oleh Tuhan bukan manusia
    Jadi wajar kalo khalifah Masih I sampai II mengaku diangkat oleh Allah..
    Untuk mengetahui apakah kekhalifahan Qadiani itu berdasarkan ayat yg anda maksud atau bukan tolak ukurnya adalah Qur’an, anda percaya qur’an bukan? Kecuali kalo sudah tidak percaya…
    Siapapun yang mengklaim diangkat oleh Allah maka Allah akan menghukumnya dgn dibinasakannya tidak lebih dari 23 tahun semenjak pengakuannya tsb dan ajarannya akan dihancurkan.
    Inilah pengakuan Khalifah ke II BMA:
    Aku bersumpah demi Allah yang di dalam geng-gaman-Nya terletak jiwaku dan Yang Empunya segala keputusan, penghinaan, dan pemberi kepercayaan, bahwa aku ini khalifah yang diangkat oleh Tuhan (Surat bertanggal 1927).
    Setelah pengumuman secara khidmat ini beliau tetap menyandang jabatan khalifah selama 38 tahun lagi dan Tuhan telah memahkotai beliau dengan keberhasilan demi keber-hasilan dan kemenangan demi kemenangan yang luar biasa.
    BMA menyandang khalifah selama 38 Tahun
    dan Sekarang kekhalifahan Qadiani telah mencapai usia 100 Tahun..
    Itu merupakan bukti bahwa kekhalifahan Qadiani memang berasal dari Tuhan…
    Masih mau ngeyel…

    Mengenai referensi dari HMGA bahwa khilafat berasal dari Tuhan
    beliau menulis di dalam “Syahadatul Quran”, hlm. 58:
    Karena adalah mustahil bagi seseorang untuk hidup selama-lamanya, maka Tuhan telah merencanakan supaya rasul-rasul-Nya yang terpilih dari antara hamba-hamba-Nya, melestarikannya hingga hari kiamat. Untuk maksud itu Dia telah mendirikan lembaga khilafat supaya dunia senantiasa tidak sepi dari nikmat kenabian.

    masih mau membantah?
    ————————————–
    Mas Erwan :
    Mari kita lihat cuplikannya referensi anda:

    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)

    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)

    Jawaban saya waktu itu juga sangat jelas, bahwa Mauluana Nuruddin dijadikan Pemimpin, bukan hasil musyawarah Mufakat Anjuman, melainkan langsung ditunjuk oleh HMGA sewaktu menulis buku wasiyat. Nah dalam buku wasiyat itu dikatakan bahwa pembentukan Anjuman itu atas dasar perintah Ilahi. Jadi wajar saja bila Maulana Nurudin berkata seperti itu. Namun yang tidak wajar adalah bila BMA mengaku-ngaku Kediktatorannya dia itu diangkat oleh Allah, sebab dalam wasiyat dijelaskan bahwa:
    “After me, the righteous ones in the Jama‘at, possessing pure souls, should take the bai‘at from people in my name. — Such persons shall be chosen by mutual agreement among the faithful. So any person in respect of whom forty faithful agree that he is fit to take from people the bai‘at in my name, he shall be entitled to take the bai‘at.”

    Saya jawab:
    dijadikan Pemimpin atau khalifah mas atau presiden ?
    Di referensi tsb tertulis dgn jelas bahwa beliau adalah Khalifah…Beliau bukan hanya memimpin yang 13 orang tsb tapi keseluruhan orang2 Ahmadiyah pada waktu itu.
    Bukankah dari ref tsb terbukti adanya sistem kekhalifahan Masih yang dipimpin oleh seorang khalifah? Kenapa MMA keberatan dgn lembaga kekhalifahan..jelas-jelas Nuruddin mengatakan sebagai Khalifah..
    Nah sekarang saya minta bukti bahwa yang 13 juga mengatakan hal yang sama seperti Nuruddin katakan bila khalifah itu berjumlah 14 orang bahwa mereka menjadi khalifah dipilih oleh Tuhan..dan anda tidak bisa membuktikannya jadi nyatalah bahwa hanya nuruddin yang berkata demikian…
    Jadi jelas khalifah itu adalah personal bukan lembaga seperti anjuman…
    Mengenai Khalifah dipilih oleh Anjuman berdasarkan musyawarah saya ambil kesimpulan bahwa anda belum pernah membaca bagaimana sistim pemilihan kekhalifahan Qadiani yang ada Cuma mefitnah dan memfitnah..
    Untuk mendukung fitnah tsb Anda bahkan berani mengatakan bahwa Khulafaur rasyidin juga bukan dipilih oleh Allah tetapi berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
    Padahal sudah dibilang bahwa manusia hanya sebagai sarana pemilih saja, tetapi khalifah itu dipilih oleh Allah lewat sarana orang-orang yang saleh tsb..
    ———————————
    Mas Erwan:
    Kalimat itu tidak harus diartikan yang menolak HMGA menjadi Kristen. Persoalan sederhana, bahwa Nabi Suci adalah kebenaran menurut Nabi Suci dan kesalahan menurut Kristen. Posisi disini adalah sang penentang mengatakan bahwa HMGA adalah Mukazzab hal ini lebih parah dari mengatakan kafir. HMGA pun mengatakan orang yang mengkafirkan beliau itu dengan Yahudi, namun tidak berarti orang yang mengkafirkan HMGA itu menjadi Yahudi.
    Sebenarnya saya meragukan Referensi dari Qadiyan ini. Sebab

    Saya jawab:
    Anda kurang tanggap..padahal itu adalah perkataan guru anda MMA, tentu saja jangan diartikan bahwa penentang HMGA itu lantas menjadi kristen, itu hanya perbandingan oleh MMA saja. Penentang HMGA disamakan dgn kaum kristen yang menolak Muhammad saw. Nah lalu apa hukuman orang-orang yang tidak mengakui kenabian Muhammad? Kafir dan diluar Islam bukan..gitu aja koq tidak mengerti..
    Anda sendiri memberi referensi bahwa orang yang mengkafirkan HMGA seperti dgn Yahudi..nah bukankah Yahudi itu diluar Islam..
    dan Akhirnya anda mengakui bahwa kata2 dari MMA tsb memang ada..terlepas apakah kata2 tsb untuk membela HMGA dipengadilan atau tidak yang pasti MMA pernah berucap seperti itu…
    Jelaslah bahwa Fatwa MMA ini lebih keras daripada fatwa BMA mengenai orang2 yang menolak HMGA..
    Jadi sekarang tidak ada alasan bagi MMA untuk keluar dari kekhalifahan Qadian selain ambisi menjadi khalifah saja…
    Faham?
    Masih mau ngeyel…?

    Ngeyelnya anda dgn memfitnah dan mengatakan adanya penjelasan yang dihilangkan oleh qadiani:
    “It is a nabi, a saint, that is, a wali which is the claim of Mirza sahib.”

    Saya jawab:
    Coba anda sambungkan kata2 tsb dgn kata2 MMA sebelumnya..
    Apakah nyambung? Malah kontradiksi jika kata2 tsb memang ada…kontradiktif dgn
    “…..MIRZA SAHIB HAS CLAIMED TO BE A NABI….”

    Anggaplah kata2 tsb ada tapi yang pasti MMA telah mengeluarkan fatwa thd orang2 yang menolak HMGA yaitu THE GREAT LIAR..bahkan disamakan dgn kaum kristen yang menolak kenabian Muhammad saw..

    Koq Lahore senangnya memfitnah Qadiani ya?

    wassalam

    Wassalam,

  24. 1. Apakah Mas Alif punya bukti bahwa Khulafaur Rasyidin itu ada yang mengatakan bahwa dirinya diangkat oleh Allah?
    2. Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu (24:55), apakah kata-kata diantara kamu ini merujuk kepada orang yang beriman kepada Nabi Suci Muhammad atau kepada orang yang beriman kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?
    3. Apakah nubuatan pada ayat tsb (24:55) -tentang tegaknya kekhalifahan itu- merujuk kepada kekhalifahan Nabi Suci atau kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad?
    4. Apakah Khalifah Sekte Qadiyani itu Khalifah Masih Mau’ud atau Khalifah Nabi Suci Muhammad saw?

    Karena bagi saya jelas sekali dan seluruh umat Islam melihat ayat itu (24:55) sebagai janji Tuhan untuk tegaknya kekhalifahan Islam, bukan kekhalifahan Sekte Qadiyani. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad pun mengatakan bahwa Kekhalifahan Nabi Suci itu adalah para Muhaddats dan Mujaddid:

    “Thus God Almighty says that He shall send khalifas of the Holy Prophet from time to time. … [A critic] raises the objection that since religion has reached perfection and the favour has been completed, there is then no need of a mujaddid, or of a prophet. But it is regrettable that, by believing this, the critic has raised an objection against the Holy Quran itself, for the Quran has promised the appearance of khalifas among the Muslims”.
    “… we say that when, after the passage of a period of time, the dust of corrupted notions settles upon the holy teachings, and the face of the pure truth is hidden, then to show that beautiful face there come mujaddids, muhaddases and spiritual khalifas. It is not known from where and from whom the poor critic heard that mujaddids and spiritual khalifas come into the world to amend and revoke the religion to some extent. …
    Unfortunately however, the critic does not understand that mujaddids and spiritual khalifas are needed by the Muslim people in the same way as were the prophets required from ancient times. …
    And to say that it is not obligatory to believe in the mujaddids is to deviate from the command of God because He says: ‘And whoever disbelieves after this, they are the transgressors’ (24:55), i.e. after the sending of the khalifas, whoever remains a denier of them, he is among the transgressors.”
    Dan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mendakwahkan dirinya sebagai salah satu dari Khalifah Nabi Suci Muhammad saw:
    “Now it has been proved from the Holy Quran that in this blessed Muslim nation a system of perpetual khilafat has been established in the manner and likeness of the one which was established in the dispensation of Moses, … this proof implies that just as in the last days of the Mosaic law a prophet arose named Jesus, … similarly it is necessary that among the Muslim people too there should arise a muhaddas, in the likeness of that prophet and of his time”.
    “Secondly, the perfect and complete likeness between the khilafat to the Holy Prophet Muhammad and the successorship to Moses renders imperative the coming of the Promised Messiah, as is understood from the following verse: ‘God has promised to those of you who believe and do good that He will surely make them successors [khalifas] in the earth as He made those before them to be successors’ (24:55). This clearly conveys that a mujaddid must come bearing the name of the Messiah in the fourteenth century (Hijra), … among the Muslim people too, in their last days which are close to the Day of Judgment, there must come a khalifa like Jesus”.
    Setalah penjelasan oleh HMGA itu sendiri, bila Mas Alif beserta sekte Qadiyannya masih bandel juga, hal ini membuktikan bahwa Sekte Qadiyani itu tidak lagi mendengar ucapan HMGA melainkan taklid kepada Bashiruddin Mahmud Ahmad

    Mas Alif:

    Siapapun yang mengklaim diangkat oleh Allah maka Allah akan menghukumnya dgn dibinasakannya tidak lebih dari 23 tahun semenjak pengakuannya tsb dan ajarannya akan dihancurkan.
    Inilah pengakuan Khalifah ke II BMA:
    Aku bersumpah demi Allah yang di dalam geng-gaman-Nya terletak jiwaku dan Yang Empunya segala keputusan, penghinaan, dan pemberi kepercayaan, bahwa aku ini khalifah yang diangkat oleh Tuhan (Surat bertanggal 1927).
    Setelah pengumuman secara khidmat ini beliau tetap menyandang jabatan khalifah selama 38 tahun lagi dan Tuhan telah memahkotai beliau dengan keberhasilan demi keber-hasilan dan kemenangan demi kemenangan yang luar biasa.
    BMA menyandang khalifah selama 38 Tahun
    dan Sekarang kekhalifahan Qadiani telah mencapai usia 100 Tahun..
    Itu merupakan bukti bahwa kekhalifahan Qadiani memang berasal dari Tuhan…
    Masih mau ngeyel…

    Allah memberikan usia yang lebih panjang kepada BMA adalah supaya BMA itu bertaubat, namun ketika tindakannya semakin menjadi-jadi, yakni ketika dia mendakwakah dirinya sebagai Muslih Mau’ud pada 28 januari 1944 ternyata tidak sampai 23 tahun yakni tepatnya November 1965, dia wafat. Sebelumnya tahun 1954 lehernya di tusuh hal ini membuktikan tepatnya surat Surat Al Haqqah (69:44-47) itu, yakni barang siapa yang berdusta atas nama Tuhan maka Tuhan akan memotong batang nadinya.
    Kisah Paulusnya Masih Mau’ud ini merupakan pengulangan dengan Paulusnya Masih Israel, dimana pada tahun 70 M dia lehernya disembelih oleh Jenderal Nero. Dan hingga kini pengikut Jemaat Pauluspun masih eksis bahkan merupakan agama mayoritas, namun tetap tidak bisa kita anggap bahwa agama kristen itu benar. Dan sedikitnya jumlah Hawariyyin (Murid sejati Nabi Isa as.) juga tidak bisa kita bilang bahwa mereka adalah salah

    Mas Alif:

    Mengenai referensi dari HMGA bahwa khilafat berasal dari Tuhan
    beliau menulis di dalam “Syahadatul Quran”, hlm. 58:
    Karena adalah mustahil bagi seseorang untuk hidup selama-lamanya, maka Tuhan telah merencanakan supaya rasul-rasul-Nya yang terpilih dari antara hamba-hamba-Nya, melestarikannya hingga hari kiamat. Untuk maksud itu Dia telah mendirikan lembaga khilafat supaya dunia senantiasa tidak sepi dari nikmat kenabian

    Iya sebagaimana para Nabi dibangkitkan oleh Allah, maka para Muhaddats dan Mujadid yang merupakan Khalifah Nabi Suci, juga dibangkitkan oleh Nabi (Diangkat oleh Nabi). Namun hal ini berbeda dengan Sekte Qadiyani, yang jelas-jelas Khalifahnya diangkat oleh manusia.

    Mas Alif

    dijadikan Pemimpin atau khalifah mas atau presiden ?
    Di referensi tsb tertulis dgn jelas bahwa beliau adalah Khalifah…Beliau bukan hanya memimpin yang 13 orang tsb tapi keseluruhan orang2 Ahmadiyah pada waktu itu.

    Apa sih mas arti Khalifah itu??. Dalam artian tertentu kami bisa memahami penggunaan istilah Khalifah (Klik). Namun yang kita tolak adalah Khalifah yang diaku-aku oleh Sekte Qadiyani yakni sebagai pengejawantahan surat 24:55 tersebut. Karena jelas sekali dalam buku Syahadatul Quran, HMGA menyatakan bahwa surat 24:55 itu merupakan kesinambungan Khalifah Nabi Suci yang dijanjikan kepada umat Islam, yang merupakan para Muhaddats dan Mujaddid

    Mas Alif:

    Bukankah dari ref tsb terbukti adanya sistem kekhalifahan Masih yang dipimpin oleh seorang khalifah? Kenapa MMA keberatan dgn lembaga kekhalifahan..jelas-jelas Nuruddin mengatakan sebagai Khalifah..
    Nah sekarang saya minta bukti bahwa yang 13 juga mengatakan hal yang sama seperti Nuruddin katakan bila khalifah itu berjumlah 14 orang bahwa mereka menjadi khalifah dipilih oleh Tuhan..dan anda tidak bisa membuktikannya jadi nyatalah bahwa hanya nuruddin yang berkata demikian…
    Jadi jelas khalifah itu adalah personal bukan lembaga seperti anjuman…

    Buktinya adalah bahwa menurut HMGA bahwa Khalifah sesudahnya adalah Anjuman.

    “13. As the Anjuman is the successor to the Khalifa appointed by God, it must remain absolutely free of any kind of worldly taint.”

    Dan penunjukan orang-orang dalam Anjuman itu diangkat langsung oleh HMGA, dan dijelaskan dalam Al-Wasyiat (Halaman terakhir)
    At this time the Promised Messiah appoints the, following men as members and office-holders of the, Council of Trustees.”

    Lalu disambung dengan nama-nama ke 14 orang itu.

    Nah, senada dengan ucapan itu tidak salah bila Maulana Nuruddin mengatakan
    “If I have been made khalifah, this is God’s doing in accordance with His design…(al-Hakm, January 21, 1914)
    “If anyone say that the Anjuman has made me khalifah, he utters a falsehood (Badr, July 4 1912)
    Sebab yang memilih Maulana Nuruddin menjadi Khalifah itu bukan atas keputusan Anjuman, melainkan penunjukan langsung oleh HMGA
    Mas Alif

    Coba anda sambungkan kata2 tsb dgn kata2 MMA sebelumnya..
    Apakah nyambung? Malah kontradiksi jika kata2 tsb memang ada…kontradiktif dgn kata2 sebelumnya yaitu:
    “…..MIRZA SAHIB HAS CLAIMED TO BE A NABI….”

    Anggaplah kata2 tsb ada tapi yang pasti MMA telah mengeluarkan fatwa thd orang2 yang menolak HMGA yaitu THE GREAT LIAR..bahkan disamakan dgn kaum kristen yang menolak kenabian Muhammad saw..

    Koq Lahore senangnya memfitnah Qadiani ya?

    Gini ya mas Alif, kita tidak bisa menyamaratakan kepada kesemua orang. Kalau kita baca kronologisnya persidangan maka akan jelas, bahwa penentang HMGA adalah Maulvi Karam din, beliau adalah sama seperti Muhammad Hussain of Batala, beliau merupakan musuh HMGA, dalam hal ini dia telah mengeluarkan fatwa bahwa HMGA adalah kafir bukan hanya itu, HMGA juga merupakan Al-Kazzab, yakni seorang pendusta. Kini berdasarkan Hadits, bahwa bila seorang Muslim mengatakan seorang muslim lainnya kafir maka kekafirannya akan balik dengan sendirinya, begitupula dengan halnya Al-Kazzab, tidak mungkin dua-duanya (HMGA dan Maulvi Karam Din) merupakan orang yang benar, juga tidak mungkin dua-duanya Al Kazzab (Pendusta/LIAR), pastilah salah satunya ada yang benar dan ada yang Al Kazzab. HMGA diyakini oleh MMA, sebagai orang yang benar dan tulus, tentunya MMA akan mengatakan bahwa Maulvi Karam Din itulah yang pendusta, bahkan THE GREAT LIAR. Namun hal ini tidak bisa di sama ratakan oleh kesemua umat Islam. Sama Halnya HMGA akan berhenti menyebut Maulvi Hussain of Batala sebagai Yahudi, bila Hussain of Batala juga berhenti menyebut HMGA sebagai Kafir, Dajjal dsb. Namun hal ini tidak langsung menjadikan Hussain sebagai seorang Yahudi

  25. Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman dan siapa yang mengingkari itu adalah kafir, Allah Maha Tahu dan Maha Benar ! Kembalilah merujuk Al Qur’an sebelum kamu mendafsirkan hadist…. karna salah menafsirkan hadist bisa berbuah kesesatan !

    wasalamualaikum

Leave a Reply